Beranda > roman, serba-serbi, tips > Too Much Love Will Kill You (Saat Jatuh Cinta Menjadi Penyakit Kejiwaan)

Too Much Love Will Kill You (Saat Jatuh Cinta Menjadi Penyakit Kejiwaan)

Jatuh Cinta itu wajar, lumrah, dan fitrah. Namun hati-hati kalau dosisnya berlebihan bisa-bisa kita terkena sebuah gejala kejiwaan. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, belajar tak konsen, jantung berdegup lebih kencang, nafas menderu tak karuan, apalagi kalau ada doi (ceile doi). Selain itu Jatuh cinta juga bisa membuat orang yang berjiwa preman sekalipun jadi sastrawan roman picisan. Nah lo….

Tapi memang benar. Ada sebuah sindrom kejiwaan yang erat kaitannya dengan masalah “cinta” (heleh kok rasanya aneh nybut kata satu ini). Sindrom ini disebut “Syndrom Oneitis”. Diambil dari bahasa Inggris One-It-Is. Yang artinya adalah kecederungan untuk menyukai seorang wanita tertentu dengan berlebihan. Orang yang menderita sindrom ini biasanya akan menganggap bahwa wanita pujaannya adalah satu-satunya wanita yang paling sempurna, pasangan terbaik, dan susah kalau kehilangan dengan si dia.

Adapun gejala awal yang sering terjadi pada sindrom ini adalah :

1. Kita bersugesti atau bahkan berhalusinasi kalau dia adalah satu-satunya wanita terbaik yang bisa didapatkan. Bahasa bulenya “She is the one” atau “The On it is”, dialah satu-satunya (memper-memper lagunya Dewa19).

2. Akibat pikiran kita yang berlebihan kita jadi dangdut banget. Dangdut dalam hal ini merujuk pada lagunya Evie Tamala yang “Mau makan teringat padamu, mau tidur teringat padamu, mau apapun teringat padamu, kekasihku”. Hasilnya kita jadi merasa harus mendapatkan dia. Pokoknya harus….

3. Namun karena hasrat tidak seimbang dengan iman (apaaa maksudnya?), keinginan kita yang begitu besar itu malah membuat kita jadi salah tingkah, gugup, grogi, berkeringat sampai sebesar biji jagung, kalau berhadapan dengan Target Operasi. Hal itu dikarenakan kita takut kehilangan dia gara-gara kita salah gaya, atau tampil tak sempurna dihadapannya. Yang imbasnya sang pujaan akan ilfeel dan menganggap kita orang aneh. Bahkan lebih aneh dari SpongeBob dan Patrick.

4. Pada fase selanjutnya, Perasaan ini membuat kita rendah diri. Merasa kurang ganteng, kurang tinggi, kurang mancung, kurang atletis, kurang seksi, kurang tajir, dan kurang segala-galanya. Kita ibarat orang paling hina yang ada di dunia ini. Dan hal tersebut akan diperparah kalau ada saingan mendapatkan sang pujaan hati (berasa Kan-Gen Band deh). Dimana saingan kita itu berwajah mirip Tora Sudiro, sekaya Aburizal Bakrie, dan semodis kang Anjasmara (contohnya orang tua semua tuh).

5. Setelah kita terpuruk oleh perasaan minder yang kita buat sendiri maka terjadilah sebuah hal yang sangat ironis. Kita jadi hanya sanggup untuk memandang sang wanita itu dari kejauhan (Apalagi kalau kita belum pernah mengenal atau ngobrol dengan sang target). Bagaimana lagi, papasan di jalan saja kita langsung cari cara untuk menghilang bak Shinobi di desa Konoha. Bercakap-cakap pun hanya menjadi sebuah impian kosong.

6. Alhasil jadilah kita orang yang gampang gugup, atau malah jaim setengah mampus di depannya. Fokus kacau, pikiran blank, ngomong tak berani karena takut salah dan bikin dia marah.

Dari beberapa gejala tersebut sudah dipastikan bahwa kita ibarat “Kalah sebelum bertanding”. Namun tidak perlu khawatir, karena sesungguhnya hal ini bisa ditanggulangi. Dan bahkan wajib untuk ditanggulangi. Mengingat hidup hanya sementara dan sekali pula. Jadi harus dimanfaatkan betul-betu dan tidak dihabiskan hanya dalam keterpurukan menanti sebuah jawaban (lagu jaduuuul lagi). Saat kita merasakan gejala-gejala Sindrom ini maka ada baiknya kita segera mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu. Tujuannya agar prouktifitas kita tidak terganggu. Adapaun beberapa caranya adalah sebagai berikut :

1. Hilangkan Sugesti bahwa dia adalah wanita yang paling istimewa, Seseorang yang memang tercipta dari tulang rusuk kita, bidadari bermata jeli yang disiapkan untuk menemani kita di surga, atau apalah. Sekali lagi, anggap bahwa dia hanyalah satu pilihan dari berbagai macam wanita di dunia ini. Dia sama dengan wanita lain, butuh makan, kalo jalan nginjek tanah, dan tentunya tidak bolong punggungnya ha ha ha ha ha ha.

2. Pengidap sindrom ini biasanya akan menganggap wanita pujaannya adalah wanita paling anggun, soleha, manis, keibuan, sempurna, cantik, baik, dll. Hal itu bisa dieliminir dengan cara bergaulah dengan banyak karakter manusia di lingkungan anda. Baik itu saat di rumah, sekolah, kampus, kerja, oraganisasi, atau kumpulan-kumpulan. Bukalah mata dan hati anda sehingga anda akan menyadari bahwa ada langit di atas langit. Ada yang lebih cantik, pintar, soleha, dari yang kita tahu selama ini.

3. Jangan biarkan anda rendah diri. Apalagi saat berhadapan dengan dia. Setiap manusia pasti banyak kekurangan. Maka jangan biarkan kekeurangan yang kita punya jadi kiamat bagi diri kita. Toh sang sasaran juga punya kekurangan. Apalagi wanita terkenal lebih parno dengan kekurangannya. Sebagai contoh satu jerawat muncul di wajahnya, maka kita akan melihat dia begitu panik.

4. Dan yang terakhir, kalo anda bisa memikirkan seribu kelebihannya, makalah coba merangkum seribu kekurangannya. Bukan bermaksud untuk mencari-cari keburukan namun agar kita dijauhkan dari sikap pengkultusan.

5. Berpikirlah jauh kedepan. Seperti kata seorang teman saya, bahwa hidup bukanlah untuk kesenangan sesaat. Maka ketika anda menginginkan seorang pendamping maka tujuannya bukanlah untuk sekedar memadu kasih tiap malam minggu; sms-an dan telpon-telponan dengan kata-kata “cin”. “yang”, “beibz” tiap hari; di fesbuk tercantum “In relationship with ….”. Tapi mencari pasangan adalah bagaimana berinvestasi untuk masa depan yang jauh melampaui jaman kita. Kita berfikir tentang membina bangunan keluarga. Berfikir bagaimana anak cucu kita kelak. Karena cinta yang akan kita jalani bersama pasangan kita adalah penentu bagi generasi yang akan datang.

6. Kembalilah untuk berfikir cita-cita terbesar yang sampai saat ini belum tercapai. Kalau misalnya anda pernah punya harapan pergi ke Paris, Swiss, atau Seoul, maka jangan ragu. Segera rencanakan cara agar bisa terlaksana. Jangan khawatir misalkan anda berasal dari keluarga tidak mampu. Toh kebanyakan orang gedhe sekarang juga berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Intinya banyak jalan menuju Mekah.

Itulah beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi kita semua. Jangan biarkan satu hal membunuh anda secara keseluruhan. Mengutip dari lagu band favorit saya, Queen… “Too Much Love Will Kill You”. So “The Show Must Go On” and “Don’t Stop Me Now” because “We Are The Champions”. Ho ho ho ho ho

  1. bismoisme
    Maret 6, 2010 pukul 3:30 am

    Saya suka dengan tulisan ini..too much love will kill you..walaupun saya memiliki situasi yang berbeda tapi kata-kata ini pernah saya kemukakan..lagunya Queen..hehe

    Saya selalu setuju dengan pandangan ke depan bahkan saya selalu menerapkan..tetapi ternyata banyak cewek yang kadang punya sindrom untuk itu..merasa belum siap untuk berpikir atau bla..bla..bla…hikshikshiks. dan saya diputus salah satunya karena hal ini..aneh bukan…hehe

    • Alfan F
      Maret 6, 2010 pukul 4:13 am

      ha ha ha ha… iya. Terkadang banyak perempuan lebih suka alon-alon asal kelakon.

  2. Juni 13, 2010 pukul 5:22 am

    Wah saya baru tau nih ada penyakit kejiwaan kea gini.hehe iya bener juga sih tapi aku kira ini ga menganggu kejiwaan loh malah aku kira yah cuma aga sdikit “lebay” aja kali yah? hehe nice kawan🙂

    • Alfan F
      Juni 13, 2010 pukul 5:41 am

      kalo sudah akut…. akan sangat mengganggu. saya contohnya ha ha ha ha (curcol)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: