Beranda > Film > [Review] The Hobbit: An Unexpected Journey

[Review] The Hobbit: An Unexpected Journey

Pertama-tama perlu saya jelaskan bahwa saya bukan penggemar The Hobbit dan Trilogi Lord of The Rings baik film ataupun novelnya. Bukannya antis nih ya, tp memang pada dasarnya saya kurang tertarik sama film-film kolosal. Tapi gak ada salahnya juga saya mencoba mengomentari film yang merenggut 169 menit waktu saya di gedung bioskop ini.

The Hobbit : AnUnexpected Journey adalah film garapan Peter Jackson yang juga merupakan prequel dari Trilogi Lord of The Rings. Ceritanya bermula dari Erebor tempat para Dwarf / Kurcaci pimpinan Raja Thror tinggal. Erebor yang mulanya gemah ripah loh jinawi jadi luluh lantak karena serangan Naga Smaug. Kaum Dwarf pun terpaksa angkat kaki dari negeri Erebor dan menjadi bangsa nomaden.

Para Dwarf tidak ingin selamanya nasib mereka diombang-ambing seperti itu. Mereka berusaha merebut kembali tanah air mereka dari Naga Smaug. Dibawah pimpinan Thorin dan bantuan Gandalf sang penyihir, pada 12 pejuang Dwarf pun melakukan petualangan menuju negeri asalnya.

Perjalanan Dwarf ini kemudian melibatkan seorang Hobbit bernama Bilbo Baggins karena “terpaksa”. Bilbo sendiri merupakan seorang anti sosial dan tidak senang melakukan hal-hal yang berbau petualangan apalagi sampai mengorbankan nyawa. Tapi panggilan hati-lah yang kemudian membuat Bilbo ikut dalam an unexpected journey bersama 13 Dwarf dan Gandalf.

Dalam petualangannya mereka banyak menemui rintangan terutama dari kaum Orc. Kaum Orc ini adalah musuh bebuyutan para Dwarf. Malah raja kaum Dwarf mati di tangan pimpinan Orc.

The Hobbit : AnUnexpected Journey benar-benar memanjakan kita dengan efek fisual yang ciamik. Karakter rekaan terlihat begitu hidup dan nyata. Sementara lokasi pengambilan gambar yang memanfaatkan alam New Zeland turut memperkuat keindahan sinematografi film ini.

Jujur saya agak kecewa di bagian cerita. Sayang juga karakter Bilbo yang sedang berproses move on dari zona nyamannya kurang digali lebih dalam. Dan entah kenapa film ini terkesan seperti kejar target untuk menjelaskan tiap karakter “kunci”. Alhasil saya agak bingung juga fokus ceritanya mau ditaruh dimana.

Padahal dengan kalau dikaitkan dengan isu di dunia nyata, kisah karakter Bilbo ini bisa jadi nilai jual yang lebih kuat. From Zero to Hero.

Score dari saya : 6,5/10

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: