Arsip

Archive for April, 2009

Puisi Cinta Dua Bidadari

April 24, 2009 1 komentar

Seorang Husna berkata,

“Menurutku,
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!”

Dan bagi Anna,

“Mmm… cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang
lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan
terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!”

Dikutip dari : KCB volume 2

Iklan
Kategori:roman

OST Ketika Cinta Bertasbih

April 23, 2009 7 komentar

Akhirnya beberapa waktu lalu ost. Ketika Cinta Bertasbih (KCB) dirilis. Lagu utama dari film ini digarap dan dinyanyikan langsung oleh sang Maestro Melly Goeslaw. Lagunya cukup asik, apalagi ternyata lagu inilah yang dibuat background sound dari Thriller KCB yang versi panjang.

anna-azzam

Ketika Cinta Bertasbih

Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabdamu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih
Mengutus Hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku padamu

Bisikkan doaku
Dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Ketika Cinta bertasbih Nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud sukur padamu atas segala cinta

Download  ” OST.Ketika Cinta Bertasbih”

Kategori:Film

API dan Sebuah Kisah Tentang Anak-Anak SMP nan Cupu

April 19, 2009 Tinggalkan komentar

Pernah smp khan? Masa-masa dimana banyak dari kita belum mengenal diri kita. Karena bingung tentang jati diri itulah kita sering bertingkah aneh-aneh. Wajar khan namanya orang puber.

Masa di smp yang paling mengena dalam ingatan saya adalah ktika kelas 3. Saya dan beberapa anak lainnya yang termasuk kalangan tidak poluler, terpinggirkan, dan cupu habis-habisan akhirnya berikrar untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa jawa. Sehingga terbentuklah sebuah perkumpulan yang terdiri dari saya, Agi, Ega, Rahardian, Doni, Munir, Bagus Peyek, Sandy, dan Yhayan.

Nama perkumpulan kami adalah API. Dilihat dari namanya sekilas tampak garang dan ciamik. Tapi kalau dibedah kepanjangannya maka yang didapat adalah sebuah kebodohan abadi. API merupakan kepanjangan dari Angkatan Porong Indonesia. Entah bagaimana ceritanya kami dapat ide untuk mencantumkan nama Porong (Tempat orang sakit jiwa). Herannya kami bangga  memiliki predikat seperti itu.

Peristiwa yang jadi sebuah hal paling menggelikan adalah saat ebta praktek. Sebenarnya guru kesenian kami pada saat itu memberikan opsi untuk memilih menampilkan seni musik ataukah tari. Kebanyakan anak cowok di kelas kami bahkan mungkin di smp lebih memilih musik. Alasannya kalo musik itu lebih menunjukkan prestige di hadapan para kaum hawa. Sedang para cewek lebih memilih tari karena tentu saja mereka dikaruniai tubuh yang gemulai untuk melakukan seni tari.

Namun lain ceritanya bagi kelompok API. Perkumpulan ini berisikan sembilan remaja yang begitu miskin bakat. Jangankan mau main musik atau menyanyi, ngomong saja kami fals minta ampun. Daripada mengorbankan telinga para pendengar akhirnya kami memutuskan untuk bermurah hati memilih seni tari. Bu guru kesenian pun cukup kaget awalnya mendengar keputusan kami. Dia sepertinya tidak yakin dengan penampilan kami yang tidak layak jual dan tidak layak lihat.

Karena diremehkan habis-habisan akhirnya kami bertekad untuk membalik pandangan dunia. Kami merencanakan sebuah pertunjukkan spektakuler yang mungkin tidak ada tandingannya di sejarah seni SMP 3 Malang. Maka terciptalah sebuah cabaret monumental berjudul “Pahlawan Bertopeng”. Idenya diambil dari karakter pahlawan bertopeng yang ada di Shinchan. Sedang konsep cerita kami buat sederhana, minimalis, tapi mengena. Kami ingin pesan moral yang ada dalam cerita tersampaikan betul. Bahwa kebenaran selalu mengalahkan kejahatan (lebay…lebay).

Agar lebih spektakuler kami gunakan lagu-lagu Sherina di film Petualangan Sherina seperti “Jagoan” dan “Kertaredjasa”. Untuk casting, Yhayan sebagai Pahlawan bertopeng, saya sebagai Kertaredjasa, Rahardian dan Munir sebagai anak buah saya, sedang Dhoni, Bagus, Ega, Sandy dan Agi sebagai rakyat yang tertindas.

Pemilihan kostum kami rasa juga sudah cukup mewakili karakter. Terutama pada Pahlawan Bertopeng yang harus pinjem topeng dari adiknya Bagus yang masih tk. Dan agar lebih Indonesia kami tambahkan sarung sebagai slempang. Tapi setelah lama di lihat kok malah mirip boneka si unyil??????

Hari pertunjukan pun akhirnya tiba. Kami bersembilan begitu berdebar-debar. Di luar dugaan ternyata anak dari kelas lain yang menonton ebta praktek kelasku begitu banyak. Mungkin ini tak lepas dari factor Iyung (temen baik SMAku) yang cukup menjadi cowok populer pada saat itu, dan juga Inez si kembang kelas. Tapi walau dilanda rasa grogi yang begitu luar biasa kami tetap percaya diri saat nama kelompok kami dipanggil untuk menunjukkan karya seni kami. Apapun yang terjadi kami harus tampil dan membalikkan mata dunia tentang kecupuan kami.

Langkah demi langkah dirasakan para pemeran rakyat jelata di adegan pertama. Namun seiring dengan sambutan penonton yang cukup positif, akhirnya kami mulai bermain lepas. Suasana tambah meriah saat saya sebagai antagonis Kertaredjasa muncul dan memporak-porandakan desa rakyat jelata. Alunan musik “Namaku Kertaredjasa… Aku bukan orang biasa..” semakin membuat cerita begitu surprise. Apalagi saya, Rahardian, dan Munir menari begitu kompak bak seorang gangster di film Kungfu Hustle (saat itu belum ada) ketika theme song Kertaredjasa itu dilantunkan. Setelah sang Kertaredjasa menguasai desa, para rakyak jelata pun harus melarikan diri.

Di adegan selanjutnya para rakyat jelata yang melarikan diri bertemu dengan seorang Pahlawan Bertopeng (Yhayan). Yhayan cukup apik membawakan karakter ini. Wajahnya yang sering tampak lemas itu alhamdulillah tertutupi topeng power rangers milik adik si Bagus Peyek. Dan dalam adegan itu pula Pahlawan bertopeng dengan sigap memberi penduduk desa yang sudah lemas Ekstra Joss. Setelah minum tiba-tiba theme song Ekstra Joss berkumandang. Pahlawan bertopeng dengan rakyat jelata segera mengambil ancang-ancang untuk menari. Dengan semangat 45 mereka menari begitu luar biasa. Saat inilah saya mulai terharu karena saya melihat para penonton yang juga banyak dari kelas lain begitu antusias menyaksikan karya seni yang disuguhkan oleh anak-anak cupu ini.

Pada adegan ketiga atau adegan terakhir, klimaks dari epik pertarungan baik dan jahat yang kami bawakan dalam cabaret, akhirnya muncul. Penonton pun begitu menikmati. Kali ini lagu yang muncul adalah lagu Sherina “Jagoan”. Lagu ini pas dengan adegan ini karena ceritanya sang penjahat sedang olok-olokan dengan Pahlawan bertopeng dan rakyat jelata sebelum bertarung habis-habisan. Dan setelah lagu itu usai akhirnya pertarungan terakhir pun terjadi. Dan bisa ditebak bahwa Pahlawan bertopeng bisa menang.

Pada saat pertunjukan usai tiba-tiba terdengar riuh suara tepuk tangan penonton. Hal yang tidak kami duga sebelumnya. Tuhan seperti memberi pelajaran bahwa siapapun engkau ketika kau mau bangkit dan berkreasi maka kau akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Bahkan pertnjukkan kami cukup mengena di murid-murid lainnya. Ada beberapa anak dari kelas lain yang saya tidak tau namanya, tiba-tiba menirukan gaya saya dalam menari ala Kertaredjasa, ketika kami lewat di depan mereka. Dan itu tidak saya jumpai sekali dua kali. Tapi sering.

Saat ini teman-teman API yang masih menjalin kontak dengan saya adalah Agi dan Yhayan. Kalau Donny kami sempat satu kampus tapi beda kelas. Yang jelas saat itu memang menjadi sebuah momen paling heboh menurut saya pada waktu SMP.

NB : Cerita ini telah mengalami proses dramatisasi… tapi tenang masih dalam koridor Based on the true Story

Kategori:nostalgia

Thriller Ketika Cinta Bertasbih

April 17, 2009 Tinggalkan komentar


Ada Apa Dengan Ketika Cinta Bertasbih ?

Masih teringat jelas bagaimana indahnya saat dimana saya membaca buku ini, Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Bagaimana tidak, serasa hati ini diaduk-aduk oleh alur cerita yang berjalan dramatis. Seolah-olah buku ini ingin mmberitahu pembacanya tentang cinta. Cinta yang putih. Cinta yang diridhoi oleh-Nya.

Dan alhamdulillah kedigdayaan cinta yang dituangkan oleh buku ini, tidak lama lagi akan diwujudkan dalam sebuah film. Meski ini bukanlah film pertama yang mengadaptasi novel karya Habibburahman El Shirazy (Kang Abik), tapi banyak pihak berharap film ini akan menggambarkan betul idealisme yang diusung Kang Abik dalam buku-bukunya. Tidak seperti film Ayat-Ayat Cinta, yang dibuat oleh orang yang tidak tepat sehingga hasilnya mengecewakan para penggemar Novel AAC.

Dalam film KCB ini, Kang Abik ikut berperan aktif dan total dalam penggarapannya. Ia ingin apa yang kita jumpai dalam novel bisa benar-benar tampak dalam film kali ini. Sehingga pesan yang disampaikan bisa benar-benar ditangkap oleh penikmatnya.

SINOPSIS

Ketika Cinta Bertasbih berfokus pada perjalanan tokoh Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia, sehingga demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Namun dari pekerjaannya itulah, ia menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Norin), gadis cantik-modern, putri Dubes RI di Mesir.

Perjalanan hidup dan cinta Azzam yang berliku tidak sekedar memberikan pencerahan jiwa namun mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Illahi dan memaknai cinta. Kehadiran Anna (Oki Setiana), seorang wanita Islami yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam misteri cinta yang dikemas dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya. Peran adiknya bernama Husna (Meyda Sefira), serta Furqan (Andi Arsyil)-teman kuliahnya yang juga berasal dari Indonesia dan terinfeksi AIDS merangkum perjalanan hidup Azzam menjadi sebuah cerita yang sangat bernilai.

KARAKTER

Abdullah Choirul Azzam diperankan M. CHOLIDI ASADIL ALAM

Pemuda dari Kartasura, Solo, Jawa Tengah. Warna kulitnyasawo matang. Bertubuh ramping. Terlihat kurus karena prihatin, tapi tidakkerempeng. Olahragawan alam. Pekerja keras. Ulet. Tingginya ideal ukuran orangIndonesia. Berusia 28 tahun. Asli jawa tengah. Hatinya mudah sekali tersentuh.Hatinya basah jika rindu pada ibu dan adik-adiknya.

Azzam mudah akrab dengan siapa saja dan suka menolong. Diantara teman-teman satu flatnya ia yang dituakan. Bakat kepemimpinannya nampakpada sifat disiplinnya, tegas, ngemong, dan bisa bercanda . Azzam adalahtipe orang yang berusaha untuk marah,cinta dan benci karena Allah SWT. Emosinyabisa naik jika prinsip hidupnya dilecehkan, terutama jika menyangkutnilai-nilai Islam yang sangat dia junjung tinggi.

Selama hampir sembilan tahun, ia hidup prihatin di Mesir.Ia menekuni bisnis makanan (tempe, bakso dan katering) sambil meneruskanprogram S1 nya yang tak kunjung selesai. Azzam pengagum ulama-ulama Al Azhar,diantaranya Syaikh Abdul Halim Mahmud, Prof. Dr. Ibrahim Khalifah, Dr. YusufAl-Qardhawi dll. Mahasiwa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al Azhar.Cita-citanya sebenarnya ingin meraih doktor di Al Azhar, juga ingin jadipengusaha sukses kaya raya. Gemarolahraga, terutama sepak bola; pernah mendapat gelar ‘bek terbaik’ dan dijuluki‘Maldini from Java’ . Di tengah-tengah kesibukannya membuat tempe, berjualanbakso, dan melayani katering, ia masih menyempatkan untuk bertalaqqi Al Qurandan kitab Al Hikam pada seorang imam masjid di dekat tempat tinggalnya.

Rasa hormat dan kasih sayang yang tinggi pada ibunya, danpada adik-adik perempuannya, yang membuat Azzam unik dalam menilai wanita.Wajah Azzam sebenarnya tampan, hanya saja sedikit tertutupi oleh garis-gariskeprihatinannya. Sekilas ia nampak biasa saja, namun jika diamati dengan detilwajahnya memiliki pesona di atas rata-rata. Potongan rambutnya selalu rapi.Kedua rahangnya nampak kuat. Ada jenggot tipis di dagunya. Bibirnya selalumengulum senyum. Sorot kedua matanya tegas menyiratkan kepercayaan dirinya yangkuat sebagai entrepreneur muda. Suaranya enak didengar dan berwibawa.

Anna Althafunnisa diperankan OKI SETIANA DEWI

Gadis Jawa, berusia menjelang 25 tahun, putri seorangkiayi. Anna, dia biasa dipanggil begitu, secara fisik hampir serupa Eliana. Iatidak kalah cantik dibanding Eliana. Ia adalah putri Jawa nan ayu. Kulitnyakuning langsat. Mukanya anggun mempesona. Ia memiliki aura kecantikan dankeanggunan melebihi Eliana.

Kalau bicara tegas, tenang sambil terus menatap lawanbicaranya tapi dengan pandangan tetap santun. Pribadinya tergolong serius jikadilihat dari usianya yang masih sangat muda. Apalagi jika dibandingkan denganumumnya gadis-gadis yang seusia dengannya. Sangat mencintai ilmu dan buku.Belanja buku dan kitab adalah hobinya.

Anna mahasiswa S2 Kuliyyatul Banat Al Azhar University.Dalam dirinya ada kedalaman khazanah keilmuan Islam klasik dan ada keprigelanmenganalisis. Anna sangat menguasai tata bahasa Arab dan Ilmu Ushul Fiqh.Bahasa Inggrisnya sama baiknya dengan bahasa Arabnya. Ia pernah tinggal diWales, Inggris.

Cara berpakaiannya Islami, namun tampak ia sangatmenguasai pemilihan warna. Jilbab dan pakaiannya semakin membuat anggunpenampilannya. Anna tipe orang yang tidak banyak bicara. Namun jika sudahbicara, kata-katanya seolah menyihir siapa pun yang mendengarnya. Kedua matanyabening dan teduh.

Anna orang yang rendah hati, tapi ia adalah gadis yangsangat teguh memegang keyakinan yang ia anggap benar. Dalam menyelesaikan suatumasalah rujukan pertamanya adalah ajaran agama yang ia yakini kebenarannya. DanAnna adalah orang yang sangat teliti melihat dasar-dasar agama. Tradisinyamerujuk kepada kitab-kitab induk sangat kuat.

Uniknya, Anna ternyata adalah pecinta karya sastra. Diabanyak membaca karya-karya sastra baik klasik maupun kontemporer. Tapi ia bukansastrawan, tidak menulis karya sastra.

Furqon diperankan ANDI ARSYIL RAHMAN PUTRA

Pemuda anak orang kaya bertampang khas melayu, umurnyaseusia dengan Azzam. Wajahnya tampan. Dalam dirinya mengalir darah Bugis ayahnya dan darah Betawi ibunya. Berbadan sehat, tegap, berkulit kuning langsatdengan raut wajah cerah khas melayu. Senyumnya indah.

Furqan mahasiswapasca sarjana Universitas Cairo bidang Tarikh wal Hadharah ( SejarahPeradaban ). Penuh percaya diri, will be planed, rasional dan sangatkalkulatif dalam menentukan suatu langkah. Sadar sebagai intelektual. Furqanmeski gayanya jelas sangat intelektual tapi ada pragmatisme di dalamnya.Dibesarkan dalam lingkungan. keluarga yang sangat mendorong dan menghargaikompetisi, kualitas, prestise dan status.

Gaya hidupnya boros. Suka pada kemewahan. Ekspresinyawajahnya agak tenang cenderung dinginmeski tatapan matanya yang bulat itu selalu tajam. Furqan penggemar buku-bukusejarah. Sebenarnya ia kurang suka pada dunia bisnis. Ia lebih suka padasejarah. Tapi lingkungan keluarganya membuatnya akrab dengan dunia bisnis.

Salah satu kekurangan Furqan adalah tidak bisa berpikirjernih dan dingin di saat panik. Tapi sesungguhnya ketika tidak panik Furqanbisa berbicara dengan tertib dan runtut. Ia pernah jadi Ketua PPMI Mesir.Suaranya microphonist – empuk, jelas dan merdu, tapi masih kalahberwibawa dibanding Azzam.

Eliana Pramesthi Alam diperankan Alice Norin

Putri tunggal Duta Besar RI. di Mesir. Cantik, nampakgaris keindoan. Tingginya semampai proporsional. Raut mukanya menampakkankecerdasannya. Pendidikan S1 di EHESS Perancis (pendidikan tinggi yang banyakmenelorkan peneliti di Indonesia – terutama bidang ilmu sosial) dan kini sedangmengambil S2 di American University in Cairo. Ia bisa menulis opini di koran. Bahkan tulisannya dianggap mencerminkan perpaduanseorang jurnalis, sastrawan dan diplomat ulung.

Eliana, demikian dia biasa dipanggil, sangat enerjik dandinamis. Gerakannya gesit layaknya orang Dalam beberapa hal dia sangat agresif,khususnya yang berkaitan dengan sesuatu yang dia anggap penting bagikehidupannya, misalnya karier, pergaulan terbuka ala barat. Pendek kata sangatagresif pada semua yang dia anggap menyenangkan hatinya.

Dalam menilai pria Eliana tidak memandangstatus sosial maupun ekonomi, tetapi lebih pada intelektualitas, semangatnyadalam perjuangan hidup, dan ketampanan wajah. Kelihatannya semuanya ini karenadidikan orangtuanya. Namun sayangnya orangtuanya tidak cukup memberikanpendidikan agama, sehingga dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan jarangmenyertakan agama sebagai bahan pertimbangan. Selama kuliah di Perancis Eliana sudahbeberapa kali ganti pacar. Pendekkata Eliana sangat terpola dengan gaya hidup Eropa yang bebas.

Sangat otoriter, mungkin karena anaktunggal dan memang dasarnya cerdas dan perintahnya nyaris tak pernah keliru. Namun di balik sifat otoriternya, Eliana bisa mendengarpendapat orang lain dan bisa menghargai prinsip hidup orang lain. Elianamemiliki postur tubuh putih mulus cantik, proporsional, simetrik dan ‘menarikperhatian’ – hal ini mudah diapresiasi lantaran Eliana selalu tampil dengankostum yang agak ketat dan harum. Kalau berbicara Eliana sangat memikat, selainkarena warna suaranya jernih, juga karena dia memang anak diplomat, cerdas danberani. Bicaranya cepat tapiartikulasinya jelas sampai ke suku suku kata. Sorot matanya terkadang terkesan menggoda.

Ayatul Husna diperankan Meyda Sefira


Adikkandung Azzam. Biasa dipanggil Husna. Psikolog muda, asisten dosen di UNS Solo.Umurnya sepadan dengan Anna. Waktu remaja pernah sangat nakal, dia sadarsetelah kenakalannya itu menyebabkan ayahnya kecelakaan dan akhirnya meninggaldunia.

Husnajuga seorang cerpenis muda yang lagi naik daun. Antologi cerpennya memenangkan penghargaanDIKNAS. Secara fisik Husna tidak secantik Anna atau Eliana. Tapi ia memiliki innerbeauty. Tutur katanya halus. Kalimat-kalimatnya sangat ia jaga. Husnasangat mencintai ibu, kakak dan adik-adiknya.

Husna berjilbab. Hidupnya bersahaja. Pakaian yang ia kenakan lebih sederhana danlebih apa adanya dibandingkan Anna. Husna tampak sedikit lebih gagah dibandingkan Anna. Gerakannya gesit dan gaul. Husna waktu remaja pernah berpenampilan tomboy.

Wajahnya khas Solo, agak sawo matang seperti Azzam, kakaknya. Senyumnya manis. Sukabercanda, tapi sangat menghayati unggah-ungguh dan budaya Jawa. Jikabicara terkadang kalimat-kalimatnya seperti tertata puitis, sangat nyaman bagiyang mendengarkannya. Ia psikolog muda yang disukai anak remaja.

Husnajuga seorang cerpenis muda yang lagi naik daun. Antologi cerpennya memenangkan penghargaanDIKNAS. Secara fisik Husna tidak secantik Anna atau Eliana. Tapi ia memiliki innerbeauty. Tutur katanya halus. Kalimat-kalimatnya sangat ia jaga. Husnasangat mencintai ibu, kakak dan adik-adiknya.

Husna berjilbab. Hidupnya bersahaja. Pakaian yang ia kenakan lebih sederhana dan lebih apa adanya dibandingkan Anna. Husna tampak sedikit lebih gagah dibandingkan Anna. Gerakannya gesit dan gaul. Husna waktu remaja pernahberpenampilan tomboy.

Wajahnyakhas Solo, agak sawo matang seperti Azzam, kakaknya. Senyumnya manis. Sukabercanda, tapi sangat menghayati unggah-ungguh dan budaya Jawa. Jikabicara terkadang kalimat-kalimatnya seperti tertata puitis, sangat nyaman bagiyang mendengarkannya. Ia psikolog muda yang disukai anak remaja.


Kategori:Film

Rawon Stasiun

Sekali lagi saya pengen membahas makanan berat. Tapi jangan salah paham dulu! Makanan berat yang saya maksud bukanlah knalpot, ban mobil, tabung gas, atau barang sejenis lainnya. Makanan berat yang saya maksud adalah makanan yang bahannya mengandung minyak, lemak, daging, rempah-rempah, dll. Dan kalau dimakan biasanya berasa banget di lidah.

Salah satu makanan berat favorit saya adalah nasi Rawon. Tapi ini bukan rawon sembarangan, yang biasa disuguhkan di kondangan-kondangan atau acara mantenan. Ini Rawon high class bung, kualitasnya jangan ditanya lagi. Lebih baik coba sendiri.

Rawon high class ini adalah rawon stasiun. Disebut Rawon stasiun karena memang letaknya ada di Stasiun Kota Baru. Sebenarnya di warungnya sendiri menawarkan banyak pilihan. Mulai dari sop buntut, rawon buntut, dan rawon biasa. Namun saya lebih tertarik untuk membahas rawonnya saja.

Kuah rawon ini cenderung coklat, berbeda dari rawon kebanyakan yang lebih berwarna hitam. Tapi walau begitu rawon ini tetap memiliki rasa yang asik sekali. Bahkan kalau boleh saya beri nilai antara 1-10 maka kuah Rawon stasiun ini bernilai 9,8. Artinya untuk urusan rasa bisa dibilang juaranya. Menurut kabar angin yang saya dapatkan cara membuat kuahnya ini berbeda dari kebanyakan pembuatan rawon. Mereka tidak langsung memasukkan bumbunya ke dalam kuah. Tapi bumbu-bumbu tersebut di tempatkan ke dalam kantong kain khusus. Nah setelah itu baru mereka celupkan kantong tersebut kedalam air yang mendidih. Metodenya mirip dengan cara membuat teh celup. Dan metode ini pula yang membuat kuah dari rawon stasiun tetep jernih tapi tetap memiliki rasa yang mantap.

Selain itu hal istimewanya adalah irisan dagingnya. Cara memasak irisan dagingnya pun pas sekali. Sehingga daging rawon tidak alot alias susah dimakan. Untuk lauk tambahan anda bisa minta sendiri. Ada tempe, babat, dan usus.

Sebagai penutup ada hal yang perlu diperhatikan. Siapkan uang sedikit lebih. Karena harganya cukup tinggi. Biasalah ada rasa ada harga. Tapi saya jamin sebanding kok dengan harganya.

Kupang Keraton Pasuruan Hj. Qomariah

April 3, 2009 4 komentar

Kali ini saya ingin mencoba kuliner referensi dari kakak saya. Kupang Keraton Pasuruan namanya. Tempatnya ada di jl. dr. Cipto kios no 12. Atau ancer-ancer lebih mudahnya cari saja kedai di depan Hollanda Bakery.

Sebelumnya mungkin beberapa dari anda belum tahu apa itu Kupang Lontong. Kupang adalah hewan yang hidup hanya dilaut, warna tubuhnya coklat agak pucat. Kalau dalam kondisi sudah dimasak maka pada bagian kepalanya berwarna hitam.

Di Jawa Timur penangkapan kupang ini bisa ditemui di daerah pesisir utara antara lain di pantai Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Kupang yang diolah menjadi sebuah makanan yang khas yang hanya bisa ditemui di sekitar daerah penangkapannya.

Cara memasak kupang juga sangat mudah, hanya dicuci bersih, direbus dengan air sampai matang. Masyarakat Jawa Timur lebih akrab menyebut kuliner ini dengan “kupang lontong”.

Kupang lontong disajikan dengan kuah, dan bumbu yang digunakan berupa: bawang putih yang diiris tipis-tipis (digoreng), cabe, dan petis (salad hitam yang terbuat dari udang). Bumbu tersebut dicampur kemudian digerus dengan sendok diatas piring yang akan disajikan.

Sesudah digerus maka campuran tersebut akan diencerkan dengan membubuhi sedikit kuah rebusan kupang, di tambahkan irisan lontong diatasnya kemudian ditambah dengan lentho (campuran singkong parut, kacang tolo, kelapa parut, dan bumbu berupa bawang putih, ketumbar, garam, gula).

Kupang yang sudah direbus matang selanjutnya disiramkan diatasnya beserta kuahnya. Untuk finishing touch-nya ditaburi dengan bawang goreng.

Kupang ini akan lebih lengkap apabila disantap dengan sate kerang. Sate kerang yang dikukus dan ditusuk dengan lidi bambu.

Untuk urusan rasa tidak perlu diragukan, ueeeeenak tenaaan. Kuahnya bener-bener cakep sekali, apalagi irisan bawang goreng tadi menambah tusukan rasanya. Gerusan cabe merah tadi juga senantiasa mengelitik lidah Sementara ketika saya tambahkan perasan air jeruk nipis, rasa fresh tiba-tiba menyeruak di lidah. Benar-benar kombinasi rasa yang serasi.

Bagi anda yang berminat, saya sarankan bersiap merogoh kocek sedikit dalam (apalagi ukuran kantong mahasiswa). Kupang lontongnya dipatok dengan harga Rp 7000,-. Sementara lentho dan sate kerang satu bijinya dihargai Rp 750,-. Untuk minumannya ada es degan, es jeruk, atau yang lainnya berharga Rp 3000,-.

Nasi Goreng Mawut Kasin, Pesona Bohemian dalam Sepiring Nasi

Pernah dengar nasi goreng “resek” (sampah)? Itu adalah salah satu kuliner khas di kota Malang. Letaknya di sekitar perempatan kasin. Tapi saya sarankan jangan terlalu sering menyebut nasi goreng resek, apalagi di depan penjualnya. Bisa jadi bukan layanan ramah yang anda dapatkan, tapi sabetan kain serbet di muka yang anda terima. He he he.

Nama asli dari kuliner ini adalah Nasi goreng Mawut Kasin. Awal mula mendapat julukan nasi goreng resek adalah karena cara masakanya yang terkesan arogan dan asal-asalan. Penggorengannya berukuran raksasa. Seperti yang biasa dijumpai di kamp pengungsian. Pada saat memasak sang bapak penjualnya kemudian memasukkan nasi, kol, mie kuning, tauge, kecap, dll dalam jumlah yang amat banyak. Setelah bahan-bahan itu dimasukkan dalam penggorengan kemudian diaduk dengan pengaduk yang tentunya berukuran ekstra juga. Mirip lah dengan cara ngaduk gula saat pembuatan dodol.

Rasa dari nasi goreng ini bisa dibilang enak tapi tidak terlalu istimewa. Malah kalau menurut pendapat saya rasanya kurang mengimbangi penampilannya yang bohemian itu. Cenderung soft dan mengalir apa adanya.

Saat memesan biasanya anda akan ditawari, “ndamel ulam nopo mboten?”. Atau kalau dalam bahasa Indonesia,”pakai lauk apa tidak?’. Kalau memilih memakai lauk maka anda akan mendapat tambahan ampela ati.

Sebagai peringatan penting, bagi anda yang tidak kuat pedas, sisir dulu ranjau yang tersebar pada nasi ini. Ranjau yang saya maksud adalah cabe hijau. Karena bisa jadi anda tidak menyadari bila mengunyah ranjau-ranjau biologis itu. Dan bisa dirasakan sendiri akibatnya.

Sebagai anjuran terakhir, saya sarankan untuk tidak membungkus nasi ini. Ataupun kalau terpaksa, jangan dibiarkan terlalu lama dalam bungkusan. Karena sseringkali nasi ini kehilangan rasa saat dibiarkan dibungkus terlalu lama. Dan memang jauh lebih baik memakan langsung nasi goreng ini di kedainya.

%d blogger menyukai ini: