Archive

Archive for the ‘Motivasi’ Category

Pahlawan dan Kita

November 9, 2012 Tinggalkan komentar
Tribute to Pak Zuri

Pak Zuri

“Alhamdulillah, saya tunggu-tunggu mas,” ujar Pak Zuri. Dia tampak senang dengan kedatangan saya di rumah kecilnya.

“Maklum mas, mau saya buat beli Iqro’ untuk anak-anak TPQ. Lah mereka pada gak mampu beli sendiri,” imbuhnya.

Pak Zuri adalah seorang guru ngaji di wilayah Tumpang yang ikut program Insentif Bulanan Guru Quran (Ibuqu) yang diadakan oleh kantor saya, NH Malang. Tiap bulannya program ini memberikan uang sebesar Rp. 100.000,- pada para guru ngaji di Malang Raya seperti Pak Zuri. Hingga saat ini sudah sekitar 250 orang yang bergabung dalam Ibuqu.

“Santrinya Pak Zuri sekarang berapa pak,” tanyaku.

“Sekitar 100 anak mas”

“Semuanya bapak yang handle?”

“Iya mas, mau siapa lagi?”

“Wah, gak capek tuh pak? Kenapa tidak cari ustadz lain untuk bantu Pak Zuri,”

“Kalau cari orang lain saya mau bayar pakai apa mas? Wong anak-anak itu mengaji disini juga saya gratiskan, gak pake iuran. Ya, kalau mau ada yang bantu ngajar disini sih gak apa-apa, tapi syaratnya lillahita’ala,” jelas Pak Zuri.

Terus terang saya dibuat garuk-garuk kepala. Masih saja ada orang yang mau berbuat kebaikan untuk orang lain tanpa minta imbalan. Insentif dari NH saja seringkali dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar santrinya. Bukan untuk beli beras atau kebutuhan pribadinya.

Pak Zuri adalah salah satu contoh dari sekian banyak orang yang perannya besar di masyarakat namun sering terabaikan. Statusnya sebagai guru ngaji mungkin sangat remeh bagi kita. Tapi sesungguhnya orang-orang seperti Pak Zuri ini layak disebut pahlawan. Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendekatan agama. Dan point terpentingnya, semua itu dilakukan tanpa pamrih. Tanpa mengharapkan imbalan berupa materi. Walaupun kondisi ekonomi pria asli Tumpang ini tidak bisa dikatakan cukup.

Pahlawan, apa itu arti pahlawan? Diambil dari bahasa Sansekerta, phala-wan, yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Dengan kata lain pahlawan bukan hanya mereka yang gugur di medan perang saat penjajahan saja. Tapi pahlawan adalah siapapun yang mau berbuat sesuatu untuk membangun bangsa.

Lalu bagaimana kalu kita berbuat. Berbuat sesuatu yang bisa merubah keadaan lebih baik. Bahasa maduranya, Let’s change the world. Dan ketika itu disampaikan maka kebanyakan jawaban kita adalah, “serius amat yaaaahhh”.

“Ciyus, miapah?”

“Ngrubah dunia? Ngerubah diri sendiri aja susah kalee”

“Saya cuma rakyat kecil”

“Saya cuma mahsiswa”

“Saya cuma pegawai biasa”

“Saya cuma ini, Saya cuma itu…..”

Itulah beberapa contoh jawaban kita untuk lari dari tanggung jawab. Kalau kata Nasional.Is.Me karangannya Pandji, kita terlalu sering merendahkan diri kita dengan kata cuma, susah, gak mungkin dan sejuta kalimat pesimis lainnya.

Sejarah mengajarkan pada kita bahwa “gak mungkin” kita menang lawan sekutu yang saat itu persenjatannya super canggih. Dan, ternyata kita bisa mempecundangi mereka tuh. Atau pikir lagi deh, apa mungkin 1128 suku bangsa bisa membentuk suatu negara kesatuan. Buktinya bisa tuh, Indonesia.

Siapapun dan apapun profesi kita, kita punya kesempatan yang sama untuk menjadi pahlawan. Pak Zuri orang dengan penghasilan minim saja bisa punya kontribusi besar untuk lingkungannya, kenapa kita tidak? Bayangkan kalau anda dosen, penghasilan anda mungkin sepuluh kali lipat penghasilan Pak Zuri. Belum lagi sumber daya di kampus itu melimpah ruah, baik dana maupun sumber daya inteleqtualnya. Apa itu masih kurang untuk memberikan sesuatu perubahan?

Pun sama dengan anda yang pegawai kantoran. Gaji anda tiap bulan dan akses anda dengan klien kantor, saya kira sudah bisa jadi modal yang cukup kuat untuk menghasilkan karya yang bisa dinikmati masyarakat.

Bahan kalau anda hanya mahasiswa sekalipun, tetap saja modal anda merubah kondisi lingkungan sosial tetap terbuka lebar. Jangan remehkan you punya otak dan tenaga hei mahasiswa.

Setiap orang dilahirkan untuk menjadi pahlawan. Sekarang pilihan ada pada kita. Apakah kita mau menggunakan potensi itu atau justru menyerah pada keadaan, lalu membuangnya begitu saja.

There’s a hero,
If you look inside your heart,
You don’t have to be afraid of what you are,
There’s an answer,
If you reach into your soul,
And the sorrow that you know will melt away.

(Hero – Mariah Carey)

Selamat Hari Pahlawan, Kawan!

Iklan Nutrilon Royal 3 : Life is an Adventure

November 30, 2010 161 komentar

Entah kata-kata apa yang harus saya ucapkan untuk menggambarkan iklan ini. Mungkin kalau boleh mengikuti teman saya di twitter, saya hanya akan bilang “Wow”. Dan bagi saya inilah iklan terbaik yang pernah saya lihat. Iklan yang menyampaikan pesannya dengan kekuatan kata-kata. Cekidot juragan :

I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

 

Biarkan Kelemahan Itu Membuat Anda Hebat

November 4, 2010 2 komentar

Pernah tidak kita merasa sangat kekurangan dan tidak sempurna? Bahkan karena kekurangan itu kita mendapat cemoohan yang sangat menyakitkan hati. Kita tidak sanggup membalas karena di satu sisi, apa yang dihinakan pada kita adalah sebuah kenyataan. Kenyataan pahit yang terpaksa kita terima. Dunia pun seakan enggan memberikan pembelaannya. Saat itu kita mulai bertanya, apakah memang kita diciptakan untuk sendiri? Tanpa satu pihakpun yang menghargai kita apa adanya?

Namun selang beberapa lama kita mulai kebal dengan komentar miring orang lain. Tanpa disadari kita mampu menemukan sebuah cara tersendiri dalam menyikapi sesuatu yang dianggap kebanyakan manusia adalah “hina”. Kekurangan yang kita miliki menuntun pada sesuatu yang disebut dengan bakat dan kelebihan. Kita menjadi sesosok manusia baru yang bahkan lebih hebat dari kebanyakan orang.

Lihatlah bukankah telah banyak contoh orang yang mampu menyapa kejayaannya walaupun bagi kebanyakan orang mereka tidak sempurna. Garincha, pesepak bola asal Brazil yang kakinya tidak sama panjang, justru dia merupakan penemu tendangan pisang yang terkenal itu. Liu Wei juara China’s Got Talent, adalah seseorang yang tak punya lengan namun dapat bermain piano menggunakan kedua kakinya dengan begitu indah. Atau Mark Zuckerberg pencipta Facebook yang ternyata adalah seorang buta warna. Dan masih banyak lagi.

Kini, tinggal kita. Seseorang yang merasa dirinya sangat kurang dibanding orang lain. Kita memang tak bisa memilih untuk jadi manusia yang utuh tanpa cacat. Tapi kita bisa memilih untuk menjadikan kekurangan yang kita miliki sebagai sebuah kehabatan yang tak pernah dibayangkan.

Sejenak mari kita merenung bahkan menangis, dalam menikmati tayangan dibawah ini. Namun setelahnya biarkan semangat kita menuntun pada keinginan untuk bangkit.

 

QUOTES


Sesungguhnya KAMI telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS 95:4)

 

Allah tidak menciptakan manusia itu ada yang pandai dan yang ada yang bodoh. Sebaliknya Allah itu menciptakan manusia itu berbeda-beda kepandaiannya (di bidang yang berbeda). Keberhasilan seseorang akan datang saat dia mengenali potensi dirinya (Abu Saif)

 

You Need to believe!!

(Master Ooguay, Kungfu Panda)

Pianis Tanpa Tangan Menangkan China’s Got Talent

Oktober 14, 2010 Tinggalkan komentar

Keterbatasan fisik adalah salah satu cara Tuhan untuk memberikan kelebihan pada hamba_Nya. Dan hal ini bisa dilihat pada diri Liu Wei. Kehilangan kedua tangannya 18 tahun lalu tidak lantas membuatnya terpuruk. Dengan gigih dia berusaha bangkit, dan menekuni bidang musik sebagai jalan hidupnya.

Di final China’s Got Talent, Liu Wei menunjukkan kebolehannya bermain piano dalam membawakan lagu cinta dan sedih dari James Blunt dengan judul You`re Beautiful. Permainannya mampu memukau semua penonton dan dewan juri. Permainan cantik itu jugalah yang mengantarkan Liu Wei menjuarai kompetisi ini.

Setelah kemenangan tersebut, seorang penyanyi Inggris yang bernama Susan Boyle, Liu akan diundang untuk bermain sebagai bintang tamu berduet dengan penyanyi Jolin Tsai. Liu juga mendapat kesempatan untuk dikontrak.

Liu Wei memang tak memiliki lengan, tapi dia memiliki sepasang kaki yang “sempurna”.

 

Liu Wei First Audition

Liu Wei Performed You Are Beautiful

%d blogger menyukai ini: