Beranda > Tentang saya > Proud To Be Udik

Proud To Be Udik

Spongebob & Patrick vs Squidward

Micky tampak terbengong-bengon dengan gelas kecil didepannya. Dia seolah-olah tidak percaya dengan benda mengkilat itu yang berisi secepuk es krim berbentuk bola. Sesekali dia tampak galau……. gatel untuk menggaruk mbak waiters…. eh maaf memanggil mbak waiters maksudnya, demi untuk komplain terhadap apa yang telah dipesannya.

“Ji’….. beneran nih Afogatto? Gini doank 9 ribu? Mending es Dung-dung depan kos-kosanku, 10 ribu perak dapat sebaskom,” katanya bernada protes.

“Asyeeeeem…. Seharusnya di menunya dipajang gambar gitu kek, biar kita-kita gak ketipu,” Micky terus menggerutu.

Itu adalah salah satu pengalaman saya bersama teman saya Micky saat nyoba-nyoba nongkrong di café. Bukannya sok loh ya, tapi saat itu kita nyoba ke café dengan alasan pengen mencari suasana ngobrol yang beda. Pasalnya kami mau membicarakan soal keinginan kami untuk banting stir dari pegawai jadi pengusaha. Siapa tahu ntar di café, kita dapat inspirasi gitu deh.

Alhasil karena menurutnya harga yang tertera tidak sebanding dengan apa yang didapat, si Micky pun jadi manyun. Saking gregetannya dia sampai berusaha melumat sendok dan gelasnya sekalian. Biar gak mubadzir ujarnya.

Memang di jaman sekarang, kalau untuk urusan gaya hidup (atau yang bahasa maduranya Life Style) NONGKRONG, bisa dengan mudah menguras kantong siapa saja yang mengikutinya. Gimana tidak, es krim yang cuma seupil saja bisa menghabiskan puluhan ratusan ribu rupiah (BTW upilnya se es krim, kebayang gak, hidungnya segedhe apa?). Itu belum lagi kalau pas pengen ngemil, wuih bisa habis ratusan ribu sekali nongkrong.

Meeeeen…… ratusan ribu itu banyak loh. Okelah bagi ente yang tajir mungkin uang segini cuma recehan. Tapi bagi orang-orang lugu macam saya dan si Micky, duit segini sudah bisa dibuat macam-macam. Sebagai contoh nih ya, kalau untuk sekedar minum kopi, di angkringan kita cuma butuh 2500 perak. Plus jajan mungkin hanya menghabiskan tak lebih dari 10 ribu. Sisanya sudah bisa kita buat untuk beli kelereng, layangan dan ketapel…nah loh.

Udik, ndeso, katrok, kampungan mungkin salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan orang-orang model saya. Makan mesti nyari yang murah plus level kaki lima, gak betah pake AC, HP gak pernah up to date, bahkan saya baru sadar kalau saya gak bakat pake Lift. Kok bisa? Yup, saya sering mabok kalau naik lift. Kepala pusing, perut mual, dan badan seolah kaya melayang gitu. Mungkin bisa disebut inilah efek Lift Lag (saingannya Jet Lag).

Tapi kalau diselami lebih lanjut udik itu asik loh. Seasik masa awal punya pacar…. Mmmm…. Ya ya ya saya belum pernah pacaran. Knapa? Masalah buat Lo???? Kembali ke topik, intinya kadang anda perlu nyoba hal gila saat menjadi udik.

Sebagai contoh adalah Dugem. Eits….tunggu dulu…tunggu dulu!!! Bukan dugem yang dunia gemerlap yang kudu ajeb-ajeb di night club sambil gelengin kepala sampai mau copot. Dugem versi udik adalah DUNIA GEMBEL.

Bagi ente-ente yang pengen nyobain DUGEM gampang kok. Cukup bawa kardus bekas dari rumah, cari tempat nongkrong di pinggir trotoar yang asik. Saran saya sih yang jualan kacang rebus, tahu petis, atau angkringan jogja. Nah setelah itu tinggal gelar kardusnya, pesen makanannya, beres deh. Kalau misalnya ngantuk tingga tidur di atas kardus. Jangan salah cuy. Tidur diatas kardus itu jauh lebih anget daripada tidur di atas karpet. Gak percaya? Cobain!

Gimana dengan musiknya? Gak perlu khawatir. Di lesehan jalanan model begini selalu saja ada alunan musik. Memang bukan House Music sih. Tapi dangdut. Lagian dangdut koplo sama house music gak beda jauh kok. Sama-sama ngebeat dan asik kalo dibuat goyang. Bahkan koplo bisa di bilang lebih rame terutama soal efek tak tung tak tung tak tung, dan suara backing vocal yang gak capek-capek bilang “Buka Sithik…Josss”. Apaaaaaa maksudnya coba?

Jadilah udik, maka anda akan bisa melihat dunia dengan berbeda. Pernah lihat Spongebob? Coba perhatikan bagaimana Spongebob dan Patrick Star bisa menikmati tiap detik hidup mereka. Bahkan hanya karena maenan gelembung udara mereka bisa bahagia setengah mampus.

Hal berbeda saat anda melihat Squidward. Dia begitu perfeksionis, egois, dan sering meremehkan selera orang. So jadinya, mungkin karakter ini jadi karakter paling menyebalkan di serial kartun yang ditayangkan di Global TV ini. Squidward malah sering kehilangan kebahagiaan disaat dia melakukan aktivitas-aktivitas kesukaannya. Merasa pernah bahkan sering dalam posisi Squidward??? Anda harus mulai berfikir jadi udik seperti saya!

Iklan
  1. Mei 17, 2012 pukul 5:14 pm

    I needed to thank you for this good read!! I definitely loved every bit of
    it. I have got you saved as a favorite to check out new
    things you post…

  2. Juni 30, 2012 pukul 5:14 am

    Excellent effort on this important posting. I personally intend to come back to be able to look over way more
    of the superbly written articles..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: