Beranda > olahraga, piala dunia, sepak bola > Paling Dramatis, Uruguay Singkirkan Ghana

Paling Dramatis, Uruguay Singkirkan Ghana

VIVAnews – Uruguay akhirnya mengamankan satu tiket ke babak semifinal usai menaklukkan Ghana lewat drama adu penalti. Setelah skor bertahan 1-1 hingga 120 menit, Uruguay akhirnya unggul adu penalti dengan skor 4-2.

Ghana mampu unggul 1-0 lewat gol Sulley Muntari di masainjury time babak pertama. Namun striker Uruguay Diego Forlan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 55.

Ya, duel ini pantas menjadi duel paling dramatis. Bagaimana tidak, Ghana sebenarnya berpeluang unggul 2-1 di akhir babak perpanjangan waktu andai tandukan Dominic Adiyiah tidak dihadang Luis Suarez yang harus menyelamatkan gawang dengan tangannya bak kiper.

Suarez mendapat kartu merah dan Ghana mendapat hadiah penalti. Namun Uruguay benar-benar tak ditakdirkan kalah, Asamoah Gyan yang menjadi algojo gagal mengeksekusi penalti setelah bola hanya membentur mistar.

Jalannya Pertandingan

Bertanding di Soccer City Stadium, Johannesburg, Sabtu 3 Juli 2010, Uruguay harus tertinggal lebih dulu lewat gol Sulley Muntari di masa injury time. Gelandang Inter Milan ini berhasil melepaskan tembakan keras yang gagal dihadang kiper Nestor Muslera.

Tak hanya itu, Uruguay juga harus bermain tanpa bek terbaiknya Diego Lugano yang mengalami cedera. Sebuah kerugian besar tentu tanpa pilar sang kapten yang harus digantikan Andres Scotti di menit 37.

Setelah jeda, Uruguay mencoba mengejar ketertinggalan. Usaha La Celeste membuahkan hasil saat pertandingan memasuki menit 55. Berawal dari pelanggaran John Pantsil kepada Jorge Fucille, Forlan yang mengeksekusi tendangan bebas berhasil menempatkan bola ke tiang jauh yang gagal dihentikan Richard Kingson. Skor sementara menjadi 1-1.

Kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Pada menit 57, Asamoah Gyan berhasil mengancam gawang Uruguay lewat tendangannya di dalam kotak penalti. Namun usaha itu mampu digagalkan Muslera.

Pada menit 77, bola hasil tendangan bebas Forlan berhasil disambut tandukan Luis Suarez. Sayang bola masih melebar dari gawang Ghana. Namun hingga 90 menit pertandingan skor tak berubah dan memaksa babak perpanjangan waktu.

Pada babak 2×15 menit, Ghana tampil menekan. Peluang demi peluang diciptakan tim besutan Milovan Rajevac. Dan peluang terbaik tercipta di akhir babak perpanjangan waktu. Ghana seharusnya tak perlu kalah dalam adu penalti andai tandukan Adiyiah tak ditepis tangan Suarez. Ini menjadi Tangan Tuhan Jilid II usai gol Diego Maradona di Piala Dunia Meksiko pada 1986 silam.

Wasit memberikan hadiah penalti kepada Ghana sekaligus mengusir Suarez dari lapangan. Namun Asamoah Gyan gagal menghindarkan The Black Stars dari drama adu penalti.

Laga harus dilanjutkan dengan adu penalti. Setelah Forlan dan Mauricio Victorino sukses, Ghana membalas lewat Asamoah Gyan dan Stephen Appiah. Saat Andres Scotti sukses, John Mensah justru gagal menaklukkan Muslera sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-2.

Harapan Ghana kembali terbuka saat Maximiliano Pereira gagal menaklukkan Kingson. Namun penembak keempat Ghana Dominic Adiyiah juga gagal. Dan kemenangan Uruguay akhirnya ditentukan lewat penalti Sebastian Abreau. Uruguay akhirnya menang 4-2.

Hasilnya Ghana gagal menyelamatkan wajah Afrika setelah tersingkir dalam drama adu penalti dengan skor 4-2. Dan Uruguay berhak menantang Belanda di babak semifinal.

  1. lukisanmoses
    Juli 3, 2010 pukul 2:57 pm

    he he he… tulisannya asik-asik. Menyenangkan sekali bacanya. Bravo.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: