Arsip

Posts Tagged ‘fenomena’

Biarkan Kelemahan Itu Membuat Anda Hebat

November 4, 2010 2 komentar

Pernah tidak kita merasa sangat kekurangan dan tidak sempurna? Bahkan karena kekurangan itu kita mendapat cemoohan yang sangat menyakitkan hati. Kita tidak sanggup membalas karena di satu sisi, apa yang dihinakan pada kita adalah sebuah kenyataan. Kenyataan pahit yang terpaksa kita terima. Dunia pun seakan enggan memberikan pembelaannya. Saat itu kita mulai bertanya, apakah memang kita diciptakan untuk sendiri? Tanpa satu pihakpun yang menghargai kita apa adanya?

Namun selang beberapa lama kita mulai kebal dengan komentar miring orang lain. Tanpa disadari kita mampu menemukan sebuah cara tersendiri dalam menyikapi sesuatu yang dianggap kebanyakan manusia adalah “hina”. Kekurangan yang kita miliki menuntun pada sesuatu yang disebut dengan bakat dan kelebihan. Kita menjadi sesosok manusia baru yang bahkan lebih hebat dari kebanyakan orang.

Lihatlah bukankah telah banyak contoh orang yang mampu menyapa kejayaannya walaupun bagi kebanyakan orang mereka tidak sempurna. Garincha, pesepak bola asal Brazil yang kakinya tidak sama panjang, justru dia merupakan penemu tendangan pisang yang terkenal itu. Liu Wei juara China’s Got Talent, adalah seseorang yang tak punya lengan namun dapat bermain piano menggunakan kedua kakinya dengan begitu indah. Atau Mark Zuckerberg pencipta Facebook yang ternyata adalah seorang buta warna. Dan masih banyak lagi.

Kini, tinggal kita. Seseorang yang merasa dirinya sangat kurang dibanding orang lain. Kita memang tak bisa memilih untuk jadi manusia yang utuh tanpa cacat. Tapi kita bisa memilih untuk menjadikan kekurangan yang kita miliki sebagai sebuah kehabatan yang tak pernah dibayangkan.

Sejenak mari kita merenung bahkan menangis, dalam menikmati tayangan dibawah ini. Namun setelahnya biarkan semangat kita menuntun pada keinginan untuk bangkit.

 

QUOTES


Sesungguhnya KAMI telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS 95:4)

 

Allah tidak menciptakan manusia itu ada yang pandai dan yang ada yang bodoh. Sebaliknya Allah itu menciptakan manusia itu berbeda-beda kepandaiannya (di bidang yang berbeda). Keberhasilan seseorang akan datang saat dia mengenali potensi dirinya (Abu Saif)

 

You Need to believe!!

(Master Ooguay, Kungfu Panda)

Ciem & Moel Episode 1 : Pramugari nge-Dance di Pesawat

Oktober 10, 2010 4 komentar

Di Filiphina, sebuah maskapai penerbangan melakukan terobosan unik dalam pelayanannya. Demo alat keselamatan yang biasanya disampaikan seperti Bu Guru menyampaikan pada muridnya kini diubah menjadi atraktif. Para pramugari (yang caem-caem) diperintahkan untuk ngedance sambil memperagakan penggunaan alat-alat keselamatan tersebut.

Bisa jadi cara ini akan menarik konsumen lebih banyak ke maskapai tersebut. Namun yang jadi pertanyaan demo alat tadi apa bener-bener bisa merasuk ke benak para penumpang? Ato justru para penumpang (terutama kaum pria) justru berfikir kemana-mana, gara-gara mupeng dengan Mbak Pramugari….?

Bagaimana menurut anda?

NB :

Berita soal Dance Pramugari bisa diliat di : Vivanews

Puasa, Bulan Penuh Kejahatan…???

September 7, 2010 2 komentar

Gambar diambil dari acehforum.or.id

Sudah sering kita dengar para khotib yang mengatakan kalau semakin mendekati lebaran, maka shof solat berjamaah akan mengalami kemajuan yang signifikan. Dalam arti barisannya makin maju karena jamaahnya banyak yang menghilang entah kemana. Lucunya guyonan ini justru muncul di Indonesia yang ‘katanya’ sebagian besar penduduknya adalah beragama Muslim. Dan tentu saja guyonan ini tidak serta merta muncul begitu saja. Namun muncul karena pada kenyataannya itulah yang memang terjadi di negeri ini.

Hal ini cukup berbeda 180⁰ dengan kondisi di negeri barat seperti Australia, Amerika, dan inggris yang jamaah sholatnya ‘stabil’ dari awal puasa hingga Lebaran tiba. Itu masih ditambah dengan aktivitas keseharian mereka saat bulan Puasa yang luar biasa padatnya. Bayangkan, penganut Muslim di negara-negara barat, tetap harus bekerja seperti hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan sistem mereka yang tidak mengenal dispensasi untuk berpuasa bagi umat Muslim, sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Tidak cukup hanya disitu, mereka juga menyibukkan diri dengan mengikuti kajian/seminar di Islamic Center terdekat. Jangankan amalan Wajib, amalan Sunnah pun mendapat porsi yang begitu diperhatikan.

Tak jarang umat Muslim di negeri barat menyempatkan diri menjadi sukarelawan untuk mensyiarkan Islam, ketika bulan Romadhon. Hal ini menarik, karena mereka dituntut untuk berinteraksi dengan masyarakat yang tidak semuanya bisa menerima Islam. Untuk itulah mereka dituntut untuk mengenal dan mempelajari secara mendalam tentang risalah Muhammad SAW ini. Dengan pengetahuan yang mendalam, diharapkan mereka mampu memberikan gambaran Islam secara untuh dan objektif. Sehingga dengan sendirinya itu akan menjadi dakwah yang efektif.

Logika ‘kuwalik’ (terbalik), malah terjadi di negeri kita tercinta ini. Korupsi, terorisme, anarkisme, liberalisme, kapitalisme, yang tidak hanya dilakukan hampir disemua kalangan. Contohnya gak perlu jauh-jauh seperti di tipi-tipi kelir (TV berwarna). Kita coba ambil contoh khasusnya di sekitar kita saja.

Soal korupsi misalnya. Sudah bukan rahasia umum, sebagian besar mahasiswa selalu minta kiriman ‘lebih’ dari orang tuanya. Alasannya buat kuliah, tapi jatuh-jatuhnya juga kebanyakan buat memenuhi gaya hidup. Ini juga sering terjadi di level rumah tangga, dimana istri minta uang belanja lebih. Tentu kelebihan itu dipakai untuk adu prestis dengan ibu-ibu tetangga, yang bisa jadi perhiasannya lebih mentereng. Biasanya kebutuhan akan gaya hidup di Bulan Puasa (apalagi mendekai Lebaran) akan jauh meningkat dari bulan-bulan lainnya. Jadi bisa disimpulkan nilai korupsi di bulan ini malah lebih gedhe.

Untuk urusan Terorisme, tak perlu menunggu Nurdin M.Top beraksi. Di jalan-jalan perkampungan, kita juga sudah sering Jantungan gara-gara “Bom Low Explosive” yang disebut petasan atau mercon. Herannya kalo pemain petasan ini ditegur (kebanyakan anak kecil), eh bapaknya malah balik memarahi kita sambil bawa parang.

Gambar diambil dari : sosbud.kompasiana.com

Lalu apakah anda ingat peristi 11 September 2001 saat beberapa teroris menabrakkan pesawat ke gedung WTC? Hal yang sama juga bisa terjadi di jalan raya negara kita. Apalagi kalau jamnya mendekati waktu berbuka. Namun bedanya, yang digunakan para terosri kali ini adalah motor atau mobil. Baik Motor maupun Mobil seketika itu juga jadi mesin pembunuh yang siap membuat jiwa orang melayang, dikarenakan kebut-kebutan. Alasan ngebut pun ‘gak penting’. Supaya pas adzan sudah ada di rumah untuk berbuka puasa. Tapi karena alasan gak penting itu juga banyak orang yang bisa menjadi korban kebiadaban teroris yang mengatasnamakan agama model begini.

Belum lagi kalo pas adu cepat sampai di rumah itu, diwarnai srempetan antar pengendara. Kemaren saja (26 jam sebelum tulisan ini dibuat), 2 orang pengendara berantem hebat bahkan sampai mau bunuh-bunuhan di perempatan Ciliwung (kota Malang). Dan lucunya perkelahian konyol itu terjadi pas bulan puasa. Apa mereka puasa? Muslim…? Tau dah…. Bagi mereka bodo amat soal ajaran agama untuk saling menahan diri. Yang penting anarkis dan anarkis (Gak perlu ikut ormas kan untuk bisa berbuat anarkis?).

Dan puncaknya, pada akhir bulan puasa dihadapan kita akan disuguhi praktik konsumtif yang luar biasa dahsyatnya. Umat muslim berbondong-bondong pergi ke “Kuil Penebar Impian” bernama Mall. Mereka sibuk dengan “ritual” membeli baju, celana, aksesoris, dan perlengkapan lebaran yang bermerk serta trendi. Data sementara menunjukkan, mal-mal di kota besar (Jakarta, Surabaya, Jogja, Medan, dll) mengalami peningkatan pengunjung terutama pada malam hari.

Mal semakin ramai hingga tengah malam karena ada diskon midnight hingga 70% yang ditawarkan oleh konter-konter pakaian. Akibatnya masjid yang seharusnya dipergunakan untuk itikaf dan tadarus secara intensif menjelang 10 hari terakhir tampak sepi, sedangkan mal tampak padat merayap.

Ada sebuah proses INCEPTION pada iklan-iklan komersial yang berhasil merubah cara pandang masyarakat pada alam bawah sadarnya. Fungsi pakaian sebagai penutup aurot beralih menjadi “benda magis” sebagai simbol kekayaan, kesuksesan, borjuis, dan kemapanan.

Perlahan-lahan pertanyaan demi pertanyaan mulai menjangkiti pikiran sebagian orang. Inikah ajaran agama yang katanya begitu luhur? Inikah ajaran agama yang mengajarkan orang-orangnya untuk punya rasa empati dan kepedulian sosial? Inikah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk bisa mengendalikan diri? Ataukah memang kita sendiri sebagai umat Muslim yang benar-benar tak (mau) mengenal agamanya sendiri.

Diakui atau tidak tujuan utama Ramadhan yang kalo kata Gusti ALLAH agar manusia bertakwa, rupanya belum bisa kita wujudkan. Sumber Daya Manusia kita yang masih silau dengan “pencitraan” semu inilah yang bikin tujuan berpuasa ini jadi kemana-mana. Ritual sebulan penuh untuk mengkoreksi dan memperbaiki diri agar 11 bulan berikutnya bisa jadi manusia lebih baik, ternyata disalah gunakan. Bulan Ramadhan kita ubah menjadi bulan ‘perayaan’ dan ‘penimbunan’ nafsu secara menggila. Momen-momen seperti ini juga yang dimanfaatkan oleh para setan kapitalis untuk mengeruk keuntungan dari manusia yang jadi korban “pencitraan”.

Sepertinya sudah saatnya kita mulai merubah cara pandang berfikir tentang pelaksanaan ajaran agama. Orang barat yang notabene banyak mualafnya ternyata jauh lebih mampu menjadi pribadi mukmin yang utuh, daripada kita yang bermodalkan warisan dari orang tua. Kegigihan orang-orang di barat yang haus akan ilmu dan pengetahuan tentang agama yang mereka anut, telah menjadikan mereka lagi-lagi lebih mengungguli kita. Bagi mereka agama tidak hanya sekedar ritual di masjid. Tapi telah menjadi pedoman pelaksanaan teknis dalam kehidupan sehari-hari. Knowing Is Not Enough, We Must Apply ! Willing is not enough, We Must Do!!!!

Yah…. Mungkin memang benar, di akhir zaman matahari akan terbit dari barat. Bukan dari timur…..

Mana Duluan, Ayam atau Telur? (Mungkin) Ini Jawabnya!

Juli 15, 2010 3 komentar

Saat sarapan telur, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.

Para ilmuwan berhasil menjawab  salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris  menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

“Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya,  selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

“Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.”

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

“Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya.”

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

“Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis.”

Yang pertama dicari adalah, mengetahui ‘resep’ yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

“Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam.”

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. “Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan.”

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah ‘tukang bangunan’ tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. “Itu berati ayam ada duluan sebelum telur.”

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

“Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya.”

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa.  Penelitian ini juga berimplikasi medis.

“Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita  bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia.”


Indonesia, Kita Ini Kenapa?

“Nak kalo pipis jangan di jalan! Malu dilihat banyak orang!”

“Le, ojo ngintip! Ngko timbilen!” (Nak Jangan ngintip nanti bintitan!)

“Jangan dua-duaan! Nenek bilang itu berbahaya!”

Saya kira sudah banyak nasehat soal moral yang sering dilontarkan oleh pinisepuh jaman doeloe kala. Baik itu bapak, ibu, nenek, kakek, pak Kyai, guru sekolah, dll. Dan gara-gara nasehat itu kita jadi mengartikan kalo lihat sesuatu yang tidak pada tempatnya maka sudah sepantasnya kita malu dan menundukkan pandangan. Sebagai contoh kalau tiba-tiba lewat cewek cantik, pakaian pating mecotot, ketat gak karuan, sampai bagian tubuhnya pada menonjol maka tindakan kita  adalah mengalihkan pandangan. Bukan malah menikmati tiap centi dan kemudian memasukkan dalam otak dan kemudian turun entah kemana.

Namun jaman sekarang sepertinya beda ya? Ato saya memang yang ketinggalan jaman? Organ vital yang saat saya menempuh pendidikan itu diajarkan untuk dijaga dari khalayak ramai, ternyata saat ini boleh diumbar kemana-mana. Anak smp dan sma main cinta sampai ke ranjang malah sudah biasa. Bahkan lebih afdol kalo direkam dan disebar di internet. Lumayan….. bisa tenar mendadak he he he he.

Lah, ngomong-ngmong soal merekam adegan kompor saat ini, kebetulan lagi anget-angetnya berita Ariel Peterporn eh Peter Pan. Maklum si Don Juan itu tersandung kasus video porno mirip dirinya dengan dua presenter papan atas sekaligus. Tak pelak, dunia maya (maya disini internet maksudnya, bukan mantannya si Ahmad Dhani) pun merespon dengan luar biasa. Nyang namanya di twitter, Ariel melejit jadi trending topic. Namanya pun berubah dikit jadi Ariel Peterporn (plesetan dari PeterPan). Sampe-sampe Justin Bieber, Paris Hilton dan Lady Gaga artis tersohor dari amrik sono tanya di twitter-nya : Who or what is Ariel Peterporn? Tau yang nanya artis nomor wahid dari luar negeri, pada keranjingan deh orang-orang kita kalau ariel itu artis yang tengah kesandung video tak senonoh.

Uniknya di twitter juga ada beberapa tanggapan dari anak usia remaja baik cewek maupun cowok, yang asik memperbincangkan itu video itu. Ada sih yang mengecam tapi tak sedikit yang saling bertukar link download. Bahkan beberapa juga dengan santai bilang kalau mereka sudah nonton.

Tak berhenti disitu saja, pas tadi saya makan Bakso bakar ada seorang cowok yang sempat kirim file itu ke temen ceweknya. Nah loh…..

Pertanyaannya sekarang, kita sebenernya kenapa ya??? Walaupun bukan termasuk orang alim dan beriman bak ustadz tapi saya kok kurang sepakat kalo urusan “beginian” dibawa ke ranah publik. Ato dengan kata lain dosa ya kita pelihara sendiri lah! Gak usah ikut-ikutan ngajak yang laen.

Perilaku pemeran video mesum itu boleh jadi telah dikutuk dan dihujat habis-habisan. Tapi kok bagi saya pribadi, perilaku para penghujat tidak kalah menjijikkan. Coba bayangkan, di salah satu berita, diperlihatkan sekelompok pelajar, pegawai negeri, dan mahasiswa dengan enjoy menikmati video ini beramai-ramai (laki perempuan).

Nah mas-mas dan mbak-mbak yang terhormat…. Itu yang ditonton barang pribadi loh. Dimana bentuknya bisa jadi mirip dengan yang kita punya. Gimana kalo pas nonton bareng Om Iblis mbisikin kita bwt berangan-angan kalo pelaku itu adalah orang yang ikut nonton di sebelah kita?

Kalo memang kita masih memandang Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa, mbok ya mari kita iling (ingat)! Sila pertama kita itu Ketuhanan. Apapun agama kita, pasti diajarkan untuk tidak menyebar aib orang lain khan?

Setelahnya, sila kedua itu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab loh. Bukan kemanusiaan yang Labil dan Biadab. Jadi masa sih kita tega terus-terusan mengangkat Skandal jepit ini sampai berlarut-larut. Khan katanya beradab? Ayolah kita cari topik yang lebih manfaat. Soal tips cari duit kek, link kerja kek, atau soal wisata kuliner setempat (sambil bantu UKM ceritanya).

Masa sih kita mau terkenal gara-gara jadi negara dengan pengakses situs basah terbesar, ato gara-gara Ariel peterporn jadi Trending Topics nomor wahid….? Saya kira nggak toh… Ayo angkat sesuatu yang positif dari negara ini! Indonesia masih punya banyak hal baik dan luar biasa yang bisa dibanggakan.

KEBIASAAN PEJABAT BUSUK YANG SERING KITA LAKUKAN

Mei 31, 2010 3 komentar

“Anggota dewan kerjanya Cuma tidur dan ngehabisin duit rakyat”

“Pejabat bisanya foya-foya, gak punya empati sama orang kecil tah?”

“Pejabat itu maling…. Mereka suka mencuri duit rakyat. Tapi enaknya gak pernah dihukum”

“Enak bener jadi anggota d(h)ewan… bisa main perempuan seenaknya”

Itulah kata-kata yang bisa jadi sering kita dengar, ketika kebanyakan orang ditanya apa yang mereka pikirkan soal pejabat. Bahkan kalau mau ditulis, makian-makian pada para pejabat itu bisa setebal buku kamus. Namun suka atau tidak, itulah faktanya. Sebagian besar (tidak semuanya) pejabat memang belum bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tak jarang jabatan itu dipergunakan untuk menjadi raja atau bahkan Tuhan baru bagi manusia yang lebih lemah darinya. Demokrasi pun jadi alat efektif bagi mereka untuk meloloskan apa yang disebut hukum rimba.

Nah… suatu saat di warung STMJ langganan, saya sedang asik berbincang dengan teman baik. Temanyapun bermacam-macam. Namun entah kenapa saat itu saya sedang semangat-semangatnya membicarakan soal tingkah laku pejabat negara kita tercinta ini. Maklum, momennya pas dengan Century yang kebetulan sama angetnya dengan STMJ Coklat pesanan saya.

Panjang lebar saya caci maki mulai dari anggota dewan, menteri, pengacara, jaksa, bahkan paling nekat PRESIDEN cing. Dan dengan bahasa yang rada tinggi bin njlimet, saya sepertinya layak juga diundang TV ONE dan Metro TV jadi nara sumber he he he he. Sampai kadang-kadang saya sendiri bingung ngomong apa?

Sementara saya ngomong panjang lebar dan berbusa, teman saya hanya mendengar dengan seksama sembari sesekali menyantap potongan roti bakar telur dihadapannya. Awalnya saya sih lanjut dengan ocehan. Namun lama-lama ngomong rahang pun jadi kram. Berhenti deh celotehannya.

Melihat saya kecapekan, teman saya lalu ganti bicara. “Sudah tah…? BTW dari tutur katamu yang sudah mirip Imam Prasojo (Sosiolog) tadi, secara sederhana apa saja dosa pejabat kita?”

Sambil garuk-garuk saya mikir bentar. Memang sih, terkadang kalau kita pakai bahasa langitan lalu ditanya pertanyaan simpel suka gak mudeng sendiri. Tapi bagaimana lagi, sudah kepalang basah sok-sokan pinter. Gengsi donk (ala warkop).

“Tidak jujur, suka korupsi, tidak amanah, suka berkhianat (obral janji doank), empati terhadap masyarakat kurang, gila popularitas, umbar nafsu birahi….. sementara itu deh,” ujar saya.

“Weleh kalau dipikir berarti jadi pejabat jaminan neraka dong???” teman saya balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Ya kalo jaminan gak juga sih. Tapi 90% mungkin iya….”

“Hmmm….. ok-lah kalau kamu berpendapat begitu. Tapi sebenernya yang jadi ganjalanku, apakah ‘dosa turunan ‘ pejabat itu juga berlaku pada kita?”

“Maksudmu..???”

“Ya apakah harus jadi pejabat dulu baru mendapat bisa melakukan hal-hal terkutuk yang kau katakan plus bonus dosanya sekalian?”. Pertanyaannya mulai kritis

“Bukannya begitu sih, tapi khan ya mereka itu pejabat. Mbok ya sadar. Lagian kalau pejabat kan merugikan banyak orang. Contoh uang yang diambil bisa sampai tirliunan. Beda sama tukang copet cing… paling maksimal kalo nyopet kita-kita dapetnya cuman 50ribu”, sanggah saya.

“Berarti, mencuri atau berbuat dosa itu boleh asalkan sedikit dan merugikan, ya minimal satu orang saja?”

“Nggg…” saya pun mulai tidak bisa berkata-kata.

Teman saya pun melanjutkan perkataanya, “Aku terkadang sangat heran dengan apa yang terjadi pada kita yang mengaku manusia. Sebuah tindak kejahatan kita lakukan dengan landasan bahwa orang lain juga melakukan tindakan yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil kita anggap lumrah. Hanya yang jadi masalah, terkadang sebagai manusia kita lupa. Bahwa manusia diciptakan untuk memiliki kecenderungan. Kecenderungan itulah yang membuat kita tak mampu menilai berapa nilai koefisien besar kecil itu”.

Mulai lah sohib dekat saya itu mengeluarkan pemikiran-pemikiran religius, sosial, sekaligus dibumbuhi pedoman teknik (maklum jebolan teknik).

1. Yang pertama, pejabat tidak jujur pada rakyat. Persoalannya apakah kita selalu jujur dengan teman, ortu, dosen, bos di temat kerja, atau pasangan. Lihat aja kalau telat kerja ngomong ke bosnya pasi antara macet, ban meletus, atau kehabisan bensin. Padahal kesiangan karena nonton bola tengah malem. Itu belum lagi kalau ditambah soal mencotek dan njiplak skripsi

2. Kasus kedua, Saat kita menganggap korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi apakah beda dengan kita yang dulu juga pernah jadi mahasiswa lalu memakai uang dari orang tua yang sebenernya untuk kuliah, tapi dipake PS-an lah, nge-mall lah, CS-an lah (kalo sekarang PB), pacaran lah. Bahkan untuk yang terakhir ini ironi banget. Anak cewek orang, punya kiriman dari orang tuanya sendiri, bahkan tak jarang kiriman ortu si cewek lebih gedhe dari punya kita. Eh mau-maunya kita pake uang kiriman kita untuk memodali tuh cewek yang belum 100% jadi istri ntar. Trus yang kita lakukan apa bedanya dengan seorang koruptor yang lihai dalam berpolitik untuk mendapatkan modal demi keuntungan individu?

3. Kasus ketiga, soal anggota dewan yang gak amanah karena tidur pas sidang. Gak usah jauh-jauh anggota dewan, brur. Di kelas kita aja banyak tidur pas jam kuliah. Kalo pun melek paling sms-an ato facebook-an. Padahal itu bilangnya ke orang tua kuliah loh ya (Untuk yang ketiga ini bikin telinga saya panas. Pasalnya saya sering banget begitu… :D).

4. Soal berikutnya ini saya ane demen… Perkara obral janji. Ini khusus laki-laki, brapa banyak dulu kaum kita yang mendapatkan ceweknya dengan berjanji setia selamanya sesaat sebelum janjian? Ajaibnya setelah janji setia, pada mupeng kalau liat cewek bahenol lewat. Selingkuh mungkin bentuk penghianatan tertinggi saat berhubungan. Namun ngomongin cewek lain saat nongkrong bersama teman, apalagi dengan kecenderungan mengikutsertakan birahi juga bisa dimasukkan dalam kaegori selingkuh. Pertanyaannya apa beda kita dengan ereka yang duduk empuk di gedung parlemen?”

5. Dan masalah empati terhadap masyarakat sekitar, saya malah miris kalau kita menyalahkan para pejabat saja. Bukankah hilangnya empati sering muncul justru di tempat yang banyak kaum intelektualnya. Atau dengan kata lain kampus menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Contoh paling serderhana lihat saja di sekertariat bersama. Satu sekertariat dengan sekertariat lainnya sudah mirip kaya pedagang VCD bajakan di pasar besar. Satu sama lainnya berlomba untuk besar-besaran volume speaker. Yang jadi korban mahasiswa atau orang yang kebetulan ada di sekitar situ. Sumpeg denger suara gedebuk-gedebuk gedumbrang gak jelas model begitu. Kalau diingetin susahnya minta ampun. Padahal kalau demo soal SKPP Soeharo, Century, ato Lapindo kayaknya kerasnya bukan main tuh. Tapi hal simpel justru belum bisa melakukan dengan baik”

6. Untuk gila popularitas, ak usah nunggu jadi pejabat kaleee…. Di facebook kau akan menjumpai bahwa betapa hausnya kita akan popularitas. Gak usah ngomong soal ALAY. Yang merasa gak ALAY pun kadang malah lebih ALAY.”

7. Terakhir soal umbar nafsu birahi. Kalau hanya pejabat yang melakukan, mungkin negara kita tidak akan masuk menjadi salah satu negara dengan pengakses situs porno dunia. Di sisi lain kebebasan dalam pergaulan remaja tak lagi bisa dibendung. Free Sex telah menjadi gaya hidup yang menurut mereka boleh dilakukan lagi-lagi atas dasar kebebasan berekspresi.

Kawan…. Bukan berarti aku tak setuju kalau pejabat dengan perilaku busuk itu ditindak. Malah bagiku itu adalah sebuah tindakan mendesak yang harus segera diambil. Namun kita juga tidak boleh menutup mata, bahwa perilaku pejabat tadi hanyalah akibat dari kondisi sosial masyarakat kita. Kenapa aku sebut akibat, tak lain karena mereka juga berasal dari masyarakat biasa. Bukankah beberapa petinggi partai, pejabat, dan anggota dewan itu dulu aktivis di masanya. Ngomong soal idealisme dan perjuangan turun ke jalan, boleh jadi mereka jauh lebih hebat dari masa kita sekarang. Namun apakah dengan idealisme dan kemampuan mereka di masa itu akan terus menjaga mereka dari perilaku menyimpang.

Ada sebuah kekhawatiran dariku bahwa sesungguhnya kitalah yang membentuk pejabat busuk itu. Demokrasi yang kita adopsi mentah-mentah sayangnya tak kita selaraskan dengan apa yang menjadi ciri khas budaya bangsa ini. Dalam sistem itu kita menganut siapa yang banyak itulah yang menang. Hasilnya… bukankah banyak dari kita yang lebih memilih jalan yang kita anggap buruk. Bahkan kita sedniri menganggapnya sebagai kebiasaan yang lumrah.

Ibarat sebuah sistem yang membentuk sebuah pohon, maka bisa di analogikan bahwa apabila akar pohon itu menyerap saripati yang baik, maka akan tumbuh buah yang baik. Namun saat akar itu menyerap saripati yang buruk, maka pohon itu tak berbuah tapi busuk. Dan lebih parah lagi tak berbuah sama sekali. Ini menjadi renungan untukku, untukmu, dan bagi siapapun.”

Uraian dari sahabat terbaikku itu membuatku enggan untuk mengoceh lagi. Yah itu adalah uraian yang suit disanggah. Sebuah lingkaran setan yang tak berujung kecuali ada yang mau memutusnya. Di satu sisi kita muak dengan perilaku (sebagian besar) pemimpin negara ini yang busuk. Tapi di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata kita berperilaku sama busuknya dengan mereka.

Arema Masuk List Trending Topics di Twitter

Akhir yang sempurna ditorehkan oleh Arema Indonesia di senayang dengan mengalahkan Persija 5-1. Tim besutan Robert Albert ini sekaligus mengukuhkan dominasinya sebagai juara Indonesia yang telah dikunci saat menghadapi PSPS.

Tak pelak prestasi luar biasa yang ditorehkan Singo Edan membuat euforia para suporternya. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kalau di dunia nyata, Aremania dan Aremanita merayakannya dengan berkonvoy dan syukuran kecil-kecilan. Lalu bagaimana dengan Aremania di dunia maya.

Seolah tak mau kalah dengan konvoy besar-besaran di jalanan kota Malang, Aremania pemilik akun twitter pun juga melakukan pawai dan konvoy di twitter. Hasilnya cukup sukses, Arema menjadi salah satu trend paling populer (Trending Topics) di situs micro blogging ini.

Semoga dengan pencapaian yang dilakukan oleh Arema tiak melenakan tim kebanggan kota Malang ini. Karena sesungguhnya banyak tantangan yang perlu ditaklukkan di depan sana. Viva Arema, Viva Aremania/nita, Viva Sepak Bola Indonesia.

%d blogger menyukai ini: