Beranda > Tentang saya > Sandal-Sandal pun Menjomblo

Sandal-Sandal pun Menjomblo

Trio Sandal Jomblo

“Maaak…. Sendalnya pada kemana semua?” tanyaku pada ibu sambil konsentrasi ngeker-ngeker rak sepatu. Gak tau ya… sudah dua minggu ini sandal jadi barang yang langka di rumahku. Alhasil kalau pas kebelet pipis atau BAB, mesti kudu kuat-kuat nahan panggilan alam yang sudah untup-untup.

“Ya di situ… cari aja yang tekun,” jawab ibuku simple. Mendengar sebuah jawaban yang tak pasti akan keberadaan sandal ini membuatku frustasi. Ibarat nembak trus jawabannya baru dikasih 3 purnama kemudian.

Aha… setelah beberapa menit sibuk memilah-milah sepatu dan sandal yang ada di rak sepatu akhirnya yang kucari ketemu juga. Sandal jepit khusus untuk ke kamar mandi. Eits….. tapi tunggu dulu ada yang aneh. Dari ketiga sandal yang kutemukan kenapa yang sebelah kiri semuanya? Tak punya pasangan……JOMBLO.

“Makanya buruan cari pasangan!!! Masa sandalnya jadi ketularan,” ujar ibu membuyarkan kebengonganku. Wuyuuuh….kenapa dari sandal nyambungnya jadi ke urusan asmara sih? Nasiiib-nasib.

Namun setiap kejadian pasti adalah hikmahnya. Saya sangat terharu dengan ketiga sandal ini yang sangat berempati pada tuannya. Benar-benar mereka jauh lebih punya toleransi dalam berasmara. Setidaknya saya jadi menilai mereka lebih baik daripada orang yang suka pamer kemesraan di depan manusia-manusia jomblo baik itu di ranah nyata maupun dunia maya.

Sebagai bentuk apresiasi dan balas budi saya pada sandal-sandal single tadi, terkadang saya pake bersamaan sebagai sepasang sandal walau mereka sejenis.….Hiyaaaaaaaa, sandalnya jadi Maho. Don trai dis et hom!!!!

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: