Arsip

Archive for the ‘nostalgia’ Category

Shawshank Redemption : Jangan Pernah Berhenti Berharap

Desember 16, 2012 Tinggalkan komentar

Tertarik dengan salah satu pembahasan dari akun @MoviegoersMLG tentang film-film bagus yang salah satunya Shawshank Redemption, akhirnya saya putuskan minjem vcd film ini di rental. Sebenarnya sempat khawatir sih karena dari hasil googling di yahoo, film Frank Darabont ini tergolong film lama. Tahun 1994 cing. Saya pas masih SD tuh. Beruntung di rental DVD Atlantis Borobudur, film ini masih tersedia.

Begitu lihat covernya saya langsung ingat kalau penjaga rentalnya waktu itu (2009) sempat menawarkan film ini pada saya. Tapi berhubung saya males lihat film yang settingannya penjara jadi gak kepinjem deh.

Menyesal, karena setelah baca-baca di berbagai website dan blo ternyata film ini film yang super duper bagus. Bahkan konon di IMDB film ini film dengan nilai terbaik. Yah gak apa-apa lah lebih baik terlambat.

Shawshank Redemption bercerita tentang seorang bankir bernama Andy Dufrasne (Tom Robbin), yang dipenjara karena didakwa membunuh istri dan selingkuhan istrinya. Hukumannya gak tanggung-tanggung, dua kali seumur hidup. Nah loh padahal hidup cuma sekali.

Andy ini kemudian dikirim ke penjara Shawsank. Tahu sendiri lah kehidupan penjara, kekerasan, saling sikut, dan yang paling serem….perilaku homoseksual dari napi yang gak bisa menahan gejolak sahwatnya. Dan Andy yang terhitung nabi baru akhirnya jadi “korban” salah satu kelompok napi di Shawshank.

Walau demikian, Andy punya teman baik. Dia adalah Red (Morgan Freeman). Red merupakan salah satu pemasok barang kebutuhan napi terbaik. Dan dari dialah, Andy banyak menapatkan bantuan.

Salah satu Quotes di fim berkata, Get busy living, or get busy dying, Andy pun meniybukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan yang sangat anti mainstream untuk seorang napi. Mulai dari memahat, menjadi konsultan keuangan warga penjara beserta sipirnya, sampai mengembangkan perpus penjara yang awalnya tidak terurus hingga menjadi perpustakaan terbaik di negara bagian.

Kegiatan yang dilakukan Andy tentu bukan untuk sekedar mengisi waktu luang. Walau akhirnya bisa beradaptasi bahkan menikmati kehidupan penjara, Andy tetap mengharapkan dia akan bisa menghirup udara bebas.

Suatu saat Andy mendapat informasi dari napi bernama Tommy bahwa pembunuh Istri dan selingkuhan istrinya bukanlah dia. Namun seorang psikopat yang pernah satu penjara dengannya. Mendengar hal itu Andy meminta kepala penjara Warden Norton untuk membantu membuka ulang kasusnya. Kepala penjara yang selama ini memanfaatkan Andy untuk membantunya menggelapkan pajak tentu tidak ingin kehilangan Andy sebagai akuntan gratisnya. Maka dengan segala cara kepala penjara berusaha agar Andy tetap di Shawshank. Kepala sipir membunuh Tommy dan mengancam memberikan Andy pada para Sodomis (yaiks).

Melihat peluangnya untuk bebas melalui jalan legal dihambat, Andy pun kabur dengan cara pelarian yang diluar dugaan. Pelariannya ini telah membuat kepala penjara dan antek-anteknya kalang kabut. Karena pemerintah mulai mengendus ketidak beresan di Shawshank. Terciumnya kebusukan kepala penjara dan kawan-kawan ini tentu tidak lepas dari kecerdiakan Andy.

Walaupun genrenya Drama, saya sangat menikmati Shawshank Redemption. Karakter Andy dalam “menaklukkan” dunia penjara benar-benar mengagumkan. Tindakannya untuk mengatasi masalah yang membelitnya selalu diluar dugaan. Bagaimana dia membuat para sodomis tidak berani menyentuhnya dengan cara membangun hubungan dengan sipir, dimana Andy menjadi konsultan keuangan para sipir tersebut. Atau saat Andy mengembangkan perpustakaan penjara agar teman-teman baiknya termasuk Red punya kegiatan yang lebih “layak”. Dan tentu saja yang paling mebuat saya menganga lebar karena bilang “woaaaaaah” adalah saat Andy melarikan diri. Pelarian diri Andy ini ternyata sudah direncanakan 19 tahun sebelumnya. Ini berarti Andy sudah berencana melarikan diri mulai awal dia masuk. Dia hanya menunggu saat dan alasan yang tepat.

Shawshank Redemtion mengajarkan tentang perlunya memiliki harapan dan jangan pernah berputus asa dari harapan itu. Walaupun kadang dunia tidak adil, tetaplah berbuat yang terbaik dalam kondisi yang ada. Dan tentu saja ingatlah bahwa kesulitan saat ini adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan di kemudian hari.

Iklan

Inilah Cara Jaman Dulu Kalo Mau Dapet Lagu Gratis…!!!

Mei 18, 2011 6 komentar

Asik ngublek-ngublek file mp3 di kompie sembari menunggu download-an selesai. Maklum brur, quota Sapidol sudah over limit, jd downloadnya lumayan lemot. Nah sedang asik-asiknya melototin mp3 tembang nostalgia, mata indah saya langsung tertuju pada dua buah lagu yaitu How Do I Live (Trisha Yearwood) dan My Heart Will Go On (Celine Dion). Dua lagu yang booming di era 96-97.

Dan hebatnya dua lagu ini berhasil menguak masa lampau saya. Bahwa sesungguhnya saya adalah Putra Yang di Tukar dengan Sandal Jepit hayaaaaaah…. Bukan om, dua lagu ini mengingatkan saya akan aktivitas saya pada masa itu. Karena saking kepinginnya ndengerin dua lagu ini setiap saat, saya terpaksa merampok salah satu kaset bekas milik kakak untuk dibuat merekam lagu. Maklum lah buat mendapatkan lagu di jaman segitu tidak seperti sekarang. Kalo sekarang tinggal ngopy di warnet, beli mp3 bajakan, ato download via internet. Nah dulu, nemu rentalan komputer yang ada game dos-nya saja sudah untung (gak nyambung kan…?).

Aktivikas rekam merekam ini tidaklah semudah yang dikira. Memang sih teknisnya cuman tinggal mencet tombol rec dan play di Tape bersamaan. Namun masalahnya, kita kudu betah nunggu lagu yang diincer diputar di radio lebih dahulu. So…. disini kita olang pake filosofinya orang mancing. Sabar.. sabar.. dan sabar.

Beberapa hal yang bikin jengkel saat mau merekam lagu di radio adalah sebagai berikut :

Kelewatan

Ini merupakan masalah umum yang dihadapi orang yang gemar rekam merekam seperti saya. Lagu yang diputar jadi kepotong di awal. Padahal intro sebuah lagu biasanya justru jadi daya tarik lagu tersebut. Pada kasus kelewatan yang sering saya alami, saya sering kelewatan gara-gara pas asik di depan radio, tiba-tiba saya disuruh Ibu beli micin dan terasi di warung sebelah. Nah pas saya beli micin dan terasi tadi, ternyata tuh lagu malah diputer.

Penyiar Terlalu Cerewet

Lagu belum rampung (bahkan masih di reff pertama) si penyiar sudah terlanjur ngoceh. Alunan nada yang indah jadi terkontaminasi suara lebay penyiar. (Sori yang profesinya penyiar… bukan maksudku melukai hatimu)

Pitanya Habis

Kalo ini sih lebih ke faktor perekamnya saja. Kadang-kadang saya sering lupa ngecek posisi pitanya. Pas sudah dapat timing yang pas… eh lah dalah… kasetnya habis. Jadilah kucing-kucing di kasur jadi pelampiasan. Saya gigiti ekornya, sampe nyathek-nyathek (nyakar-nyakar)….

Salah Saluran

Misalnya menunggu lagu barat, eh kitanya malah nungguin di siarang lagu dangdut ato karawitan. Itu masih mending, saya malah pernah nungguin lagu “Hard To Say I’m Sorry” yg dinyanyikan AZ YET di program siaran Sanggar Cerita Anak-Anak….. Slamat berjumpa dengan sangar cerita…tutuw tutuw

Tidak Ada Yang Request

Bukannya tidak mau request sendiri sih… tapi saat itu umur saya masih 10 tahun. Masih lucu dan lugu… imut lagi. Jadi tidak mungkin donk telpon ke kakak-kakak penyiar supaya diputerin lagu-lagu barat yang notabene konsumsi 17 tahun ke atas itu. Ntar saya malah disuruh ndengerin lagunya Joshua ato Trio Kwek-Kwek lagi.

Sialnya…. selama 60 menit ternyata tidak ada satu orang pun yang merequest lagi itu.

Kaset Sudah Tidak Layak Pakai

Berubung kaset yang dipakai itu-itu saja, kualitas pita doi jadi menurun drastis. Lagu yang direkam pun jadi mendengung dan tidak jelas. Solusinya, bajak kaset lain…… Tapi kadang-kadang saya tetap bertahan dengan kaset lama. Karena kalo pake kaset sembarangan bisa dimarahi kakak saya yang saat itu terkenal cukup kejam dengan seorang adik.

Njegleg (Trip) ato Mati Lampu di Tengah Merekam

Listrik padam di tengah aktivitas merekam. Yang pertama gara-gara listrik di rumah saya njegleg (trip). Pasalnya saat itu daya di rumah saya memang tidak besar. Bahkan untuk menyalakan tv Dijitak… Digitec ding, listrik bisa padam.

Namun kedongkolan itu bisa tambah menjadi-jadi bila PLN tiba-tiba memadamkan listrik di area tempat tinggal saya tanpa peringatan di radio KDS 8 dulu.

Walaupun tampak ribet dan tidak praktis, tapi tetap saja aktivitas merekam lagu-lagu di radio dengan kaset menjadi kegiatan yang menyenangkan. Kenangan tentang kebiasaan saya di masa lampau ini menjadikan saya hamba yang bersyukur. Bayangkan dulu pengen dapat satu lagu saja susahnya minta ampun. Sedangkan sekarang cukup butuh sesaat dan lagu favorit pun telah tersedia. Fiuh fiuh fiuh….

VOLTRON Akan Diangkat Ke Layar Lebar?

September 20, 2010 2 komentar

Voltron merupakan film animasi Jepang di era 1980an. Di versi amrik-nya, suara Narator film Mecha ini diisi oleh Peter Cullen (a.k.a dubber Optimus Prime). Di Indonesia sendiri Voltron populer sekitar tahun 90-an. Ditayangkan oleh TVRI tiap hari minggu pagi.

Nah untuk penggemar dari Voltron, ada kabar gembira untuk anda. Kabarnya film ini akan diangkat ke layar lebar. Dengan teknologi animasi yang sudah semakin maju, mungkin kita bakal melihat film ini sejajar dengan film-film yang mengusung tema sama seperti Transformers.

Dan berikut ini gambar2 penampakannya :

Afsel & Meksiko Akhirnya Berbagi Angka

Juni 12, 2010 2 komentar

VIVAnews – Laga pembuka Piala Dunia 2010 di Grup A yang mempertemukan tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) menghadapi Meksiko berakhir. Kedua tim akhirnya hanya bermain imbang dengan skor 1-1.

Bermain di Soccer City Stadium, Johannesburg, Jumat 11 Juni 2010, sempat tertekan di babak pertama, Afsel justru unggul terlebih dahulu pada menit ke 55.

Siphiwe Tshabalala adalah pemain yang membuat publik Afsel bersorak terlebih dahulu. Tshabalala sukses melesakkan golnya lewat kaki kirinya.

Tidak butuh waktu lawa Meksiko menyamakan kedudukan. Lewat gol Rafael Marquez pada menit 79, El Tri berhasil membuat skor imbang 1-1.

Sejak pertengahan babak kedua, kedua tim terus bermain terbuka. Afsel terus menekan jantung pertahanan Meksiko. Namun, sampai pertandingan berakhir, kedudukan 1-1 tetap tidak berubah.

Susunan pemain

Afrika Selatan: Itumeleng Khune, Bongani Khumalo, Aaron Mokoena, Lucas Thwala (Tsepo Masilela), Siboniso Gaxa, Kagisho Dikgacoi, Reneilwe Letsholonyane, Katlego Mphela, Steven Pienaar (Bernard Parker), Siphiwe Tshabalala, Teko Modise.

Meksiko: Oscar Perez, Francisco Rodríguez, Ricardo Osorio, Carlos Salcido (Cuauhtémoc Blanco), Paul Aguilar (Andrés Guardado), Rafael Marquez, Gerardo Torrado, Efrain Juarez, Carlos Vela, Guillermo Franco (Javier Hernández), Giovani Dos Santos.

• VIVAnews

Bila Dunia Tanpa Internet Dan Gadget Canggih

Mei 27, 2010 13 komentar

Internet mungkin baru booming di Indonesia sekitar tahun 2000-an. Namun jangan ditanya soal perkembangannya. Saat ini teknologi internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat di negeri seribu pulau ini. Hal ini disebabkan karena Internet menawarkan begitu banyak kemudahan. Dia antaranya kemudahan informasi, kemudahan berkomunikasi, kemudahan berbisnis, serta kemudahan dalam mengakses hiburan. Perkembangan ini pun akhirnya menunjang perkembangan gadget sebagai sarana untuk mengakses teknologi internet. Internet tak hanya bisa diakses lewat komputer tapi juga lewat barang ukuran saku seperti ponsel atau PSP.

Nah suatu saat,  sebelum masuk kelas di perkuliahan teman saya memberikan pertanyaan, “Kira-kira apa yang terjadi kalau saat ini Internet dan gadget belum berkembang di sini (Indonesia)?”.

Bagi saya itu adalah pertanyaan yang menarik. Dalam arti saya jadi mereka-reka apa kira-kira yang harus saya lakukan bila internet memang benar-benar tak ada. Pertanyaan dalam pikiran pun silih berganti timbul. Apa yang menggantikan situs jejaring sosial? Apa pengganti game online? Apa pengganti Google? Bagaimana caranya mengakses hiburan seperti film Hollywood (bahkan Bollywood) yang terbaru? Hingga, Bagaimana saya bisa menyalurkan hobby dalam mengumpulkan artikel dan membuat tulisan?

Nah daripada hanya membayangkan saja, saya coba untk menuliskan apa saja gaya hidup kita yang terkait dengan internet lalu apa alternatifnya kalau tidak ada. Monggo cekibrot :

1. Facebook, Twitter, Friendster, atau My Space. Percados punopo mboten, percaya atau tidak jenis situs yang satu ini begitu fenomenal. Bahkan dikalangan remaja, tidak punya jejaring sosial yang dianggap booming maka dia akan dianggap cupu.

Alternatif : Saat situs jejaring sosial belum setenar sekarang, seinget saya paling kita mencantumkan profil pribadi ato foto-foto narsis di majalah-majalah yang ada. Kalo masih anak-anak yang kirim profilnya di tabloid Fantasi, Mentari Putra Harapan, atau BOBO. Sedang pada usia remaja dikirim ke KAWANKU, HAI, ANEKA (Satwa) ha ha ha ha ha. Nah yang rada unik kalo udah bapak-bapak atau emak-emak. Dikirimnya sesuai dengan bidang pekerjaan. Kalo yang demen usaha ya di tabloid usaha, kalo demen pelihara binatang di majalah Trubus, kalo suka gokil-gokilan (padahal udah tua) dikirim aja di majalah HUMOR.

2. Komik online. Saya yakin bagi penggemnar Naruto, Bleach, atau One Piece pasti tak asing dengan komik online. Selain lebih up date, juga tak perlu keluar biaya banyak untuk mengaksesnya.

Altenatif : tanpa komik online, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan oleh para penggemarnya adalah dengan menyewa di persewaan komik setempat. Namun bagi yang ora bondo (tidak mau keluar biaya) serperti saya, alternatifnya adalah dengan nongkrong di toko buku seperti Gramedia, Toga Mas, atau Siswa (kalo di kota Malang). Biasanya sehabis pulang sekolah sambil jogkok di rak komik sampai berjam-jam. Paling apes kalau komiknya masih disegel. Pulanglah kita dengan tangan hampa dan sesak didada.

3. E-Banking. Ini mah jangan ditanya. Sekarang kebanyakan orang butuh dengan hal yang satu ini. Apalagi para mahasiswa yang kuliah di luar kota. Pas kehabisan duit tinggal sms ortu dan dalam tempo tak beberapa lama terkirimlah sejumlah uang ke dalam rekening.

Alternatif : Lalu apa yang terjadi kalau E-Banking tidak seperti sekarang? Di mana orang masih mengira ATM adalah tempat untuk nonton TV (aaaargh saya pikir dulu mesin ATM bisa dibuat nonton video). Biasanya orang dulu menggunakan jasa wesel. Namun perlu diketahui, wesel membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk nyampai ke tempat tujuan. Belum lagi kalau misalnya teknologi ponsel masih menjadi milik kalangan borju. Maka anda membutuhkan waktu lebih lama lagi dalam proses pnungguan. Satu minggu untuk mengirim surat, satu minggu untuk menunggu kiriman wesel datang. Dan dalam rentang waktu dua minggu itu (menurut cerita bapak saya), ada yang puasa karena gak sanggup beli nasi. Bahkan tak jarang celana yang cuma dua helai digadaikan demi memenuhi hasrat cacing dalam perut yang mulai meronta.

4. Messeging. Janjian tinggal SMS, kangen-kangenan tinggal BB-an, kirim foto tinggal MMS-an. Ngobrol semalam suntuk tinggal telpon (scara tarif sekarang kan murah choy).

Alternatif : Misalnya teknologi itu belum ditemukan maka untuk janjian anda harus bertemu dulu dengan orangnya secara langsung. Setelah itu baru menentukan tempat dan tujuan. Ato minimal buat memo ke temen yang dituju.

Kalo mau kangen-kangenan, biasanya nulis surat cinta. Ditulis pake kertas merah muda, amplopnya merah jambu dengan gambar hati dan bunga. Bisa dititipin langsung ke yang bersangkutan, bisa melalu temen yang bersangkutan, atau selipin di buku yang dipinjem dari yang bersangkutan. Bagi yang tidak bisa nulis surat cinta bisa minta tolong temen yang suka baca novel roman picisan.Biasanya buruannya bakso satu mangkok.

Yang agak ribet ini kalo soal telepon. Jaman sekarang ponsel bukanlah jaman mewah. Namun semisal benda ini masih tidak setenar sekarang, bisa jadi telepon koin adalah alternatif paling dicari. Sebelum telepon tuker uang dulu di warung setempat. Setelah itu segera pergi ke bilik telepon umum terdekat. Paling apes kalo ternyata banyak yang antri.

5. Game Console. PS, XBOX, Nintendo Wii, dll. Game sekarang canggih abis cui. Gambarnya bikin mata betah. Apalagi dengan kemasan gambar dan suara 3D sehingga mendekati nyata. Ditambah dengan variasi game yang begitu banyak mulai dari sepak bola, fighting, shooting, RPG, racing, dll. Dan semuanya dikemas dengan apik dan menarik. Malahan akhir-akhir ini teknologi game virtual sudah mulai diperkenalkan. Pemain game sendirilah yang masuk dalam game tersebut.

Alternatif : Bila teknologi game console tidak berkembang secepat ini, mungkin game masih akan berkutat di petualangan ala Mario Bross, atau Sonic saja. Suaranya pun pake suara 8-bit dengan dominasi bunyi “tut-tut” dan “tuling-tuling”. Kalo dirasa dimahal dalam beli mesin game-nya, maka yang jadi tempat tujuan adalah mall/plasa/atau tempat permainan yang menyediakan mesin Arcade alias Ding Dong. Bisa jadi game favorit masih street fighter. Paling eeengngngggaaak enyaak (kaya di iklan Mie Sedap) kalo tempat permainan itu banyak tukang palaknya. Jadi dah street fighter beneran….

6. MP3 dan iPod. Saat ini saya yakin banyak dari kita yang lebih milih download lagu di internet daripada membeli kasetnya. Dengan format file mp3 kita bisa menyimpan ribuan lagu (bahkan jutaan tergantung kapasitas) di mp3 player atau yang sekarang palingetrend iPod. Selain suaranya yang kempring (nyaring), batrenya pun tinggal colok ke listrik kalau habis. Sangat mudah dibawah karena besarnya lebih kecil dari bungkus rokok.

Alternatif : Bila tak ada mp3 (atau tipe file audio lainnya) dan mesin pembaca format file ini, memakai kaset adalah hal yang logis. Dan untuk memutar itu kita membutuhkan walkman. Agar tidak boros karena harus berkali-kali beli baterai, sebaiknya beli baterai yang bisa di charge. Memang sih agak nyekik pas pertama beli. Tapi setelah itu ongkosnya lumayan ringan.

Ada yang lebih sadis selain walkman, yaitu bawa tape componya langsung he he he he he he

7. http://www.google.com/ . Aneh rasanya kalau orang berinternet tapi tak mengenal search engine yang satu ini. Apalagi buat mahasiswa. Situs ini merupaka penolong di saat kesulitan mencari bahan makalah atau artikel untuk perkuliahan.

Alternatif : Google bisa jadi adalah situs paling berdosa karena menjadikan perpustakaan kampus tidak lagi menjadi primadona. Dulu kalau sudah ada tugas, namanya perpustakaan akan diserbu oleh para pencari ilmu. Yup perpustakaan adalah google dalam bentuk riil.

8. Rapidshare, Mediafire, 4Share, Torrent, Indowebster. Yang suka download movie pasti tak asing dengan nama-nama itu. Di sana kita bisa menemui film terbaru sampai jaman baheulah. Film kualitas oscar hingga film jahanam hampir semuanya tersedia.

Alternatif : alternatif bila tidak bisa download movie ya nonton langsung di bioskop atau nyewa di rental. Namun untuk mendapatkan film terbaru kita harus menunggu kurang lebih 3-5 bulan terlebih dahulu. Bagi yang sakunya bermasalah, harus pasrah untuk menonton film ala kadarnya. Tunggu aja di layar kaca. Ato kalau mencari suasana yang meriah, bisa nonton layar tancep di MISBAR (Kalo gerimis bubar). Layar tancep sering ditampilkan saat ada sosialisasi program pemerintah (kalo jaman Pak Harto biasanya program KB). Karena mahalnya biaya pemutaran film asing, maka yang diputar pun adalah film-film dalam negeri. Kalo ndak WARKOP DKI ya FILM horor erotis-nya SUZANA.

9. Blogging. Ibaratnya saat ini tiap individu bisa membuat karyanya sedniri dan dilihat banyak orang. Blogging adalah salah satunya. Bahkan saat ini para blogger telah menapat tempat tersendiri karena bisa membawa sebuah pengaruh besar pada kondisi sosial masyarakat. Tak jarang para blogger ditangkap oleh pemerintah negaranya karena dianggap menyebarkan tulisan provokatif. Dengan Blogging kita juga bisa merau rupiah atau bahkan dollar dari sponsor yang masuk.

Alternatif : Bila blog tiadk ada, maka untuk menyebarkan tulisan yang telah kita buat kita boleh jadi harus mengirimnya ke media surat kabar agar bisa dimuat. Namun kemungkinan dimuat pun tidak setinggi yang diharapkan. Hal ini dikarenakan kita harus bersaing dengan penulis lainnya.

Bagi para remaja untuk menyalurkan hobi menulis mereka wujudkan dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler MADING. Karena dengan cara seperti itu mereka punya kesempatan untuk mempublikasikan tulisannya dan karya-karyanya.

10. PSP, Nintendo DS, dll. Memainkan game canggih dan kompleks tak perlu lagi harus diam di suatu tempat. Tinggal mainkan di PSP atau Nintendo DS.

Alternatif : Kalo soal game portabel sebenarnya ada alternatif yang serupa. Sama-sama portabel dan sama-sama menghibur. Hanya yang membedakan tingkat kerumitan. Apa yang terjadi pada PSP dan Nintendo DS adalah buah dari perkembangan gadget yang begitu luar biasa. Di masa sebelum teknologi seperti saat ini, mungkin kita mengenal game portable bernama Game Watch. Namun kalau soal tingkat kerumitan ya jangan ditanya. Game Watch selain Cuma dua warna game-gamenya pun masih sederhana Paling tembak-tembakan, balapan, atau tetris. Kalau naik level paling kecepatannya doank yang ditambah.

Sebelum Game Watch game portabel juga sudah ada. Bahkan tidak menggunakan elektronik. Sebut saja puzzle, Game Watch air, atau kotak labirin. Kotak labirin ini saya lupa nama aslinya. Intinya permainan ini ada kotak labirin berukuran saku. Lalu ada bola kecil. Dan tugas kita adalah memindahkan bola itu dari satu tanda ke tanda lain.

Itulah sedikit banyak hal yang akan terjadi bila teknologi internet tidak seperti saat ini. Sebenarnya masih banyak lagi. Dan Insya Allah akan diupdate kalo sempat. Misalkan ada saran silahkan beritahu saya…..

Diwarnai Kericuhan, Arema Tundukkan Persela 2-1


Malang – Diwarnai perkelahian antarpemain dari kedua kesebelasan, tuan rumah Arema Indonesia berhasil menundukkan Persela Lamongan 2-1 dalam lanjutan Indonesian Super League di Stadion Kanjuruhan, Selasa (4/5/2010.

Persela mengambil inisiatif serangan di awal-awal pertandingan. Sebuah kerja sama Samsul Arif dengan Jimy Suparno sempat membingungkan pemain belakang tim tuan rumah, tapi tidak sampai membuahkan gol.

Serangan gencar yang dilakukan anak-anak Lamongan baru berhasil di penghujung babak pertama, persisnya di menit 44. Samsul Arif memporakporandakan pertahanan Arema dan tendangan kerasnya mengoyak jala Kurnia Meiga.

Di babak kedua permainan lebih terbuka. Arema mengubah strategi dengan masukkan Dandy Santosa sebagai pengganti M. Fahruddin.

Hasilnya, di menit 60 “Singo Edan” menyamakan kedudukan melalui Cmelo Roman. Umpan silang Esteban Gullien dari sisi kiri jantung pertahanan Persela, dikontrol Roman dengan dadanya, dan ia melanjutkannya dengan tembakan kaki kanan yang menghujam gawang lawan.

Selang dua menit kemudian Roman kembali membobol gawang Persela melalui serangan balik yang cepat. Dari luar kotak penalti, pemain bernomor punggung sembilan itu menyepak bola dan menaklukkan kiper Dedy Iman.

Di menit 66 Arema berkesempatan memperbesar keunggulan dari titik putih, menyusul pelanggaran FX Yanuar terhadap Noh Alam Shah. Akan tetapi Pierre Njangka yang bertindak sebagai algojo gagal menuaikan tugasnya dengan baik.

Di menit 70 terjadi insiden memalukan. Peristiwa bermula ketika pelatih Persela Hartono Ruslan menarik keluar Sukadana untuk digantikan oleh Dicky Firasat. Tiba-tiba Noh Alam Shah yang berada di dekat FX Yanuar tersungkur di tanah. Secara jelas terlihat sebelumnya pemain belakang Persela itu menyikut muka Noh.

Melihat rekan senegaranya tersungkur, M. Ridwan berupaya mendekati Yanuar. Namun, usaha itu dapat diredam oleh para pemain lain. Wasit Okky Dwi Putra memimpin pertandingan langsung memberikan kartu merah terhadap kedua pemain.

Di saat keduanya berjalan keluar, insiden kembali terjadi. Noh Alam Shah langsung menendang punggung Yanuar yang berjalan menuju ruang ganti. Aparat keamanan berada di lokasi langsung berusaha melerai dan meredam emosi para pemain lain. Akibat insiden itu pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

Untuk kembali memulai pertandingan wasit asal Bandung ini berdiskusi dengan kapten kedua kesebelasan dan meminta mereka menjaga emosi rekan-rekannya.

Insiden ini seperti ulangan pada pertemuan pertama mereka di Lamongan. Ketika itu Noh Alam diganjar kartu merah karena terprovokasi pemain-pemain tuan rumah.

Kemenangan ini membuat Arema mengamankan jalannya menuju tangga juara. Tim asuhan Robert Albert ini tetap memimpin klasemen sementara dengan nilai 63 dari 30 pertandingan, unggul enam poin dari tim peringkat dua, Persipura Jayapura.

7 Boy Band Paling Legendaris

April 27, 2010 46 komentar

Boy Band, adalah sebutan untuk vokal grup yang beranggotakan para cowok-cowok muda dan keren. Karena faktor inilah, Boy Band sangat mudah mendapat tempat di para remaja putri. Namun dalam kenyataannya tidak hanya kaum hawa yang bisa menerima kehadiran Boy Band. Kaum adam puntidak sedikit yang menggemari. Walaupun laki-laki cenderung menyukai lagu yang mereka bawakan saja. Maklumlah lagu-lagu yang dibawakan Boy Band liriknya roman abis. Lumayan kalau buat nggombali gebetan. Nah kalau ada cowok yang suka boy band karna personilnya….. saya gak ikutan dah…..

Boy Band sendiri mulai mendapat tempat di era 90-an. Dan kemudian menjadi-jadi saat awal 2000an. Hampir sebagian besar tangga lagu barat dikuasai para Boy Band. Dan baru sekitar pertengahan 2003 fenomena ini tenggelam.

Namun tahukah kita siapa Group Band paling legendaris? Berikut ini saya sunting daftarnya dari On The Spot :

1. New Kids On The Block


New Kids on the Block adalah kelompok musik terkenal pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Mereka dibentuk di Boston, Amerika Serikat pada 1984.

Anggota-anggotanya adalah Donnie Wahlberg, Jordan Knight, saudaranya Jonathan Knight, Danny Wood dan Joe McIntyre. Album pertama mereka yang berjudul sama pada 1986 tidak begitu terjual laris.

Namun ketika mereka menjadi band pembuka untuk Tiffany pada 1988, ketenaran mulai datang. Album kedua mereka, Hangin’ Tough (1988) terjual 8 juta kopi di seluruh dunia dan menghasilkan lima lagu sepuluh besar.

Setelah merilis album berikutnya di tahun 1990, Step By Step, mereka berpisah dari manajer dan produser mereka Maurice Starr dan tidak lama kemudian membubarkan diri.

Donnie Wahlberg sekarang ini dikenal sebagai aktor, Jordan Knight dan Joe McIntyre masing-masing merilis album solo.

2. Take That


Take That adalah boy-band asal Inggris yang dibentuk oleh Nigel Martin Smith di Manchester tahun 1990. Take That terdiri dari Mark Owen, Jason Orange, Howard Donald, Gary Barlow, dan Robbie Williams.

Take That telah menjual lebih dari 25 juta kopi menempatkan mereka di bawah The Beatles dalam penjualan terbanyak seantero Inggris.

3. Boy Zone


Boyzone adalah boy band dari Irlandia yang beranggotakan Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating, Shane Lynch, dan Stephen Gately. Dibentuk pada tahun 1993, mereka menggapai sukses paling besar di Irlandia, Britania Raya dan Asia dengan keberhasilannya mencetak 6 single nomor satu antara tahun 1996 dan 1999 di Britania Raya. Setelah vakum selama tujuh tahun, akhirnya band ini memutuskan untuk kembali dan merilis album baru pada tahun 2008.

4. Back Street Boys


Backstreet Boys atau disingkat BSB adalah salah satu kelompok musik paling laris di dunia. Mereka beranggotakan Nick Carter, Howie Dorough, Brian Littrell, dan A.J. McLean. Salah satu personilnya, Kevin Richardson keluar pada tahun 2006 untuk meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarganya. Namun hubungannya dengan para personil lain masih terjaga dengan baik.

5. N’Sync


N Sync (atau *NSYNC) adalah boy band dari Orlando, Florida, Amerika Serikat yang beranggotakan Lance Bass, JC Chasez, Joey Fatone, Chris Kirkpatrick, dan Justin Timberlake. Nama mereka adalah singkatan huruf terakhir nama depan mereka: Justin, Chris, Joey, Lansten, dan JC.

6. WestLife


Westlife adalah sebuah grup musik dari Irlandia yang beranggotakan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily. Satu anggota lainnya, Bryan McFadden, keluar pada 9 Maret 2004 agar dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk kehidupan keluarganya dengan mantan anggota Atomic Kitten, Kerry Katona, meski mereka kemudian berpisah dan dia mengganti ejaan nama depannya menjadi ‘Brian’.

7. F4


F4 (dibaca F-Si) adalah sebuah kelompok penyanyi dari Taiwan yang beranggotakan Jerry Yan, Vic Zhou, Ken Chu, Vanness Wu, Reginald Rambing. Mereka pertama kali dikenal lewat serial drama Meteor Garden yang ditayangkan sekitar tahun 2001. Sejak saat itu, kelima anggotanya telah menempuh karir solo, baik menyanyi maupun akting. Pada April 2007, diumumkan bahwa nama kelompok ini diubah menjadi JVKV atas permintaan dari Shueisha, pemilik hak cipta Hana Yori Dango, komik yang menjadi basis cerita Meteor Garden, karena dikhawatirkan akan terjadi kebingungan dengan tokoh-tokoh dalam sebuah drama televisi Jepang yang juga merupakan adaptasi komik tersebut. F4 sendiri merupakan inisial dari nama kelima anggota kelompok musik ini.

%d blogger menyukai ini: