Beranda > Tentang saya > Bunga Rasa Honda

Bunga Rasa Honda

wajah saya sensor atas permintaan para pelaku

Hidup tidak seindah cerita Cinderella, itulah pepatah yang tidak sengaja saya ciptakan saat merenung dibawah shower. Itupun juga muncul gara-gara mata saya pedes lihat timeline penuh dengan candaan-candaan para penderita SGM (Sindrom Galau Massal). Terutama sih bagi mereka-mereka yang jomblo atau sudah punya pasangan tapi belum menikah.

Memang sih di usia-usia seperti itu kebanyakan orang jadi labil dan gak jelas. Hal ini tak lepas dari kondisi di masyarakat kita sendiri yang rese banget suka nanya-nanya “kapan nikah?” ke sanak saudara dan kerabatnya yang terlihat belum nggandeng gebetan. Keliatan banget khan dari pertanyaannya kalo masyarakat kita suka noton infotainment? Padahal banyak loh pertanyaan yang lebih berbobot dan cerdas. Contoh : “Harga Ferrari berapa ya sekarang?”, “Eh jarak Malang-Jakrta dengan Jakarta-Malang sama ya?”, “Kapan nyalonin diri jadi presiden”, “Katanya situ temen deketnya Sun Go Kong ya?”, atau “Kapan ganteng…??”. Tuh khan, masih banyak banget pertanyaan yang berbobot dan kesannya gak basa-basi.

Dan rupanya aura kegalauan itu tak hanya tersebar di twitter saja. Tapi saat di dunia nyata saya masih melihat para tuna asmara dan jomblo-jomblo terlantar ini berbicara tak jauh dari topik yang saya dibahas diatas. Oh iya… sebelumnya orang yang sudah punya pacar tapi belum menikah tetep saya golongkan dalam kategori “tuna asmara”. Soalnya kalo belum diikat dalam ikatan pernikahan saya anggap masih saja rapuh dan bisa bubar kapan saja tanpa pemberitahuan.

Lanjut….. kembali ke nuansa kongkow-kongkow dengan beberapa teman alumni SMA 5. Ada dua orang teman saya sebut saja namanya Bunga Rasa dan Honda. Dua perumpaan itu saya ambil karena yang cewek punya nama seperti merk roti tawar yang cukup laris di toko-toko kelontong. Jadi namanya saya plesetkan nama roti lain yaitu roti gopek-an cap Bunga Rasa (Insya Allah gak kalah laris). Untuk yang cowok ini namanya cukup nyleneh, tapi kalo dilafadzkan mirip salah satu seri Honda yang populer di era 90-an, Honda Astrea.

Nah si Bunga Rasa dan Honda ini menurut kabar burung yang beredar, mereka sedang saling memberikan sinyal-sinyal ketertarikan. Cuma biasalah…. gengsi semua dan tidak ada yang berani memulai. Ini yang bikin gedeg. Terutama bagi oportunis sejati seperti saya yang suka banget ditraktir. Padahal si Bunga Rasa keesokan harinya sudah balik ke ibu kota. Kalo sampe mereka dead lock  hingga pukul 09.30, maka kesempatan untuk menikmati kopi di 14022 bisa gagal total.

Menghadapi dua insan manusia yang “Malu-Malu Kampret” model mereka, memang dibutuhkan campur tangan pihak lain. Awalnya saya pikir mereka malu jadi tontonan teman-temannya bila terjebak dalam situasi romantis, sehingga proses penembakan pun jadi hil yang mustahal. Saya dan dua orang lainnya sempat menawarkan untuk keluar sebentar sehingga si Bunga Rasa dan Honda bisa bicara dari hati ke hati. Tapi…. gagal.

Saya coba alternatif kedua yaitu sms-an saja…. eh tetep gak mau. Mungkin mereka malu sms-an karena tulisan mereka mirip ceker ayam, takutnya gak kebaca nanti. Ya sudahlah, daripada malah gak jadi saya putuskan membantu mereka. Scara tulisan saya cukup elok untuk dipandang.

Isi smsnya cukup simpel, dari hp si Honda saya kirimkan kalimat sebagai berikut :

*** mulai skrg kta jadian. Ok? Ga dbls berarti ya, dbls brarti setuju.

Nama pun saya sensor atas permintaan dari para oknum

Kemudian setelah sms sampai di hp si Bunga Rasa saya kirim balasan ke HP Honda :

Yo wis, ayo…. Cinta :p

itu mah bukan di sensor... cuman kameranya emang burem

Dan saya mulai detik itu, mereka jadi pasangan secara de Yuro. Secara de Facto mungkin akan menyusul belakangan. Yang penting 14022-nya itu dulu loh.

Hingga tulisan ini dibuat saya masih belum bisa membayangkan akan dibawa kemana hubungan mereka selanjutnya. Apakah kisah cinta mereka akan jadi mirip Cinta dan Rangga yang harus kejar-kejaran di bandara dan tertunda untuk saling memadu kasih selama 7 purnama (beneran 7 ya?). Ataukah justru menjadi seperti Bang Toyib yang 3 kali puasa dan 3 kali lebaran terpisahkan. Atau malah seperti Sri Minggat, dimana sang Bunga Rasa hilang entah kemana setelah beli trasi di warung dekat rumah Wak Kaji Solikin. Who knows??? Yang saya tahu hanyalah Gorgom masih mengancam, dan Ksatria Baja Hitam akan terus melindungi bumi. Dimana Syahrini masih suka bilang Alhamdulillah Yahhh itu sesuatu banget……… Fiuuuuhhhhh *merenung…. dibawah shower*

Kategori:Tentang saya Tag:
  1. citra
    September 4, 2011 pukul 11:13 pm

    you’re really really humoris..I Like it!Let loves growth with the way..thanks for the care..Thanks to God I have friend like you all…miss u all… Hope the friendship will be forever…amien..GBU

  2. Erlita
    September 5, 2011 pukul 2:18 am

    seu………ditunggu cerita berikutnya ya…………..

  3. September 5, 2011 pukul 10:45 am

    I’m serious!! You should be a novelist!!

    I hope “Bunga Rasa” and “Honda” will bring this relationship into reality😀
    Then quickly call 14022!!
    Hahahahahaaaaa…

    —- The time I’d spend with you guys.. is such a great time ever!! So grateful for having you all as my best friends!!—-

  4. September 14, 2011 pukul 12:09 pm

    keren ceritanya bang….salut🙂
    salam kenal ya bang bro:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: