Beranda > gaya hidup, Tentang saya, Wisata > My Picnic Story (Chapter 01) : Bajulmati Beach

My Picnic Story (Chapter 01) : Bajulmati Beach

“Bayangin! Bayangin! Pasti keren kalau kalian yang cewe ke Pantai pakai gaun warna putih dengan topi kaya punya Ajeng…. berjalan di sepanjang pantai dan dihempas angin laut yang menggoda…. wiuuuuh kaya di film Korea.” ujarku pada Rijal, Lita dan Nora di hadapanku.

“Yah kalau mau putih pakai mukenah aja mas.” tiba-tiba Fila dari dalam kamar nyletuk seenaknya. Jujur banget ya, nih anak selalu bikin momen sentimentil jadi kacau gara-gara omongannya yang absurd ~__~”. Sekarang bayangin ke pantai pakai mukenah itu kaya apa jadinya?

“Ih mbak ajeng pake topi itu jadi kaya tukang ngamen.” Cletukan Fila makin semena-mena. Sontak Ajeng yang dari tadi sibuk memadankan sudut topi pantainya di depan kaca jadi uring-uringan.

Tapi walau suasana pagi yang cerah sedikit ternoda dengan omongan Fila, tetap saja ini hari yang menyenangkan bagi kelompok arisan kami. Karena hari ini Piknik ke pantai. Yuhuuuuuuu….

Sudah lama juga sih gup arisanku tidak bertamasya. Terakhir saat mas Maharf masih di Malang. Kalau gak salah itu sebelum puasa. Itulah kenapa begitu ada momen tanggal merah di kalender, kami kalap merencanakan piknik yang murah meriah.

Tak beberapa lama, Pepenk sebagai driver proffesional (pengen nyebut supir gak tega) datang membawa mobil rental yang sudah kami sewa sebelumnya. Berangkat dari rumah Ajeng, tujuh orang. Aku, Rijal, Pepeng, Lita, Ajeng, Fila dan Nora. Sementara Destria dijemput langsung di rumahnya dikarenakan alamatnya berada di City Side (Pinggiran he he he he).

Tujuan piknik kami kali ini adalah ke pantai Bajulmati. Salah satu pantai yang terletak wilayah Malang Selatan (kurang lebih 60 km dari Kota). Untuk mencampainya dibutuhkan sekitar 2 – 3 jam perjalanan dengan mobil atau 1,5 – 2 jam kalau pakai motor. Kondisi jalan yang ditempuh pun terbilang sangat baik. Hanya saja perlu sedikit kewaspadaan ekstra karena tikungannya meliuk-liuk kaya jogednya Inul Daratista….Bukak sithik joosssss (Oh please…..). Tapi ciyusss loh! Beruntung aku duduk di jok depan dan menguasai tape/radio mobil. Sehingga lagu yang diputar semuanya adalah seleraku ho ho ho ho. No Koplo, No Underground, No Women…. Nemeeeen. Yang lainnya sih sempat bete karena kebiasaanku yang suka mengganti-ganti musik seenaknya. Sori Guuuuyssss.

Sekitar 5 km (kalau gak salah….. ya bener) dari tujuan, terbentanglah jembatan Bajulmati. Jembatan seharga 35 Milliar lebih ini terbilang sangat keren. Yakin deh, siapapun yang lewat bakalan tergoda untuk foto-foto. Buktinya begitu sampai di jembatan ini, kami pun kalap jepret sana-sini dengan pose yang amat sangat unyu cetar membahana badai…. U la la.

Tak beberapa lama setelah puas mempermalukan diri di depan kamera, akhirnya kami sampai di Pantai Bajulmati. Ongkos masuk per orang Rp. 5000,- dan parkir mobil Rp. 5000,- juga. Termasuk murah untuk pemandangan pantai yang luar biasa indahnya.

Semilir angin pantai ini benar-benar membuat jantungku berdegup kencang. Entah darimana datangnya, tiba-tiba soundtrack serial drama Jepang Beach Boys serasa mengalun. Kubayangkan diriku bak Takeshi Sorimachi. Bedanya Takeshi Sorimachi punya perut sixpack, sementara sixpack-ku tertutup timbunan lemak…. #bedatipis.

Kulihat teman-temanku yang dalam perjalanan tadi sedikit ngantuk jadi kembali bergairah. Semua perlengkapan piknik kami keluarkan. Kami pilih spot paling asik untuk menggelar tikar biru milikku yang biasa dipakai ibuku untuk pengajian. Sementara itu Nora sibuk dengan kompor mini milik karang taruna Pandanwangi (Damn….. I love this Kelurahan) yang dia pinjam.

“Wooohooooooooo………….” si Lita teriak-teriak mirip Wiro Sableng. Mumpung gak ada mahasiswanya jadi dia gak perlu jaim, katanya. Karena profesinya sebagai Dosen menuntutnya untuk jaim, apalagi saat bangku perkuliahan. Saya sih mikir akan lucu juga kalau gak sengaja ada mahasiswa Lita tiba-tiba nongol dan menjumpai dosennya lagi heboh kaya gitu ha ha ha ha ha.

Perlu diakui Pantai Bajulmati ini punya pemandangan yang sangat indah. Suasananya gak terlalu ramai sehingga pantainya bisa terbilang bersih. Warna pasir yang coklat keemasan dikombinasikan dengan warna biru laut dan langit semakin mempercantik suasana. Karang-karang yang berdiri kokoh bak gerbang antar dimensi jadi satu panorama yang jarang ditemui di tempat lain. Walau ombak terbilang deras, tapi ada salah satu spot di bagian barat pantai yang nyaman untuk di buat berbincang. Dan disinilah aku dan teman-temanku saling berbicara dari hati ke hati. Biarlah masalah yang ada ikut tersapu ombak. Dan momen di Pantai Bajulmati ini akan masuk dalam salah satu cerita kami. Dimana anak cucu kami bisa menikmati betapa indahnya pertemanan kami.

Bentar…… di awal menulis agak gokil tapi akhir-akhir agak syahdu ya? Ha ha ha ha. Namanya juga hidup, harus ada variasi. Ini adalah piknik pertama kami. Mungkin belum sesempurna yang kubayangkan, tapi tetap jadi salah satu momen paling menyenangkan. Walau Nora dan Lita sewot dengan wajah mereka yang berubah belang, dan aku juga protes kenapa antara sesudah dan sebelum berjemur tetep saja hitam. I love this moment so much

  1. November 18, 2012 pukul 3:41 pm

    asyiik masuk di salah satu cerita di Alfan corner!! Kukasih pop mie deeeh! Tuh masih ada sisa piknik kmrn😛

    • Alfan F
      November 18, 2012 pukul 3:44 pm

      so yummy…yummy…..

  2. November 18, 2012 pukul 4:04 pm

    hahaha, keren-keren.. episode duanya ditunggu.. “kick alfan”😄

    • Alfan F
      November 18, 2012 pukul 4:09 pm

      Kira2 mas Maharf bisa muncul di chapter 2 gak?

  3. Nora
    November 18, 2012 pukul 10:13 pm

    Wihhhhhh…..
    Jd tambah terkenal nihhhh… *terkesan maksa banget*
    Akhirnya fauji mengakui jg klo suka ke karang taruna kel. Pandanwangi……

    • Alfan F
      November 19, 2012 pukul 2:03 am

      Suka kelurahannya Nor aku :p

  4. d3d3online
    November 19, 2012 pukul 1:59 am

    ada yang tau cara nahan pipis didalam mobil?? kayaknya aku butuh pencerahan tentang yang satu ini klo piknik lagi (“-_-)/|dinding toilet|

    • Alfan F
      November 19, 2012 pukul 2:06 am

      Kaya cinta dest…. Lebih baik pipis keluarin aja drpd di tahan-tahan :))))

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: