Arsip

Archive for Juli, 2010

Iklan Axis Ramadhan 2010 : Anak Makan Daun

Juli 23, 2010 19 komentar

Satu lagi iklan kreatif yang bikin terkekeh. Kali ini Axis adalah pelakunya. Iklan dibuka dengan adegan seorang pemuda kampung yang sedang asik mencat anak ayam. Sesekali dia mengganggu pejalan kaki yang lewat didekatnya.

Tak lama kemudian datanglah seorang anak keci yang sedang asing menjilat permen Lolly Pop. Si Pemuda jahil pun punya niatan busuk. Dia pun merampas permen dari tangan anak yang tidak berdaya tersebut. Setelah permen berhasil direbut sang pemuda pun tertawa bahagia dan menikmati hasil rampasannya itu.

Tiba-tiba Pak Kyiai yang kebetulan mengetahui perbuatan biadab sang pemuda langsung menegurnya. Pak Kyiai meminta pemuda itu untuk melihat hasil perbuatannya pada anak kecil tadi. Dan ternya sang Anak yang permennya dirampas tadi menjilati (bahkan memakan) daun untuk mengobati kekecewaan akbat permennya dirampas.

Sang pemuda pun menyesal. Dia berjanji pada Pak Kyai untuk merubah sikapnya (walaupun dalam tangisan penyesalannya dia menyempatkan diri untuk menjilat permen jarahannya itu).

Pak Kyai memiliki solusi cerdas untuk sang pemuda itu. Dia memberikan perdana AXIS sebagai sarana untuk menebar kebaikan. Gara-garanya di AXIS banyak bonus telpon dan sms.

Siang malam pemuda itu dengan bimbingan Pak Kyai menyebar kebaikan via sms. Dan rupanya tindakan ini membawa hasil. Beberapa preman segera meminta maaf pada korbannya tidak lama setelah menerima sms dari sang pemuda. 😀

NB:

Ternyata backsound yang dipake saat si anak kecil makan daun adalah karangan kreatif iklan Axis sendiri. Konon beberapa orang sedang melobi agar tuh lagu diluncurkan. Soalnya prospek dalam RBT-nya sepertinya menggiurkan. ho ho ho ho

Saksikan kelanjutannya di sini :

Iklan Axis Ramadhan 2010 (part 2)

Highligth Video Arema vs Persib di Babak 8 Besar

Gilas Persib, Arema Tatap Semifinal

VIVAnews – Satu kaki Arema Indonesia berada di semifinal Piala Indonesia usai melumat Persib Bandung 3-0 pada laga pertama 8 Besar Piala Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu 18 Juli 2010.

Tampil di depan puluhan ribu fans yang memadati Stadion Kanjuruhan, Arema tampil percaya sepanjang pertandingan. Bintang kemenangan Singo Edan pantas disematkan kepada kiper Kurnia Mega yang mampu dua kali menggagalkan penalti yang dieksekusi striker Persib Christian Gonzales.

Tiga gol tuan rumah baru tercipta di babak kedua melalui Rahmat Afandi menit ke-59, penalti kapten Pierre Njanka pada menit ke-69 dan gol pamungkas Dendy Santoso dua menit berselang.

Dengan kemenangan meyakinkan ini langkah Arema untuk menembus babak semifinal Piala Indonesia terbilang cukup ringan. Persib sendiri harus bekerja keras saat menjamu Arema di Bandung pekan depan, Kamis 22 Juli 2010.

Jalannya Pertandingan

Tampil tanpa kehadiran striker Noh Alam Shah membuat lini depan Arema terlihat tumput di babak pertama. Peluang emas didapat Arema melalui Roman Chmelo pada menit ke-32 ketika tendangannya masih membentur tiang gawang. Padahal posisi kiper Markus Haris Maulana sudah kalah posisi.

Menit ke-42, Persib mendapat peluang emas setelah mendapat hadiah tendangan penalti karena Pierre Njanka menekel Budi Sudarsono di kotak terlarang. Sayang, eksekusi yang dilakukan Christian Gonzales masih bisa ditepis kiper Arema Kurnia Mega.

Di awal babak kedua Persib mulai berani bermain terbuka. Dan tim Maung Bandung mendapat peluang mencetak gol melalui tendangan bebas Gonzales yang masih menyamping tipis di kanan gawang Kurnia Mega.

Arema akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui gol indah yang dicetak Rahmat Afandi. Memanfaatkan umpan silang yang dilepaskan Zulkifli Syukur, Rahmat berhasil melepaskan tendangan voli ke tiang kiri tanpa bisa diantisipasi Markus.

Tuan rumah berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-69 melalui penalti yang dilesakkan Pierre Njanka. Penalti diberikan wasit Jimmy Napitupulu menyusul handball yang dilakukan Gilang Angga saat menahan tendangan Ahmad Bustomi.

Dua menit berselang Singo Edan semakin menggila dengan berhasil mencetak gol ketiga melalui pemain pengganti Dendy Santoso. Masuk di babak kedua menggantikan M Fakhrudin, Dendy berhasil menusuk pertahanan Persib dari sayap kanan dan melepaskan tendangan dari sudut sempit yang menggetarkan gawang Markus untuk kali ketiga.

Keberuntungan benar-benar menjauhi Persib pada pertandingan ini setelah penalti kedua Gonzales pada menit ke-74 kembali diblok Kurnia Mega. Penalti diberikan setelah Irfan Raditya melanggar Budi. Namun, eksekusi Gonzales bisa dihentikan Kurnia Mega dengan kaki.

Arema berhasil mempertahankan keunggulan 3-0 hingga wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain:

Arema Indonesia (4-5-1): Kurnia Mega; Irfan Raditya, Pierre Njanka (Purwaka Yudi, 87′), Benny Wahyudi, Zulkifli Syukur; Juan Revi, Roman Chmelo, M Fakhrudin (Dendy Santoso, 56′), Ahmad Bustomi, M Ridhuan (Rony Firmansyah, 62); Rahmat Afandi.

Persib Bandung (3-5-2): Markus; Maman, Nova Arianto, Rene Martinez; Wildiansyah, Gilang Angga (Munadi, 81′), Atep, Hariono, Cucu Hidayat (Airlangga, 66′); Budi Sudarsono, Christian Gonzales.

Sekilas Soal Pergeseran Kiblat

Akhir-akhir ini banyak dibicarakan di media-media soal pergeseran kiblat solat umat Muslim. Yup… saya bilang pergeseran bukan pergantian. Kalo kiblat mah dari jaman syariat ini disempurnakan era Rasulullah 14 abad silam ya tetep disitu-situ aja, di Ka’bah. Nah… pergeseran ini bisa jadi disebabkan karena lempeng bumi senantiasa bergeser tiap saat. Jadi jangan kaget, kalo arah kiblat juga harus diupdate dengan berkala. Maklum orang ibadah kalo mendekati sempurna kan lebih berasa enak… tul gak?

Nah terkait soal tata cara mengetahui arah kiblat kita saya ambil langsung dari http://www.voa-islam.com/. Insya Allah yang nulis adalah orang yang ahli dibidangnya. Kalo saya yang nulis…. waduh bisa sesat ntar he he he he.

Monggo disimak :

Inilah Cara Meluruskan Qiblat 14-18 Juli Pukul 16.27 WIB

APAKAH arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat. Dan para pakar geologi menegaskan bahwa kiblat tidak akan bergeser karena gempa maupun pergeseran lempeng Bumi.

Apakah arah kiblat cukup ke BARAT, sebagaimana yang difatwakan oleh MUI beberapa waktu yang lalu? Jawabannya tentu TIDAK! Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan, karena saking mudahnya alias tidak sulit.

“Dan dari mana saja engkau keluar (untuk shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah : 149)

“Baitullah (Ka’bah) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR. Al-Baihaqi)

“Jika kamu mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat, lalu takbir, kemudian bacalah apa yang kamu hafal dari qur’an, lalu ruku’ sampai sempurna, kemudian i’tidal sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, kemudian duduk di antara dua sujud sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, lakukanlah yang demikian itu setiap rekaat.” (HR. Abu Hurairah)

…Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan karena saking mudahnya. Alatnya hanya jam dan tongkat atau seutas benang…

Dalam ajaran Islam, menghadap ke arah kiblat atau bangunan Ka’bah yang berada di Masjidil Haram adalah merupakan tuntutan syariah dalam melaksanakan ibadah tertentu. Berkiblat wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah Muslim. Menghadap kiblat juga merupakan ibadah sunah ketika tengah azan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.

Mengukur Arah Qiblat yang Murah, Praktis, Akurat dan Ilmiah

Lantas apakah bisa mengukur arah kiblat secara presisi dengan biaya yang murah? Jawabannya adalah BISA! Yaitu dengan menggunakan fenomena astronomis yang terjadi pada hari yang disebut sebagai yaumul rashdil qiblat atau hari meluruskan arah kiblat karena saat itu Matahari tepat di atas Ka’bah. Fenomena yang terjadi 2 kali selama setahun ini dikenal juga dengan istilah “Transit Utama” atau “Istiwa A’dhom.” Pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli 2010 Matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Istiwa, dalam bahasa astronomi adalah transit yaitu fenomena saat posisi Matahari melintasi di meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Setiap hari dalam wilayah Zona Tropis yaitu wilayah sekitar garis Khatulistiwa antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS posisi Matahari saat istiwa’ selalu berubah, terkadang di Utara dan disaat lain di Selatan sepanjang garis Meridian. Hingga pada saat tertentu sebuah tempat akan mengalami peristiwa yang disebut Istiwa A’dhom yaitu saat Matahari berada tepat di atas kepala pengamat di lokasi tersebut.

Hal ini bisa dipahami sebab akibat gerakan semu Matahari yang disebut sebagai gerak tahunan Matahari. Ini diakibatkan selama Bumi beredar mengelilingi Matahari sumbu Bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun Matahari terlihat mengalami pergeseran antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS. Pada saat nilai azimuth Matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadiIstiwa A’dhom yaitu melintasnya Matahari melewati zenit lokasi setempat.

Demikian halnya Ka’bah yang berada pada koordinat 21,4° LU dan 39,8° BT dalam setahun juga akan mengalami 2 kali peristiwa Istiwa A’dhom yaitu setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 waktu setempat dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 waktu setempat. Jika waktu tersebut dikonversi maka di Indonesia peristiwanya terjadi pada 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari.

…Konsep mengukur arah kiblat ini sangat sederhana. Pada tanggal 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB, matahari tepat berada di atas Ka’bah. Maka Posisi Matahari adalah Arah Kiblat, dan Bayangan Matahari adalah Arah Kiblat…

Konsepnya sederhana!

Konsep mengukur arah kiblat ini sangat sederhana.

1. Saat Matahari di atas Ka’bah maka semua bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah.

2. Pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 16:18 WIB dan 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB, Matahari tepat berada di atas Ka’bah

3. Posisi Matahari = Arah Kiblat

4. Bayangan Matahari = Arah Kiblat

Inilah cara menera (mengukur) arah Qiblat dengan tepat:

1. Penentuan arah kiblat menggunakan fenomena Istiwa A’dhomhanya berlaku untuk tempat-tempat yang pada saat peristiwa itu terjadi (tanggal 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB), dapat melihat matahari secara langsung.

2. Siapkan jam atau arloji yang sudah dicocokkan (dikalibrasi) waktunya secara tepat sesuai dengan radio, televisi, internet atau telepon ke 103.

3. Tentukan lokasi masjid, musholla, surau atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.

4. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter. Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.

5. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkan penyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’dhom(matahari di atas Ka’bah) sedang berlangsung.

6. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)

7. Tunggu sampai saat Istiwa A’dhom terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya

8. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.

9. Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla atau surau saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Semoga cuaca cerah.

10. Jika anda khawatir gagal karena Matahari terhalang oleh mendung (atau kendala lainya), maka toleransi pengukuran dapat dilakukan pada H-2 hingga H+2 (tanggal 14 sd 18 Juli 2010), dengan cara menambah 3 menit perhari sesudahnya (tanggal 17-18 Juli), dan mengurangi 3 menit per hari sebelumnya (tanggal 14-15 Juli).

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya lebih dikabulkan. Amin. [taz/voa-islam.com]

Dicuplik dari artikel “Rashdul Kiblat 2010” karya Mutoha Arkanuddin dalam rukyatulhilal.org.

Sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/07/15/8196/inilah-cara-meluruskan-qiblat-14-18-juli-pukul-16.27-wib/

NB : Mas bro dan Mbak Sis sekalian… kalo ada pertanyaan langsung ke website bersangkutan oke..??? Maklumlah kita bukan ahli fiqh dan mempost artikel ini murni sebagai informasi saja. Semoga bermanfaat.

Kategori:religi Tag:, , ,

Mana Duluan, Ayam atau Telur? (Mungkin) Ini Jawabnya!

Juli 15, 2010 3 komentar

Saat sarapan telur, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.

Para ilmuwan berhasil menjawab  salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris  menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

“Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya,  selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

“Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.”

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

“Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya.”

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

“Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis.”

Yang pertama dicari adalah, mengetahui ‘resep’ yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

“Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam.”

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. “Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan.”

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah ‘tukang bangunan’ tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. “Itu berati ayam ada duluan sebelum telur.”

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

“Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya.”

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa.  Penelitian ini juga berimplikasi medis.

“Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita  bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia.”


Uji Taktik dan Prediksi : Pragmatisme Belanda VS Total Football Spanyol

Ini merupakan final yang menarik. Mengutip dari perkataan Bung Koesnaini, “Saat Spanyol berhadapan dengan Belanda di final maka bersiaplah kita melihat TONTONAN”. Disebut tontonan karena kedua tim merupakan raksasa sepak bola Eropa dengan sejarah yang kuat, namun belum pernah memenangi satu gelar pun di Piala Dunia. Belanda pernah ‘hampir’ mendapatkan gelar ini pada 1974 dan 1978, namun di partai puncak mereka dijungkalkan oleh masing-masing Jerman dan Argentina. Sedangkan Spanyol selalu gagal bersinar di fase grup dan final Piala Dunia, walaupun saat kualifikasi mereka selalu jadi momok yang menakutkan bagi lawan-lawannya. Dengan demikian, baik Spanyol atau Belanda yang memenangkan pertandingan ini, maka mereka telah menjadi Juara Dunia untuk pertama kalinya.

Pragmatisme Belanda

Belanda pernah membuat mata dunia terpana dengan permainan super atraktif mereka di era Johan Cruyff saat 1974-1974. Saat itulah dunia mengenal istilah Total Football. Sebuah sistem sepakbola yang mengeksploitasi kemampuan dan kreatifitas para pemain untuk terus mengolah bola. Dengan demikian orientasi total football adalah menyerang dan menyerang. Dalam taktik ini pertahanan terbaik adalah menyerang lawan sampai tak berkutik dan frustasi.

Namun saat 2010, melihat asuhan Van Marwijk mungkin anda akan bertanya, “Apakah ini total football?”. Kalau anda bertanya seperti itu maka anda tidak keliru. Belanda di bawah asuhan Van Marwijk telah meninggalkan sistem sepakbola yang membesarkan nama Belanda di masa lalu itu. Dan justru saat meninggalkan ciri khas mereka, Belanda melaju ke final dengan mengkandaskan lawan-lawanya, termasuk sang musuh bebuyutan Brazil.

Ada banyak faktor kenapa Belanda meninggalkan kultur Total Football. Dan faktor terbesar adalah karena mereka sampai kini tidak pernah menjadi kampiun di ajang 4 tahunan ini. Bahkan setelah 1978 mereka lebih sering terjungkal.

Ada sebuah celah dalam Total Football Belanda. Sistem ini memberi ruang bagi masing-masing individu untuk bermain sangat demokratis (sesuai dengan karakter orang Belanda). Karena itulah dalam Total Football dituntut pemain super kreatif macam Cruyff, Gullit, Berkamp, hingga Clarence Seedorf. Namun keleluasaan pemain Belanda dalam bermain justru menyebabkan mereka lupa bahwa Sepak Bola adalah permainan tim. Karena kesatuan dan disiplin dalam teamwork kurang diperhatikan maka Belanda sering kehilangan tujuan permainan, menang dan menjadi juara pada akhirnya. Mungkin hal ini tidak berbeda jauh dengan kondisi politik mereka di masa lalu ha ha…

Kelemahan sistem inilah yang membuat van Marwijk dan punggawanya berfikir ulang untuk kembali menerapkan sistem yang sama. Julukan Juara tanpa Mahkota seperti menjadi sebuah gelar yang ingin mereka kubur dalam-dalam. Alhasil Belanda pun masuk dalam era ‘Pragmatis’. Kerja sama, tim, menang, dan juara.

Permainan Belanda yang berorientasi tim bisa kita amati dari permainan mereka sejauh ini. Memakai 4-2-3-1, dengan seorang van Persie sendirian di depan yang uniknya bukan penyerang murni. Robin Van Persie seolah berfungsi sebagai pembuka ruang gerak bagi 3 gelandang serang di belakangnya baik itu Sneijder, Robben dan Kuyt untuk bisa melakukan penetrasi dan mencetak goal. Dan hasilnya, pencetak goal terbanyak Oranje adalah seorang gelandang serang (Second Striker), Wesley Sneijder.

Kekuatan Belanda sebagai tim juga terlihat dari bagaimana padunya Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Mereka berdua merupakan pemain yang menonjol di klubnya masing-masing, Internazionale dan Bayern Munich. Tetapi saat berkostum Oranje, mereka menjadi sebuah kesatuan yang sangat merepotkan. Dan sekali lagi saya tekankan beginilah seharusnya tim. Mampu mengkombinasi dua Matahari dalam satu langit.

Spanyol, Barcelona dan Total Football

Spanyol saat ini tidak bisa dilepaskan dari cara bermain Barcelona. Walaupun Del Bosque merupakan mantan pelatih Madrid, tapi dia mengakui bahwa permainan terbaik di Spanyol adalah milik The Catalan. Karena itu del Bosque mengadopsi total gaya permainan Barcelona. Dari sisi pilihan pemain pun, Spanyol sangat Barcelona. Ketika David Villa mencetak gol kemenangan melawan Paraguay minggu lalu, ada 7 pemain milik Barcelona di lapangan pada saat itu: Carles Puyol, Gerard Pique, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Pedro Rodriguez dan Villa. Bahkan Cesc Fabregas mau tidak mau bisa dikaitkan dengan el Barca, karena pemain ini merupakan didikan mereka.

Barcelona sendiri merupakan tim dengan gaya permainan yang sangat “Belanda”. Dalam sejarah klub, hanya ada 4 arsitek yang melatih dalam 150 pertandingan. Rinus Michels (1971-1975 dan 1976-1978), Johan Cruyff (1988-1996), Louis van Gaal (1997-2000) dan Frank Rijkaard (2003-08). Sembilan dari 20 gelar La Liga mereka memenangkan di bawah manajemen Belanda.

Michaels merupakan kunci dari pewarisan gaya Oranje pada Barcelona. Dia adalah bapak Total Football Belanda, yang dibawanya juga saat menukangi Barcelona. Dibawah tangan dinginnya muncul pemain brilian, Johan Cruyff. Dimana Cruyff juga anak asuh Michaels di el Barca. Di kemudian hari Cruyff menukangi Barcelona dan membawa Frank Rijkard ke klub yang kelak juga menukangi The Catalan.

Manajer Barcelona saat ini, Pep Guardiola juga adalah asuhan Cruyff dan Van Gaal saat menjadi pemain. Suka atau tidak, Pep telah memberikan warna sepak bola ala Belanda pada pemain binaan asli Barcelona macam Xavi, Guardiola, dan Pedro Rodrigues, yang pada akhirnya warna permainan ini terbawa ke tim nasional saat mereka bermain di sana.

Barcelona pun kini telah menjadi tim yang paling konsisten menerapkan Total Football, lebih dari negara asalnya Belanda.

Dalam sebuah buku berjudul “Brillian Orange”, disebutkan apa yang menjadi kunci permainan Total Football,

“Ruang merupakan elemen unik dalam sepak bola Belanda… Total Football dibangun berdasar teori baru tentang fleksibelitas ruang… Michaels dan Cruyff mengeksploitasi kemampuan seorang pemain untuk merubah demensi dari lapangan sepak bola… mereka membuat pola serangan seluas mungkin, dan mengembangkan permainan dari sayap… saat kehilangan bola para pemain menekan kedalam hingga setengal lapangan, memburu bola, menjaga garis pertahanan 10 meter dalam zona mereka, serta memasang perangkap offside dengan agresif untuk mematahkan serangan lawan”.

Bisa jadi inilah gambara Barcelona. Fleksibelitas, mengembangkan permainan seluas mungkin, presing yang kuat, garis pertahanan jauh ke dean, serta perangkap offside yang agresif. Inilah gaya Total Football yang kemudian dibawa para punggawa Barcelona ke timnas Spanyol. Dan Spanyol dalam hal ini lebih baik karena memberikan sentuhan baru pada Total Football dengan tidak melupakan permainan tim serta tujuan akhir dari permainan.

Sekarang pertanyaan besarnya, kenapa dengan menerapkan Total Football, Spanyol justru kurang menggigit? Mereka hanya mampu menang dengan selisih satu goal. Bahkan kalah saat berhadapan dengan Swiss di laga pembuka. Ada dua faktor menurut saya kenapa La Fujia Roja tidak mampu menyarangkan banyak goal.

Yang pertama adalah lemahnya penyelesaian akhir. Spanyol sepanjang pertandingan selalu menyerang, dan menciptakan banyak peluang. Namun dalam penyelesaian akhir mereka seolah kurang dapat feel.

Yang kedua adalah soal kebingungan del Bosque dalam menyusun starting XI. Faktor kedua ini bisa jadi punya keterkaitan dengan faktor pertama. Villa sendiri di depan atau berduet dengan Torres? Lucunya saat Villa sendiri di depan, serangan Spanyol selalu deadlock. Tapi begitu Torres dipasang, Villa malah mampu memberikan tusukan dari kiri dan mampu mencetak goal. Sedangkan Torres seolah hanya menjadi penarik perhatian lawan dan tidak bisa mengembangkan permainannya dengan maksimal (selain faktor kebugaran tentunya).

Di sisi lain pilihan lini tengah Spanyol begitu bervariasi. Spanyol termasuk tim yang beruntung karena punya dua Game Maker nomor satu dalam satu tim, Xavi dan Fabregas. Namun mustahil memasang keduanya secara bersamaan. Karena keseimbangan tim akan dipertaruhkan.

Lepas dari dua faktor itu kita tetap harus mengacungi jempol permainan Spanyol. Selain Chile, mereka lah tim yang konsisten untuk menerapkan permainan atraktif.

Kesimpulan Awal

Final ini merupakan pertemuan dua tim dengan sejarah sepakbola yang baik. Keduanya akan berusaha meraih gelar juara pertama mereka.

Sangat ironi, bahwa Belanda akan menghadapi Spanyol yang justru mengadaptasi Total Football yang kini mereka tinggalkan.

Kalau Belanda menang, maka mereka boleh berbangga karena berani meninggalkan ideologi yang mereka anggap ‘usang’ dengan gelar juara di tangan. Namun bila kalah, sepertinya Belanda akan malu karena justru Spanyolah yang berhasil mengawinkan Total Football dan Juara Dunia untuk pertama kalinya.

UJI TAKTIK PERMAINAN

Sekali lagi pertempuran ini akan mempertumakan permainan Pragmatisme ala Belanda dan Total Football yang telah dimodifikasi ala Spanyol. Kedua tim sama-sama memadukan kerja sama tim yang solid. Dan pergerakan saat kehilangan bola akan menjadi titik tekan dalam taktik kedua tim agar mereka tidak tertinggal.

Spanyol akan meletakkan Xavi sedikit ke dalam untuk menjemput bola dari Bosquet. Agar serangan terjalin maka Iniesta bergerak dari sayap mengisi kekosongan yang ditinggalkan Xavi. Hal ini membuat permainan Spanyol akan cenderung ke pusat lapangan. Di lini tengah Belanda, Sneijder dan Robben merupakan pemain paling dinamis. Tapi mereka sangat lemah pada penjagaan bola, dan sangat buruk saat menjalankan peran pertahanan. Untuk itu mungkin mereka hanya berfungsi sebagai pembantu saat bola dikuasai pemain Spanyol.

Kunci penahan serangan Spanyol ada pada Van Bolel dan De Jong. De Jong berposisi lebih maju daripada van Bommel. Tujuannya agar dia bisa menganggu atau bahkan memutus aliran bola Spanyol yang mengalir secara singular (melingkar). Dan saat De Jong gagal, maka van Bomel yang menjadi tembok bagi gelandang-gelandang Spanyol di tengah.

Masalah lain akan muncul saat Iniesta melakukan penetrasinya dari sayap kanan. Saat itu terjadi maka van Bronchost akan mengawalnya. Hanya saja kebiasaan Bronchost adalah selalu menempel ketat lawannya. Hal ini akan riskan saat Iniesta mengambil inisiatif untuk bermain lebih ke dalam.

Solusinya ada pada Dirk Kuyt. Kuyt merupakan penyerang yang memiliki kemampuan bertahan baik. Dia bisa saja menahan laju Iniesta. Tapi perlu diingat bahwa fokus utama Kuyt adalah penjagaan pada Ramos yang sering overlap menusuk dari sisi kiri pertahanan lawannya.

Sementara itu, Robben akan menjepi Capdevill. Dan di sisi lain Sneijder akan menjadi momok bagi Bosquetdan Xabi Alonso, bahkan saat Spanyol menguasai bola.

Spanyo sendiri sepertinya lagi-lai akan kesulitan membuat keputusan siapa yang akan mreka pasang untuk mendampingi Villa. Torres, Villa, atqau Pedro. Namun mengaca dari pertandingan melawan Jerman, maka ada baiknya kalau Pedro yang dimainkan.

Pedro lebih efektif bermain dalam tim. Apalagi dia akan memainkan peran yang penting pada saat bertukar posisi degan Iniesta. Pertukaran Posisi ini menjadi penting untuk melemahkan konsentrasi pertahanan Belanda yang dimotori van Bronchost.

Kritikan terbesar perlu dialamatkan pada lima gelandang Spanyol. Mereka erlalu bermain memusat di tengah. Lebar lapangan kurang tergarap dengan rapi. Karena hal ini akan berbahaya mengingat Belanda punya dua pemain bergenre sayap murni. Boleh jadi Belanda akan punya inisiatif untuk lebih bertahan. Namun saat bola dikuasai oleh mereka, Spanyol harus siap bertarung di lebar lapangan.

Kalau ingin juara Spanyol harus mengubah permainan Total Football mereka menjadi lebih menghasilkan. Karena 6 gol mereka sejauh ini sangat mengenaskan. Karena bila Spanyol nanti menang lagi-lagi dengan sebiji goal mereka akan tercatat sebagai juara dengan produktifitas goal terminim (walaupun konsep sepakbola mereka adalah menyerang).

Iniesta dan Pedro harus lebih menyerang. Goal dalam pertandingan ini begitu penting. Mereka perlu belajar bagaimana proses goal Robinho ke gawang Belanda. Karena Iniesta dan Pedro punya kesamaan posisi dan naluri dengan Robinho.

Prediksi :

Spanyol mungkin lebih diunggulkan. Ingat mereka adalah kandidat juara dalam turnamen ini. Selain itu titel Juara Eropa 2008, menjadi poin penting kenapa Spanyol sangat diunggulkan.

Namun sejauh ini efektifitas permainan Belanda lebih baik daripada Spanyol, walaupun mereka bukan favorit juara.

Dan kesimpulannya berdasarkan pertandingan-pertandingan sebelumnya kemungkinan Belanda akan lebih punya peluang merebut gelar juara.

Namun…. soal tekad Spanyol lebih punya tekad. Kekalahan mereka dari Swiss justru memunculkan karakter pantang menyerah di pertandingan berikutnya. Dan biasanya tim seperti inilah yang muncul sebagai pemenang.

Belanda vs Spanyol = 55:45

Spanyol Bertemu Belanda di Final

VIVAnews – Spanyol menyusul Belanda lolos ke final Piala Dunia 2010. Artinya   nanti akan muncul juara baru karena kedua tim belum pernah menjadi pemenang.

Bagi Spanyol, mereka bahkan belum pernah lolos ke final Piala Dunia. Rekor terbaik La Furia Roja adalah lolos ke semi final. Kejadiannya sudah sejak lama, 1950 atau 60 tahun yang lalu.

Sementara Belanda lebih berpengalaman. Oranje sudah dua kali lolos ke final. Namun selalu gagal. Pada 1974 Belanda kalah dari Jerman dan empat tahun kemudian kalah dari Argentina. Kedua musuh Belanda itu adalah tuan rumah.

Hingga saat ini baru tujuh negara yang berhasil menjadi juara Piala Dunia. Mereka adalah Uruguay (1930, 1950), Italia (1934, 1938, 1982, 2006), Jerman (1954, 1974, 1990), Brasil (1958, 1962, 1970, 1994, 2002), Inggris (1966), Argentina (1978, 1986) dan Prancis (1998).

Jerman dan Spanyol Bertemu di Semifinal

Juli 4, 2010 1 komentar

Jerman Bantai Argentina

VIVAnews – Jerman berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2010 usai menyingkirkan Argentina, Sabtu, 3 Juli 2010. Di babak perempatfinal ini, Jerman menang dengan skor telak 4-0.

Bertanding di Green Point, Cape Town, Jerman sudah memimpin saat laga baru berjalan 3 menit. Adalah Thomas Mueller yang membuka gol kemenangan Tim Panser lewat kerasnya tandukannya.

Argentina mencoba bangkit. Pasukan Diego Maradona mulai meningkatkan tekanannya ke pertahanan Jerman. Namun hingga babak pertama usai, Jerman tetap memimpin 1-0.

Di babak kedua, Jerman kembali tertekan. Sayang, serangan yang dilancarkan Lionel Messi cs tak mampu menembus barisan pertahanan Jerman.

Sebaliknya, Jerman justru berhasil menggandakan keunggulannya lewat Miroslav Klose pada menit ke-68. Enam menit berselang,  Arne Friedrich berhasil membawa Jerman unggul menjadi 3-0.

Argentina coba mengejar ketertinggalannya. Namun alih-alih ingin mencetak gol,  gawang Tim Tango kembali kebobolan pada menit ke-89 lewat kaki.

Klose mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan Mesut Ozil sekaligus membawa Jerman unggul 4-0. Skor ini  bertahan hingga laga usai.

Spanyol Menang Dramatis Atas Paraguay

VIVAnews – Spanyol berhasil melaju ke babak semifinal setelah berhasil menaklukkan Paraguay 1-0 lewat gol semata wayang David Villa. Spanyol akan menantang Jerman di semifinal Piala Dunia 2010.

Bertanding di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Minggu 4 Juli 2010, Paraguay hampir membuat kejutan saat pertandingan baru berjalan satu menit. Aksi Oscar Cardozo hampir mengancam gawang Iker Casillas. Sayang sontekan striker Paraguay ini masih melenceng.

Spanyol mulai mendominasi pertandingan. Peluang pertama La Furia Roja datang di menit 7 lewat tandukan Sergio Ramos memanfaatkan umpan Xabi Alonso. Namun usaha bek Real Madrid ini masih melenceng.

Paraguay hampir membuat pendukung Spanyol terdiam saat Nelson Valdez berhasil menjebol gawang Casillas di menit 41. Beruntung wasit menganulir gol Valdez karena dianggap telah berdiri dalam posisi off side.

Memasuki babak kedua, Spanyol tetap mengendalikan jalannya pertandingan. Namun lagi-lagi Paraguay mampu membuat pendukung Spanyol cemas saat wasit Carlos Batres memberikan hadiah penalti kepada Paraguay di menit 59.

Penalti diberikan karena pelanggaran Gerard Pique terhadap Cardozo. Sayangnya Cardozo gagal memanfaatkan peluang Paraguay unggul setelah tembakannya dihentikan Iker Casillas.

Pada menit 61, giliran Spanyol yang mendapat hadiah penalti. Penalti ini diberikan setelah David Villa dilanggar Antolin Alcaraz di kotak terlarang. Xabi Alonso yang maju sebagai eksekutor sebenarnya berhasil menjebol gawang Justo Villar.

Namun wasit mengulang penalti Alonso. Dan dipercobaan kedua, giliran Villar yang sukses menghadang penalti Alonso. Kedudukan masih imbang 0-0.

Spanyol baru bisa menjebol gawang Paraguay di menit 82. Berawal dari serangan balik, Iniesta berhasil membawa bola sebelum akhirnya menyodorkan kepada Pedro yang langsung melepaskan tembakan.

Bola sempat membentur mistar sebelum akhirnya Villa sukses merebound bola sekaligus merubah kedudukan menjadi 1-0. Skor ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai dan sekaligus mengantar Spanyol ke babak semifinal.

%d blogger menyukai ini: