Beranda > Film > Skyfall : Gue Harus Bilang Wow Sambil Koprol

Skyfall : Gue Harus Bilang Wow Sambil Koprol

Saya bukanlah seorang penggemar James Bond. Karena bagi saya James Bond adalah penggambaran agen mata-mata paling absurd. Maniak sex, suka pamer (padahal katanya agen rahasia), dan terlalu tergantung dengan gadget canggih.

Namun pandangan saya mulai berubah saat Bond diperankan oleh aktor Daniel Craig. Gimana nggak? Tampang Craig yang terkesan bengis sejatinya malah cocok jadi villain-nya eh malah didapuk jadi agen yang terkenal doyan tampil perlente ini. Dan setelah nonton lewat keping VCD-nya di tahun 2006an, saya pun mulai merasa bahwa Bond ini asik juga diikuti. Walaupun saat itu saya masih menganggap Jason Bourne adalah film agen rahasia terbaik.

Dan di tahun 2012 ini, Bond telah masuk di film ke tiga pada era Craig. Judulnya cukup singkat, Skyfall. Bandingkan dengan dua seri terdahulunya Casino Royale (with Dono and Indro) serta Quantum of Solace (featuring Hadad Alwi), ok itu saya agak ngarang.

Skyfall jadi film Bond pertama yang saya tonton di bioskop. Namun awal adegannya membuat saya cukup cemas. Khawatir kalau film ini bakalan “datar”, membosankan, dan tidak punya kejutan. Setelah ini saya bakal spoiler abis. Bagi anda yang belum nonton sebaiknya jangan diteruskan bacanya.

Adegan Skyfall dibuka dengan pengejaran Bond pada orang yang mencuri harddisk berisikan data identitas seluruh agen NATO yang menyamar di jaringan radikal. Adegan kejar-kejaran ini mengambil latar belakang di Turki (grand Bazar serta atap-atap perumahan di Istanbul). Disinilah saya mulai agak sedikit kecewa karena setting lokasinya sama dengan Taken 2. Walaupun secara teknis berbeda tapi jadi merasa Deja Vu. Apalagi Skyfall dan Taken 2, nongol ditahun yang sama dengan selisih kurang dari dua bulan saja.

Tapi kekecewaan saya di awal sepertinya terobati pasca adegan Bond tidak sengaja tertembak oleh rekannya, Eve. Bond yang disangka mati akhirnya memulai kehidupan baru yang jauh dari hiruk pikuk dunia spionase.

Saat Bond menghilang, rupanya MI6 sedang digoncang oleh musuh tak terlihat. Kantor mereka diledakkan di siang bolong. Kejadian ini membuat Perdana Mentri memanggil M sebagai penanggung jawab MI6. Ditengah tekanan pemerintah dan ancaman musuh meningkat kepada MI6, beruntung Bond kembali dan berjanji akan mencari dalang dibalik caos yang melanda tanah Britania.

Tapi niat Bond kali ini tidaklah mudah. Dia harus berhadapan dengan penjahat cerdas dan super licik yang tak lain adalah mantan agen MI6, Raoul Silva. Silva bukanlah penjahat Bond tempoe doloe yang doyan menguasai dunia. Motif pria pirang ini cukup sederhana, dendam kepada bosnya dulu, M. Punya sifat bertolak belakan dengan Bond yang suka adu fisik, Silva lebih suka melakukan aksinya lewat keahliannya dalam komputer. Namun perbedaan karakter inilah yang membuat pertempuran keduanya jadi asik untuk diikuti.

Sam Mendes sang sautradara Skyfall memang telah memberikan warna yang baru pada film Bond ke 23 ini. Bond dibuat tetep dengan style khas galamornya di bagian luar, namun punya sisi rapuh di bagian dalam. Pendekatan model begini mengingatkan saya dengan Trilogi Dark Knight. Dan benarlah dugaan saya saat dalam sebuah wawancara, Mendes mengatakan Bond buatannya akan dibuat dengan pendekatan Batman ala Nolan. Kondisi ini juga semakin terlihat dengan “kegilaan” tokoh Silva yang diperankan Javier Bardem hampir punya rasa Joker versi Heath Ledger.

Skyfall juga menyajikan banyak hal yang tak terduga. Sepertinya munculnya tokoh Q yang digambarkan masih sangat muda dan rada nyiur melambai, dipakainya Aston Martin DB 5 yang merupakan mobil Bond di era Gold Finger, dan serta beberapa Jokes di beberapa bagian yang lucu sih.

Nilai plus juga harus saya tambahkan pada soundtrack Skyfall yang dibawakan oleh Adele. Soundtracknya Bond banget lah pokoknya. Selain itu teknik pengambilan gambar di film ini juga benar-benar memanjakan mata. Kemegahan tiap set tempat selalu ditampilkan dengan apik, mulai saat syuting di Turki, China, Inggris, sampai Skotlandia.

Mmmm…. bagi saya Skyfall adalah film Bond dimana saya memang harus bilang wow sambil koprol. 143 Menit durasi film ini telah membuat saya lupa kalo saya adalah penggemar Bourne (kompetitornya Bond). 8,5 dari 10 untuk nilainya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: