Arsip

Archive for Maret, 2012

Yakin Mau Makan Masakan Korea???

Maret 11, 2012 17 komentar
Kimchi menemani Indomie Ayam Bawanng

Kimchi menemani Indomie Ayam Bawanng

Saya yakin banyak di antara kita yang sedang terserang demam Hallyu Wave aka Korean Wave. Dimulai dengan suka drama-nya, music-nya, hingga pesohor sana yang terkenal cakep-cakep. Saya sendiri walau punya perawakan bak debt collector, tapi hati saya tak kuasa menolak demam Korea ini ha ha ha ha.

Dan perlu saya akui bahwa gara-gara keseringan nonton drama dan variety show Korea saya jadi penasaran dengan beberapa kuliner negerinya SNSD ini. Sebut saja Kimchi, Tteokbokki, Kimbap, dll. Namun masalahnya hasrat saya untuk mencicipi masakan tersebut menemui kendala. Di kota saya, Bumi Arema, kuliner Korea belum ada yang jualan ternyata. So saya pun harus mengurungkan niat saya untuk icip-icip kuliner negeri gingseng itu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Tak bisa makan di resto korea saya pun nekat untuk bikin sendiri saja. Berdasarkan resep yang saya dapatkan dari Youtube saya mulai mencoba membuat Tteokbokki (kue beras pedas) dan Kimchi. Lagi-lagi saya mendapat rintangan di sini. Bahan-bahan masakannnya susah banget dicari di supermarket. Sebut saja Tteok (kue beras) dan Gokujhang (pasta cabe). Saya pun harus ngublek-ngublek internet lagi untuk bikin sendiri.

Setelah semua bahan tersedia, saya mulai membuat dua masakan ini atas petunjuk Bapak Haji Youtube. Dan setelah jadi, taraaaaa…… saat yang paling menegangkan pun tiba, mencicipi. Dan begitu mencicipi…. Jreng-jreng…. Rasanya maaaaaak, aduhai, dahsyat, luar biasa *sambil applause*….. BTW kok gini ya??? Jedhieeer.

Ok perlu saya akui bahwa rasa masakan ini tak sesuai yang saya bayangkan. Rasanya sengak-sengak, asem, pedes, asin, manis digabung jadi satu tanpa ada rasa gurih. Jujur kalo bisa dibilang saya cukup kecewa. Kalau untuk kimchi saya sih sebenernya berharap rasanya mirip lalapan sawi putih pake sambel terasi. Trus kalau tteokbokki saya berharap rasanya memper-memper Cilok legendaries di depan SMA 8 Malang.

Beda budaya beda pula standar rasa. Dan setelah saya browsing di internet memang standar masakan Korea memang gak jauh beda dengan apa yang telah saya rasakan. Hal itu banyak diungkapkan di forum-forum internet, jikalau lidah Indonesia kurang cocok dengan masakan Korea. Hal ini semakin diperkuat setelah saya mencoba juga beli Ramyun instan (mie instan korea) yang halal tentunya, dan rasanya mirip banget dengan hasil masakan yang pernah saya buat. Oh iya, ramyun instan ini kalo dibandingkan dengan Indomie, wah kalah jauh lah.

Setelah apa yang terjadi saya pun menyimpulkan bahwa masakan Indonesia jauh jauh jauh lebih asik dari masakan Korea. Bahkan gara-gara itu saya jadi mengurungkan niat buka Korean resto kelas kaki lima. Bolehlah saya jadi bias SNSD Taeyeon, Boram T-Ara, atau Jia Miss-A. Tapi urusan kuliner tetep Bakso Bakar, dan Mie Ayam Solo tetep the best.

Eh bentar-bentar…. Masakan Korea memang secara rasa kalah jauh dari masakan Indo. Namun kalau dilihat dari aspek kesehatan masakan mereka punya khasiat yang ciamik. Kimchi contohnya. Makanan pembuka ini kalau anda santap sedikit saja sebelum makan yang lainnya, maka lidah anda akan mampu merasakan masakan jauh lebih peka dari sebelumnya. Dan efeknya tidak itu saja. Pas besoknya pencernaan saya jadi lancar banget (sori…. Lancar  bukan berarti mencret loh ya). Jadi kesimpulannya rasa boleh kalah, tapi kalau mau sehat tidak ada salahnya anda coba masakan korea terutama yang berbasis sayur.

Sandal-Sandal pun Menjomblo

Trio Sandal Jomblo

“Maaak…. Sendalnya pada kemana semua?” tanyaku pada ibu sambil konsentrasi ngeker-ngeker rak sepatu. Gak tau ya… sudah dua minggu ini sandal jadi barang yang langka di rumahku. Alhasil kalau pas kebelet pipis atau BAB, mesti kudu kuat-kuat nahan panggilan alam yang sudah untup-untup.

“Ya di situ… cari aja yang tekun,” jawab ibuku simple. Mendengar sebuah jawaban yang tak pasti akan keberadaan sandal ini membuatku frustasi. Ibarat nembak trus jawabannya baru dikasih 3 purnama kemudian.

Aha… setelah beberapa menit sibuk memilah-milah sepatu dan sandal yang ada di rak sepatu akhirnya yang kucari ketemu juga. Sandal jepit khusus untuk ke kamar mandi. Eits….. tapi tunggu dulu ada yang aneh. Dari ketiga sandal yang kutemukan kenapa yang sebelah kiri semuanya? Tak punya pasangan……JOMBLO.

“Makanya buruan cari pasangan!!! Masa sandalnya jadi ketularan,” ujar ibu membuyarkan kebengonganku. Wuyuuuh….kenapa dari sandal nyambungnya jadi ke urusan asmara sih? Nasiiib-nasib.

Namun setiap kejadian pasti adalah hikmahnya. Saya sangat terharu dengan ketiga sandal ini yang sangat berempati pada tuannya. Benar-benar mereka jauh lebih punya toleransi dalam berasmara. Setidaknya saya jadi menilai mereka lebih baik daripada orang yang suka pamer kemesraan di depan manusia-manusia jomblo baik itu di ranah nyata maupun dunia maya.

Sebagai bentuk apresiasi dan balas budi saya pada sandal-sandal single tadi, terkadang saya pake bersamaan sebagai sepasang sandal walau mereka sejenis.….Hiyaaaaaaaa, sandalnya jadi Maho. Don trai dis et hom!!!!

%d blogger menyukai ini: