Beranda > musik, nostalgia, Tentang saya > Innocent, Lagu Jepang Pertama di Dhamysoga Music Festival

Innocent, Lagu Jepang Pertama di Dhamysoga Music Festival

Donna ni hanarete itemo… (Di nyanyikan bersama-sama dengan suara 1, suara dua, dan suara setan)

Hey! (bersama-sama berteriak hingga suara yang terdengar mirip punya penyanyi cadas yang kras, berkualitas, dan berkelas)

Miageta sora Kimi wa tooi basho de
Onaji keshiki Mitsumete iru no ka na

Todokanai omoi o
Mune ni kizamitsuke hashitteta nda

Bokutachi ga yumemita ashita ni
Hibiku yo Kimi no warai goe
Dakara bokutachi ga atarashii kaze o
Okosou Mujaki na mama de

Te o tsunaide Hashaida omoide wa
Kioku no naka Kiete shimaisou de

Me no mae no genjitsu
Nagasarenai you ni furimuita nda

Bokutachi wa shinjita mirai o
Chikara ni kaete yukeru yo ne
Soshite bokutachi wa mata aeru hazu sa
Kokoro wa sugu soba ni iru

Donna ni hanarete itemo…

Itulah penggalan lagu yang dibawakan dengan semangat oleh 6 orang remaja yang walau tak tau malu tapi cukup percaya diri. Mereka tergabung dalam sebuah group band yang bernama “Soya Bean Project”. Band ini tergolong unik, atau bahkan bisa disebut langka (atau aneh). Hal ini bisa dilihat dari kostum yang digunakan. Atasan baju bola, dan bawah pakai sarung. Untuk aliran musik, entah musik dari genre apa yang mereka usung. Kalau dilihat dari type vocal dua front man (vokalis)-nya yang parau dan berat sepertinya lebih cenderung mendekati Punk Rock. Tapi dilihat dari dua gitarisnya yang dengan nekat menukar peran, sepertinya masuk dalam kategori Pop alternative. Menukar peran di sini maksudnya, yang bagian melodi pakai gitar rhythm dan yang seharusnya rhythm malah pake melodi. Selain itu warna mencolok juga nampak dari betotan sang bassis yang menambahkan usnur dangdut jazz, sehingga kadang musiknya kemana, bass-nya kemana. Terakhir adalah soal drummer. Drummernya terkenal emosional dan temperamental. Karena kalo dipikir-pikir kasihan juga drum-nya dipukuli terus pake tongkat gitu.

Namun kehadiran mereka seperti mendapat tempat di tengah band-band berkualitas yang tampil. Semua penonton bergoyang, semua penonton bernyanyi walau tidak jelas apa yang mereka nyanyikan. Yang penting enjoy….. Apalagi kesuksesan berlanjut saat keesokan harinya banyak siswa di sekolah mereka yang bertanya-tanya kapan sekiranya kaset dari band itu akan dirilis…. Wo ho ho ho ho ho

Seminggu Sebelumnya (The Real Story)

“Ini adalah saat terakhir…. Bayangkan 3 tahun sekolah, kita belum pernah manggung sekalipun. Gimana…mau coba?” ujar Dhanie seraya meyakinkan. Sebenarnya saya sendiri cukup ragu-ragu untuk menerima tawaran itu. Namun melihat matanya yang berapi-api bak megaloman itu terpaksalah saya mengiyakan.

“Trus, ente pegang gitar… ane teriak-teriak di depan. Yang mukuli dram, nyubit gitar, dan nyolekin bass siapa?” ganti saya bertanya.

“Ah itu gampang…. Aku sudah ngrekruit anak-anak “ jawab dhanie enteng.

“Hendro pada drum, Jitu pada gitar, Dedy di bass, lah nanti kamu ajak si Gogon buat bantuin vocal atau pegang setrum” lanjutnya. Alhasil saya pun terjebak dalam bujuk rayu yang menyesatkan. Entah apa yang saya dan teman-teman pikirkan pada waktu itu. Hampir semuanya pengalaman minus. Ditambah skill pun antara parah menuju pas-pasan. Tapi karena berpegang pada prisnsip Dhanie yang Harus Coba Biat Telat dan Mepet itu akhirnya kami mau tidak mau menjalaninya. Kami harus ikut DMF a.k.a. Dhamysoga Music Festival.

Untuk lagu, sejak dari awal Jitu dan Dhanie ngebet ingin menggarap lagu Innocent / Mujaki na mama de, yang juga ending pertama dari serial Digimon Frontier. Karena soundtrack jadinya lagu ini pake bahasa Jepang. Boleh jadi mungkin kamilah yang pertama membawakan lagu dari negeri sakura itu di DMF. Wa ha ha ha ha ha (bangga chuy).

Namun saat-saat latihan bukan tanpa masalah. Malahan sangat bermasalah. Karena tidak tahu caranya memakai studio, kami malah sering keasikan ngobrol dan cek cok di studio. Bisa ditebak…. 15 ribu melayang sia-sia. Padahal jaman segitu uang 15 ribu itu buanyak banget. Kalo jajan pangsit dikantin dapat 15 mangko. Beli gorengan dapat 45 biji. Main PS juga bisa sampai 10 jam.

Dan herannya kebiasaan ngawur itu tetep kami pertahankan sampai H-1. Sampai-sampai kami lupa kalau kami Cuma bisa 1 lagu thok. Itu bun juga sedikit kacau. Namun memang bener kata pepatah. Bisa kalau Kepepet. Dan tiba-tiba saja ide untuk menggarap lagu ShinChan muncul. Latihannya pun tidak memakan waktu cukup lama. Hanya sekitar 30 menit saja. Setelaha itu kami mematangkan Innocent (walau jadinya setengah matang).

Jreng…jreng…. Saat yang paling tidak ditunggu pun dimulai. Hari dimana kami tampil telah tiba. Kebetulan saat itu dapat giliran nomer 10. Sehingga ada kesempaan untuk melihat peserta yang lainnya dulu. Namun tindakan kami ini sepertinya blunder. Penampilan band-band awal yang luar biasa membuat saya dan yang lainnya pusing tujuh keliling. Bahkan berencana beli bodrex segala untuk meredakan nyeri kepala. Hampir semua wajah personil SBP ditekuk. Saya tidak bisa bayangkan seperti apa nanti kami jadinya.

Dan perlahan tapi pasti, waktu itu tiba juga. Kostum nyleneh yang kami persiapkan nekat dipakai. Dan saat nama SBP dipanggil, jantung rasanya mau copot. Tapi bagaimanapun juga nasi sudah menjadi bubur. Tinggal bagaimana caranya jadi bubur ayam abah Odil. Bismillah kami pun maju ke atas panggung dengan kepedean.

Melihat penonton sedikit lenggang dan banyak yang lebih memilih ngiyup (berteduh), kami jadi garing juga akhirnya. Namun entah bagaimana ide sedikit nekat muncul. Kami berusaha menyapa penonton dengan ucapan salam. Walau tidak nyambung, tapi ternyata cukup efektif juga. Penonton tiba-tiba saja memenuhi tempat entah dari mana asalnya. Bahkan banyak juga yang dari sekolah lain. Semangat pun mulai muncul.

Kemudian, sang MC mulai memperkenalkan kami satu per satu. Dan bisa ditebak siapa yang paling banyak dapat applaus dan penggemar. Yang jelas bukan saya, Dhanie, gogon, Dedy, atau Hendro melainkan Jitu. Yah demi popularitas band kami maafkan lah ada yang punya penggemar lebih banyak he he he he he he.

Setelah perkenalan selesai, lagu pertama pun dikumandangkan. Sengaja pada mulanya tidak kami sebutkan judul lagu biar surprise. Intro pun kami samarkan dengan pola mirip lagu Aku Rindu milik Farid Harza. Tapi begitu masuk di lagu mereka langsung menganga, karena ternyata lagu yang dibawakan adalah lagu Shin Chan. Mungkin mereka terheran-heran hingga menganga seperti itu gara-gara Gogon. Bayangkan coba, bagaimana bisa Preman tapi nyanyi Shinchan. Sehingga sepertinya tak sinkron antara muka dan suara. Tapi karena dibawakan dengan sepenuh hati, akhirnya penonton mulai terbius dan ikut bergoyang.

Dan lagu kedua menjadi puncak sebuah perhelatan. Lagu yang mungkin dalam sejarah DMF adalah lagu jepang pertama. Dan dengan semangat menggelora, suara yang carut marut, dan bunyi gitar yang tertukar antara rhythm dan melodi (Dasar apa yang dipikirkan Dhanie dan Jitu?), penonton lagi-lagi terbius. Mereka enjoy aja tuh…. Heran.

Pada akhirnya cobaan yang berat telah dilalui. Dua lagu kami telah bawakan. Dan di akhir penampilan saya tidak lupa menyampaikan kalau kaset dan CD dari lagu-lagu itu bisa didapatkan di toko terdekat. Tahu efeknya apa dari perkataan itu? Esoknya kami ditanyai sana-sini, apa CD dan Kasetnya sudah terbit…. Hoh menggila.

Tapi bagaimanapun juga, itu adalah sebuah pengalam unik waktu SMA. Usia buat coba-coba. Untung soal minyak kayu putih saya tidak coba-coba. Tetep minyak kayu putih Cap Lang.

Silahkan kalau mau download lagu kami he he he he he:

download-iconDownload Mujaki Na Mama De

Iklan
  1. tforce2009
    Juli 27, 2009 pukul 5:55 am

    kagak usah pakai lama2
    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini

    • Alfan F
      Juli 27, 2009 pukul 7:40 am

      makasih infonya… ntar kita coba sebarin juga deh

  2. adjeng
    September 12, 2010 pukul 4:35 pm

    hahaha.. I can’t stop laughing!!
    Tingkah kalian..

    • Alfan F
      September 13, 2010 pukul 7:38 am

      Itulah kami jaman masih polos jeng

  3. Desember 29, 2013 pukul 6:48 am

    aaaahhhhhhh aaabbbbaaaannnnggggg ttttiiiiiyyyyuuuuuuuummmmmmmmmm :*

    • Alfan F
      Mei 31, 2014 pukul 2:50 pm

      Diem Gon!!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: