Arsip

Archive for Januari, 2011

Iklan AXIS 2011 versi Pacar Kelewat Hemat (Pelit)

Januari 25, 2011 10 komentar

Iklan Axis is back. Setelah sukses dengan iklan “Nduk aer nduuk!!!”, kini mereka meluncurkan iklan hemat 60 menit versi terbarunya. Dan yang paling saya suka dari Axis adalah mereka tidak suka ikut arus beberapa kompetitornya yang lebih suka iklan dengan gaya “sindir-menyindir”.

Dalam iklan komersialnya kali ini, diceritakan seorang cowok yang kelewat hemat. Bahkan boleh dibilang sih dia cenderung pelit. Bagaimana tidak mulai dari makan cuma beli nasi putih doank sementara minuman dan lauknya minta punya temen. Saat pacaran pun gak kalah keterlaluan bakhil-nya. Pacarnya bahkan gak boleh pake AC mobil, sebagai gantinya disediakan kipas angin kecil tenaga baterei.

Ketika mobil mogok, si Pacar malah disuruh dorong (gak gentle banget kan?). Tak sampai disitu, isi bensin pun ternyata hanya 1/2 liter. Yah semoga karakter cowok edan seperti ini gak nular ke saya (walaupun urusan duwit saya lumayan pelit).

Serupa dengan konsep “Nduk Aer Ngul”, iklan ini juga bermaksud menyampaikan anda boleh hemat (pelit) di semua urusan kecuali nelpon, selama nelponnya pake Axis. Dikarenakan tarif dan bonusya yang bla bla bla bla (saya bukan pegawai dan pemakai axis, jadi liat saja sendiri iklannya).

Ok kawan-kawan cukup demikian. Selamat menunggu iklan gokil lainnya dari Axis.

 

Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan (Sebuah Tamparan Bagi Penegak Hukum)

Januari 15, 2011 1 komentar

Kasus Gayus memang benar-benar membuat banyak pihak jengah. Bagaimana tidak, penegak hukum kita seolah dipecundangi oleh terdakwa kasus penggelapan pajak ini. Dengan uang yang dimilikinya, Gayus dapat dengan bebas nonton tenis di Bali atau plesiran sampai ke luar negeri. Padahal statusnya adalah sebagai tahanan. Caranya tentu saja dengan menyuap pihak-pihak terkait.

Fenomena gayus dan ilmu SUAP yang dimilikinya ini, menggelitik seorang seniman bernama Bona untuk membuat lagu sentilan. Berangkat dari pengalamannya sebagai seorang napi, dia berusaha menyampaikan betapa tidak adilnya perlakuan hukum di negeri ini bagi si kaya dan si miskin.

Lagu ini sangat menarik karena iramanya yang dibuat easy listening dan mengikuti tren masa kini. Terlebih lagi suara Bang bone menurut saya mirip dengan suara vokalis ST12 atau D’Bagindaz he he he.

Tertarik untuk menyanyikannya, monggo kerso masdab ini klip dan liriknya :

Andai Aku Jadi Gayus Tambunan

Sebelas Maret
Diriku masuk penjara
Awalku menjalani

Proses masa tahanan
Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak

Seperti para koruptor
Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Tujuh Oktober
Ku bebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan
Wahai Saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan Engkau salah arah

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan pahit
Dalam hidup ini

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah

Pasrah akan keadaan

 

Iklan iPhone 4 2010 : Face Time

Januari 4, 2011 Tinggalkan komentar

Pada mulanya telefon seluler mungkin hanya bisa dinikmati oleh orang dengan kondisi fisik yang memadai saja. Tentu pada saat itu seorang tuna wicara tidak akan pernah berfikir apakah nantinya mereka butuh telefon genggam.

Sebenarnya permasalahan ini sudah teratasi oleh munculnya teknologi 3G yang disertai dengan maraknya HP dengan dual camera untuk video conference. Namun karena sosialisasinya yang separoh hati, akhirnya teknologi video conference melalui HP ini tidak terlalu booming (setidaknya bila dibandingkan dengan sms).

Langkah cerdas dibuat oleh Apple dalam memasarkan iPhone 4 dengan motto-nya “Face Time”. Dua kata yang simpel namun seolah menancap di benak orang yang mendengarnya. Yah… bandingkan dengan istilah video conference yang kalo menurut saya terlalu ‘berat’.

Dalam iklannya, iPhone menunjukkan bagaimana seorang tuna wicara juga bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang dicintainya, walaupun mereka terpisah jarak yang jauh. Tak perlu menggunakan suara yang menjadi titik lemah mereka, atau repot menulis sms. Mereka cukup berkomunikasi dengan bahasa isyarat melalui media video conference yang disediakan di produk Apple terbaru ini.

Begitu selesai melihat iklan ini, saya langsung antusias mencarinya di youtube. Sayang, saya tidak bisa menemukan videonya (versi televisi Indonesia). Namun saya malah menemukan iklan ini versi aslinya. Dan hey…. saya menemukan banyak hal baru di sini.

Tidak hanya menampilakan komunikasi sepasang kekasih yang tuna wicara, iklan ini juga menampilakan komunikasi seorang ayah pada istri dan anaknya; sepasang kakek-nenek dengan cucunya yang akan diwisuda; dua sahabat yang curhat soal gaun yang akan dipakai salah satunya; dan juga seorang tentara yang tengah bertugas harus berkaca-kaca matanya karena melihat USG kandungan istrinya.

Hal di atas menunjukkan, betapa iPhone 4 lebih dari sekedar alat untuk berkomunikasi. Setidaknya itu yang saya tangkap dari tayangan iklannya.

Catatan :

Saya bukan pegawai Apple ataupun telkomsel, jadi tidak ada maksud untuk mempromosikan produk dalam tayangan di atas. Saya hanya mengagumi iklannya… he he he he

 

Kategori:iklan Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: