Prince Of Persia (The Movie) Trailer
Prince Of Persia (POP) adalah salah satu game favorit saya ketika dulu masih SD. Saat itu game POP dapat dimaikan di komputer yang rata-tara masih 486 belum pake Windows.
Dan saat saya kuliah, tiba-tiba saya menemukan lagi game ini namun dengan format yang lebih canggih. Maklumlah perkembangan jaman. Dulu POP yang masih pake grafik 2D dan minim warna, saat era millenium telah menjelma menjadi 3D. Game Pay-nya juga jauh lebih kompleks dari seri-seri sebelumnya. Dan uniknya untuk POP versi terbaru ini dibuat trilogy yaitu, POP The Sand Of Time, POP Warrior Within, dan POP The Two Thrones. Kesemua seri itu memiliki keterkaitan cerita bak film Trilogy.
Alhamdulillah saya sudah khatam semuanya he he he he he… Yang bikin game ini menarik bagi saya adalah nuansa padang pasir dan timur tengah (scara saya suka peradaban timur tengah tempoe doeloe). Selain itu kemampuan sang Prince yang bagai pemain akrobat plus jelmaan jago bela diri macam Donnie Yen dan Toni Ja bikin saya makin interes.
Dan suatu saat saya pernah berfikir, sayang kalo game dengan konsep cerita sebagus ini tidak di filmkan. Tiba-tiba (nggak tiba-tiba juga sih), saya mendapat kabar kalo POP bakal diangkat ke layar lebar. Setelah menunggu sampai karatan akhirnya trailernya keluar juga. Sok atuh kalo mau lihat :
Ngomong-ngomong soal game lawas, ada satu game yang dulu jadi favorit saya waktu SMP. Game ini bertajuk “FIFA Soccer 1998 Road To World Cup” yang bisa dimainkan di konsol PlayStation, Nintendo 64, Super Nintendo, dll. Saya sendiri lebih sering memainkan game ini di PlayStation. Maklumlah masa itu adalah awal booming PS di negeri kita tercinta ini.
Selain karena FIFA 98 RTWC ini adalah permainan olahraga paling popular (Sepak bola), game ini juga memiliki daya tarik lain bagi orang Indonesia. Apalagi kalau bukan TIMNAS kita tercinta yang masuk dalam game ini. Namun sepertinya pihak EA Sport sebagai pembuat game ini kurang memperhatikan sampai ke detailnya. Walhasil nama-nama yang ada di Timnas kita tak sesuai dengan posisinya. Sebagai contoh, Kurniawan Dwi Yulianto yang jelas-jelas goal getter paling yahud pada saat itu, malah dijadikan back. Dan Nur Alim yang Back malah dijadikan striker. Tapi its ok. Mungkin keterbatasan teknologi saat itu bisa jadi penyebab game ini kurang bagus pada detail.

Pernah suatu saat ketika masih duduk di bangku 4 SD, saya hampir dipukul sama bapak saya. Gara-aranya saya ketahuan nyewa video game di daerah tak jauh dari sekolah saya. Saat itu mesin game (game console) yang terkenal adalah SNES (Super Nintendo Entertainment System) dan Sega Genesis. Teknologi keduanya masih 16 bit. Dan game yang termasuk beken saat itu adalah Mortal Kombat.
Dan 13,5 tahun pasca kejadian itu, doa saya akhirnya dikabulkan. Karena hobi surfing dan browsing di dunia jandanya Ahmad Dhanie (maya maksudnya), akhirnya saya menemukan emulator SNES. Bahkan tidak hanya SNES… Sega, Playstation, Atari, dan semua jenil emulator game console pun ada. Dan tidak hanya itu… di web site ini saya juga menemukan banyak game SNES yang dulu pengen banget saya mainkan. Ho ho ho ho


Komentar Terakhir