Beranda > olahraga, piala dunia, sepak bola > Prediksi dan Uji Taktik : Argentina vs Jerman

Prediksi dan Uji Taktik : Argentina vs Jerman

Masih ingat dengan World Cip 2006? Baik itu goal, penalti, atau bahkan perkelahiannya?

Yang paling menarik dalam hal taktis adalah keputusan Jose Pekerman untuk menarik Juan Roman Riquelme menjelang akhir waktu normal, dan menggantikannya dengan Esteban Cambiasso yang punya orientasi untuk sebagai pemain bertahan. Dengan demikian, ia merombak skema 4-3-1-2 / 4-4-2 diamond, dan beralih 4-4-2 dasar yang sangat kaku. Alhasil Argentina dari 1-0, disusul menjadi 1-1, dan akhirnya menyerah pada adu pinalti.

Sayangnya dalam kompetisi kali ini kita tidak akan melihat Riquelme maupun Cambiasso. Namun tetap, Maradona akan dihadapkan pada kasus yang serupa. Haruskah dia mempertahankan skema saat menghadapi Korsel dan Meksiko- dengan 4-4-2 diamon atau menambah lebih banyak gelandang di lini tengah? Memprediksi jalan pikiran Maradona sangatlah sulit, ujar Joel Richard, seorangg pengamat sepakbola terkenal Argentina.

Saat ini di lini tengah Argentina, Juan Mascherano adalah pilihan utama Maradona. Mascherano didampingi oleh Maxi Rodrigus dan Angel di Maria pada kedua sisi. Mereka berdua telah memainkan peran sebagai gelandang bertahan dengan baik. Namun itu belum cukup, dan kemungkinan salah satu dari mereka akan diganti.

Kembalinya Juan Sbastian Veron adalah satu pilihan. Bersama Mascherano, dia akan menjaga bola di lini tengah dengan lebih baik, sebagaimana pertandingan melawan Nigeria.

Bila ternyata Maradona ingin bermain lebih defensif, maka Mario Bolati adalah sebuah pilihan alternatif. Bolati merupakan pengganti paling efektif dari sosok Cambiasso. Walaupun kemampuan maksimal pemain masih belum jelas karena penampilannya mengecewakan di Porto dan bermain jarang di Fiorentina, tapi dia adalah bagian squad utama dari Argentina. Dan yang terpenting Bolati merupakan penyeamat Argentina untuk lolos ke Piala Dunia 2010.

Komposisi di lini tengah akan menentukan, bagaimana trio Messi, Higuain dan Teves digunakan. Terutama untuk Teves, pada dasarnya pemain Mancester City ini sangat suka beroperasi di zona yang luas, di kedua sisi. Pada saat melawan Korsel dan Meksiko Teves bermain di sisi kiri. Namun menghadapi Nigeria, Teves bermain lebih ke kanan. Pada saatnya, Higuain akan berperan juga di sisi-sisi yang kosong. Dengan demikian pergerakannya membuat Messi atau Teves menjadi striker sementara  (lubang). Khusus untuk posisi Messi sendiri merupakan sebuah keunikan. Maradona memberinya kebebasan untuk bergerak dimanapun. ini mengacu dari apa yang dilakukan Maradona di masa silam.

Messi menjadi orang yang wajib dihentikan oleh para pemain Jerman. Tugas ini sangat rancu bila diberikan pada center-back. Karena itu hanya akan membuat Teves dan Higuain merajalela. Cara terbaiknya adalah memakai gelandang Bertahan untuk mengunci mati Messi. Bastian Schweinsteiger dan Sami Khedira bisa jadi adalah dua pemain yang akan bertugas mengawal Messi. Mereka telah menunjukkan penampilan yang luar biasa saat menghadapi Inggris. Namun masalahnya Schweini dan Sami Khedira belum pernah menghadapi pemain yang benar-beenar gelandang menyerang dalam empat pertandingan sebelumnya. Apalagi seseorang yang berbakat seperti Messi.

Namun Argentina pun memiliki permasalahan yang sama. Mereka harus berusaha menutupi gerak Mesut Ozil. Argentina hanya permain dengan satu gelandag tengah. Dan bila Mascheranho difokuskan untuk menjaga Ozil bukankah itu justru membuka celah bagi Khedira untuk mengembangkan permainannya.

Di depan Miroslav Klose, Lucas Podolski, dan Thomas Mueller akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Argentina yang cukup lamban. Ini akan menjadi PR besar bagi Maradona agar asuhannya tidak dipencundangi Jerman sebagaimana Inggris minggu lalu.

Dan pembahasan terakhir ada pada lini belakang. Posisi back kanan Argentina kemungkinan diberikan pada Otamendi. Pemain ini memiliki kecenderungan untuk bertahan lebih baik. Dan hal ini akan menguntungkan mengingat pergerakan duo wingback Jerman, Lahm dan Boateng sangat menakutkan. Namun siapa diantara keduanya yang akan menjadi penjaga Teves. Apakah Joachim Loew telah siap dengan ini dengan memerintahkan Lahm?

Catatan Dari Saya :

Mungkin sangat mengejutkan saat Maradona bilang bahwa kesuksesan tim-nya sejauh ini justru karena dia tidak memiliki taktik. Maradona menambahkan kalau saat eranya bermain dulu dia selalu bermain sesuai kehendaknya. Tidak pernah pelatih saat ini menyuruhnya harus begini atau begitu. Dan itulah yang mengantarkan dia dan Argentina di puncak karir pada 1986.

Namun Maradona harus ingat, bahwa kali ini yang dihadapinya adalah Jerman. Tim yang terkenal sangat taktis permainannya.

Lini belakang Argentina sedikit mengkhawatirkan bila harus menghadapi serangan-serangan cepat milik Jerman. Terkecuali Maradona telah menemukan formulasi tepat di gelandang tengah sehingga, tugas lini belakang bisa dicover.

Jerman sendiri bukan tanpa catatan. dari pertandingan sebelumnya, Jerman mudah bermain terlalu terbuka saat mereka unggul. Terbukti Inggris bisa saja menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol bila saja, tendangan Lampard dianggap masuk.

Siapa berpeluang menang? Secara teknis Jerman lebih berpeluang. Namun secara faktor non-teknis, sepertinya Argentina yang akan unggul.

  1. Juli 3, 2010 pukul 12:57 pm

    thnks prediksinya,,,,,
    mdah2han tim panser menang,,,,,

    knjungi jg blog saya :
    areeve

    blog detik

  2. Juli 4, 2010 pukul 6:44 am

    Ada benarnya juga kata Maradona.. Tp jaman kn dh berbeda..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: