Arsip

Archive for the ‘fenomena’ Category

Anda Jomblo…. Lakukanlah Hal Ini saat Valentine’s Day!!!

Februari 13, 2012 Tinggalkan Komentar

1.  Doa

Orang jomblo itu masuk alam golongan teraniaya. Dan doa orang teraniayah itu diijabah. Saya yakin anda yang jomblo (kayak saya nggak jomblo aja) pasti ngenes karena sering mendapat hinaan dan cacian dari para kaum yang tidak mau bertoleransi dalam ber-asmara. Mau tahu siapa contohnya? Tuh yang suka pajang prof pic berduaan sama pacarnya. Walaupun kalau si pelaku adalah cewek, biasanya cowok di fotonya lebih tampak sebagai budak daripada pacarnya. Atau orang-orang yang sering sok unyu pas ngetwit dengan pacarnya….hueeeeeeeek *dengki tingkat kecamatan*.

Nah orang model begini lah yang butuh DOA kita. Seperti apa doanya? Simple saja. Doakan pas tanggal 14 Februari ntar hujan deres, banyak ulangan, deadline kerjaannya numpuk, atau bisulan di pantat. Pokoknya doa aja biar kaum yang gak punya toleransi berasmara itu apes pas hari laknat, 14 Februari.

2. Sabotase

Pasti ada dong temen kumpulan anda yang suka pamer kemesraan dengan pacarnya. Kurang ajarnya, tuh orang pamernya di depan kita-kita yang sedang melajang ini. Orang model begini gak usah dikasihani cuy. Kasih pelajaran…!!!! Salah satunya adalah dengan men-sabotase hari Valentine si Kampret ini.

Sebagai contoh berpura-puralah anda jadi agen pensuplai coklat khusus Valentine. Nah sebisa mungkin tawarkan produk dagangan anda ke temen yang rese tadi. Namun jangan lupa. Kalo deal, maka jangan sampai yang anda jual itu adalah coklat beneran. Ganti dengan Broklak!!! Mencret….mencret…dah.

NB : broklak itu obat pencuci perut yang mirip coklat.

3. Mengalihkan Perhatian

Coba deh ente perhatiin. Orang pacaran itu sebenernya masing-masing mereka tersiksa kok. Kebanyakan sih mereka menjalin hubungan bukan untuk saling mengasihi. Tapi hanya untuk sekedar prestis. Dan yang lebih parah, malah ada yang pacaran hanya demi ‘status hubungan’ di facebook supaya tercantum ‘sedang berpacaran dengan………’.

Model hubungan semu seperti ini sebenernya mudah dihancurkan kok he he he he. Tinggal alihkan saja perhatian dari cewek atau cowoknya. Cukup pilih salah satu saja. Contoh kasusnya kalau yang ingin kita alihkan perhatiannya adalah si cowoknya, cukup iming-imingi dengan tawaran nonton bareng tim bola kesayangan. Ato ajak aja maen PS3, futsal, atau kegiatan yang kesannya lebih penting dari cewek mereka. Hmpf….

Kalau yang ente alihkan perhatiannya adalah sang cewek, cukup dengan ngasih brosur diskon baju di mall, distro, atawa butik. Mudah kan?

4. Berbohonglah Untuk Sementara

Ini adalah cara terakhir. Namun perlu saya ingatkan bahwa ini adalah cara paling hina diantara semua cara. Karena dengan cara ini kita terpaksa mengingkari takdir yang ada pada diri kita sebagai seorang jomblo. Dan cara itu adalah berbohong. So..so..so..ri men… merinding ane jadinya.

Pas tanggal 14 Februari dan kemudian kita mulai terdesak dengan pertanyaan-pertanyaan model, “eh paca lo mana bro?” atau “eh beli coklat… mau dikasih ke siapa coba?”. Nyebelin khan pertanyaan model begitu? Bangeeeeeeet. Maka berbohonglah… Katakan, “Ini hari kasah sayang, walau saya gak ngerayaain karena alsan prinsip, tapi Alhamdullah yahh saya tetap mencintai pacar saya. Dia baik, cantik, perhatian…….namanya Bambang,” *hening…….*

Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan (Sebuah Tamparan Bagi Penegak Hukum)

Januari 15, 2011 1 komentar

Kasus Gayus memang benar-benar membuat banyak pihak jengah. Bagaimana tidak, penegak hukum kita seolah dipecundangi oleh terdakwa kasus penggelapan pajak ini. Dengan uang yang dimilikinya, Gayus dapat dengan bebas nonton tenis di Bali atau plesiran sampai ke luar negeri. Padahal statusnya adalah sebagai tahanan. Caranya tentu saja dengan menyuap pihak-pihak terkait.

Fenomena gayus dan ilmu SUAP yang dimilikinya ini, menggelitik seorang seniman bernama Bona untuk membuat lagu sentilan. Berangkat dari pengalamannya sebagai seorang napi, dia berusaha menyampaikan betapa tidak adilnya perlakuan hukum di negeri ini bagi si kaya dan si miskin.

Lagu ini sangat menarik karena iramanya yang dibuat easy listening dan mengikuti tren masa kini. Terlebih lagi suara Bang bone menurut saya mirip dengan suara vokalis ST12 atau D’Bagindaz he he he.

Tertarik untuk menyanyikannya, monggo kerso masdab ini klip dan liriknya :

Andai Aku Jadi Gayus Tambunan

Sebelas Maret
Diriku masuk penjara
Awalku menjalani

Proses masa tahanan
Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak

Seperti para koruptor
Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Tujuh Oktober
Ku bebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan
Wahai Saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan Engkau salah arah

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan pahit
Dalam hidup ini

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah

Pasrah akan keadaan

 

DILEMATIKA BUKBER MASA KINI

Agustus 25, 2010 5 komentar

Tahu Bukber kan…? Yang jelas beda jauh dengan Puber. Dan semakin gak nyambung kalo anda mengaitkannya dengan penyanyi remaja yang sedang tenar, Justin Bukber (Bieber kaleeee). Bukber yang saya maksud disini adalah singkatan dari Buka Bersama. Sebuah acara yang tampaknya sudah menjadi tradisi saat bulan puasa tiba.

Entah sejak kapan tradisi ini mulai muncul. Namun Bukber telah menjadi kebiasaan sekelompok masyarakat dari berbagai macam profesi. Mulai dari teman sekolah, rekan seprofesi, teman satu pengajian, teman satu organisasi, dll. Kalangan pejabat pun telah menjadikan Buka Bersama sebagai sarana untuk merangkul dan mendinginkan suhu politik yang biasanya memanas. Bahkan Presiden Obama (preesidennya Amrik) mengadakan pula Buka Bersama dengan perwakilan kaum muslim sambil menyatakan dukungannya untuk mendirikan Masjid di Ground Zero.

Buka Bersama memang memiliki sebuah nilai yang positif dan luar biasa saat dilakukan dengan cerdas dan baik. Bukber dapat menjadi ajang silaturahmi bagi orang-orang yang sebelumnya sangat sulit bertemu. Buka bersama juga bisa menjadi pelepas ketegangan dari rutinitas pekerjaan atau sekolah yang kadang menjemukan.

Namun tak selamanya buka bersama bernilai positif. Akhir-akhir ini saya malah melihat bahwa Buka Bersama tidak lagi menjadi ajang yang menyejukkan. Banyak alasan kenapa saya bilang “tak lagi menyejukkan”. Entah itu ditinjau dari sisi tempat pelaksanaan, dari banyaknya uang yang dikeluarkan, dan tentu saja konsep acara yang terkadang jadi ajang adu prestis sebagian orang.

Dari sisi tempat selalu saja tempat-tempat “wah” yang dipilih. Entah itu Café, restoran mahal, ato restoran cepat saji. Dan tentu saja saja pilihan lokasi akan berimbas cukup berat pada ongkos. Bagi orang yang mampu dan punya penghasilan gedhe, okelah hal itu tidak akan jadi masalah. Tapi bagi seorang yang berpengasilan kecil atau bahkan Jobless ini bisa jadi kiamat Sughro. Ibarat memakan buah simalakama tak ikut khawatir dianggap sombong dan akhirnya dikucilkan, kalo ikut mungkin jatah Buka kali itu digabung dengan jatah sahur atau bahkan buka esoknya.

Dilihat dari sisi konsep, seringnya Buka Bersama pada masa kini hanya sekedar berkutat pada 3 hal. Datang, ngobrol, dan makan. Tak ada misi-misi “unik” dan “menantang”, apalagi mengingat acara ini diadakan di bulan Ramdhan. Seolah tak ada bedanya Buka Bersama dengan Makan Bersama di hari-hari biasa.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu, atau tepatnya di tahun 2006. Puasa tahun 2006 merupakan salah satu bulan puasa paling mengesankan bagi saya. Saat itu saya masih terdaftar sebagai mahasiswa D3 Politeknik Negeri Malang.

Suatu saat kakak tingkat saya mengajak saya dan salah seorang teman saya untuk ikut Buka Bersama dengannya. Awalnya saya mengira itu adalah buka bersama seperti biasa dimana acaranya sebatas makan-makan dan kumpul-kumpul. Namun saya mulai heran ketika menuju TKP kami mengambil dua nasi bungkus sebanyak dua keresek besar penuh. Aneh karena jarang-jarang menu makan Bukber adalah nasi bungkus.

Dan keheranan saya pun menjadi-jadi saat tiba di lokasi tujuan yang ternyata adalah Panti Asuhan. Rupanya kakak tingkat saya itu, sengaja mengadakan acara Bukber ini sebagai wujud syukurnya karena sesaat lagi dia akan menghadapi Ujian Akhir.

Buka bersama itu berlangsung sederhana. Hanya dibuka sedikit sambutan dari kepala panti dan dari kakak tingkat saya. Serta tak lupa lantunan ayat suci yang dibacakan dengan indah oleh salah seorang anak panti. Namun, acara itu berubah menjadi sebuah pengalaman spirituil yang mengesankan di saat kami semua mulai menyantap Nasi Bungkus yang disuguhkan. Salah seorang anak panti yang berumur 11-12 tahun terlihat menangis tersedu-sedu. Alasannya karena baru kali ini dia makan sepotong ayam dan telur dadar yang besar dalam waktu bersamaan. Biasanya mereka hanya makan sepotong kecil ayam dengan sayur bayam. Atau malah hanya dengan tahu tempe dan sop. Dan kalau keuangan panti sedang seret tak jarang hanya nasi putih dan tempe.

Entah kenapa saya dan teman saya ikut sesegukan. Nasi bungkus Mak Cus yang sudah sering kami makan, tiba-tiba saja berasa seperti masakan mahal di resoran terkenal gara-gara peristiwa tadi. Dan itulah nasi bungkus terenak yang pernah saya rasakan hingga saat ini.

Saya salut dengan apa yang dilakukan kakak tingkat saya. Membuat sebuah momen Buka Bersama menjadi wisata spiritual yang tak terduga. Dan momen seperti inilah yang betul-betul saya rindukan.

Rekan-rekan sekalian, salah satu hikmah puasa adalah agar kita bisa merasakan dan berempati dengan apa yang dirasakan kaum dhuafa. Bila kita mampu mendapati hikmah itu, jalan untuk menjadi manusia yang bersyukur akan terbuka lebar. Dan bukankah Allah mencintai orang-orang yang bersyukur.

Tidaklah dilarang mengadakan buka puasa bersama. Namun kenapa kita tak mencoba menjadikan momen itu sebagai sarana yang justru mendekatkan kita pada Sang Pemberi Nikmat dan juga orang-orang tak mampu di sekitar kita…..

(Ditulis karena pembicaraan dengan seorang kawan baik)

Mana Duluan, Ayam atau Telur? (Mungkin) Ini Jawabnya!

Juli 15, 2010 3 komentar

Saat sarapan telur, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.

Para ilmuwan berhasil menjawab  salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris  menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

“Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya,  selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

“Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.”

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

“Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya.”

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

“Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis.”

Yang pertama dicari adalah, mengetahui ‘resep’ yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

“Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam.”

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. “Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan.”

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah ‘tukang bangunan’ tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. “Itu berati ayam ada duluan sebelum telur.”

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

“Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya.”

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa.  Penelitian ini juga berimplikasi medis.

“Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita  bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia.”


JANGAN MAU KALAH, AYO BIKIN VIDEO HEBOH SENDIRI :)

Juni 10, 2010 2 komentar

Apa yang bisa anda lakukan dengan kamera HP, web cam, ato camera digital??? Jawaban terbanyak dan pertamax yang terlintas di pikiran pasti “foto-foto”. Entah itu foto gaya sok manis, sok imut, sok garang, sok manyun, ga masalah. Yang penting bisa diupload di FB dan di tag kesana-kemari.

Itu kalo kita bicara soal fungsi kamera untuk mengambil gambar tidak bergerak. Trus pertanyaannya kalau kamera itu difungsikan untuk mengambil gambar bergerak alias video bagaimana? Kalo ini bisa jadi agak susah jawabnya. Memang sih, fungsi kamera sebagai perekam gambar video masih jarang dimaksimalkan di Indonesia. Malahan beberapa orang menyalahkan gunakan untuk merekam adegan tidak senonoh. Adegan tidak senonoh ini meliputi adegan mesum, ngintip orang, atau merekam tindakan-tindakan anarkis.

Sangatlah disesalkan, ketika teknologi tidak digunakan sebagai mana mestinya. Kata guru saya di SMA dulu, teknologi diciptakan untuk membuat manusia semakin produktif. Produktif di sini tentunya bersifat positif. Bukan malah sebaliknya. Mungkin sudah saatnya kita belajar dari masyarakat Amerika, Jepang, atau Korea yang mampu memaksimalkan teknologi (termasuk kamera) justru untuk mengasah talenta.

Tentu nama Justin Bieber sudah tak asing lagi bagi peminat jagad hiburan. Namun tahukah anda, ketenaran Justin Bieber didapat karena seringnya dia mengupload videonya saat bernyanyi, di YOUTUBE. Bermula dari situ, salah sorang pencari bakat langsung melihat potensi bintang dalam dirinya. Dan hasilnya… Taraaaaa… Justin kini menjadi salah satu penyanyi paling tenar di dunia. Bahkan di twitter konon dia menguasai arus twit sampai 10%.

Kembali lagi soal fungsi kamera di negara kita. Kita perlu mengadaptasi budaya positif negara lain terkait dengan penggunaan kamera ini. Di beberapa akun Youtube milik orang Jepang dan Korea, kita bisa menyaksikan banyak sekali remaja-remaja yang mengabadikan bakatnya. Dance, Menyanyi, Memasak, bermain musik, akrobat, bahkan sampai bakat unik seperti mengambil jarum dengan kelopak mata :hammer:. Walaupun diupload hanya untuk sekedar senang-senang, tapi tak jarang juga bisa mendapatkan penghasilan dikarenakan bakatnya dilirik oleh media entertainment.

Ksimpulannya…. Daripada kita Bugil di depan kamera dan bikin video mesum, mending buat video yang bermutu. Anda yang ahli main gitar, rekam permainan gitar anda! Anda yang ahli ndalang, rekam juga! Anda yang bisa tari Jaipong atau Remo, rekam tarian anda!Atau anda yang bisa nulis dengan kedua tangan dan kaki bersamaan, jangan malu…rekam juga talenta unik anda. Biarkan dunia tahu. Kalau orang Indonesia tidak hanya bisa mempopulerkan PETERP**N saja. Tapi Indonesia juga bisa menunjukkanpada dunia bahwa masyarakatnya punya Bakat yang tak bisa dibayangkan oleh bangsa lain.

Ditulis untuk mensupport gerakan #remarkableIndonesia di twitter.

Indonesia, Kita Ini Kenapa?

“Nak kalo pipis jangan di jalan! Malu dilihat banyak orang!”

“Le, ojo ngintip! Ngko timbilen!” (Nak Jangan ngintip nanti bintitan!)

“Jangan dua-duaan! Nenek bilang itu berbahaya!”

Saya kira sudah banyak nasehat soal moral yang sering dilontarkan oleh pinisepuh jaman doeloe kala. Baik itu bapak, ibu, nenek, kakek, pak Kyai, guru sekolah, dll. Dan gara-gara nasehat itu kita jadi mengartikan kalo lihat sesuatu yang tidak pada tempatnya maka sudah sepantasnya kita malu dan menundukkan pandangan. Sebagai contoh kalau tiba-tiba lewat cewek cantik, pakaian pating mecotot, ketat gak karuan, sampai bagian tubuhnya pada menonjol maka tindakan kita  adalah mengalihkan pandangan. Bukan malah menikmati tiap centi dan kemudian memasukkan dalam otak dan kemudian turun entah kemana.

Namun jaman sekarang sepertinya beda ya? Ato saya memang yang ketinggalan jaman? Organ vital yang saat saya menempuh pendidikan itu diajarkan untuk dijaga dari khalayak ramai, ternyata saat ini boleh diumbar kemana-mana. Anak smp dan sma main cinta sampai ke ranjang malah sudah biasa. Bahkan lebih afdol kalo direkam dan disebar di internet. Lumayan….. bisa tenar mendadak he he he he.

Lah, ngomong-ngmong soal merekam adegan kompor saat ini, kebetulan lagi anget-angetnya berita Ariel Peterporn eh Peter Pan. Maklum si Don Juan itu tersandung kasus video porno mirip dirinya dengan dua presenter papan atas sekaligus. Tak pelak, dunia maya (maya disini internet maksudnya, bukan mantannya si Ahmad Dhani) pun merespon dengan luar biasa. Nyang namanya di twitter, Ariel melejit jadi trending topic. Namanya pun berubah dikit jadi Ariel Peterporn (plesetan dari PeterPan). Sampe-sampe Justin Bieber, Paris Hilton dan Lady Gaga artis tersohor dari amrik sono tanya di twitter-nya : Who or what is Ariel Peterporn? Tau yang nanya artis nomor wahid dari luar negeri, pada keranjingan deh orang-orang kita kalau ariel itu artis yang tengah kesandung video tak senonoh.

Uniknya di twitter juga ada beberapa tanggapan dari anak usia remaja baik cewek maupun cowok, yang asik memperbincangkan itu video itu. Ada sih yang mengecam tapi tak sedikit yang saling bertukar link download. Bahkan beberapa juga dengan santai bilang kalau mereka sudah nonton.

Tak berhenti disitu saja, pas tadi saya makan Bakso bakar ada seorang cowok yang sempat kirim file itu ke temen ceweknya. Nah loh…..

Pertanyaannya sekarang, kita sebenernya kenapa ya??? Walaupun bukan termasuk orang alim dan beriman bak ustadz tapi saya kok kurang sepakat kalo urusan “beginian” dibawa ke ranah publik. Ato dengan kata lain dosa ya kita pelihara sendiri lah! Gak usah ikut-ikutan ngajak yang laen.

Perilaku pemeran video mesum itu boleh jadi telah dikutuk dan dihujat habis-habisan. Tapi kok bagi saya pribadi, perilaku para penghujat tidak kalah menjijikkan. Coba bayangkan, di salah satu berita, diperlihatkan sekelompok pelajar, pegawai negeri, dan mahasiswa dengan enjoy menikmati video ini beramai-ramai (laki perempuan).

Nah mas-mas dan mbak-mbak yang terhormat…. Itu yang ditonton barang pribadi loh. Dimana bentuknya bisa jadi mirip dengan yang kita punya. Gimana kalo pas nonton bareng Om Iblis mbisikin kita bwt berangan-angan kalo pelaku itu adalah orang yang ikut nonton di sebelah kita?

Kalo memang kita masih memandang Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa, mbok ya mari kita iling (ingat)! Sila pertama kita itu Ketuhanan. Apapun agama kita, pasti diajarkan untuk tidak menyebar aib orang lain khan?

Setelahnya, sila kedua itu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab loh. Bukan kemanusiaan yang Labil dan Biadab. Jadi masa sih kita tega terus-terusan mengangkat Skandal jepit ini sampai berlarut-larut. Khan katanya beradab? Ayolah kita cari topik yang lebih manfaat. Soal tips cari duit kek, link kerja kek, atau soal wisata kuliner setempat (sambil bantu UKM ceritanya).

Masa sih kita mau terkenal gara-gara jadi negara dengan pengakses situs basah terbesar, ato gara-gara Ariel peterporn jadi Trending Topics nomor wahid….? Saya kira nggak toh… Ayo angkat sesuatu yang positif dari negara ini! Indonesia masih punya banyak hal baik dan luar biasa yang bisa dibanggakan.

KEBIASAAN PEJABAT BUSUK YANG SERING KITA LAKUKAN

Mei 31, 2010 3 komentar

“Anggota dewan kerjanya Cuma tidur dan ngehabisin duit rakyat”

“Pejabat bisanya foya-foya, gak punya empati sama orang kecil tah?”

