Archive

Posts Tagged ‘nostalgia’

Nostalgia Playstation 1 (PSX)

Oktober 9, 2013 1 komentar
Playstation 1

Playstation 1 lengkap dengan stick analog dan memory card

Tahun 98, saat saya masih kelas 1 SMP, Indonesia digemparkan dengan console game fenomenal Playstation 1 (PS1) aka PSX. Game yang mainnya pake kepingan CD ini telah menarik minat jutaan anak pada saat itu.

Saya sendiri mencoba memainkan PS1 di rental tak jauh dari sekolah. Waktu itu tarifnya dipatok 2000 rupiah per jam.

Berhubung  saya lagi seneng-senengnya sama sepak bola, maka game yang saya coba adalah FIFA 98 Road to worldcup. Eh di FIFA 98 ada timnas kita loh.

Gilaaaaa…… Untuk ukuran anak yang kesehariannya main video game 2 dimensi di komputer lawas, game di PS1 benar-benar bikin takjub.

“3 Dimensi reeeeek….. 3 Dimensi,” itulah perkataan saya kepada teman di sekolah perihal Game PS1. Bilangnya sambil pasang ekspresi gemes.

Setelah itu keseharian saya di SMP benar-benar tidak bisa dipisahkan dari PS1. Dan selama 3 tahun berkutat dengan rentalan PS,  banyak sekali kenangan-kenangan unik yang terjadi. Berikut beberapa diantaranya.

Winning Eleven 4

Winning Eleven 4

Game Paling Laris = Game Bola

Game paling polpuler pada saat itu adalah game bola seperti Winning Eleven atau FIFA Soccer. Pada mulanya FIFA 99 jadi game bola paling diminati. Lalu “International Superstar Soccer Pro 98 Exhibition” mencuri perhatian karena game play-nya yang lebih asik.

Dan sejak ISS Pro Evolution Soccer membahana, FIFA Soccer pun tenggelam. Terlebih saat Winning Eleven (WE) 4 keluar.

WE4 ini adalah game yang sering banget saya mainkan dengan teman baik saya pas kelas 2 SMP. Saat itu teman saya seneng banget pakai Nigeria dengan formasi 4-3-3. Di ujung tombak pake Kanu yang ditopang Babangida dan Amokachi di sayap kiri dan kanan. Nyerangnya pake lewat serangan dari sisi lapangan lalu di crossing dan goal. Hampir 90% goalnya dari skema model begitu.

Kunci terpenting dari Winning Eleven 4 ini adalah speed. Bahkan pemain seperti Roberto Carlos yang posisi sejatinya adalah Back malah dipasang sebagai striker karena speed-nya yang bak kijang. Hal inilah yang membuat kami sering mengumpulkan pemain dengan nilai speed 9 dalam satu tim di Master League. Ngaku deh loe!!!!

Berlanjut ke WE 2000. Dalam permainan ini cara paling populer buat bikin goal adalah dengan one-two. Saking gampangnya bikin goal akhirnya saya sering bersepakat  dengan temen-temen kalau dilarang pakai one-two selama pertandingan.

Hal yang sering bikin keki saat main WE adalah pas temen kita bikin goal dia bakalan me-reply goalnya berulang-ulang. Sambil di-reply berulang-ulang dikomentari sendiri. Seolah-olah tuh goal adalah adalah yang terbaik sejagad. Tapi kalau giliran kita yang bikin goal trus kita reply dianya ngambek. Sering ngalamin kan?

Selain itu pihak yang kalah sering berkelit kalau stick-nya dia bermasalah.

 

Dragon Ball GT

Dragon Ball GT

Haram Hukumnya Main Dragon Ball GT Final Bout dan Tekken 3

Pertengahan tahun 2000an, mendadak setiap rental melarang untuk pelanggannya main Dragon Ball GT dan Tekken 3. Alasannya satu, bikin joystick cepet rusak.

Emang sih beberapa jurus dan combo di kedua game itu mewajibkan sang pemakai buat mencetin tombol stick secara masif, cepet, dan berkesinambungan. Ini rupanya yang bikin joystick rusak.

Memory Card

Memory Card 1 Mega

Rela Gak Jajan Sebulan Demi Buat Memory Card

Bagi mereka yang doyan main di rental PS, Memory Card jadi kebutuhan tersendiri. Barang yang fungsinya sebagai penyimpan data ini, berguna banget bagi yang keranjingan main Master League Winning Eleven dan game-game RPG macam Final Fantasy, Legend Of Dragoon, atau Suikoden.

Saat itu harga sebiji memory card berkisar antara 30ribu-50ribu rupiah. Tergantung kapasitasnya.

Saya yang pada waktu itu uang saku perharinya Rp 5000,- rela gak jajan sebulan demi Memory Card yang seharga 35ribu.

Punya Memory Card  jaman segitu kaya punya kamera DSLR pas jaman sekarang.

PS Loading-nya Lama, Dimiringin Aja

Salah satu kelemahan PS1 adalah sistemnya yang pake CD. So pembacaan datanya pake optik bray. Optik ini bakalan melemah seiring dengan intensitas pemakaian yang sering bertambah. Kalau udah gitu, PS bakalan lamaaaaaa banget loadingnya.

Tips jitu yang dikasih oleh Mas-Mas penjaga rental PS adalah : miringin aja PS-nya! Entah dari mana datangnya logikan ini. Tapi herannya berhasil.

Kemiringan dari PS yang optik yang mulai soak dianjurkan 45° dulu. Namun kalau sudah parah tambahin aja sudut kemiringannya. Mulai 60°, 90°, atau bahkan sekalian dibalik (serius ada loh).

PSX Dimiringin

Tips Jitu Mengatasi PSX ngadat

Inilah Cara Jaman Dulu Kalo Mau Dapet Lagu Gratis…!!!

Mei 18, 2011 6 komentar

Asik ngublek-ngublek file mp3 di kompie sembari menunggu download-an selesai. Maklum brur, quota Sapidol sudah over limit, jd downloadnya lumayan lemot. Nah sedang asik-asiknya melototin mp3 tembang nostalgia, mata indah saya langsung tertuju pada dua buah lagu yaitu How Do I Live (Trisha Yearwood) dan My Heart Will Go On (Celine Dion). Dua lagu yang booming di era 96-97.

Dan hebatnya dua lagu ini berhasil menguak masa lampau saya. Bahwa sesungguhnya saya adalah Putra Yang di Tukar dengan Sandal Jepit hayaaaaaah…. Bukan om, dua lagu ini mengingatkan saya akan aktivitas saya pada masa itu. Karena saking kepinginnya ndengerin dua lagu ini setiap saat, saya terpaksa merampok salah satu kaset bekas milik kakak untuk dibuat merekam lagu. Maklum lah buat mendapatkan lagu di jaman segitu tidak seperti sekarang. Kalo sekarang tinggal ngopy di warnet, beli mp3 bajakan, ato download via internet. Nah dulu, nemu rentalan komputer yang ada game dos-nya saja sudah untung (gak nyambung kan…?).

Aktivikas rekam merekam ini tidaklah semudah yang dikira. Memang sih teknisnya cuman tinggal mencet tombol rec dan play di Tape bersamaan. Namun masalahnya, kita kudu betah nunggu lagu yang diincer diputar di radio lebih dahulu. So…. disini kita olang pake filosofinya orang mancing. Sabar.. sabar.. dan sabar.

Beberapa hal yang bikin jengkel saat mau merekam lagu di radio adalah sebagai berikut :

Kelewatan

Ini merupakan masalah umum yang dihadapi orang yang gemar rekam merekam seperti saya. Lagu yang diputar jadi kepotong di awal. Padahal intro sebuah lagu biasanya justru jadi daya tarik lagu tersebut. Pada kasus kelewatan yang sering saya alami, saya sering kelewatan gara-gara pas asik di depan radio, tiba-tiba saya disuruh Ibu beli micin dan terasi di warung sebelah. Nah pas saya beli micin dan terasi tadi, ternyata tuh lagu malah diputer.

Penyiar Terlalu Cerewet

Lagu belum rampung (bahkan masih di reff pertama) si penyiar sudah terlanjur ngoceh. Alunan nada yang indah jadi terkontaminasi suara lebay penyiar. (Sori yang profesinya penyiar… bukan maksudku melukai hatimu)

Pitanya Habis

Kalo ini sih lebih ke faktor perekamnya saja. Kadang-kadang saya sering lupa ngecek posisi pitanya. Pas sudah dapat timing yang pas… eh lah dalah… kasetnya habis. Jadilah kucing-kucing di kasur jadi pelampiasan. Saya gigiti ekornya, sampe nyathek-nyathek (nyakar-nyakar)….

Salah Saluran

Misalnya menunggu lagu barat, eh kitanya malah nungguin di siarang lagu dangdut ato karawitan. Itu masih mending, saya malah pernah nungguin lagu “Hard To Say I’m Sorry” yg dinyanyikan AZ YET di program siaran Sanggar Cerita Anak-Anak….. Slamat berjumpa dengan sangar cerita…tutuw tutuw

Tidak Ada Yang Request

Bukannya tidak mau request sendiri sih… tapi saat itu umur saya masih 10 tahun. Masih lucu dan lugu… imut lagi. Jadi tidak mungkin donk telpon ke kakak-kakak penyiar supaya diputerin lagu-lagu barat yang notabene konsumsi 17 tahun ke atas itu. Ntar saya malah disuruh ndengerin lagunya Joshua ato Trio Kwek-Kwek lagi.

Sialnya…. selama 60 menit ternyata tidak ada satu orang pun yang merequest lagi itu.

Kaset Sudah Tidak Layak Pakai

Berubung kaset yang dipakai itu-itu saja, kualitas pita doi jadi menurun drastis. Lagu yang direkam pun jadi mendengung dan tidak jelas. Solusinya, bajak kaset lain…… Tapi kadang-kadang saya tetap bertahan dengan kaset lama. Karena kalo pake kaset sembarangan bisa dimarahi kakak saya yang saat itu terkenal cukup kejam dengan seorang adik.

Njegleg (Trip) ato Mati Lampu di Tengah Merekam

Listrik padam di tengah aktivitas merekam. Yang pertama gara-gara listrik di rumah saya njegleg (trip). Pasalnya saat itu daya di rumah saya memang tidak besar. Bahkan untuk menyalakan tv Dijitak… Digitec ding, listrik bisa padam.

Namun kedongkolan itu bisa tambah menjadi-jadi bila PLN tiba-tiba memadamkan listrik di area tempat tinggal saya tanpa peringatan di radio KDS 8 dulu.

Walaupun tampak ribet dan tidak praktis, tapi tetap saja aktivitas merekam lagu-lagu di radio dengan kaset menjadi kegiatan yang menyenangkan. Kenangan tentang kebiasaan saya di masa lampau ini menjadikan saya hamba yang bersyukur. Bayangkan dulu pengen dapat satu lagu saja susahnya minta ampun. Sedangkan sekarang cukup butuh sesaat dan lagu favorit pun telah tersedia. Fiuh fiuh fiuh….

Pasukan Turbo

Februari 10, 2011 3 komentar

Pasukan Turbo atau yang judul aslinya Turbo Ranger adalah salah satu Sentai yang paling tenar di Indonesia. Serial ini hadir di era 90-an bersamaan dengan era kejayaan KBH dan Power Ranger. Lagu opening adalah hal yang paling diingat dari film buatan Jepang ini.

Kangen dengan lagu pasukan Turbo…? Cekidot gan!!!!

Lirik Pasukan Turbo

Turbo.
Turbo.

Saya dilahirkan,
Ke dalam dunia ini,
Telah diberi kekuatan,
Untuk Selamatkan dunia.

Saya telah dilahirkan,
Tuk Ciptakan Perdamaian,
Karena saya suka Perdamaian.

Marilah kawan-kawan,
Kita menjaga,
Kedamaian,
Dengan Kekuatan,
Yang ada pada kita,
Ayolah bersatu.

Kita berlima,
Menjadi satu,
Ciptakan perdamaian dan keadilan di dunia,
Kita berlima,
Menjadi satu,
Ciptakan perdamaian dan keadilan,
Di dunia ini

Pasukan cepat,
Pasukan Turbo

VOLTRON Akan Diangkat Ke Layar Lebar?

September 20, 2010 2 komentar

Voltron merupakan film animasi Jepang di era 1980an. Di versi amrik-nya, suara Narator film Mecha ini diisi oleh Peter Cullen (a.k.a dubber Optimus Prime). Di Indonesia sendiri Voltron populer sekitar tahun 90-an. Ditayangkan oleh TVRI tiap hari minggu pagi.

Nah untuk penggemar dari Voltron, ada kabar gembira untuk anda. Kabarnya film ini akan diangkat ke layar lebar. Dengan teknologi animasi yang sudah semakin maju, mungkin kita bakal melihat film ini sejajar dengan film-film yang mengusung tema sama seperti Transformers.

Dan berikut ini gambar2 penampakannya :

KEBIASAAN PEJABAT BUSUK YANG SERING KITA LAKUKAN

Mei 31, 2010 3 komentar

“Anggota dewan kerjanya Cuma tidur dan ngehabisin duit rakyat”

“Pejabat bisanya foya-foya, gak punya empati sama orang kecil tah?”

“Pejabat itu maling…. Mereka suka mencuri duit rakyat. Tapi enaknya gak pernah dihukum”

“Enak bener jadi anggota d(h)ewan… bisa main perempuan seenaknya”

Itulah kata-kata yang bisa jadi sering kita dengar, ketika kebanyakan orang ditanya apa yang mereka pikirkan soal pejabat. Bahkan kalau mau ditulis, makian-makian pada para pejabat itu bisa setebal buku kamus. Namun suka atau tidak, itulah faktanya. Sebagian besar (tidak semuanya) pejabat memang belum bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tak jarang jabatan itu dipergunakan untuk menjadi raja atau bahkan Tuhan baru bagi manusia yang lebih lemah darinya. Demokrasi pun jadi alat efektif bagi mereka untuk meloloskan apa yang disebut hukum rimba.

Nah… suatu saat di warung STMJ langganan, saya sedang asik berbincang dengan teman baik. Temanyapun bermacam-macam. Namun entah kenapa saat itu saya sedang semangat-semangatnya membicarakan soal tingkah laku pejabat negara kita tercinta ini. Maklum, momennya pas dengan Century yang kebetulan sama angetnya dengan STMJ Coklat pesanan saya.

Panjang lebar saya caci maki mulai dari anggota dewan, menteri, pengacara, jaksa, bahkan paling nekat PRESIDEN cing. Dan dengan bahasa yang rada tinggi bin njlimet, saya sepertinya layak juga diundang TV ONE dan Metro TV jadi nara sumber he he he he. Sampai kadang-kadang saya sendiri bingung ngomong apa?

Sementara saya ngomong panjang lebar dan berbusa, teman saya hanya mendengar dengan seksama sembari sesekali menyantap potongan roti bakar telur dihadapannya. Awalnya saya sih lanjut dengan ocehan. Namun lama-lama ngomong rahang pun jadi kram. Berhenti deh celotehannya.

Melihat saya kecapekan, teman saya lalu ganti bicara. “Sudah tah…? BTW dari tutur katamu yang sudah mirip Imam Prasojo (Sosiolog) tadi, secara sederhana apa saja dosa pejabat kita?”

Sambil garuk-garuk saya mikir bentar. Memang sih, terkadang kalau kita pakai bahasa langitan lalu ditanya pertanyaan simpel suka gak mudeng sendiri. Tapi bagaimana lagi, sudah kepalang basah sok-sokan pinter. Gengsi donk (ala warkop).

“Tidak jujur, suka korupsi, tidak amanah, suka berkhianat (obral janji doank), empati terhadap masyarakat kurang, gila popularitas, umbar nafsu birahi….. sementara itu deh,” ujar saya.

“Weleh kalau dipikir berarti jadi pejabat jaminan neraka dong???” teman saya balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Ya kalo jaminan gak juga sih. Tapi 90% mungkin iya….”

“Hmmm….. ok-lah kalau kamu berpendapat begitu. Tapi sebenernya yang jadi ganjalanku, apakah ‘dosa turunan ‘ pejabat itu juga berlaku pada kita?”

“Maksudmu..???”

“Ya apakah harus jadi pejabat dulu baru mendapat bisa melakukan hal-hal terkutuk yang kau katakan plus bonus dosanya sekalian?”. Pertanyaannya mulai kritis

“Bukannya begitu sih, tapi khan ya mereka itu pejabat. Mbok ya sadar. Lagian kalau pejabat kan merugikan banyak orang. Contoh uang yang diambil bisa sampai tirliunan. Beda sama tukang copet cing… paling maksimal kalo nyopet kita-kita dapetnya cuman 50ribu”, sanggah saya.

“Berarti, mencuri atau berbuat dosa itu boleh asalkan sedikit dan merugikan, ya minimal satu orang saja?”

“Nggg…” saya pun mulai tidak bisa berkata-kata.

Teman saya pun melanjutkan perkataanya, “Aku terkadang sangat heran dengan apa yang terjadi pada kita yang mengaku manusia. Sebuah tindak kejahatan kita lakukan dengan landasan bahwa orang lain juga melakukan tindakan yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil kita anggap lumrah. Hanya yang jadi masalah, terkadang sebagai manusia kita lupa. Bahwa manusia diciptakan untuk memiliki kecenderungan. Kecenderungan itulah yang membuat kita tak mampu menilai berapa nilai koefisien besar kecil itu”.

Mulai lah sohib dekat saya itu mengeluarkan pemikiran-pemikiran religius, sosial, sekaligus dibumbuhi pedoman teknik (maklum jebolan teknik).

1. Yang pertama, pejabat tidak jujur pada rakyat. Persoalannya apakah kita selalu jujur dengan teman, ortu, dosen, bos di temat kerja, atau pasangan. Lihat aja kalau telat kerja ngomong ke bosnya pasi antara macet, ban meletus, atau kehabisan bensin. Padahal kesiangan karena nonton bola tengah malem. Itu belum lagi kalau ditambah soal mencotek dan njiplak skripsi

2. Kasus kedua, Saat kita menganggap korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi apakah beda dengan kita yang dulu juga pernah jadi mahasiswa lalu memakai uang dari orang tua yang sebenernya untuk kuliah, tapi dipake PS-an lah, nge-mall lah, CS-an lah (kalo sekarang PB), pacaran lah. Bahkan untuk yang terakhir ini ironi banget. Anak cewek orang, punya kiriman dari orang tuanya sendiri, bahkan tak jarang kiriman ortu si cewek lebih gedhe dari punya kita. Eh mau-maunya kita pake uang kiriman kita untuk memodali tuh cewek yang belum 100% jadi istri ntar. Trus yang kita lakukan apa bedanya dengan seorang koruptor yang lihai dalam berpolitik untuk mendapatkan modal demi keuntungan individu?

3. Kasus ketiga, soal anggota dewan yang gak amanah karena tidur pas sidang. Gak usah jauh-jauh anggota dewan, brur. Di kelas kita aja banyak tidur pas jam kuliah. Kalo pun melek paling sms-an ato facebook-an. Padahal itu bilangnya ke orang tua kuliah loh ya (Untuk yang ketiga ini bikin telinga saya panas. Pasalnya saya sering banget begitu… :D).

4. Soal berikutnya ini saya ane demen… Perkara obral janji. Ini khusus laki-laki, brapa banyak dulu kaum kita yang mendapatkan ceweknya dengan berjanji setia selamanya sesaat sebelum janjian? Ajaibnya setelah janji setia, pada mupeng kalau liat cewek bahenol lewat. Selingkuh mungkin bentuk penghianatan tertinggi saat berhubungan. Namun ngomongin cewek lain saat nongkrong bersama teman, apalagi dengan kecenderungan mengikutsertakan birahi juga bisa dimasukkan dalam kaegori selingkuh. Pertanyaannya apa beda kita dengan ereka yang duduk empuk di gedung parlemen?”

5. Dan masalah empati terhadap masyarakat sekitar, saya malah miris kalau kita menyalahkan para pejabat saja. Bukankah hilangnya empati sering muncul justru di tempat yang banyak kaum intelektualnya. Atau dengan kata lain kampus menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Contoh paling serderhana lihat saja di sekertariat bersama. Satu sekertariat dengan sekertariat lainnya sudah mirip kaya pedagang VCD bajakan di pasar besar. Satu sama lainnya berlomba untuk besar-besaran volume speaker. Yang jadi korban mahasiswa atau orang yang kebetulan ada di sekitar situ. Sumpeg denger suara gedebuk-gedebuk gedumbrang gak jelas model begitu. Kalau diingetin susahnya minta ampun. Padahal kalau demo soal SKPP Soeharo, Century, ato Lapindo kayaknya kerasnya bukan main tuh. Tapi hal simpel justru belum bisa melakukan dengan baik”

6. Untuk gila popularitas, ak usah nunggu jadi pejabat kaleee…. Di facebook kau akan menjumpai bahwa betapa hausnya kita akan popularitas. Gak usah ngomong soal ALAY. Yang merasa gak ALAY pun kadang malah lebih ALAY.”

7. Terakhir soal umbar nafsu birahi. Kalau hanya pejabat yang melakukan, mungkin negara kita tidak akan masuk menjadi salah satu negara dengan pengakses situs porno dunia. Di sisi lain kebebasan dalam pergaulan remaja tak lagi bisa dibendung. Free Sex telah menjadi gaya hidup yang menurut mereka boleh dilakukan lagi-lagi atas dasar kebebasan berekspresi.

Kawan…. Bukan berarti aku tak setuju kalau pejabat dengan perilaku busuk itu ditindak. Malah bagiku itu adalah sebuah tindakan mendesak yang harus segera diambil. Namun kita juga tidak boleh menutup mata, bahwa perilaku pejabat tadi hanyalah akibat dari kondisi sosial masyarakat kita. Kenapa aku sebut akibat, tak lain karena mereka juga berasal dari masyarakat biasa. Bukankah beberapa petinggi partai, pejabat, dan anggota dewan itu dulu aktivis di masanya. Ngomong soal idealisme dan perjuangan turun ke jalan, boleh jadi mereka jauh lebih hebat dari masa kita sekarang. Namun apakah dengan idealisme dan kemampuan mereka di masa itu akan terus menjaga mereka dari perilaku menyimpang.

Ada sebuah kekhawatiran dariku bahwa sesungguhnya kitalah yang membentuk pejabat busuk itu. Demokrasi yang kita adopsi mentah-mentah sayangnya tak kita selaraskan dengan apa yang menjadi ciri khas budaya bangsa ini. Dalam sistem itu kita menganut siapa yang banyak itulah yang menang. Hasilnya… bukankah banyak dari kita yang lebih memilih jalan yang kita anggap buruk. Bahkan kita sedniri menganggapnya sebagai kebiasaan yang lumrah.

Ibarat sebuah sistem yang membentuk sebuah pohon, maka bisa di analogikan bahwa apabila akar pohon itu menyerap saripati yang baik, maka akan tumbuh buah yang baik. Namun saat akar itu menyerap saripati yang buruk, maka pohon itu tak berbuah tapi busuk. Dan lebih parah lagi tak berbuah sama sekali. Ini menjadi renungan untukku, untukmu, dan bagi siapapun.”

Uraian dari sahabat terbaikku itu membuatku enggan untuk mengoceh lagi. Yah itu adalah uraian yang suit disanggah. Sebuah lingkaran setan yang tak berujung kecuali ada yang mau memutusnya. Di satu sisi kita muak dengan perilaku (sebagian besar) pemimpin negara ini yang busuk. Tapi di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata kita berperilaku sama busuknya dengan mereka.

7 Boy Band Paling Legendaris

April 27, 2010 46 komentar

Boy Band, adalah sebutan untuk vokal grup yang beranggotakan para cowok-cowok muda dan keren. Karena faktor inilah, Boy Band sangat mudah mendapat tempat di para remaja putri. Namun dalam kenyataannya tidak hanya kaum hawa yang bisa menerima kehadiran Boy Band. Kaum adam puntidak sedikit yang menggemari. Walaupun laki-laki cenderung menyukai lagu yang mereka bawakan saja. Maklumlah lagu-lagu yang dibawakan Boy Band liriknya roman abis. Lumayan kalau buat nggombali gebetan. Nah kalau ada cowok yang suka boy band karna personilnya….. saya gak ikutan dah…..

Boy Band sendiri mulai mendapat tempat di era 90-an. Dan kemudian menjadi-jadi saat awal 2000an. Hampir sebagian besar tangga lagu barat dikuasai para Boy Band. Dan baru sekitar pertengahan 2003 fenomena ini tenggelam.

Namun tahukah kita siapa Group Band paling legendaris? Berikut ini saya sunting daftarnya dari On The Spot :

1. New Kids On The Block


New Kids on the Block adalah kelompok musik terkenal pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Mereka dibentuk di Boston, Amerika Serikat pada 1984.

Anggota-anggotanya adalah Donnie Wahlberg, Jordan Knight, saudaranya Jonathan Knight, Danny Wood dan Joe McIntyre. Album pertama mereka yang berjudul sama pada 1986 tidak begitu terjual laris.

Namun ketika mereka menjadi band pembuka untuk Tiffany pada 1988, ketenaran mulai datang. Album kedua mereka, Hangin’ Tough (1988) terjual 8 juta kopi di seluruh dunia dan menghasilkan lima lagu sepuluh besar.

Setelah merilis album berikutnya di tahun 1990, Step By Step, mereka berpisah dari manajer dan produser mereka Maurice Starr dan tidak lama kemudian membubarkan diri.

Donnie Wahlberg sekarang ini dikenal sebagai aktor, Jordan Knight dan Joe McIntyre masing-masing merilis album solo.

2. Take That


Take That adalah boy-band asal Inggris yang dibentuk oleh Nigel Martin Smith di Manchester tahun 1990. Take That terdiri dari Mark Owen, Jason Orange, Howard Donald, Gary Barlow, dan Robbie Williams.

Take That telah menjual lebih dari 25 juta kopi menempatkan mereka di bawah The Beatles dalam penjualan terbanyak seantero Inggris.

3. Boy Zone


Boyzone adalah boy band dari Irlandia yang beranggotakan Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating, Shane Lynch, dan Stephen Gately. Dibentuk pada tahun 1993, mereka menggapai sukses paling besar di Irlandia, Britania Raya dan Asia dengan keberhasilannya mencetak 6 single nomor satu antara tahun 1996 dan 1999 di Britania Raya. Setelah vakum selama tujuh tahun, akhirnya band ini memutuskan untuk kembali dan merilis album baru pada tahun 2008.

4. Back Street Boys


Backstreet Boys atau disingkat BSB adalah salah satu kelompok musik paling laris di dunia. Mereka beranggotakan Nick Carter, Howie Dorough, Brian Littrell, dan A.J. McLean. Salah satu personilnya, Kevin Richardson keluar pada tahun 2006 untuk meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarganya. Namun hubungannya dengan para personil lain masih terjaga dengan baik.

5. N’Sync


N Sync (atau *NSYNC) adalah boy band dari Orlando, Florida, Amerika Serikat yang beranggotakan Lance Bass, JC Chasez, Joey Fatone, Chris Kirkpatrick, dan Justin Timberlake. Nama mereka adalah singkatan huruf terakhir nama depan mereka: Justin, Chris, Joey, Lansten, dan JC.

6. WestLife


Westlife adalah sebuah grup musik dari Irlandia yang beranggotakan Shane Filan, Kian Egan, Nicky Byrne, dan Mark Feehily. Satu anggota lainnya, Bryan McFadden, keluar pada 9 Maret 2004 agar dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk kehidupan keluarganya dengan mantan anggota Atomic Kitten, Kerry Katona, meski mereka kemudian berpisah dan dia mengganti ejaan nama depannya menjadi ‘Brian’.

7. F4


F4 (dibaca F-Si) adalah sebuah kelompok penyanyi dari Taiwan yang beranggotakan Jerry Yan, Vic Zhou, Ken Chu, Vanness Wu, Reginald Rambing. Mereka pertama kali dikenal lewat serial drama Meteor Garden yang ditayangkan sekitar tahun 2001. Sejak saat itu, kelima anggotanya telah menempuh karir solo, baik menyanyi maupun akting. Pada April 2007, diumumkan bahwa nama kelompok ini diubah menjadi JVKV atas permintaan dari Shueisha, pemilik hak cipta Hana Yori Dango, komik yang menjadi basis cerita Meteor Garden, karena dikhawatirkan akan terjadi kebingungan dengan tokoh-tokoh dalam sebuah drama televisi Jepang yang juga merupakan adaptasi komik tersebut. F4 sendiri merupakan inisial dari nama kelima anggota kelompok musik ini.

Legenda Ular Putih (White Snake Legend)

Maret 24, 2010 38 komentar

Suamiku…… Istriku….. ya ya ya pasti kita bagi penghuni era 90-an kenal betul dengan istilah itu. “Suamiku… Istriku….” Ini merupakan kata-kata yang dipoulerkan oleh film Legenda Ular Putih. Tayang tiap selasa malam pukul 19.30. Legenda Ular Putih sendiri merupakan film kedua paling fenomenal setelah KBH. Maklum lah jaman segitu serial ini termasuk serial kungfu pertama yang menggunakan efek yang masuk di Indonesia.

Hampir sama dengan KBH, penonton Legenda Ular Putih juga harus rela berbondong-bondong ke kampung sebelah. Maklumlah dari sekian puluh warga hanya sedikit yang televisinya bisa nangkep siaran SCTV. Alhasil rumah si tuan rumah jadi mirip kaya Tahlilan.

Legenda Ular Putih di negeri asalnya berjudul White Snake Legend. Kisahnya diambil dari legenda setempat tentang hubungan cinta terlarang seekor siluman ular putih bernama Bai SuZhen dengan manusia biasa bernama Xu Hanwen. Karena secara kodrat berbeda alam, maka hubungan mereka pun berjala penuh rintangan. Rintangan terbesar datang dari seorang rahib sakti mandraguna yang gemar membasmi siluman. Dialah Biksu Fa Hai.

Biksu Fa Hai berusaha sekuat tenaga untuk membasmi SuZhen dan adiknya Xiao Qing (ular hijau). Dia tidak perduli walaupun Ular Putih selama menikah dengan HanWen selalu berbuat kebajikan lewat toko obat yang mereka dirikan. Sampai pada akhirnya Fa Hai membuka jati diri Bai SuZhen sebenarnya pada Hanwen. Walaupun pada awalnya Hanwen shock, tapi dia tetap menerima istrinya itu apa adanya.

Fa Hai menempuh cara lain. Dia kemudian mengurung Hanwen di pagoda Lei Fang. Bai Suzhen mau tidak mau harus mendatangi Fa Hai dan memohon untuk melepaskan suaminya. Fa hai bersedia mengabulkan permintaan Bai SuZhen asal dia mau berlutut sambil berjalan ke pagonda Lei Fang. Padahal Bai SuZhen saat itu sedang mengandung. Namun usaha Bai Suzhen tidaklah sia-sia. Dia berhasil melakukan syarat dari sang biksu yang pada akhirnya dapat membawa suaminya pulang.

Suatu hari Fa Hai pergi ke langit dan bertemu dengan raja langit,ia memohon agar diberikan pasukan yang kuat yang akan dikomandainya untuk menangkap siluman ular putih. Ketika itu pula Bai Su Zhen Melahirkan anak laki-laki penerus keluarga Xu,dan Xu Xian pun gembira akan anaknya yang lahir,lalu ia memberikan nama Xu Shi Lin kepada anaknya.

Di sisi lain rupanya Fa Hai belum terima atas kekalahannya. Dengan akal bulus Fa Hai akhirnya dia dapat mengalahkan Bai Suzhen dan menangkapnya. Siluman Ular Putih pun dikurung di bawah pagoda Lei Fang. Hanwen berusaha meminta kebebasan atas istrinya dengan menjadi biksu di biara Jin Shan. Sementara XiaoQing memilih bertapa di guung Er Mei agar kesaktiannya bertambah dan bisa membalas dendam.

Selama masa itu, Shi Lin anak Hanwen beranjak dewasa. Dia pun berusaha menjadi pejabat di kerajaan dengan tujuan dapat menolong kedua orang tuanya melalui bantuan kaisar. Mengingat prestasi Shi Lin, kaisar mengabulkan permintaannya. Dengan diberi beberapa pasukan, Shi Lin berangkat menuju biara Jin Shan. Namun sayang saat di sana dia harus menelan kekecewaan. Hanwen tidak mau ikut bersamanya kalau Bai Suzhen belum dibebaskan.

Di saat yang hampir bersamaan, Xia Qing berhasil menyelesaikan pertapaannya. Siluman Ular Hijau ini segera mencari Fa Hai untuk membalas dendam. Dan kali ini Xia Qing berhasil mengalahkan sang Biksu. Tiba-tiba datanglah dewi Guan Yin. Dia meminta Xia Qing untuk tidak menghabisi Fa Hai. Sebagai gantinya Xiao Qing diminta menjadi pengikut dewi Quan Yin.

Sementara itu Shi Lin masih belum menyerah untuk menyelamatkan kedua orangtuanya. Dia bersujud di depan pagoda sambil memohon agar ibunya dibebaskan,ketika para tentara kerajaan akan merubuhkan pagoda, Dewa tersentuh oleh baktinya Shi Lin kepada ibunya, lalu pintu pagodapun terbuka dan Bai Su Zhen ibunya terbebas.

Setelah Hanwen mendengar kabar tersebut ia pulang dan akhirnya seluruh anggota keluarga yang terpisah selama 20th telah berkumpul kembali dan hidup bahagia selama lamanya.

Itulah garis besar dari cerita Legenda Ular Putih ini. Beberapa hal sebenarnya yang paling saya ingat dari film ini adalah :

1. Saya sempat bingung kenapa yang jadi Hanwen Cewek? (jangan-jangan…..). Tapi ternyata memang di opera China cewek memerankan laki-laki itu adalah hal yang lumrah. Sebagaimana di ketoprak atau ludruk dimana pemeran Arjuna tidak jarang adalah wanita.

2. Rambut Bai SuZhen adalah mode rambut paling unik. Bayangkan sanggulnya mirip Micky Mouse. Bahkan pernah teman saya cerita kalau pas waktu kecil dia pernah minta didandani kaya Bai Suzhen.

3. Pas episode terakhir saya ketahuan nangis…. Damn!!!!

4. Di sekolah (SD) saya dan teman-teman sering menirukan gaya Ular Putih dan Ular Hijau saat mengeluarkan jurus.

5. Ada yang bela-belain bawa batok kelapa kemudian dipukul-pukul pake pensil agar tampak mirip dengan Biksu Fa Hai.

6. Soundtrack-nya termasuk paling heboh. Sempat ada versi Indo-nya tapi susah nyarinya euy. Jadi saya kasih yg versi orisinilnya aja ya!

Ini lagu pembukanya…

Yang ini penutupnya…

Bonus nih…. Ular Putih jadi-jadian

%d blogger menyukai ini: