Beranda > nostalgia > Diwarnai Kericuhan, Arema Tundukkan Persela 2-1

Diwarnai Kericuhan, Arema Tundukkan Persela 2-1


Malang – Diwarnai perkelahian antarpemain dari kedua kesebelasan, tuan rumah Arema Indonesia berhasil menundukkan Persela Lamongan 2-1 dalam lanjutan Indonesian Super League di Stadion Kanjuruhan, Selasa (4/5/2010.

Persela mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Sebuah kerja sama Samsul Arif dengan Jimy Suparno sempat membingungkan pemain belakang tim tuan rumah, tapi tidak sampai membuahkan gol.

Serangan gencar yang dilakukan anak-anak Lamongan baru berhasil di penghujung babak pertama, persisnya di menit 44. Samsul Arif memporakporandakan pertahanan Arema dan tendangan kerasnya mengoyak jala Kurnia Meiga.

Di babak kedua permainan lebih terbuka. Arema mengubah strategi dengan masukkan Dandy Santosa sebagai pengganti M. Fahruddin.

Hasilnya, di menit 60 “Singo Edan” menyamakan kedudukan melalui Cmelo Roman. Umpan silang Esteban Gullien dari sisi kiri jantung pertahanan Persela, dikontrol Roman dengan dadanya, dan ia melanjutkannya dengan tembakan kaki kanan yang menghujam gawang lawan.

Selang dua menit kemudian Roman kembali membobol gawang Persela melalui serangan balik yang cepat. Dari luar kotak penalti, pemain bernomor punggung sembilan itu menyepak bola dan menaklukkan kiper Dedy Iman.

Di menit 66 Arema berkesempatan memperbesar keunggulan dari titik putih, menyusul pelanggaran FX Yanuar terhadap Noh Alam Shah. Akan tetapi Pierre Njangka yang bertindak sebagai algojo gagal menuaikan tugasnya dengan baik.

Di menit 70 terjadi insiden memalukan. Peristiwa bermula ketika pelatih Persela Hartono Ruslan menarik keluar Sukadana untuk digantikan oleh Dicky Firasat. Tiba-tiba Noh Alam Shah yang berada di dekat FX Yanuar tersungkur di tanah. Secara jelas terlihat sebelumnya pemain belakang Persela itu menyikut muka Noh.

Melihat rekan senegaranya tersungkur, M. Ridwan berupaya mendekati Yanuar. Namun, usaha itu dapat diredam oleh para pemain lain. Wasit Okky Dwi Putra memimpin pertandingan langsung memberikan kartu merah terhadap kedua pemain.

Di saat keduanya berjalan keluar, insiden kembali terjadi. Noh Alam Shah langsung menendang punggung Yanuar yang berjalan menuju ruang ganti. Aparat keamanan berada di lokasi langsung berusaha melerai dan meredam emosi para pemain lain. Akibat insiden itu pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

Untuk kembali memulai pertandingan wasit asal Bandung ini berdiskusi dengan kapten kedua kesebelasan dan meminta mereka menjaga emosi rekan-rekannya.

Insiden ini seperti ulangan pada pertemuan pertama mereka di Lamongan. Ketika itu Noh Alam diganjar kartu merah karena terprovokasi pemain-pemain tuan rumah.

Kemenangan ini membuat Arema mengamankan jalannya menuju tangga juara. Tim asuhan Robert Albert ini tetap memimpin klasemen sementara dengan nilai 63 dari 30 pertandingan, unggul enam poin dari tim peringkat dua, Persipura Jayapura.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: