The Origin Of Bakso Bakar

Gambar oleh : http://d-sun-blog.blogspot.com
Bakso adalah kuliner yang sangat identik dengan kota Malang. Berbagai jenis bakso enak seolah berkumpul di kota terbesar kedua Jawa Timur ini. Salah satu varian bakso paling masyur di kota Malang adalah Bakso Bakar. Kita akan dengan mudah menemui Bakso Bakar di berbagai sudut kota Malang.
Bakso bakar sendiri “lahir” dari tangan dingin seorang penjual Bakso senior di kota Malang. Dia adalah Pak Man. Konon Pak Man ini juga salah satu orang yang pertama kali berjualan Bakso di Bumi Arema. Kalau tidak salah dia mulai berjualan sekitar tahun 1965 di daerah pasar comboran.
Tipe Bakso yang dijual Pak Man, merupakan tipe Bakso original. Dimana isinya hanya su’un (mie putih), penthol (bakso), dan tahu. Pada suatu saat, Pak Man tidak sengaja menumpahkan beberapa bakso saat melayani pembeli. Ketika warung sudah mulai tutup, beliau membersihkan bakso-bakso yang jatuh tadi kemudian membakarnya bersama sampah-sampah yang lain. Rupanya nyala api yang membakar bakso tadi menimbulkan aroma yang unik dan khas. Dari situlah sang Maestro ini punya ide untuk mengkreasi salah satu jenis Bakso baru, Bakso Bakar. Dimana beberapa bakso ditusuk di bambu kemudian dibakar layaknya sate. Untuk bumbu olesnya dibuat dari campuran kecap, saus tomat, dan bawang putih.

Gambar oleh : http://d-sun-blog.blogspot.com
Menu baru ini tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi primadona pecinta kuliner di Kota Malang. Rasa dan aroma yang khas serta dikombinasikan dengan racikan sambal yang pedas luar biasa selalu membuat orang yang pernah mencobanya untuk datang lagi di lain kesempatan. Selain itu bakso kuahnya juga menunjang sebagai menu pemanasan sebelum kita menyantap bakso bakar Pak Man.
Dari sekian banyak Penjual Bakso di Kota Malang, hanya ada tiga yang rasanya original. Yang pertama di depan SMP 9 Malang (dekat Pasar Comboran Malang), karena disiinilah tempat awal Pak Man berjualan. Yang kedua adalah di Jl. Dr Cipto depan SMAi, disini merupakan cabangnya. Sedang Bakso Bakar original terakhir adalah di Jalan Trowulan dekat kampus ABM. Untuk tempat yang terakhir konon peraciknya adalah ex Pegawai Pak Man yang memutuskan bersolo karier.
Kenapa tiga tempat itu saya sebut original? Karena di ketiga tempat itulah rasa semua menu Baksonya hampir serupa. Hal ini tidak mengherankan mengingat peracik-peracik di tempat itu bersumber dari Guru yang sama, Pak Man. Rasa Kuah, pemilihan bawang goreng, daun bawang, serta racikan sambalnya begitu identik.
Namun bagi anda yang ingin merasakan variasi lainnya (selain yang original), anda bisa mencobanya di tempat lain. Diantaranya Bakso Bakar Dieng Plaza, Bakso Bakar Pahlawan Trip, dll. Kalau anda cermat maka anda akan menemukan perbedaan dan kekayaan rasa dari Bakso Bakar di kota Malang. Selamat Mencoba.
Sejak lulus dari poltek beberapa tahun lalu, memang saya sedikit merasakan ada pola yang berubah dalam hal waktu tidur. Kalau dulu saya paling malam tidur jam 11 entah mengapa saat itu jadi molor sampai jam 12. Dan yang lebih gawat akhir-akhir ini saya malah baru bisa tidur jam 2 pagi.









Komentar Terakhir