“Pejabat itu maling…. Mereka suka mencuri duit rakyat. Tapi enaknya gak pernah dihukum”

“Enak bener jadi anggota d(h)ewan… bisa main perempuan seenaknya”

Itulah kata-kata yang bisa jadi sering kita dengar, ketika kebanyakan orang ditanya apa yang mereka pikirkan soal pejabat. Bahkan kalau mau ditulis, makian-makian pada para pejabat itu bisa setebal buku kamus. Namun suka atau tidak, itulah faktanya. Sebagian besar (tidak semuanya) pejabat memang belum bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tak jarang jabatan itu dipergunakan untuk menjadi raja atau bahkan Tuhan baru bagi manusia yang lebih lemah darinya. Demokrasi pun jadi alat efektif bagi mereka untuk meloloskan apa yang disebut hukum rimba.

Nah… suatu saat di warung STMJ langganan, saya sedang asik berbincang dengan teman baik. Temanyapun bermacam-macam. Namun entah kenapa saat itu saya sedang semangat-semangatnya membicarakan soal tingkah laku pejabat negara kita tercinta ini. Maklum, momennya pas dengan Century yang kebetulan sama angetnya dengan STMJ Coklat pesanan saya.

Panjang lebar saya caci maki mulai dari anggota dewan, menteri, pengacara, jaksa, bahkan paling nekat PRESIDEN cing. Dan dengan bahasa yang rada tinggi bin njlimet, saya sepertinya layak juga diundang TV ONE dan Metro TV jadi nara sumber he he he he. Sampai kadang-kadang saya sendiri bingung ngomong apa?

Sementara saya ngomong panjang lebar dan berbusa, teman saya hanya mendengar dengan seksama sembari sesekali menyantap potongan roti bakar telur dihadapannya. Awalnya saya sih lanjut dengan ocehan. Namun lama-lama ngomong rahang pun jadi kram. Berhenti deh celotehannya.

Melihat saya kecapekan, teman saya lalu ganti bicara. “Sudah tah…? BTW dari tutur katamu yang sudah mirip Imam Prasojo (Sosiolog) tadi, secara sederhana apa saja dosa pejabat kita?”

Sambil garuk-garuk saya mikir bentar. Memang sih, terkadang kalau kita pakai bahasa langitan lalu ditanya pertanyaan simpel suka gak mudeng sendiri. Tapi bagaimana lagi, sudah kepalang basah sok-sokan pinter. Gengsi donk (ala warkop).

“Tidak jujur, suka korupsi, tidak amanah, suka berkhianat (obral janji doank), empati terhadap masyarakat kurang, gila popularitas, umbar nafsu birahi….. sementara itu deh,” ujar saya.

“Weleh kalau dipikir berarti jadi pejabat jaminan neraka dong???” teman saya balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Ya kalo jaminan gak juga sih. Tapi 90% mungkin iya….”

“Hmmm….. ok-lah kalau kamu berpendapat begitu. Tapi sebenernya yang jadi ganjalanku, apakah ‘dosa turunan ‘ pejabat itu juga berlaku pada kita?”

“Maksudmu..???”

“Ya apakah harus jadi pejabat dulu baru mendapat bisa melakukan hal-hal terkutuk yang kau katakan plus bonus dosanya sekalian?”. Pertanyaannya mulai kritis

“Bukannya begitu sih, tapi khan ya mereka itu pejabat. Mbok ya sadar. Lagian kalau pejabat kan merugikan banyak orang. Contoh uang yang diambil bisa sampai tirliunan. Beda sama tukang copet cing… paling maksimal kalo nyopet kita-kita dapetnya cuman 50ribu”, sanggah saya.

“Berarti, mencuri atau berbuat dosa itu boleh asalkan sedikit dan merugikan, ya minimal satu orang saja?”

“Nggg…” saya pun mulai tidak bisa berkata-kata.

Teman saya pun melanjutkan perkataanya, “Aku terkadang sangat heran dengan apa yang terjadi pada kita yang mengaku manusia. Sebuah tindak kejahatan kita lakukan dengan landasan bahwa orang lain juga melakukan tindakan yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil kita anggap lumrah. Hanya yang jadi masalah, terkadang sebagai manusia kita lupa. Bahwa manusia diciptakan untuk memiliki kecenderungan. Kecenderungan itulah yang membuat kita tak mampu menilai berapa nilai koefisien besar kecil itu”.

Mulai lah sohib dekat saya itu mengeluarkan pemikiran-pemikiran religius, sosial, sekaligus dibumbuhi pedoman teknik (maklum jebolan teknik).

1. Yang pertama, pejabat tidak jujur pada rakyat. Persoalannya apakah kita selalu jujur dengan teman, ortu, dosen, bos di temat kerja, atau pasangan. Lihat aja kalau telat kerja ngomong ke bosnya pasi antara macet, ban meletus, atau kehabisan bensin. Padahal kesiangan karena nonton bola tengah malem. Itu belum lagi kalau ditambah soal mencotek dan njiplak skripsi

2. Kasus kedua, Saat kita menganggap korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi apakah beda dengan kita yang dulu juga pernah jadi mahasiswa lalu memakai uang dari orang tua yang sebenernya untuk kuliah, tapi dipake PS-an lah, nge-mall lah, CS-an lah (kalo sekarang PB), pacaran lah. Bahkan untuk yang terakhir ini ironi banget. Anak cewek orang, punya kiriman dari orang tuanya sendiri, bahkan tak jarang kiriman ortu si cewek lebih gedhe dari punya kita. Eh mau-maunya kita pake uang kiriman kita untuk memodali tuh cewek yang belum 100% jadi istri ntar. Trus yang kita lakukan apa bedanya dengan seorang koruptor yang lihai dalam berpolitik untuk mendapatkan modal demi keuntungan individu?

3. Kasus ketiga, soal anggota dewan yang gak amanah karena tidur pas sidang. Gak usah jauh-jauh anggota dewan, brur. Di kelas kita aja banyak tidur pas jam kuliah. Kalo pun melek paling sms-an ato facebook-an. Padahal itu bilangnya ke orang tua kuliah loh ya (Untuk yang ketiga ini bikin telinga saya panas. Pasalnya saya sering banget begitu… :D ).

4. Soal berikutnya ini saya ane demen… Perkara obral janji. Ini khusus laki-laki, brapa banyak dulu kaum kita yang mendapatkan ceweknya dengan berjanji setia selamanya sesaat sebelum janjian? Ajaibnya setelah janji setia, pada mupeng kalau liat cewek bahenol lewat. Selingkuh mungkin bentuk penghianatan tertinggi saat berhubungan. Namun ngomongin cewek lain saat nongkrong bersama teman, apalagi dengan kecenderungan mengikutsertakan birahi juga bisa dimasukkan dalam kaegori selingkuh. Pertanyaannya apa beda kita dengan ereka yang duduk empuk di gedung parlemen?”

5. Dan masalah empati terhadap masyarakat sekitar, saya malah miris kalau kita menyalahkan para pejabat saja. Bukankah hilangnya empati sering muncul justru di tempat yang banyak kaum intelektualnya. Atau dengan kata lain kampus menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Contoh paling serderhana lihat saja di sekertariat bersama. Satu sekertariat dengan sekertariat lainnya sudah mirip kaya pedagang VCD bajakan di pasar besar. Satu sama lainnya berlomba untuk besar-besaran volume speaker. Yang jadi korban mahasiswa atau orang yang kebetulan ada di sekitar situ. Sumpeg denger suara gedebuk-gedebuk gedumbrang gak jelas model begitu. Kalau diingetin susahnya minta ampun. Padahal kalau demo soal SKPP Soeharo, Century, ato Lapindo kayaknya kerasnya bukan main tuh. Tapi hal simpel justru belum bisa melakukan dengan baik”

6. Untuk gila popularitas, ak usah nunggu jadi pejabat kaleee…. Di facebook kau akan menjumpai bahwa betapa hausnya kita akan popularitas. Gak usah ngomong soal ALAY. Yang merasa gak ALAY pun kadang malah lebih ALAY.”

7. Terakhir soal umbar nafsu birahi. Kalau hanya pejabat yang melakukan, mungkin negara kita tidak akan masuk menjadi salah satu negara dengan pengakses situs porno dunia. Di sisi lain kebebasan dalam pergaulan remaja tak lagi bisa dibendung. Free Sex telah menjadi gaya hidup yang menurut mereka boleh dilakukan lagi-lagi atas dasar kebebasan berekspresi.

Kawan…. Bukan berarti aku tak setuju kalau pejabat dengan perilaku busuk itu ditindak. Malah bagiku itu adalah sebuah tindakan mendesak yang harus segera diambil. Namun kita juga tidak boleh menutup mata, bahwa perilaku pejabat tadi hanyalah akibat dari kondisi sosial masyarakat kita. Kenapa aku sebut akibat, tak lain karena mereka juga berasal dari masyarakat biasa. Bukankah beberapa petinggi partai, pejabat, dan anggota dewan itu dulu aktivis di masanya. Ngomong soal idealisme dan perjuangan turun ke jalan, boleh jadi mereka jauh lebih hebat dari masa kita sekarang. Namun apakah dengan idealisme dan kemampuan mereka di masa itu akan terus menjaga mereka dari perilaku menyimpang.

Ada sebuah kekhawatiran dariku bahwa sesungguhnya kitalah yang membentuk pejabat busuk itu. Demokrasi yang kita adopsi mentah-mentah sayangnya tak kita selaraskan dengan apa yang menjadi ciri khas budaya bangsa ini. Dalam sistem itu kita menganut siapa yang banyak itulah yang menang. Hasilnya… bukankah banyak dari kita yang lebih memilih jalan yang kita anggap buruk. Bahkan kita sedniri menganggapnya sebagai kebiasaan yang lumrah.

Ibarat sebuah sistem yang membentuk sebuah pohon, maka bisa di analogikan bahwa apabila akar pohon itu menyerap saripati yang baik, maka akan tumbuh buah yang baik. Namun saat akar itu menyerap saripati yang buruk, maka pohon itu tak berbuah tapi busuk. Dan lebih parah lagi tak berbuah sama sekali. Ini menjadi renungan untukku, untukmu, dan bagi siapapun.”

Uraian dari sahabat terbaikku itu membuatku enggan untuk mengoceh lagi. Yah itu adalah uraian yang suit disanggah. Sebuah lingkaran setan yang tak berujung kecuali ada yang mau memutusnya. Di satu sisi kita muak dengan perilaku (sebagian besar) pemimpin negara ini yang busuk. Tapi di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata kita berperilaku sama busuknya dengan mereka.

Israel Serang Kapal Pembawa Misi Kemanusiaan

Mei 31, 2010 1 komentar

Kapal Mavi Marmara ditembaki militer Israel. Kapal ini mengangkut ratusan relawan dari 50 negara, di antaranya asal Indonesia. Ada 12 WNI yang ikut dalam pelayaran misi kemanusiaan, Flotilla to Gaza (Kebebasan untuk Gaza).

Untuk asal Indonesia sendiri bernaung di bawah MER-C, Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina (Kispa) dan Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah. Relawan dari MER-C ada lima orang termasuk jurnalis tvOne, Kispa sebanyak empat orang, dan Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah sebanyak tiga orang.

Berikut ini nama-nama WNI di kapal Mavi Marmara:

MER-C:
1. Nur Fitri (koordinator)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan
5. M Yasin (tvOne)

Kispa:
1. H Ferry Nur (ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (wakil ketua Kispa)
3. Hardjito Warno
4. Okvianto Baharudin

Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah:

1. Surya Fahrizal (jurnalis Hidayatullah)
2. Santi Soekanto
3. Dzikrullah Ramudya

Bendahara Kispa, Nurdin QQ kepada VIVAnews, Senin 31 Mei 2010, mengatakan, sejak keberangkatan kapal ke perairan Gaza, pihaknya tidak lagi kontak dengan para relawan.

“Tapi kami online terus dengan viva pelastina hingga kabar terakhir kapal ditembaki. Selama ini komunikasi kami memang dibatasi,” kata Nurdin.

Sedangkan Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha saat dihubungi terpisah mengaku terakhir kali berhubungan dengan Dzikrullah subuh tadi.

Informasi terakhir, menurut dia, ada 10 orang yang meninggal akibat serangan Israel dan 50 orang lainnya luka-luka. Namun, belum diketahui identitas relawan yang tewas akibat serangan Israel tersebut.

Sumber : vivanews

Arema Masuk List Trending Topics di Twitter

Akhir yang sempurna ditorehkan oleh Arema Indonesia di senayang dengan mengalahkan Persija 5-1. Tim besutan Robert Albert ini sekaligus mengukuhkan dominasinya sebagai juara Indonesia yang telah dikunci saat menghadapi PSPS.

Tak pelak prestasi luar biasa yang ditorehkan Singo Edan membuat euforia para suporternya. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kalau di dunia nyata, Aremania dan Aremanita merayakannya dengan berkonvoy dan syukuran kecil-kecilan. Lalu bagaimana dengan Aremania di dunia maya.

Seolah tak mau kalah dengan konvoy besar-besaran di jalanan kota Malang, Aremania pemilik akun twitter pun juga melakukan pawai dan konvoy di twitter. Hasilnya cukup sukses, Arema menjadi salah satu trend paling populer (Trending Topics) di situs micro blogging ini.

Semoga dengan pencapaian yang dilakukan oleh Arema tiak melenakan tim kebanggan kota Malang ini. Karena sesungguhnya banyak tantangan yang perlu ditaklukkan di depan sana. Viva Arema, Viva Aremania/nita, Viva Sepak Bola Indonesia.

60 Persen Facebooker Ingin Berhenti

Mei 23, 2010 2 komentar

VIVAnews – Sophos, perusahaan spesialis keamanan IT mengungkapkan hasil penelitian terbaru mereka. Meski metode pengumpulan data mereka tidak dijelaskan, hasilnya, tercatat bahwa 60 persen pengguna Facebook mempertimbangkan untuk berhenti.

Sophos sendiri melakukan survey terhadap 1.588 pengguna Facebook. Meski jumlah responden tersebut tidaklah mewakili lebih dari 400 juta pengguna situs jejaring sosial Facebook, akan tetapi 60 persen pengguna yang ingin berhenti tentunya merupakan kabar yang mengejutkan.

Seperti dikutip dari AllFacebook, 23 Mei 2010, jumlah pengguna yang melakukan pencarian dengan keyword ‘delete Facebook account’ di Google melonjak dalam beberapa pekan terakhir akibat masalah privasi, jumlah pengguna yang benar-benar menghapus akun mereka tak sampai 60 persen.

Bahkan sejumlah pengguna yang diwawancara AllFacebook menyatakan bahwa meski Facebook bermasalah, mereka tidak akan meninggalkan situs jejaring sosial tersebut.

Disebutkan, alasan utama mereka masih ada di Facebook adalah karena teman-teman mereka masih aktif di sana. Pengguna bahkan cenderung tidak mempermasalahkan seputar privasi.

Meski banyak juga pengguna yang khawatir akan keselamatan informasi mereka, tetapi setting pilihan privasi yang diberikan Facebook terlalu rumit untuk pengguna kebanyakan. Untuk itu Facebook berusaha membuat opsi yang lebih sederhana.

Selain itu, meski jumlah pengguna yang benar-benar berhenti dari Facebook meningkat dalam beberapa pekan terakhir, kemungkinan 60 persen pengguna berhenti berinteraksi di sana dalam waktu dekat relatif kecil. Bagaimana dengan Anda? Ada rencana berhenti Facebook-an akibat masalah privasi? (jn)

Sumber : vivanews

Tambahan dari saya:

Kalau saya sendiri berhenti dari facebook bisa jadi karena alasan yang telah dijelaskan di atas. Namun ada beberapa hal juga yang bikin saya sangat boring dengan facebook, diantaranya:

1. Masalah privasi. Bayangkan di facebook kita bisa mencantumkan mulai nama asli, alamat, nomor hp, kegemaran, foto narsis, dll. Hal ini menimbulkan potensi kejahatan bagi pihak-pihak tertentu. Tul gak…?

2. Masalah status. Gara-gara status di FB saya bahkan mungkin anda pernah terpacu untuk selalu update status. Dan bahkan agar status yang kita pajang itu banyak mendapat respon tak jarang kita pasang status selebai mungkin. Okelah beberapa teman kita mungkin suka, tapi jangan lupa banyak juga yang eneg melihat status kita yang kadang aneh.

3. Facebook jadi ajang penulisan diary. Apalagi yang isinya mengeluh soal pacar, bos, pekerjaan, dan seabreg masalah tak penting lainnya. Kalau orang lain yang tidak seberapa kita kenal mungkin kita tinggal remove agar “diary” tidak membuat pedes mata. Tapi kalau temen..??? Ini yang susah. Di remove bermasalah, ga diremove bikin mual.

4. Tag-tagan gak penting. Ada kalanya kita ingin tenang dalam bermain fb. Tapi tiba-tiba pas buka seabrek notification masuk. dan hebatnya notification itu hanya memberitahu soal note curhatan, foto narsis (biasanya dengan pose mirip alay, diupload tiap hari, gayanya serupa pula).

5. Ajakan bergabung dengan group2 gak jelas. Group mendukung si A, group anti isu bla bla bla, group kehilangan sandal jepit, group ingin jadi superstar, dll. Saking banyaknya ajakan group (dan banyak yang sejenis), akhirnya saya tahu jawabannya kenapa di Indonesia banyak sekali partai dan aliran keagamaan.

6. Gift-gift yang bikin rusuh wall.

7. Di Facebook teman sampe ratusan, tapi kadang kita cuma interaksi dengan beberapa orang saja. Trus buat apa yang lainnya…???

8. Serbuan ababil (ABG labil) dengan bahasa aneh (b$h@S4 m0D3l 136iNi), nama pemilik akun yang panjang bukan main ez: Namakupankangsekalihampirmiripkeretaapigandeng99, dll.

9. Sbagian orang yang punya akun FB dikombinasikan dengan punya HP support GPRS/BlackBerry/Android, bakal bikin bete kalo diajak jalan. Ingat, saya bilang sebagian besar, tidak semuanya. Alasannya, pas kita jalan bareng entah itu nonton, makan, ato tamsya, semuanya pada sibuk pegang gadget-nya masing-masing. Foto-foto bentar…. eh selancar lagi lagi di dunia maya. Nah kita yang bentuk manusia asli ini dianggep apa…? Usahakan saat kita berinteraksi dengan orang lain secara nyata (kopdar), singkirkan itu yang namanya gadget. Nikmati interaksi itu, karena bisa jadi itu kesempatan langka.

10. FB jadi Social NOTworking bukan Social NETworking. Kalo pas ngerjain tugas dan harus buka internet, bukan google-nya dulu yg dibuka (buat nyari bahan), tapi facebooknya. Kadang saking asik FB-an lupa deh sama tugas.

11. Munculnya game-game facebook yang tidak jelas dasar hukumnya (khusus muslim). Saya sebagai seorang muslim, masih belum mengerti apa hukum bermain permainan seperti poker. Apalagi seringkali chip-nya bisa diperjual belikan. Mungkin anda bisa menjelaskan???

12. Berhubungan sosial secara langsung ternyata jauh lebih baik daripada interaksi di dunia maya. Di dunia maya orang bisa berubah sifatnya. Hal ini mungkin dupengaruhi karena kita tidak bertatap muka langsung dengan objek bicara. Sehingga tak jarang kita mengumbar kata-kata yang tidak sepantasnya. Hal ini berbeda saat kita berbicara secara langsung. DI saat lawan bicara kita tidak nyaman dengan pembicaraan kita, maka kia pun akan merespon langsung, entah itu dengan meminta maaf atau mengalihkan topik pembicaraan.

Itulah beberapa alasan kenapa saya menutup akun facebook. Dan keputusan untuk mengakhiri penggunaan ini pun juga butuh proses yang panjang. Sempat ada ketakutan akan susah berkomunikasi. Tapi toh ternyata komunikasi tetap lancar terjaga. Taupun pernah juga takut akan memutus tali silaturahmi. Namun kalo dipikir-pikir, masa sih tali silaturahmi cuman bisa kehubung pake facebook doank??? Intinya pinter-pinternya kita  deh.

BTW, bisa jadi paparan saya tidak semuanya anda setujui. Dan saya tidak memaksa anda semua untuk mengikuti jalan pikiran saya. Ini semua tidak lebih dari sharing dan tukar pendapat yang semoga bisa kita jadikan bahan perenungan. Dan semuanya tergantung pada diri kita masing-masing dalam menyikapinya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 775 pengikut lainnya.