Beranda > olahraga, piala dunia, sepak bola > Paraguay dan Slovakia Melaju ke 16 Besar

Paraguay dan Slovakia Melaju ke 16 Besar

Paraguay Rajai Grup F

VIVAnews – Paraguay akhirnya lolos ke babak 16 besar setelah bermain imbang 0-0 kontra Selandia Baru di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, 24 Juni 2010.

Paraguay dipastikan lolos setelah mengantongi lima poin dan menjadi juara Grup F. Sebab, pada pertandingan lain Grup F, Italia kalah 3-2 dari Slovakia.

Dengan demikian, dua tim dari Grup F yang lolos adalah Paraguay dengan lima poin dan Slovakia menjadi runner up dengan empat poin.

Menghadapi Selandia Baru, Paraguay terus tampil menekan sejak menit awal. Namun, pada babak pertama kedua tim hanya bermain imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Paraguay terus menciptakan peluang. Lewat Roque Santa Cruz terus berupaya untuk menciptakan gol.

Namun, tekanan yang dilakukan Cruz pada menit ke-75 gagal merobek gawang Selandia Baru yang dikawal Mark Paston. Cruz yang sudah berhadap-hadapan dengan Paston gagal melesakkan bola ke gawang Selandia Baru.

Sementara Selandia Baru mencoba keberuntungan di menit-menit akhir. Tapi peluang yang di dapat penyerang Shane Smeltz gagal membawa Selandia Baru ke babak selanjutnya setelah tandukan kepalanya hanya mengarah ke sisi kanan gawang Paraguay yang dijaga Justo Villar. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.

Susunan pemain

Paraguay: 1-Justo Villar; 4-Denis Caniza, 5-Julio Cesar Caceres, 14-Paulo Da Silva, 3-Claudio Morel, 13-Enrique Vera, 15-Victor Caceres, 16-Cristian Riveros, 9-Roque Santa Cruz, 18-Nelson Valdez (10-Edgar Benitez 66′), 7-Oscar Cardozo (19-Lucas Barrios 66′).

Selandia Baru: 1-Mark Paston; 4-Winston Reid, 6-Ryan Nelsen, 5-Ivan Vicelich, 19-Tommy Smith, 3-Tony Lochhead, 11-Leo Bertos, 7-Simon Elliot, 10-Chris Killen (22-Jeremy Brockie 79′), 14-Rory Fallon (20-Chris Wood 67′), 9-Shane Smeltz.

Slovakia Singkirkan Juara Bertahan Itali

VIVAnews – Tim debutan Slovakia secara mengejutkan berhasil menyingkirkan juara bertahan Italia pada Piala Dunia 2010. Azzurri angkat koper setelah kalah 2-3 dalam laga pamungkas Grup F, Kamis, 24 Juni 2010.

Bertanding di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Slovakia berhasil membobol gawang Italia pada menit ke-25. Robert Vittek menjebol gawang Azzurri dan membawa timnya unggul 1-0. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Italia mencoba mengejar ketertinggalannya. Untuk meningkatkan daya dobrak timnya, Pelatih Italia, Marcelo Lippi pun menurunkan Andrea Pirlo yang dalam dua laga hanya menghuni bangku cadangan.

Masuknya Pirlo memang membuat serangan Italia lebih tertata. Sayang, serangan yang dibangun belum mampu membuahkan gol.

Sebaliknya pada menit ke-73, Vittek justru berhasil menjebol gawang Italia. Vittek mencetak gol kedua usai memanfaatkan umpan silang dari Marek Hamsik. Skor 2-0 untuk keunggulan Slovakia.

Skor ini tak bertahan lama. Pada menit ke-81, Antinio Di Natale berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Di Natale berhasil memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Fabio Quagliarella.

Di Natale kembali menjebol gawang Slovakia pada menit ke-85. Sayang hakim garis lebih dulu mengangkat bendera dan wasit Howard Webb menganulir gol tersebut. Skor tetap 2-1 untuk keunggulan Slovakia.

Pada menit ke-89 pendukung Italia kembali dipaksa gigit jari. Pasalnya, pemain Slovakia, Kamil Kopunek kembali menjebol gawang Italia dan merubah kedudukan menjadi 3-1.

Di masa injury time,     F. Quagliarella kembali memperkecil ketertinggalan Italia menjadi 2-3 setelah tendangan spekulasinya gagal dibendung oleh Mucha. Skor ini bertahan hingga laga usai.

Hasil ini membuat Slovakia lolos ke babak 16 besar dengan koleksi 4 poin dari 3 laga. Slovakia menemani Paraguay yang berhasil menahan imbang 0-0 Selandia Baru di laga lainnya.

Sementara itu, kekalahan ini membuat Italia harus angkat koper dari Afsel. Azzurri hanya menempati peringkat paling buncit klasemen akhir Grup F dengan koleksi dua poin dari 3 laga.

Susunan Pemain
Slovakia: 1-Jan Mucha-KK; 2-Peter Pekarik-KK, 3-Martin Skrtel-KK, 16-Jan Durica, 5-Radoslav Zabavnik, 6-Zdeno Strba/Kamil Kopunek (87′), 15-Miroslav Stoch, 17-Marek Hamsik, 11-Robert Vittek-KK/Martin Petras (90′), 19-Juraj Kucka, 18-Erik Jendrisek

Italy: 12-Federico Marchetti; 19-Gianluca Zambrotta, 5-Fabio Cannavaro-KK, 4-Giorgio Chiellini-KK, 3-Domenico Criscito/Christian Maggio (45), 22-Riccardo Montolivo/Andrea Pirlo (56), 6-Daniele De Rossi, 8-Gennaro Gattuso/Fabio Quagliarella (45)-KK, 9-Vincenzo Iaquinta, 7-Simone Pepe-KK, 10-Antonio Di Natale

  1. Juni 25, 2010 pukul 4:28 am

    italia apes……padahal ane berharap banyak sama italia……ternyata malah gagal.
    tapi kiper dari slovakia,melakukan tindakan yang ga perlu…….

    mampir balik yah :

    http://bang-somad.blogspot.com/

    • Alfan F
      Juni 25, 2010 pukul 4:39 am

      Kalo menurut saya, Itali gagal krn mereka belum pecaya diri untuk meremajakan para pemainnya. Padahal di level klub banyak talenta berbakat namun dengan alasan pengalaman malah tidak diangkut oleh Lippi. Mungkin dengan kejadian ini tim Azzuri akan berbenah. Dan sungguh menarik untuk melihat wajah baru Itali di masa yang akan datang.

      Soal Slovakia memang agak disayangkan perilaku kiper mereka. Namun overall tetep Slovakia harus mendapat acungan Jempol. Mental bertanding mereka tidak habis walaupun bertarung dengan juara bertahan. Dan yang perlu jadi catatac, Slovakia adalah tim debutan. Dimana mereka baru menata liganya sekitar tahun 90an. Wow…. lalu bagaimana dengan negera kita yang sudah menata liga sejak era 70an? Knapa kalah sukses dengan Slovakia… he he he he

      Ok terima kasih kunjungannya. Nanti saya kunjungi balik

    • Alfan F
      Juni 25, 2010 pukul 4:39 am

      Kalo menurut saya, Itali gagal krn mereka belum pecaya diri untuk meremajakan para pemainnya. Padahal di level klub banyak talenta berbakat namun dengan alasan pengalaman malah tidak diangkut oleh Lippi. Mungkin dengan kejadian ini tim Azzuri akan berbenah. Dan sungguh menarik untuk melihat wajah baru Itali di masa yang akan datang.

      Soal Slovakia memang agak disayangkan perilaku kiper mereka. Namun overall tetep Slovakia harus mendapat acungan Jempol. Mental bertanding mereka tidak habis walaupun bertarung dengan juara bertahan. Dan yang perlu jadi catatac, Slovakia adalah tim debutan. Dimana mereka baru menata liganya sekitar tahun 90an. Wow…. lalu bagaimana dengan negera kita yang sudah menata liga sejak era 70an? Knapa kalah sukses dengan Slovakia… he he he he

      Ok terima kasih kunjungannya. Nanti saya kunjungi balik

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: