Beranda > Film, religi > Life of Pi : Pengalaman Spiritual Yang Menakjubkan

Life of Pi : Pengalaman Spiritual Yang Menakjubkan

Prolog : Kenapa Saya Nonton Life of Pi?

Cuy… udah nonton Life of Pi bagus gak?

Itulah pesan yang saya terima dari salah seorang teman di WhatsApp. Berhubung saya juga belum nonton akhirnya saya bales :

Ane juga belum nonton tuh. Tau deh….

Jujur saja saya sendiri baru tau ada film judulnya Life of Pi ya pas temen saya nanya tadi. Karena rada penasaran akhirnya saya cari-cari trailernya di Youtube. Scara gitu, gak afdhol kalo seorang yang SUFI (Suka Film) seperti saya sampai gak tahu kalau ada film baru nongol di bioskop.

Singkat cerita saya temukan trailernya di Youtube, dan tunggu dulu….

“Film India? India bul-bul?” Setidaknya itulah yang ada dalam benak saya begitu melihat trailernya. Mulai dari pemeran hingga setting cerita sepertinya memang ada di negeri Sharukh Khan itu.

Namun satu hal yang membuat saya penasaran sekaligus tertarik adalah Macan Bengali dalam cuplikan Life of Pi. Apa yang dilakukan seekor macan di perahu skoci? Pertanyaan inilah yang membuat saya tanpa pikir panjang langsung ke Dieng Plaza untuk nonton film ini.

Begitu sampai, saya langsung di sapa senyum manis si mbak penjaga bioskop (lihat senyumnya saya yakin si Mbak ini naksir berat ke saya :p ). Begitu saya memesan satu tiket, eh ternyata di monitor display terlihat baru sekitar 10 orang yang bakal nonton nih film. Gawat juga nih, saya jadi ragu, apa beneran Life of Pi ini film yang bagus.

Berhubung khawatir mengecewakan mbak yang (kayaknya) naksir saya tadi, ya sudahlah saya pesan satu tiket untuk menonton Life of Pi. Urusan ntar ternyata film-nya bagus atau jelek belakangan deh.

Tepat pukul 18.15 film ini dimulai. Saya ingat hari itu adalah hari Jumat (penting gak sih? Hehehehe). Saya memasuki bioskop pun dengan hati yang syahdu (karena baru patah hati). Eng ing eng…. Betulan cuman 10 orang yang nonton. Dan pas di barisan bangku yang saya duduki….. cuma saya yang duduk di situ (“._.)/|Dinding bioskop|.

Bismillah…… Mulai.

Film ini dibuka dengan alunan lagu relaksasi berbahasa India dengan menampilkan suasana kebun binatang yang indah. Woaaaahhhh……… opening credit ini langsung membuat saya jatuh cinta dengan film ini.

Tidak hanya berhenti di opening credit, tiap adegan dan dialog saya seolah membuat perhatian saya susah teralihkan.

SINOPSIS

Film ini sendiri bercerita tentang perjalanan hidup seorang Pi Patel. Saat kecil Pi hidup disebuah keluarga yang bahagia bersama Ayah, Ibu, dan kakaknya Ravi. Ayah Pi adalah seorang penganut paham matrealis. Ibunya walau penganut Hindu namun dalam beberapa aspek masih terpengaruh kuat oleh pemikiran sang Ayah.

Berbeda dari keluarganya, Pi sangat tertarik tentang Tuhan dan Agama. Sejak kecil Pi begitu senang dengan cerita tentang Dewa Krishna dan Wisnu. Di saat menginjak remaja Pi bertemu dengan seorang Pendeta Kristen. Tertarik dengan cerita penyaliban Kristus, Pi pun memeluk Kristen tanpa meninggalkan Hindu. Pun begitu saat mengenal tentang Islam, Pi juga tertarik tentang ajarannya yang universal. Lagi-lagi, dia memeluk Islam tanpa meninggalkan Hindu dan Kristen.

Namun kisah tentang keyakinan Pi pada Tuhan ini teruji saat keluarganya harus meninggalkan India karena krisis ekonomi pada saat itu. Hotel milik ayahnya terpaksa dia jual. Namun hewan-hewan yang dipelihara di hotel (yang juga kebun binatang), diputuskan untuk dijual di luar negeri karena harganya lebih mahal. Alhasil Pi sekeluarga harus pindah dari India dengan membawa hewan-hewan miliknya dengan kapal milik perusahaan Jepang.

Apa daya, dalam menuju Kanada, kapal yang ditumpangi Pi diterjang badai dahsyat hingga tenggelam. Pi selamat dengan menaiki skoci bersama seekor Zebra yang patah kakinya, Heyna, Orang Utan, dan Richard Parker. Richar Parker ini adalah seekor Harimau Bengali.

Karena masuk dalam lingkaran rantai makanan tentu saja Zebra dan Orang Utan ini dimangsa oleh carnivora semacam Heyna. Dimana Heyna ini akhirnya dibunuh oleh Richard Parker si Macan. Dan tinggalah Pi dengan seekor macan bengali di kapal skoci.

Sendiri di tengah samudra yang luas bersama seekor macan yang ganas tidak membuat Pi terpuruk. Dia menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

God, i give my self to You…..” Ujar Pi.

Pi mendapat sebuah pengalaman menakjubkan di tengah lautan bersama Richard Parker. Dua makluk yang seharusnya saling membunuh malah menjadi teman perjalanan karena situasi. Berbagi makanan, berbagi tempat, bahkan saling berbagi kesepian dan kesedihan.

Badai yang tak kenal ampun membuat skoci yang ditumpangi Pi dan Richard Parker terombang-ambing. Mereka tak memiliki apapun lagi untuk dimakan. Tubuh Pi dan Ridhard Parker semakin lemah, lunglai, tak berdaya. Mereka pasrah kemanapun ombak akan membawa skoci yang mereka tumpangi.

Tak disangka skoci yang ditempati Pi terdampar di sebuah pulau misterius. Namun disinilah Pi menemukan air untuk minum, dan makanan dari tumbuh-tumbuhan. Begitu juga dengan Richard Parker.

Saat malam tiba Pi mulai merasakan keganjilan pada pulau yang ditempatinya. Air jernih yang tadi dia minum memunculkan bangkai ikan yang sangat banyak. Pi semakin terkejut saat dia menemukan gigi manusia ada di bunga pohon yang dia tempati.

Merasa pulau ini adalah pulau yang aneh, keesokanya Pi mengajak Richard Parker untuk pergi sembari membawa bekal secukupnya.

Lagi-lagi Pi dan Richard Parker harus melalui perjalanan berat di lautan yang sangat luas. Sampai bekal makanan yang mereka bawa dari pulau misterius pun habis.

Setelah terombang-ambing di lautan hingga 227 hari Pi sampai di pantai meksiko. Kondisi badannya benar-benar sangat kurus dan lusuh saat itu. Pi berusaha sekuat tenaga untuk bisa sampai di pantai. Dan begitu sampai di pantai Pi sudah tak kuat lagi. Kesadarannya mulai menghilang. Di saat itu dia sempat melihat Richard Parker pergi meninggalkannya. Tanpa menoleh ke arah Pi, tanpa mengaum untuk menandakan perpisahan mereka. Pi sangat terpukul saat mengetahui Richard Parker pergi menghilang begitu saja.

All of life is an act of letting go but what hurts the most is not taking a moment to say goodbye.”

Cerita fantastis Pi ini lalu diceritakan pada seorang novelis atheis. Paman Pi-lah yang meminta sang novelis untuk datang pada Pi. Karena menurut pamannya, Pi punya cerita yang akan membuat sang novelis percaya pada Tuhan.

Namun selain cerita fantastis itu, Pi juga menceritakan versi lain dari kisahnya bertahan hidup di samudra. Tidak ada zebra, Orangutan, Heyna, ataupun macan bengali. Yang ada hanya sang pelaut (zebra), Ibu Pi (Orangutan), Juru masak yang licik (Heyna) dan Pi sendiri (macan bengali). Empat orang ini harus saling membunuh dan saling makan demi bertahan hidup di samudra. Dimana akhirnya Pi adalah orang terakhir bertahan hidup.

Pi menceritakan versi lain itu karena pihak pemilik kapal (asal Jepang), menginginkan ada kesaksian dari Pi yang masuk akal agar bisa diterima oleh perushaan asuransi.

Sang novelis pun bingung. Mana cerita yang sebenarnya. Pi lalu mempersilahkan novelis untuk memilih, “So wich story do you prefer?

The one with the tiger. That’s the better story”

Thank you… And so it goes with God”

It’s an amazing story,” ujar novelis sambil tersenyum.

Yang Bikin Film Ini Cetar Membahana Badai

Saya merasa inilah film terbaik yang pernah saya tonton di tahun 2012. Score-nya selalu nancep dan membawa suasana hati di tiap adegan. Sinematografi juga begitu indah. Saking indahnya mata saya sampai enggan berkedip untuk menikmati tiap adegan yang tersaji. Sayangnya saya nonton film ini bukan dalam format 3D. Yaaah…. coba di Malang ada bioskop 3D.

Akting Suraj Sharma sebagai Pi 16 tahunan benar-benar luar biasa di sini. Gak nyangka loh, doi baru pertama kali masuk tipi…. eh pilm.

Dan tentu saja bagian terkuat dari Life of Pi adalah ceritanya. Bayangkan 75% durasi film ini adalah monolog si Pi. Tapi walau demikian saya tidak bosan atau jenuh dengan tiap ucapan kata yang terlontar dari mulut Pi. Sangat filosofis, penuh makna, dan sarat akan pesan moral.

Salut buat Mr. Ang Lee deh yang menggarap film ini jadi cetar membahana badai. Konon kata temen saya yang pernah baca novelnya, Life of Pi ini adalah film yang jauh lebih bagus dari versi novelnya. Ang Lee berhasil membangkitkan beberapa adegan di novel jadi lebih luar biasa.

Pesan Moral Yang Saya Dapat Dari Film Ini

Kebanyakan orang menilai film ini dari sisi pluralisme-nya dimana Pi adalah penganut tiga agama sekaligus. Namun saya lebih menilai film ini adalah tentang bentuk kepasrahan hamba kepada Tuhannya. Saat Pi kehilangan keluarganya yang ikut tenggelam bersama kapal, lalu dia terjebak bersama harimau, Pi tidak lantas menyalahkan Tuhan. Dia malah menyerahkan nasibnya kepada kehendak Tuhan. Dia tetap akan berusaha sekuatnya untuk melihat apa yang diinginkan Tuhan dari kejadian yang menimpanya saat itu. Dan itulah yang justru membuat keimanan Pi kepada Tuhan semakin kuat. Walaupun selalu saja ada situasi-situasi sulit yang acapkali membuat Pi hampir putus asa.

Ada satu ucapan Pi yang menyentak hati saya dia meninggalkan pulau misterius. Saya lupa tepatnya namun secara garis besarnya seperti ini :

Di saat kita merasa Tuhan tak lagi peduli lagi kepada kita, maka di saat itulah sebenarnya Tuhan mengulurkan tangannya untuk membantu kita.

Tuhan selalu ada bagaimanapun kondisi kita. DIA selalu mebantu kita dengan rahmatNYA. Hanya kita yang belum memahamiNYA dengan utuh. Karena DIA selalu bekerja dengan cara yang misterius.

  1. rizalious
    Desember 13, 2012 pukul 2:35 pm

    nice… nice bro… !film ini memang penuh makna….

    • Alfan F
      Desember 13, 2012 pukul 3:55 pm

      tell me what do you see Rizal Parker???

  2. Desember 16, 2012 pukul 12:05 am

    aku nangis ~.~

    • Alfan F
      Desember 16, 2012 pukul 8:30 am

      Sama…. apalagi saat Pi mnceritakan kisah kedua

  3. Desember 17, 2012 pukul 5:41 am

    bisa baca sinopsisnya udah Alhamdulillah..

    • Alfan F
      Desember 17, 2012 pukul 6:20 am

      liat filmnya donk!! he he

      • Desember 17, 2012 pukul 7:08 am

        Iya nunggu DVDx.. Hehehe

      • Alfan F
        Desember 17, 2012 pukul 10:42 am

        ~__~ hadeuuuh

  4. vny
    Februari 25, 2014 pukul 2:26 am

    Saya baru taon 2014 ntn di dvd. Bnr2 film yg luar biasa. Saya setuju ini film terbaik yg perna saya tonton. Penuh makna dan berisi….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: