Merah Putih, Kebangkitan Film Perjuangan Indonesia
Saya sempat kepikiran, kapan Indonesia ini punya film tentang perjuangan merebut kemerdekaan lagi? Rasanya sudah lama saya ingin melihat film-film yang menggambarkan peristiwa heroik para pahlawan Indonesia yang dengan gigih mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Ingin rasanya merasakan nuansa saat itu dalam sebuah film kolosal yang dibuat dengan apik ala Saving Private Ryan. Tapi apa daya, kebanyakan Film Indonesia yang dikeluarkan cuman film mistik dan komedi jorok yang murahan.
Namun penantian saya agaknya akan segera berakhir. Bermula mendapat kabar dari seorang teman, akhirnya saya coba mencari informasinya di Koran. Dan Alhamdulillah, saya langsung menemukannya di Jawa Pos edisi jumat, 24 Juli 2009. Judulnya adalah “Merah Putih”. Konon Merah Putih ini direncanakan sebagai merupakan film Trilogy Perjuangan pertama di Indonesia.
Merah Putih adalah film bergenre fiksi sejarah yang mengambil latar temporal masa revolusi fisik pasca-1945. Berkisah tentang perjuangan lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah. Mereka, Amir (diperankan Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), Senja (Rahayu Saraswati), dan Marius (Darius Sinathrya), masing-masing punya latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali lima sekawan itu dibunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya Soedirman di pedalaman Jawa.
Dan ada hal yang sangat mengejutkan berkaitan dengan pembuatan film ini. Dimana kru dan piranti yang digunakan sangat wah kalau buat film Indonesia. dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American). Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful). Konon film ini juga menghabiskan dana hingga 60 Milliar. Ck ck ck ck
Lepas dari itu semua, saya perlu memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada sineas Indonesia yang mau membuat film ini. Kita, ditengah dahaga persatuan dan kehancuran rasa nasionalisme yang perlahan tapi pasti membutuhkan sebuah penyejuk. Dan bagi saya selain prestasi di bidang olahraga, film seperti Merah Putih ini adalah solusinya.
Dan jangan lupa bahwa film ini kemungkinan akan ditayangkan 13 Agustus 2009 mendatang. Jadi abis upacara bendera yok kita rame-rame nonton rame-rame!
Thriller Merah Putih

Komentar Terakhir