Arsip

Posts Tagged ‘capres’

Memilih, Untuk Indonesia?

Fans Jokowi vs Prabowo

Fans Capres

Dua teman saya yang paling asyik buat diskusi politik ada dua, yang satu namanya Mas Said dan satu lagi Fahrur. Mas Said adalah dosen FIA di sebuah kampus. Dia ngajar politik, jadi dari Mas Said ah saya nanya hal-hal yang gak saya mengerti soal politik.

Kalau Fahrur adalah teman SMP dan SMA saya. Dia gak punya background politik sih. Cuman manusia biasa seperti saya. Bedanya dia mantan playboy saya mantan jones he he he.

Dalam memandang dunia politik Fahrur sering memandangnya dari sudut yang berbeda. Selain itu dia termasuk orang yang gak ikut-ikutan dalam menentukan pilihan. Dia selalu mencari alasan kuat kenapa dia harus memilih pilihan politiknya tersebut. Satu lagi kesamaan kami adalah, kami melihat politik gak seharusnya jadi sarana gontok-gontokan.

Kami (saya dan Fahrur), mungkin termasuk orang yang agak terganggu dengan hiruk pikuk politik belakangan ini. Terutama di media sosial. Bukan karena kami golput, tapi kami rada speechless sama pendukung capres-capres yang tengah bertarung.

Bayangin ya, 2 orang nih yang bertarung untuk kursi presiden, Jokowi dan Prabowo, tapi cukup berhasil bikin orang berantem. Berantemnya di dunia maya sih, disuruh berantem beneran paling juga keder.

Adu argumen para fans awalnya sih asik-asik saja. Masing-masing membedah visi-misi (yang udah bisa diunduh di situs KPU) dan juga karakter kuat dari masing-masing capres. Namun makin lama, mulai  lah kebiasaan mulia dari warga kita yaitu saling ejek.

Fans Prabowo nyerang Jokowi dengan sebutan capres boneka, cukong (maaf) China, dll. Sementara fans Jokowi mulai melancarkan serangan juga dengan menyebut Prabowo pelanggar HAM, jomblo (karena gak punya istri), dll.

Tulisannya pun kadang juga bikin ngelus dada. Variabel-variabel kebaikan seseorang yang seharusnya diukur secara objektif dan luas mulai didegradasi. Sekarang orang dinilai baik atau nggak cuma karena pilihan politiknya.

Contoh saya pernah liat status: “Yang pilih Jokowi, bego” atau “Orang cerdas, gak pilih Prabowo”.

Nah, mulai ngaco kan. Saya kenal tuh orang yang suka banget ama Jokowi, tapi pinter banget. Juara olimpiade fisika malah. Trus saya juga tahu tuh orang yang pilih Prabowo tapi cerdas karena dia sering banget bantu masyarakat dengan ide-idenya.

Penilaian fans capres mulai gak objektif. Para capres tidak lagi dinilai visi-misinya. Bagi mereka satu-satunya alasan pilih capres adalah karena capres sebelah, brengsek.

Serius deh, kalian yang kaya gini milih untuk Indonesia? Dan Indonesia model begini kah yang kalian pengen? Saya sih nggak pengen milih dengan metode macam itu. Itu mah kaya pemikiran fans boyband Korea.

Saya pribadi menilai begini, siapapun presidennya maka mereka bakalan jadi presiden semua rakyat Indonesia. Kebijakan yang dia buat tentu saja harus baik semua rakyat, bukan hanya yang memilih mereka saat pemilihan, tapi juga yang tidak memilih mereka, atau yang membenci sekalipun. Artinya perlakuan si presiden yang sekarang anda dukung habis-habisan tetap tidak akan mengistimewakan anda.

Kalau anda memang ingin mendukung salah satu capres, maka utarakan kenapa mereka layak dipilih. Jabarkan visi-misi mereka. Jelaskan dengan baik dan bijak kenapa kami harus memilih mereka. Kami tidak butuh anda mengupas kejelekan capres lain. Capres anda juga bukan malaikat yang tanpa dosa. Karena dengan anda menjelekkan si capres lain, maka justru orang lain malah tertarik dengan capres yang anda jelekkan. Kecuali anda memang cuma bisa main ceng-cengan. Ok saya maklum.

Pasang erat-erat kewaspadaan. Politik itu abu-abu, tidak ada yang benar-benar hitam atau putih. Saat yang terpilih bukan pilihan anda, maka anda BOLEH kritis. Saat yang terpilih adalah pilihan anda, anda WAJIB kritis.

Salam damai, dari seorang pencinta damai garis keras.

Kategori:politik Tag:, , ,
%d blogger menyukai ini: