Arsip

Archive for Juli, 2009

“Merantau”, Film-nya Silat Indonesia

Sebenarnya sudah lama saya tahu trailer film ini dari Youtube. Saya pikir sih akan di luncurkan Juli. Namun kata bang Anton jadwalnya molor hingga Agustus nanti. Merantau sendiri adalah sebuah film bergenre Action yang mengangkat salah satu bela diri khas Nusantara, Silat. Sebagai orang yang gemar dan pernah latihan Silat, tentunya saya cukup antusias menantikan film ini. Apalagi, silat yang seharusnya jadi tuan rumah di negeri sendiri malah tenggelam dengan arus serbuan bela diri dari luar seperti Aikido, Tae Kwon Do, dan sejenisnya.

Berikut ini sinopsisnya :

Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking

Organinsasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “barangnya”, yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpal

Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka

Dengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia.

http://www.21cineplex.com/merantau,movie,2120.htm

Menurut saya film ini cukup menggambarkan gerakan Silat secara keseluruhan. Walau terkadang saya masih melihat beberapa gerakan yang mirip dengan gerakan Muay Thai milik Tony Ja. Tapi saya bisa memaklumi itu. Bagaimanapun juga Muay Thai dan Silat adalah bela diri yang berasal dari rumpun yang sama. Gerakan keduanya tidak bisa dilepas dari yang namanya sikuan. Dan yag aling penting saya berharap film ini akan menjadi pemicu bagi film-film silat berkualitas selanjutnya. AMIN.

Iklan

Bengawan Solo Yang Mendunia (Bengawan Solo Dalam Berbagai Versi)

gesangDi tengah seruan budaya asing yang bertubi-tubi seperti saat ini, tak banyak anak muda yang tahu tentang Lagu Bengawan Solo. Mungkin kebanyakan mereka akan langsung berfikir kuno, keroncong jadul, musik kakek-nenek, jika kita berbicara soal Bengawan Solo. Bahkan, seringkali lagu ini kita jumpai hanya jadi bahan lelucon dan ledekan di kalangan remaja.

Ironi? Ya…. Padahal lagu ini adalah termasuk lagu yang sangat popular, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Jepang, Belanda, dan China adalah contoh beberapa Negara yang sebagian penduduknya sangat menggemari lagu ciptaan almarhum Gesang ini.

Kalau kita coba mencari di Youtube, kita akan menemukan beberapa versi dari bengawan solo. Ada versi original atau keroncong Indonesianya, ada versi Chinese-nya, ada versi japan-nya, sampai-sampai versi Belandanya pun ada, hebat tidak? Bahkan beberapa musisi Youtube pun tertarik menggarap lagu ini dengan instrument musik yang mereka kuasai. Contohnya Raymond Crooke dan Ronald Dave Schüssler menggunakan gitarnya, Hichiriko menggunakan alat musik sejenis seruling.

Tak ada salahnya kita bangga dan suka terhadap produk seni budaya bangsa kita. Karena siapa lagi yang akan merawat itu semua kalau bukan kita sendiri, orang Indonesia.

Dan untuk terakhir, mari kita nyanyikan bengawan Solo dengan penghayatan tingkat tinggi…… Musik!!!!!

Bengawan Solo

Riwayatmu ini

Sedari dulu jadi…

Perhatian insani

Musim kemarau

Tak seberapa airmu

Dimusim hujan air..

Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo

Terkurung gunung seribu

Air meluap sampai jauh

Dan akhirnya ke laut

Itu perahu

Riwayatnya dulu

Kaum pedagang selalu…

Naik itu perahu

Download Lagu Bengawan Solo

Download Lagu Bengawan Solo

Beberapa Versi Bengawan Solo :

Versi Orisinil (Indonesia)

Versi Jepang:

Versi China :

Versi Akustik :



Versi Belanda Dapat Di Download di sini :

http://beemp3.com/download.php?file=107459&song=Bengawan+Solo

Innocent, Lagu Jepang Pertama di Dhamysoga Music Festival

Juli 27, 2009 6 komentar

Donna ni hanarete itemo… (Di nyanyikan bersama-sama dengan suara 1, suara dua, dan suara setan)

Hey! (bersama-sama berteriak hingga suara yang terdengar mirip punya penyanyi cadas yang kras, berkualitas, dan berkelas)

Miageta sora Kimi wa tooi basho de
Onaji keshiki Mitsumete iru no ka na

Todokanai omoi o
Mune ni kizamitsuke hashitteta nda

Bokutachi ga yumemita ashita ni
Hibiku yo Kimi no warai goe
Dakara bokutachi ga atarashii kaze o
Okosou Mujaki na mama de

Te o tsunaide Hashaida omoide wa
Kioku no naka Kiete shimaisou de

Me no mae no genjitsu
Nagasarenai you ni furimuita nda

Bokutachi wa shinjita mirai o
Chikara ni kaete yukeru yo ne
Soshite bokutachi wa mata aeru hazu sa
Kokoro wa sugu soba ni iru

Donna ni hanarete itemo…

Itulah penggalan lagu yang dibawakan dengan semangat oleh 6 orang remaja yang walau tak tau malu tapi cukup percaya diri. Mereka tergabung dalam sebuah group band yang bernama “Soya Bean Project”. Band ini tergolong unik, atau bahkan bisa disebut langka (atau aneh). Hal ini bisa dilihat dari kostum yang digunakan. Atasan baju bola, dan bawah pakai sarung. Untuk aliran musik, entah musik dari genre apa yang mereka usung. Kalau dilihat dari type vocal dua front man (vokalis)-nya yang parau dan berat sepertinya lebih cenderung mendekati Punk Rock. Tapi dilihat dari dua gitarisnya yang dengan nekat menukar peran, sepertinya masuk dalam kategori Pop alternative. Menukar peran di sini maksudnya, yang bagian melodi pakai gitar rhythm dan yang seharusnya rhythm malah pake melodi. Selain itu warna mencolok juga nampak dari betotan sang bassis yang menambahkan usnur dangdut jazz, sehingga kadang musiknya kemana, bass-nya kemana. Terakhir adalah soal drummer. Drummernya terkenal emosional dan temperamental. Karena kalo dipikir-pikir kasihan juga drum-nya dipukuli terus pake tongkat gitu.

Namun kehadiran mereka seperti mendapat tempat di tengah band-band berkualitas yang tampil. Semua penonton bergoyang, semua penonton bernyanyi walau tidak jelas apa yang mereka nyanyikan. Yang penting enjoy….. Apalagi kesuksesan berlanjut saat keesokan harinya banyak siswa di sekolah mereka yang bertanya-tanya kapan sekiranya kaset dari band itu akan dirilis…. Wo ho ho ho ho ho

Seminggu Sebelumnya (The Real Story)

“Ini adalah saat terakhir…. Bayangkan 3 tahun sekolah, kita belum pernah manggung sekalipun. Gimana…mau coba?” ujar Dhanie seraya meyakinkan. Sebenarnya saya sendiri cukup ragu-ragu untuk menerima tawaran itu. Namun melihat matanya yang berapi-api bak megaloman itu terpaksalah saya mengiyakan.

“Trus, ente pegang gitar… ane teriak-teriak di depan. Yang mukuli dram, nyubit gitar, dan nyolekin bass siapa?” ganti saya bertanya.

“Ah itu gampang…. Aku sudah ngrekruit anak-anak “ jawab dhanie enteng.

“Hendro pada drum, Jitu pada gitar, Dedy di bass, lah nanti kamu ajak si Gogon buat bantuin vocal atau pegang setrum” lanjutnya. Alhasil saya pun terjebak dalam bujuk rayu yang menyesatkan. Entah apa yang saya dan teman-teman pikirkan pada waktu itu. Hampir semuanya pengalaman minus. Ditambah skill pun antara parah menuju pas-pasan. Tapi karena berpegang pada prisnsip Dhanie yang Harus Coba Biat Telat dan Mepet itu akhirnya kami mau tidak mau menjalaninya. Kami harus ikut DMF a.k.a. Dhamysoga Music Festival.

Untuk lagu, sejak dari awal Jitu dan Dhanie ngebet ingin menggarap lagu Innocent / Mujaki na mama de, yang juga ending pertama dari serial Digimon Frontier. Karena soundtrack jadinya lagu ini pake bahasa Jepang. Boleh jadi mungkin kamilah yang pertama membawakan lagu dari negeri sakura itu di DMF. Wa ha ha ha ha ha (bangga chuy).

Namun saat-saat latihan bukan tanpa masalah. Malahan sangat bermasalah. Karena tidak tahu caranya memakai studio, kami malah sering keasikan ngobrol dan cek cok di studio. Bisa ditebak…. 15 ribu melayang sia-sia. Padahal jaman segitu uang 15 ribu itu buanyak banget. Kalo jajan pangsit dikantin dapat 15 mangko. Beli gorengan dapat 45 biji. Main PS juga bisa sampai 10 jam.

Dan herannya kebiasaan ngawur itu tetep kami pertahankan sampai H-1. Sampai-sampai kami lupa kalau kami Cuma bisa 1 lagu thok. Itu bun juga sedikit kacau. Namun memang bener kata pepatah. Bisa kalau Kepepet. Dan tiba-tiba saja ide untuk menggarap lagu ShinChan muncul. Latihannya pun tidak memakan waktu cukup lama. Hanya sekitar 30 menit saja. Setelaha itu kami mematangkan Innocent (walau jadinya setengah matang).

Jreng…jreng…. Saat yang paling tidak ditunggu pun dimulai. Hari dimana kami tampil telah tiba. Kebetulan saat itu dapat giliran nomer 10. Sehingga ada kesempaan untuk melihat peserta yang lainnya dulu. Namun tindakan kami ini sepertinya blunder. Penampilan band-band awal yang luar biasa membuat saya dan yang lainnya pusing tujuh keliling. Bahkan berencana beli bodrex segala untuk meredakan nyeri kepala. Hampir semua wajah personil SBP ditekuk. Saya tidak bisa bayangkan seperti apa nanti kami jadinya.

Dan perlahan tapi pasti, waktu itu tiba juga. Kostum nyleneh yang kami persiapkan nekat dipakai. Dan saat nama SBP dipanggil, jantung rasanya mau copot. Tapi bagaimanapun juga nasi sudah menjadi bubur. Tinggal bagaimana caranya jadi bubur ayam abah Odil. Bismillah kami pun maju ke atas panggung dengan kepedean.

Melihat penonton sedikit lenggang dan banyak yang lebih memilih ngiyup (berteduh), kami jadi garing juga akhirnya. Namun entah bagaimana ide sedikit nekat muncul. Kami berusaha menyapa penonton dengan ucapan salam. Walau tidak nyambung, tapi ternyata cukup efektif juga. Penonton tiba-tiba saja memenuhi tempat entah dari mana asalnya. Bahkan banyak juga yang dari sekolah lain. Semangat pun mulai muncul.

Kemudian, sang MC mulai memperkenalkan kami satu per satu. Dan bisa ditebak siapa yang paling banyak dapat applaus dan penggemar. Yang jelas bukan saya, Dhanie, gogon, Dedy, atau Hendro melainkan Jitu. Yah demi popularitas band kami maafkan lah ada yang punya penggemar lebih banyak he he he he he he.

Setelah perkenalan selesai, lagu pertama pun dikumandangkan. Sengaja pada mulanya tidak kami sebutkan judul lagu biar surprise. Intro pun kami samarkan dengan pola mirip lagu Aku Rindu milik Farid Harza. Tapi begitu masuk di lagu mereka langsung menganga, karena ternyata lagu yang dibawakan adalah lagu Shin Chan. Mungkin mereka terheran-heran hingga menganga seperti itu gara-gara Gogon. Bayangkan coba, bagaimana bisa Preman tapi nyanyi Shinchan. Sehingga sepertinya tak sinkron antara muka dan suara. Tapi karena dibawakan dengan sepenuh hati, akhirnya penonton mulai terbius dan ikut bergoyang.

Dan lagu kedua menjadi puncak sebuah perhelatan. Lagu yang mungkin dalam sejarah DMF adalah lagu jepang pertama. Dan dengan semangat menggelora, suara yang carut marut, dan bunyi gitar yang tertukar antara rhythm dan melodi (Dasar apa yang dipikirkan Dhanie dan Jitu?), penonton lagi-lagi terbius. Mereka enjoy aja tuh…. Heran.

Pada akhirnya cobaan yang berat telah dilalui. Dua lagu kami telah bawakan. Dan di akhir penampilan saya tidak lupa menyampaikan kalau kaset dan CD dari lagu-lagu itu bisa didapatkan di toko terdekat. Tahu efeknya apa dari perkataan itu? Esoknya kami ditanyai sana-sini, apa CD dan Kasetnya sudah terbit…. Hoh menggila.

Tapi bagaimanapun juga, itu adalah sebuah pengalam unik waktu SMA. Usia buat coba-coba. Untung soal minyak kayu putih saya tidak coba-coba. Tetep minyak kayu putih Cap Lang.

Silahkan kalau mau download lagu kami he he he he he:

download-iconDownload Mujaki Na Mama De

Merah Putih, Kebangkitan Film Perjuangan Indonesia

Juli 26, 2009 4 komentar

POSTER 225jpgSaya sempat kepikiran, kapan Indonesia ini punya film tentang perjuangan merebut kemerdekaan lagi? Rasanya sudah lama saya ingin melihat film-film yang menggambarkan peristiwa heroik para pahlawan Indonesia yang dengan gigih mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Ingin rasanya merasakan nuansa saat itu dalam sebuah film kolosal yang dibuat dengan apik ala Saving Private Ryan. Tapi apa daya, kebanyakan Film Indonesia yang dikeluarkan cuman film mistik dan komedi jorok yang murahan.

 Namun penantian saya agaknya akan segera berakhir. Bermula mendapat kabar dari seorang teman, akhirnya saya coba mencari informasinya di Koran. Dan Alhamdulillah, saya langsung menemukannya di Jawa Pos edisi jumat, 24 Juli 2009. Judulnya adalah “Merah Putih”. Konon Merah Putih ini direncanakan sebagai merupakan film Trilogy Perjuangan pertama di Indonesia.

Merah Putih adalah film bergenre fiksi sejarah yang mengambil latar temporal masa revolusi fisik pasca-1945. Berkisah tentang perjuangan lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah kota di Jawa Tengah. Mereka, Amir (diperankan Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), Senja (Rahayu Saraswati), dan Marius (Darius Sinathrya), masing-masing punya latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali lima sekawan itu dibunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya Soedirman di pedalaman Jawa.

Dan ada hal yang sangat mengejutkan berkaitan dengan pembuatan film ini. Dimana kru dan piranti yang digunakan sangat wah kalau buat film Indonesia. dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American). Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful). Konon film ini juga menghabiskan dana hingga 60 Milliar. Ck ck ck ck

Lepas dari itu semua, saya perlu memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada sineas Indonesia yang mau membuat film ini. Kita, ditengah dahaga persatuan dan kehancuran rasa nasionalisme yang perlahan tapi pasti membutuhkan sebuah penyejuk. Dan bagi saya selain prestasi di bidang olahraga, film seperti Merah Putih ini adalah solusinya.

Dan jangan lupa bahwa film ini kemungkinan akan ditayangkan 13 Agustus 2009 mendatang. Jadi abis upacara bendera yok kita rame-rame nonton rame-rame!

Thriller Merah Putih

Insiden Terbakarnya Rambut Michael Jackson

Juli 20, 2009 1 komentar

Konon peristiwa inilah yang membuat Jacko jadi depresi dan tidak PD. Walhasil dia berkali-kali operasi plastik.

Timnas Indonesia Pernah Muncul di Video Game

Ngomong-ngomong soal game lawas, ada satu game yang dulu jadi favorit saya waktu SMP. Game ini bertajuk “FIFA Soccer 1998 Road To World Cup” yang bisa dimainkan di konsol PlayStation, Nintendo 64, Super Nintendo, dll. Saya sendiri lebih sering memainkan game ini di PlayStation. Maklumlah masa itu adalah awal booming PS di negeri kita tercinta ini.

Selain karena FIFA 98 RTWC ini adalah permainan olahraga paling popular (Sepak bola), game ini juga memiliki daya tarik lain bagi orang Indonesia. Apalagi kalau bukan TIMNAS kita tercinta yang masuk dalam game ini. Namun sepertinya pihak EA Sport sebagai pembuat game ini kurang memperhatikan sampai ke detailnya. Walhasil nama-nama yang ada di Timnas kita tak sesuai dengan posisinya. Sebagai contoh, Kurniawan Dwi Yulianto yang jelas-jelas goal getter paling yahud pada saat itu, malah dijadikan back. Dan Nur Alim yang Back malah dijadikan striker. Tapi its ok. Mungkin keterbatasan teknologi saat itu bisa jadi penyebab game ini kurang bagus pada detail.

BTW saya masih berharap kelak game seperti Pro Evolution Soccer, Winning Eleven, FIFA Soccer, atau game sepak bola lainnya, bakal memasukkan timnas kita ke game itu. Perlu dicatat, memasukkan timnas Indonesia disini memang karena pihak produsen game yang buat loh, bukan hasil bajakan dari hacker2 tanah air.

Pengen coba game-nya silahkan deh :

download-icon1 FIFA SOCCER 98 RTWC (Nintendo 64 Version)

The Last Air Bender Trailer (a.k.a Avatar The Legend Of Aang)

Juli 15, 2009 2 komentar

Kemarin setelah berkunjung di blo milik kang Anton ( http://hilmanblog.com ), saya baru sadar kalau Avatar The Legend of Aang,  serial kartun yang sempat ngetrend di tahun 2006-2007 sudah dibuat versi layar lebarnya. Untuk versi layar tancep ini yang punya gawe adalah M. Night Shyamalan. Judul yang dipakai “The Last Air Bender”.

Untuk thriller-nya, monggo dipelototi!

Jaman Aang masih kartun :

Kategori:Film Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: