Beranda > Ciem & Moel, Tentang saya > Jogja TRIP : [Chapter 2.0] Menikmati 6 Jam Perjalanan di Kereta

Jogja TRIP : [Chapter 2.0] Menikmati 6 Jam Perjalanan di Kereta

Saat kereta datang, saya langsung mencari kursi sesuai dengan yang tertera di tiket. Kebetulan saya dapat seat 9B di gerbong 2. Sementara Micky ada di gerbong 3. Begitu menemukan kursi saya, saya segera meletakkan tas ransel di tempat penyimpanan. Saya ambil HP, dan buku sebagai teman perjalanan.

Duduk di sebelah saya adalah seorang bapak berusia 40an. Sambil tersenyum dia mempersilahkan saya duduk.

“Adik mau kemana?” tanya Bapak tadi.

“Oh, saya mau ke Jogja pak.” jawab saya singkat, namun dengan ekspresi muka yang super ramah.

“Kuliah di sana ya dik?” tanya si Bapak lagi. Pertanyaan ini benar-benar membuat hati saya berbunga-bunga. Gimana nggak, ini pertama kalinya saya dipanggil “Dik” dan dikira anak kuliahan. Biasanya saya dipanggil “Pak”. Bahkan saat ke kampus buat mengurusi skripsi (yang belum juga kelar), saya malah dikira dosen. Kampret banget kan?

“Tidak pak, saya ke Jogja dalam rangka liburan kok,”

“Oooh…”

Tak beberapa lama kemudian dua orang ibu-ibu datang, dengan membawa barang bawaan yang seabrek. Salah satunya kemudian bertanya,

“Mas betul disini 9C?”.

“Iya bu’, silahkan”

“Terima kasih….”, Ibu yang bertanya tadi lalu berusaha meletakkan barang bawaannya di tempat barang. Karena kesulitan saya bantu.

“Mas-nya ini mau kemana?”

“Saya mau ke Jogja bu,”

“Ooooh… mahasiswa UGM ya?”

“Eh.. bukan bu. Saya kesana buat berlibur.”

Lagi-lagi ada orang yang ngira saya masih Mahasiswa. Gila, hari itu benar-benar hari keberuntungan saya.

Saya akhirnya berfikir kenapa sampai ada beberapa orang yang khilaf mengira saya seorang mahasiswa. Apa mungkin karena dandanan saya yang beda dari biasanya. Kalau di Malang seringnya saya pakai celana kain, baju hem, dan berdasi. Maklum, tuntutan pekerjaan. Nah pas mbolang ke Jogja ini kebetulan saya pake kaos dan celana pendek. Rupanya fashion saya kali ini berhasil mengelabuhi pandangan orang. Aseeeek.

Sayup-sayup terdengar pengumuman dari stasiun bahwa kereta akan berangkat. Saya pun menempatkan diri, mencari posisi paling pewe, sehingga saat perjalanan bisa terasa nyaman. Bapak dan ibu yang mengira saya mahasiswa tadi juga mulai merebahkan diri nya di sandaran kursi kereta. Sepi deh…

Karena mati gaya, saya ambil HP. Gak ada sms, gak ada yang nelpon, gak ada pesen dari whatsapp maupun LINE. Saya pun menghela nafas panjang. Tapi begitu sadar saya belum gosok gigi segera saya hentikan hal itu. Khawatir aroma jigong menyeruak, dan merusak kedamaian manusia-manusia di sekitar saya.

Gadget jadi sangat sepi pasca hubungan saya dengan teman-teman saya agak renggang. Salah paham sih. Mungkin saya memang yang lagi ruwet, lagi jenuh, lagi penat, lagi galau. Sehingga saat ada masalah simple yang harusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin, malah jadi besar.

Saya tetap merindukan mereka. Apapun yang telah terjadi mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah saya jumpai. Namun kini saya sedang membutuhkan waktu untuk sendiri. Bukan untuk menghindar. Tapi untuk me-refresh diri saya. Tujuannya agar saat bertemu dengan mereka, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Yang jauh lebih bisa memperlakukan mereka dengan layak. Miss you guys.

“Tahu asin….. Tahu asin…”

“Mijon…. Mijon….”

“Kopi… Kopi… “

“Pendidikan anak bu’…. Pendidikan anak pak….”

Sejam perjalanan dari Gubeng, gerbong mendadak riuh dengan suara pedagang asongan. Ada yang jualan tahu, jualan buku, jualan mainan, jualan sabuk, jualan dompet, jualan minuman, sampai jual rumah pun ada. Saya agak heran juga. Bukannya KAI sudah menerapkan sistem baru ya, sehingga tidak memungkinkan pedagang asongan bisa masuk ke gerbong. Tapi ya sudahlah, saya gak ngerti dengan seluk beluk KAI sebagaimana Pepenk temen saya. Yang jelas, justru tingkah laku ajaib pedagang asongan inilah yang membuat ke-bete-an saya sirna.

Di stasiun Balapan Solo bahkan saya menjumpai fenomena unik. Sesaat sebelum sampai, mata saya sempat terpejam karena saking ngantuknya. Dalam kondisi sadar dan tak sadar, saya kemudian mendengar suara-suara aneh. Mirip rapalan mantra di kuil-kuil (atau lantunan dizikir kalau di agama saya). Karena penasaran, saya paksakan untuk membuka mata perlahan-lahan. Mata saya sekilas menangkap tiang-tiang fondasi yang menyangga atap langit-langit. Sesaat saya benar-benar merasa ibarat Indiana Jones yang terperangkap di kuil suku kuno. Namun begitu mata benar-benar terbuka lebar, ternyata bayangan saya kliru. Bangunan tadi ternyata stasiun balapan Solo dan lantunan mantra tadi tak lain adalah suara para pedagang asongan.

Perjalanan 6 jam ke jogja tanpa ada hiburan macam televisi atau teman ngobrol benar-benar harus disiasati. Dan memainkan imajinasi adalah salah satu hal paling bisa saya lakukan saat itu. Kejadian Indiana Jones tadi adalah salah satunya.

Namun ada imajinasi “sesat” paling sering sliweran adalah tiba-tiba ada penumpang dekat saya yang mirip Julie Estelle, kenalan, lamaran, menikah, hidup bahagia selamanya….. halah. Baiklah masih 2-3 jam lagi sebelum sampai di Jogja. Nikmati saja tiap moment di kereta ekonomi ini.

(Bersambung)

  1. jtxtop
    Januari 17, 2013 pukul 7:44 am

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  2. Januari 18, 2013 pukul 10:19 am

    seninya naik ekonomi ya bro… nice.. nice… waiting your story for the next trip !

    • Alfan F
      Januari 18, 2013 pukul 1:47 pm

      ok…. mas brooo

  3. Januari 18, 2013 pukul 4:07 pm

    super sekali bahasanya,aku buat tulisan blog ndak pernah sesimpel ini bahasanya meski topiknya kereta,masih kaku :)) nice story about train traveller😀

    • Alfan F
      Januari 19, 2013 pukul 12:21 am

      Sayangnya pas di kereta aku msh malu buat foto2. Sbenere banyak kejadian unik.

  1. Januari 16, 2013 pukul 4:44 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: