Beranda > Film, nostalgia > Shawshank Redemption : Jangan Pernah Berhenti Berharap

Shawshank Redemption : Jangan Pernah Berhenti Berharap

Tertarik dengan salah satu pembahasan dari akun @MoviegoersMLG tentang film-film bagus yang salah satunya Shawshank Redemption, akhirnya saya putuskan minjem vcd film ini di rental. Sebenarnya sempat khawatir sih karena dari hasil googling di yahoo, film Frank Darabont ini tergolong film lama. Tahun 1994 cing. Saya pas masih SD tuh. Beruntung di rental DVD Atlantis Borobudur, film ini masih tersedia.

Begitu lihat covernya saya langsung ingat kalau penjaga rentalnya waktu itu (2009) sempat menawarkan film ini pada saya. Tapi berhubung saya males lihat film yang settingannya penjara jadi gak kepinjem deh.

Menyesal, karena setelah baca-baca di berbagai website dan blo ternyata film ini film yang super duper bagus. Bahkan konon di IMDB film ini film dengan nilai terbaik. Yah gak apa-apa lah lebih baik terlambat.

Shawshank Redemption bercerita tentang seorang bankir bernama Andy Dufrasne (Tom Robbin), yang dipenjara karena didakwa membunuh istri dan selingkuhan istrinya. Hukumannya gak tanggung-tanggung, dua kali seumur hidup. Nah loh padahal hidup cuma sekali.

Andy ini kemudian dikirim ke penjara Shawsank. Tahu sendiri lah kehidupan penjara, kekerasan, saling sikut, dan yang paling serem….perilaku homoseksual dari napi yang gak bisa menahan gejolak sahwatnya. Dan Andy yang terhitung nabi baru akhirnya jadi “korban” salah satu kelompok napi di Shawshank.

Walau demikian, Andy punya teman baik. Dia adalah Red (Morgan Freeman). Red merupakan salah satu pemasok barang kebutuhan napi terbaik. Dan dari dialah, Andy banyak menapatkan bantuan.

Salah satu Quotes di fim berkata, Get busy living, or get busy dying, Andy pun meniybukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan yang sangat anti mainstream untuk seorang napi. Mulai dari memahat, menjadi konsultan keuangan warga penjara beserta sipirnya, sampai mengembangkan perpus penjara yang awalnya tidak terurus hingga menjadi perpustakaan terbaik di negara bagian.

Kegiatan yang dilakukan Andy tentu bukan untuk sekedar mengisi waktu luang. Walau akhirnya bisa beradaptasi bahkan menikmati kehidupan penjara, Andy tetap mengharapkan dia akan bisa menghirup udara bebas.

Suatu saat Andy mendapat informasi dari napi bernama Tommy bahwa pembunuh Istri dan selingkuhan istrinya bukanlah dia. Namun seorang psikopat yang pernah satu penjara dengannya. Mendengar hal itu Andy meminta kepala penjara Warden Norton untuk membantu membuka ulang kasusnya. Kepala penjara yang selama ini memanfaatkan Andy untuk membantunya menggelapkan pajak tentu tidak ingin kehilangan Andy sebagai akuntan gratisnya. Maka dengan segala cara kepala penjara berusaha agar Andy tetap di Shawshank. Kepala sipir membunuh Tommy dan mengancam memberikan Andy pada para Sodomis (yaiks).

Melihat peluangnya untuk bebas melalui jalan legal dihambat, Andy pun kabur dengan cara pelarian yang diluar dugaan. Pelariannya ini telah membuat kepala penjara dan antek-anteknya kalang kabut. Karena pemerintah mulai mengendus ketidak beresan di Shawshank. Terciumnya kebusukan kepala penjara dan kawan-kawan ini tentu tidak lepas dari kecerdiakan Andy.

Walaupun genrenya Drama, saya sangat menikmati Shawshank Redemption. Karakter Andy dalam “menaklukkan” dunia penjara benar-benar mengagumkan. Tindakannya untuk mengatasi masalah yang membelitnya selalu diluar dugaan. Bagaimana dia membuat para sodomis tidak berani menyentuhnya dengan cara membangun hubungan dengan sipir, dimana Andy menjadi konsultan keuangan para sipir tersebut. Atau saat Andy mengembangkan perpustakaan penjara agar teman-teman baiknya termasuk Red punya kegiatan yang lebih “layak”. Dan tentu saja yang paling mebuat saya menganga lebar karena bilang “woaaaaaah” adalah saat Andy melarikan diri. Pelarian diri Andy ini ternyata sudah direncanakan 19 tahun sebelumnya. Ini berarti Andy sudah berencana melarikan diri mulai awal dia masuk. Dia hanya menunggu saat dan alasan yang tepat.

Shawshank Redemtion mengajarkan tentang perlunya memiliki harapan dan jangan pernah berputus asa dari harapan itu. Walaupun kadang dunia tidak adil, tetaplah berbuat yang terbaik dalam kondisi yang ada. Dan tentu saja ingatlah bahwa kesulitan saat ini adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan di kemudian hari.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: