Arsip

Archive for Mei, 2009

Mesin Game Tempoe Doeloe

Mei 31, 2009 1 komentar

snes-fullPernah suatu saat ketika masih duduk di bangku 4 SD, saya hampir dipukul sama bapak saya. Gara-aranya saya ketahuan nyewa video game di daerah tak jauh dari sekolah saya. Saat itu mesin game (game console) yang terkenal adalah SNES (Super Nintendo Entertainment System) dan Sega Genesis. Teknologi keduanya masih 16 bit. Dan game yang termasuk beken saat itu adalah Mortal Kombat.

Saya adalah termasuk anak yang menggilai game tersebut. Sehingga tiap hari harus mengeluarkan 1000 perak untuk ngrental. Dan suatu saat bapak saya curiga, kenapa saya jadi sering pulang telat. Beliau pun mencoba mencari saya di saat jam pulang. Dan entah bagaimana akhirnya saya ditemukan di rental SNES.

Bisa ditebak, pulangnya saya langsung dimarahi habis-habisan. Bahkan diancam akan dipukul dengan gagang sapu kalau mengulangi lagi. Hih serem…..

Dan dampak dari memainkan permainan ini benar-benar terasa. Ranking saya terjun bebas 14 peringkat. Dari rangking 1 kelas dan juara pararel di sekolah, kemudian menjadi ranking 15. Gara-gara hal itu orang tua (lagi-lagi) marah besar. Bahkan sekolah pun heboh, bagaimana anak sepandai saya (ceile narsis) bisa sampai terjerumus dalam lembah nista (ho ho ho ho ho). Tapi itulah memang dampak buruk ketagihan game.

Demi memulihkan kepercayaan ortu, saya harus kerja keras banting tulang mengembalikan nilai saya. Dan Alhamdulillah saat kelas 5 SD, meski tidak ranking 1 tapi saya sudah bisa masuk 5 besar lagi. Dan saat itu saya mulai melupakan yang namanya SNES.

Sebenarnya saat masih ketagihan saya sudah pernah merengek minta dibelikan Super Nintendo. Tapi bapak bersihkukuh tidak bakal mengabulkan keinginan saya. Mau bagaimana lagi? Saya pun hanya bisa berdoa pada Allah Yang Maha Pemberi, kalau suatu saat nanti saya mau punya Super Nintendo. Maklum doanya anak kecil…polos abis.

937627_20070510_screen004Dan 13,5 tahun pasca kejadian itu, doa saya akhirnya dikabulkan. Karena hobi surfing dan browsing di dunia jandanya Ahmad Dhanie (maya maksudnya), akhirnya saya menemukan emulator SNES. Bahkan tidak hanya SNES… Sega, Playstation, Atari, dan semua jenil emulator game console pun ada. Dan tidak hanya itu… di web site ini saya juga menemukan banyak game SNES yang dulu pengen banget saya mainkan. Ho ho ho ho

Akhirnya, hari-hari setelah menemukan emulator itu, saya jadi sering main Mortal Kombat lagi (tobaaaaat…..). Tapi ga pa pa lah… itung-itung mengenang Tempoe Doeloe.

NB:

Bagi yang mau download emulator game console dan Dame-nya bisa di dunlud di sini :

Download Kumpulan Game Jadoel

Bangga Pakai Nama Asli atau Nama Palsu?

Mei 29, 2009 1 komentar

whats-my-nameNama adalah doa. Itu yang sering disampaikan orang tua pada saya. Sehingga sebisa mungkin saya selalu mengenalkan diri saya dengan nama asli. Namun ada sebuah fenomena menarik terkait dengan nama itu sendiri. Akhir-akhir ini seiring dengan berkembangnya zaman, orang-orang jadi lebih suka memakai nama samaran sebagai sarana mengekspresikan dirinya. Sebenarnya sih tidak masalah juga kalau mereka pakai nama palsu. Toh itu juga haknya. Tapi kejadian ini justru menunjukkan banyak dari kita yang tidak pe-de dengan diri kita.

Ada beberapa factor yang menyebabkan mereka tidak mau mengenalkan nama asli pada khalayak. Salah satunya terkait dengan semakin masifnya perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi ini menyebabkan arus pertukaran budaya menjadi hal yang tak mungkin dibendung. Sehingga orang akan mudah silau dengan budaya luar yang lebih gemerlap dan under estimate dengan budaya dalam negeri.

Kembali lagi ke nama. Apalah arti sebuah nama kata William Shakesphere. Namun saya adalah rang yang berpendapat bahwa ungkapan kang William itu adalah sesuatu yang tolol. Bagi saya nama adalah doa, nama adalah jati diri, nama adalah cermin budaya, nama adalah harga diri. Namun sayang banyak dari kita tidak bangga dengan nama sendiri. Coba saja anda surfing di Friendster. Hampir semua orang selalu pakai nama palsu. Dan lucunya biasanya diimbuhi dengan kata-kata cutes, cantique, keyen, manies, atau ungkapan narsis lainnya.

Tidak hanya di dunia maya, fenomena memakai nama palsu ini juga merambah dunia nyata. Saya sering mengetahui banyak teman saya yang merubah namanya demi sebuah pengakuan status di komunitas tertentu. Hanya saja perubahan nama itu terkadang terlalu ekstrim sehingga jadinya malah aneh dan bikin geli. Berikut ini ada beberapa contoh nama yangmengalami transformasi secara mencengangkan:

  • Slamet Riyadi yang seharusnya dipanggil Slamet, tapi minta dipanggil SLAM atau bunyinya SLEM.
  • Bambang. Pacarnya orang Jakarta. Dan secara tidak sengaja saya mendengar panggilan sayangnya itu pada bambang. Tebak apa hayo? Bambang dipanggil BAMBY (bembi) oleh pacarnya.
  • Sunarto. Dia adalah serang siswa smp tetangga saya. Dari cerita ibunya, Sunarto paling marah kalo dipanggil Sun atau Narto. Dia minta dipanggil NARUTO (tokoh anime). Dapat berapa perkara tuh?
  • Sholichan (baca solikan). Ini lebih gila lagi. Solikan kalau kenalan dengan cewek di via chating, friendster, atu facebook dia selalu mengaku bernama NICHO alias NICHOLAS. Saya pun bertanya, emang dapat tuh nama dari mana? Dia dengan enteng menjawab, huruf penyusun dari SOLICHAN itu kalau dibolak-balik bisa ketemu NICHOLAS. Terserah deh…
  • Joko dipanggil Joey….. tahu deh
  • Siti Khadijah minta dipanggil FIRA (???????)
  • Siti Jamilah minta dipanggil Mulan (terinspirasi dari Mulan Jameela mungkin)
  • Dll

Itu sedikit contoh dari krisis kepercayaan diri kebanyakan generasi sekarang. Tapi tidak semua orang kok berbuat demikian. Karena saya masih menjumpai banyak orang yang tetap bangga dengan nama pemberian orang tuanya walau dianggap ndeso oleh teman-temannya. Sebagai contoh Sudirman. Dia suka dipanggil Sudirman karena menurut dia nama itu sama dengan nama Pahlawan Nasional. Juga ada yang bernama Teguh. Dia cinta mati dengan nama Teguh karena njawani (jawa banget) dan bikin dia selalu ingat nasehat orang tuanya agar jadi orang yang teguh.

Bagaimana dengan Anda? Bangga denga nama sendiri atau lebih suka memalsukan jati diri?

STMJ Glintung

Mei 29, 2009 5 komentar

DSC00113Sejak lulus dari poltek beberapa tahun lalu, memang saya sedikit merasakan ada pola yang berubah dalam hal waktu tidur. Kalau dulu saya paling malam tidur jam 11 entah mengapa saat itu jadi molor sampai jam 12. Dan yang lebih gawat akhir-akhir ini saya malah baru bisa tidur jam 2 pagi.

Pertanyaannya apa yang saya lakukan pada jam 10 malam hingga jam 1 pagi. Tidak banyak. Saya lebih suka menghabiskan waktu dengan menulis dan baca novel mungkin. Tapi tak jarang pula hang out sendiri sambil menikmati dinginnya kota Malang di malam hari.

Ada satu tempat yang sering saya kunjungi bila tidak bisa tidur. Tempat itu adalah STMJ Glintung. Letaknya cukup mudah di cari. Cari saja tenda biru tidak jauh dari Careffour di jalan utama blimbing sekitar daerah glintung.

Dan apa sih yang menyebabkan saya suka dengan STMJ di sini bukan di yang lainnya? Padahal kalau mau menghitung, jumlah penjual STMJ di kota malang ini luar biasa banyaknya. Hampir ada di setiap bagian kota. Jawabannya simple, karena rasanya paling mantap.

Saya akan coba definisikan rasa dari stmj ini. STMJ Glintung memiliki elemen rasa yang kuat dari elemen pemebentuknya. Mulai dari susu, telor, madu, dan jahe memiliki komposisi yang pas. Semua rasanya bisa muncul dan menampilkan ketajamannya tapi tidak saling mengalahkan. Inilah yang menjadi beda STMJ glintung dengan STMJ di tempat lain. Di tempat lain saya merasa STMJ yang dibuat sedikit asal-asalan. Intinya mereka asal mencampur. Sehingga terkadang rasanya tidak jauh dengan stmj instant.

Keistimewaan lain dari STMJ Glintung adalah proses pembuatannya. Untuk mencampu bahan-bahan dari STMJ mereka tidak menggunakan blender. Tapi menggunakan pengocok spiral. Sehingga kalau anda melihat hasilnya, STMJ Glintung memiliki buih yang cukup banyak di atasnya. Dan rasa buih busa ini sangat istemawa. Begitu kuat. Biasanya sebelum meminum STMJ, saya nikmati dulu busa di bagian atas STMJ dengan sendok kecil.

Di STMJ Glintung juga menyediakan roti dan pisang bakar. Keduanya saya kira menu yang serasi untuk menemani minum STMJ. Selamat mencoba!

%d blogger menyukai ini: