Archive

Archive for Mei, 2013

Star Trek Into Darkness : Film Yang Komplit

Khan

Menjadi pemimpin tidak semudah kelihatannya. Seorang pemimpin harus bernai mengambil keputusan tepat secepat kilat dan mau mengawal tim-nya sehingga tetap pada tujuan dan cita-citanya. Nilai inilah yang bisa kita simak di sequel Star Trek, Into Darkness.

Masih dengan Jim Kirk dan Mr. Spock sebagai Jagoannya, yang kali ini harus menghadapi musuh yang super cerdik dam kuat, John Harrison. John sendiri adalah mantan kapten di Starfleet di masa lalu.

Aksi John sangatlah brutal. Mulai meledakkan fasilitas yang cukup sentral di Starfleet hingga menyerang tempat rapat petinggi Starfleet dan menewaskan Christopher Pike, kapten Enterprise sebelum Jim Kirk.

Tidak terima dengan aksi teror John Harrison, Jim meminta pada Marcus sang petinggi Starfleet agar ditugaskan untuk memburu John. Marcus menyetujuinya bahkan meminta untuk menembakkan torpedo ke planet Kinglon bila John Harrison tidak mau menyerahkan diri.

Dalam pengejarannya ke planet Kinglon, Kirk dan awaknya banyak menemui fakta mengejutkan. Diantaranya saat John Harrison malah membantu Kirk dan teman-temannya saat diserang oleh bangsa Kinglon. Bahkan John bersedia menyerahkan diri.

Dari sini semakin banyak terungkap rahasia gelap petinggi Starfleet yang tidak lain didalangi oleh Marcus.

Into Darkness layak disebut film yang komplit, 4 sehat 5 sempurna bagi saya. Bagaimana tidak, film besutan J.J. Abrams ini menawarkan sebuah alur cerita yang dramatis, berkelas, twist disana-sini, dan tentu saja tidak mengurangi sisi action yang mengangkan.

Cerita yang kuat itu pun didukung dengan cast yang benar-benar tepat. Hampir tidak ada karakter yang terbuang percuma di sini. Semuanya menarik, dan diperkuat dengan masing-masing cast yang punya aksen yang multinasional. Ada Sulu yang berlogat asia, atau Chekov dengan Rusianya, Scotty dengan khas britania.

Film ini juga memberikan gambaran akan nilai moral yang sangat baik. Persahabatan, cinta, dan yang paling utama leadership. Saya cukup merinding saat adegan Kirk memohon pada Marcus agar melepaskan seluruh awak Enterprise, dan bersedia membebankan semua kesalahan pada dirinya.

Bagi saya Star Trek Into Darkness adalah film terbaik di 2013 sejauh ini.Fi

Iron Man 3 : Menguak Sisi Manusia Di Balik Topeng Besi

Iron Man 3

Pasca The Avengers, Stark harus kembali ke kesibukannya semula. Apalagi kalau bukan menjadi jenius, konglomerat kaya raya, playboy, filantropi dan kadang nyambi jadi Iron Man. Namun berbeda dari sebelumnya, Toni Stark seperti kehilangan kepercayaan dirinya. Apalagi kalau diingatkan dengan kejadian penyerangan Loki dan konco-konconya kapan hari.

Kondisi Stark yang rada labil ini semakin diperunyam dengan munculnya Mandarin, teroris yang gemar menebar ketakutan. Walau namanya Mandarin tapi mukanya muka arab. Terserah yang bikin deh.

Dan ternyata si Mandarin ini gak main-main. Dia bahkan berhasi menghancur-leburkan rumah Stark. Tapi itu salah si Stark sendiri sih yang nyebar alamat rumahnya di media.

Dengan sumber daya tersisa, Stark menyelamatkan diri ke daerah terpencil. Di sini doi merancang ulang strategnya untuk menghadapi Mandarin dengan peralatan ala kadarnya. Mana Iron Suit-nya ngadat lagi.

Film ketiga ini berbeda dari dua film sebelumya. Terasa lebih mengupas sisi manusia Tony Stark, manusia koplak yang berada di baju baja canggih. Bahkan daripada Iron Man 3 dilm ini lebih tepat diberi judul Tony Stark.

Beberapa karakter yang ada seperti Pepper dan Rhodes tampil lebih hidup di Iron Man 3. Bahkan mereka mendapat porsi yang cukup vital dalam cerita.

Karakter “sahabat” Iron Man lainnya yang cukup mendapat perhatian saya adalah Harley Keener. Seoang bocah SD yang emnolong Tony Stark, saat Stark bersembunyi di garasi milik ayahnya. Jujur ya, part Tony-Harley adalah yang terbaik di film ini. Setiap bagian dialog mereka benar-benar gokil mampus.

Pihak lawan juga memberikan sesuatu yang lebih menantang kali ini. Killian (si otak Mandarin sebenarnya) adalah musuh yang sepadan bagi Iron Man. Bahkan sampai akhir film saya sempat frustasi karena terus berfikir nih orang mampusinnya gimana.

Walau masalah yang dihadirkan lebih rumit, namun Iron Man 3 tidak kehilangan ciri khasnya. Tetap dengan jokes yang super menggelitik di sepanjang film. Iron Man bagi saya mungkin bukan film bertema superhero terbaik, namun harus diakui kalau urusan jokes Iron Man jagonya.

Saya pribadi menilai, Iron Man 3 adalah Iron Man terbaik yang pernah saya tonton. Rugi rasanya melewatkan aksi Manusia Besi yang satu ini.

%d blogger menyukai ini: