Zona Memory 90-an

Kondisi ekonomi yang pas-pasan, fasilitas yang tidak memadai, serta sulitnya akses hiburan menjadikan saya salah satu orang yang paling bersyukur bisa merasakan era 90an. Faktor-faktor tadi bisa jadi menyulitkan, namun dibalik proses menanggulangi kesulitan itulah tercipta sebuah kejadian-kejadian unik yang layak untuk dikenang. Coba bayangkan, untuk menonton acara televisi favorit pada masa itu seperti Ksatria Baja Hitam atau Siluman Ular Putih, saya harus pergi ke kampung sebelah dan merelakan diri berdesak-desakkan demi menyaksikan program televisi itu. Untung kalau datangnya paling cepet bisa paling depan lihatnya, nah kalo paling buncit terpaksa harus olahraga sepanjang acara karena harus diselingi dengan lompat-lompat.

Permainan pun juga tak seperti saat ini. Dulu kami harus memutar otak bagaimana agar bisa bersenang-senang tanpa merogoh kocek. Maka jangan heran kalau petak umpet dan “engklek” jadi pilihan. Cukup cari batu “kereweng” atau sekedar ngumpet di semak-semak sampai pohon jambu.

Benar kata orang bijak, “Kebahagiaan itu muncul dari kesederhanaan”. Anak-anak pada masa itu bisa sangat bahagia walaupun hanya bermain karet gelang ataupun ranting yang patah dari pohon. Bandingkan dengan sekarang yang anak SD saja sudah mau bunuh diri karena tak punya HP.

Untuk itulah saya jadi tertarik untuk mengulas lebih detail soal Era 90-an. Apalagi tulisan saya “Anak SD era-90an” cukup banyak mendapat respon. Paling tidak saya ingin berbagi memori luar biasa pada orang-orang yang kini sebaya dengan saya, ataupun yang lebih tua (era 70-an dan era 80-an), bakan remaja gaul jaman sekarang.

Akhir kata semoga bermanfaat bagi kita semua. Boleh memberi saran dan kritik. Karena tanpa respon dari anda maka tulisan ini hanya akan jadi angin lalu saja.

Wassalam

Go To Zona 90

ENTER

  1. ANdy
    Juli 27, 2010 pada 2:25 pm | #1

    Minta Tolong tau nggak dengan judul lagu ini,punya diam pisesha

    Bunga-bunga kini telah layu
    daun daun pun enggan berbisik
    bulan bintang menjadi saksi
    hampanya hati kini kurasa

    maafkanlah aku kekasih
    relakan ku pergi darimu
    lelah sudah aku menangis
    merintih pedih dalam hati

    kekasihku tempulah hidupmu yang baru
    puaskan apa yang engkau inginkan
    bahagia kudoakan
    biarkanlah diriku dengan jalanku sendiri
    dengan duka dan luka htiku
    biarkan kusendiri

    lagu diatas belum saya tau judulnya jadi miohon bantuannya

    salam
    andy

  2. Oktober 6, 2010 pada 3:01 pm | #2

    Kuncup Hati Layu Pasti

  3. witSE
    Februari 9, 2011 pada 10:11 am | #3

    BWKAHAHAHAHHAHA!!! mas makasih banget yah..blognya lucu banget!! apalagi Zona memory 90-an..saya mules bacanya!!! tanpa sadar sya nyanyi ngikutin sontreknya Ksatria Baja Hitaa!!

  4. April 15, 2011 pada 12:56 pm | #4
  5. Juni 13, 2011 pada 10:42 am | #5

    Radio Streaming Zona Memori : http://s1.myradiostream.com/53758.htm

  6. Februari 10, 2012 pada 10:07 am | #6

    Cool bro… ngingetin masa lalu kita.. yang sederhana.. tapi bahagia…

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 775 pengikut lainnya.