Arsip

Posts Tagged ‘sekitar kita’

Puasa, Bulan Penuh Kejahatan…???

September 7, 2010 2 komentar

Gambar diambil dari acehforum.or.id

Sudah sering kita dengar para khotib yang mengatakan kalau semakin mendekati lebaran, maka shof solat berjamaah akan mengalami kemajuan yang signifikan. Dalam arti barisannya makin maju karena jamaahnya banyak yang menghilang entah kemana. Lucunya guyonan ini justru muncul di Indonesia yang ‘katanya’ sebagian besar penduduknya adalah beragama Muslim. Dan tentu saja guyonan ini tidak serta merta muncul begitu saja. Namun muncul karena pada kenyataannya itulah yang memang terjadi di negeri ini.

Hal ini cukup berbeda 180⁰ dengan kondisi di negeri barat seperti Australia, Amerika, dan inggris yang jamaah sholatnya ‘stabil’ dari awal puasa hingga Lebaran tiba. Itu masih ditambah dengan aktivitas keseharian mereka saat bulan Puasa yang luar biasa padatnya. Bayangkan, penganut Muslim di negara-negara barat, tetap harus bekerja seperti hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan sistem mereka yang tidak mengenal dispensasi untuk berpuasa bagi umat Muslim, sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Tidak cukup hanya disitu, mereka juga menyibukkan diri dengan mengikuti kajian/seminar di Islamic Center terdekat. Jangankan amalan Wajib, amalan Sunnah pun mendapat porsi yang begitu diperhatikan.

Tak jarang umat Muslim di negeri barat menyempatkan diri menjadi sukarelawan untuk mensyiarkan Islam, ketika bulan Romadhon. Hal ini menarik, karena mereka dituntut untuk berinteraksi dengan masyarakat yang tidak semuanya bisa menerima Islam. Untuk itulah mereka dituntut untuk mengenal dan mempelajari secara mendalam tentang risalah Muhammad SAW ini. Dengan pengetahuan yang mendalam, diharapkan mereka mampu memberikan gambaran Islam secara untuh dan objektif. Sehingga dengan sendirinya itu akan menjadi dakwah yang efektif.

Logika ‘kuwalik’ (terbalik), malah terjadi di negeri kita tercinta ini. Korupsi, terorisme, anarkisme, liberalisme, kapitalisme, yang tidak hanya dilakukan hampir disemua kalangan. Contohnya gak perlu jauh-jauh seperti di tipi-tipi kelir (TV berwarna). Kita coba ambil contoh khasusnya di sekitar kita saja.

Soal korupsi misalnya. Sudah bukan rahasia umum, sebagian besar mahasiswa selalu minta kiriman ‘lebih’ dari orang tuanya. Alasannya buat kuliah, tapi jatuh-jatuhnya juga kebanyakan buat memenuhi gaya hidup. Ini juga sering terjadi di level rumah tangga, dimana istri minta uang belanja lebih. Tentu kelebihan itu dipakai untuk adu prestis dengan ibu-ibu tetangga, yang bisa jadi perhiasannya lebih mentereng. Biasanya kebutuhan akan gaya hidup di Bulan Puasa (apalagi mendekai Lebaran) akan jauh meningkat dari bulan-bulan lainnya. Jadi bisa disimpulkan nilai korupsi di bulan ini malah lebih gedhe.

Untuk urusan Terorisme, tak perlu menunggu Nurdin M.Top beraksi. Di jalan-jalan perkampungan, kita juga sudah sering Jantungan gara-gara “Bom Low Explosive” yang disebut petasan atau mercon. Herannya kalo pemain petasan ini ditegur (kebanyakan anak kecil), eh bapaknya malah balik memarahi kita sambil bawa parang.

Gambar diambil dari : sosbud.kompasiana.com

Lalu apakah anda ingat peristi 11 September 2001 saat beberapa teroris menabrakkan pesawat ke gedung WTC? Hal yang sama juga bisa terjadi di jalan raya negara kita. Apalagi kalau jamnya mendekati waktu berbuka. Namun bedanya, yang digunakan para terosri kali ini adalah motor atau mobil. Baik Motor maupun Mobil seketika itu juga jadi mesin pembunuh yang siap membuat jiwa orang melayang, dikarenakan kebut-kebutan. Alasan ngebut pun ‘gak penting’. Supaya pas adzan sudah ada di rumah untuk berbuka puasa. Tapi karena alasan gak penting itu juga banyak orang yang bisa menjadi korban kebiadaban teroris yang mengatasnamakan agama model begini.

Belum lagi kalo pas adu cepat sampai di rumah itu, diwarnai srempetan antar pengendara. Kemaren saja (26 jam sebelum tulisan ini dibuat), 2 orang pengendara berantem hebat bahkan sampai mau bunuh-bunuhan di perempatan Ciliwung (kota Malang). Dan lucunya perkelahian konyol itu terjadi pas bulan puasa. Apa mereka puasa? Muslim…? Tau dah…. Bagi mereka bodo amat soal ajaran agama untuk saling menahan diri. Yang penting anarkis dan anarkis (Gak perlu ikut ormas kan untuk bisa berbuat anarkis?).

Dan puncaknya, pada akhir bulan puasa dihadapan kita akan disuguhi praktik konsumtif yang luar biasa dahsyatnya. Umat muslim berbondong-bondong pergi ke “Kuil Penebar Impian” bernama Mall. Mereka sibuk dengan “ritual” membeli baju, celana, aksesoris, dan perlengkapan lebaran yang bermerk serta trendi. Data sementara menunjukkan, mal-mal di kota besar (Jakarta, Surabaya, Jogja, Medan, dll) mengalami peningkatan pengunjung terutama pada malam hari.

Mal semakin ramai hingga tengah malam karena ada diskon midnight hingga 70% yang ditawarkan oleh konter-konter pakaian. Akibatnya masjid yang seharusnya dipergunakan untuk itikaf dan tadarus secara intensif menjelang 10 hari terakhir tampak sepi, sedangkan mal tampak padat merayap.

Ada sebuah proses INCEPTION pada iklan-iklan komersial yang berhasil merubah cara pandang masyarakat pada alam bawah sadarnya. Fungsi pakaian sebagai penutup aurot beralih menjadi “benda magis” sebagai simbol kekayaan, kesuksesan, borjuis, dan kemapanan.

Perlahan-lahan pertanyaan demi pertanyaan mulai menjangkiti pikiran sebagian orang. Inikah ajaran agama yang katanya begitu luhur? Inikah ajaran agama yang mengajarkan orang-orangnya untuk punya rasa empati dan kepedulian sosial? Inikah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk bisa mengendalikan diri? Ataukah memang kita sendiri sebagai umat Muslim yang benar-benar tak (mau) mengenal agamanya sendiri.

Diakui atau tidak tujuan utama Ramadhan yang kalo kata Gusti ALLAH agar manusia bertakwa, rupanya belum bisa kita wujudkan. Sumber Daya Manusia kita yang masih silau dengan “pencitraan” semu inilah yang bikin tujuan berpuasa ini jadi kemana-mana. Ritual sebulan penuh untuk mengkoreksi dan memperbaiki diri agar 11 bulan berikutnya bisa jadi manusia lebih baik, ternyata disalah gunakan. Bulan Ramadhan kita ubah menjadi bulan ‘perayaan’ dan ‘penimbunan’ nafsu secara menggila. Momen-momen seperti ini juga yang dimanfaatkan oleh para setan kapitalis untuk mengeruk keuntungan dari manusia yang jadi korban “pencitraan”.

Sepertinya sudah saatnya kita mulai merubah cara pandang berfikir tentang pelaksanaan ajaran agama. Orang barat yang notabene banyak mualafnya ternyata jauh lebih mampu menjadi pribadi mukmin yang utuh, daripada kita yang bermodalkan warisan dari orang tua. Kegigihan orang-orang di barat yang haus akan ilmu dan pengetahuan tentang agama yang mereka anut, telah menjadikan mereka lagi-lagi lebih mengungguli kita. Bagi mereka agama tidak hanya sekedar ritual di masjid. Tapi telah menjadi pedoman pelaksanaan teknis dalam kehidupan sehari-hari. Knowing Is Not Enough, We Must Apply ! Willing is not enough, We Must Do!!!!

Yah…. Mungkin memang benar, di akhir zaman matahari akan terbit dari barat. Bukan dari timur…..

Selandia Baru, Slovakia, Portugal, dan Pantai Gading dapat 1 angka, Brazil sukses raih 3 angka

Gol Menit Akhir Selamatkan Selandia Baru

VIVAnews – Tertinggal lebih dahulu dari Slovakia, Selandia Baru akhirnya terhindar dari kekalahan lewat gol yang tercipta di menit terakhir.

Winston Reid menjadi pahlawan Selandia Baru dengan menyamakan kedudukan 1-1 di menit 93. Gol lewat sundulan ini  juga menjadi poin pertama yang diraih Negeri Kiwi di Piala Dunia setelah debut pada 1982.

All Whites sebelumnya kecolongan oleh tim debutan di Piala Dunia, Slovakia lewat gol yang dicetak Robert Vittek di menit 50. Vittek mencetak gol lewat sundulan.

Selandia Baru mulai tersengat sejak lahirnya gol itu. Tapi, serangan balik Slovakia juga kian berbahaya. Pasukan Vladimír Weiss mengandalkan itu untuk beberapa kali membahayakan pertahanan Selandia Baru.

Tercatat peluang lewat sang kapten Marek Hamsik di menit 65. Sayangnya, tendangan keras dari luar kotak penalti itu masih melambung. Demikian pula tembakan Erik Jendrisek yang masih melebar di menit 76.

Lagi-lagi Hamsik melahirkan peluang di menit 77. Tapi, tendangannya masih bisa diblok. Demikian pula sepakan Stanislav Sestak, semenit kemudian.

Di menit-menit akhir, Selandia Baru melancarkan serangan balik. Umpan ke Shane Smeltz pada menit 88 gagal diselesaikan karena sundulannya melebar.

Dengan hasil ini, keempat tim di Grup F sama mengoleksi satu poin. Juga dengan selisih gol sama, karena pada laga sebelumnya, juara bertahan Italia dan Paraguay berbagi skor 1-1.

SUSUNAN PEMAIN
Selandia Baru (4-3-3):
Mark Paston; Winston Reid, Ryan Nelsen, Ivan Vicelich (Jeremy Christie 78′), Tommy Smith; Leo Bertos, Simon Elliott, Tony Lochhead; Rory Fallon, Shane Smeltz, Chris Killen (Chris Wood 72′)
Pelatih: Ricki Herbert

Slovakia (4-1-3-2): Jan Mucha; Radoslav Zabavnik, Martin Skrtel, Jan Durica, Marek Cech; Zdeno Strba; Vladimir Weiss (Juraj Kucka 90′), Stanislav Sestak (Filip Holosko 80′), Marek Hamsik; Robert Vittek (Miroslav Stoch 84′), Erik Jendrisek
Pelatih: Vladimír Weiss

Portugal dan Pantai Gading juga Berbagi Angka

VIVAnews – Pantai Gading atau Portugal disebut akan menemani Brasil untuk lolos ke 16 besar dari Grup G. Sayang kedua tim saat saling bertemu di Nelson Mandela Bay Stadium, Selasa, 15 Juni 2010, tak mampu menjebol gawang lawan.

Hal ini tentu akan menyulitkan Pantai Gading dan Portugal. Mereka harus bisa mendapat hasil positif melawan Korea Utara dan Brasil jika masih mau lanjut ke babak berikut. Brasil sendiri dijagokan lolos sebagai juara grup.

Pada partai Pantai Gading melawan Portugal, tak banyak peluang emas tercipta. Pemain Portugal Ronaldo tak mampu bersinar. Padahal di kubu lawan, Didier Drogba baru muncul di babak kedua untuk menarik sebagian sorotan kamera padanya.

Peluang terbaik Ronaldo ada di menit ke-11.  Tendangannya dari luar kotak penalti tak mampu dijangkau oleh kiper Pantai  Gading Boubacar Barry. Sial bagi Ronaldo, masih ada tiang gawang yang setia  pada Barry yang membuat bola gagal menggetarkan jala.

Dua menit usai jeda, penyerang Pantai Gading Gervinho menusuk pertahanan Portugal. Namun tendangannya masih bisa dihalau Eduardo.

Pada menit ke-66 Pelatih Sven-Goran Eriksson memasukkan Drogba menggantikan Salomon Kalou. Para pendukung Pantai Gading sempat naik kembali semangatnya. Sayang, Drogba yang masih belum pulih benar gagal menampilkan permainan terbaiknya.

Hingga akhir pertandingan tak ada gol yang terjadi. Skor 0-0 sangat rawan karena Korea Utara juga tentunya bukan lawan yang sulit dikalahkan. Jika melawan Brasil Korea Utara bisa selamat, maka Grup G bisa jadi akan lebih panas dari neraka.

sPANTAI GADING
Boubacar Barry, Didier Zokora, Kolo Touré, Siaka Tiéné, Guy Demel, Yaya Touré, Ismael Tioté, Emmanuel Eboué (Romaric 89), Salomon Kalou (Drogba 66), Aruna Dindane, Gervinho (Keita 82)

PORTUGAL
Eduardo, Bruno Alves, Ricardo Carvalho, Fábio Coentrão, Paulo Ferreira, Pedro  Mendes, Raul Meireles (Amorim 85), Deco (Tiago 62), Cristiano Ronaldo, Liédson, Danny (Simao 55)

Walau Kalah Korut Paksa Brazil Kerja Keras

VIVAnews – Korea Utara menampilkan perlawanan gagah berani melawan juara dunia lima kali Brasil. Bertemu di partai Grup G yang digelar hari Selasa, 15 Juni 2010 (Rabu dini hari Wib), Chollima kalah tipis 1-2 dari Brasil.

Gawang Korea Utara yang dikawal Ri Myong-guk masih tetap perawan hingga babak pertama berakhir. Pertahanan tim asuhan Kim Jong Hun yang digalang Ri Kwang-chon bisa membuat frustasi Luis Fabiano dan kawan-kawan.

Baru pada menit ke-55 Brasil bisa memecah kebuntuan. Maicon membuka gol timnya lewat sebuah tendangan dari sudut sempit.

Di menit 72 Brasil bisa menggandakan keunggulan. Elano yang melakukan sprint di sayap kanan berhasil mendapatkan bola umpan Robinho dan kemudian tendangannya ke tiang jauh membawa timnya unggul 2-0.

Ketinggalan 0-2 tidak membuat Korea Utara kehilangan determinasi mereka. Dengan rasa percaya diri yang tetap kuat, mereka bisa memanfaatkan kelengahan pasukan Dunga.

Pada menit 89, Ji Yun Nam menggiring bola di sisi kanan pertahanan Brasil. Ia menggiring bola hingga dalam kotak penalti Brasil dan dari jarak dekat ia memperdaya kiper Julio Cesar.

Sayang tak ada lagi gol buat Korea Utara di sisa pertandingan. Brasil menang 2-1 dan memuncaki Grup G dengan tiga poin disusul Portugal dan Pantai Gading.

Susunan pemain

Brasil: 1-Julio Cesar; 2-Maicon, 3-Lucio, 4-Juan, 6-Michel Bastos, 5-Felipe
Melo (Ramires 84), 8-Gilberto Silva, 7-Elano (Alves 73), 10-Kaka (Nilmar 78),
11-Robinho, 9-Luis Fabiano.

Korea Utara: 1-Ri Myong-guk; 5-Ri Kwang-chon, 2-Cha Jong-hyok, 13-Pak
Chol-jin, 3-Ri Jun-il, 8-Ji Yun-nam, 11-Mun In-guk (Kim 80), 17-An Yong-hak,
4-Pak Nam-chol, 10-Hong Yong-jo, 9-Jong Tae-se.

KEBIASAAN PEJABAT BUSUK YANG SERING KITA LAKUKAN

Mei 31, 2010 3 komentar

“Anggota dewan kerjanya Cuma tidur dan ngehabisin duit rakyat”

“Pejabat bisanya foya-foya, gak punya empati sama orang kecil tah?”

“Pejabat itu maling…. Mereka suka mencuri duit rakyat. Tapi enaknya gak pernah dihukum”

“Enak bener jadi anggota d(h)ewan… bisa main perempuan seenaknya”

Itulah kata-kata yang bisa jadi sering kita dengar, ketika kebanyakan orang ditanya apa yang mereka pikirkan soal pejabat. Bahkan kalau mau ditulis, makian-makian pada para pejabat itu bisa setebal buku kamus. Namun suka atau tidak, itulah faktanya. Sebagian besar (tidak semuanya) pejabat memang belum bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tak jarang jabatan itu dipergunakan untuk menjadi raja atau bahkan Tuhan baru bagi manusia yang lebih lemah darinya. Demokrasi pun jadi alat efektif bagi mereka untuk meloloskan apa yang disebut hukum rimba.

Nah… suatu saat di warung STMJ langganan, saya sedang asik berbincang dengan teman baik. Temanyapun bermacam-macam. Namun entah kenapa saat itu saya sedang semangat-semangatnya membicarakan soal tingkah laku pejabat negara kita tercinta ini. Maklum, momennya pas dengan Century yang kebetulan sama angetnya dengan STMJ Coklat pesanan saya.

Panjang lebar saya caci maki mulai dari anggota dewan, menteri, pengacara, jaksa, bahkan paling nekat PRESIDEN cing. Dan dengan bahasa yang rada tinggi bin njlimet, saya sepertinya layak juga diundang TV ONE dan Metro TV jadi nara sumber he he he he. Sampai kadang-kadang saya sendiri bingung ngomong apa?

Sementara saya ngomong panjang lebar dan berbusa, teman saya hanya mendengar dengan seksama sembari sesekali menyantap potongan roti bakar telur dihadapannya. Awalnya saya sih lanjut dengan ocehan. Namun lama-lama ngomong rahang pun jadi kram. Berhenti deh celotehannya.

Melihat saya kecapekan, teman saya lalu ganti bicara. “Sudah tah…? BTW dari tutur katamu yang sudah mirip Imam Prasojo (Sosiolog) tadi, secara sederhana apa saja dosa pejabat kita?”

Sambil garuk-garuk saya mikir bentar. Memang sih, terkadang kalau kita pakai bahasa langitan lalu ditanya pertanyaan simpel suka gak mudeng sendiri. Tapi bagaimana lagi, sudah kepalang basah sok-sokan pinter. Gengsi donk (ala warkop).

“Tidak jujur, suka korupsi, tidak amanah, suka berkhianat (obral janji doank), empati terhadap masyarakat kurang, gila popularitas, umbar nafsu birahi….. sementara itu deh,” ujar saya.

“Weleh kalau dipikir berarti jadi pejabat jaminan neraka dong???” teman saya balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Ya kalo jaminan gak juga sih. Tapi 90% mungkin iya….”

“Hmmm….. ok-lah kalau kamu berpendapat begitu. Tapi sebenernya yang jadi ganjalanku, apakah ‘dosa turunan ‘ pejabat itu juga berlaku pada kita?”

“Maksudmu..???”

“Ya apakah harus jadi pejabat dulu baru mendapat bisa melakukan hal-hal terkutuk yang kau katakan plus bonus dosanya sekalian?”. Pertanyaannya mulai kritis

“Bukannya begitu sih, tapi khan ya mereka itu pejabat. Mbok ya sadar. Lagian kalau pejabat kan merugikan banyak orang. Contoh uang yang diambil bisa sampai tirliunan. Beda sama tukang copet cing… paling maksimal kalo nyopet kita-kita dapetnya cuman 50ribu”, sanggah saya.

“Berarti, mencuri atau berbuat dosa itu boleh asalkan sedikit dan merugikan, ya minimal satu orang saja?”

“Nggg…” saya pun mulai tidak bisa berkata-kata.

Teman saya pun melanjutkan perkataanya, “Aku terkadang sangat heran dengan apa yang terjadi pada kita yang mengaku manusia. Sebuah tindak kejahatan kita lakukan dengan landasan bahwa orang lain juga melakukan tindakan yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil kita anggap lumrah. Hanya yang jadi masalah, terkadang sebagai manusia kita lupa. Bahwa manusia diciptakan untuk memiliki kecenderungan. Kecenderungan itulah yang membuat kita tak mampu menilai berapa nilai koefisien besar kecil itu”.

Mulai lah sohib dekat saya itu mengeluarkan pemikiran-pemikiran religius, sosial, sekaligus dibumbuhi pedoman teknik (maklum jebolan teknik).

1. Yang pertama, pejabat tidak jujur pada rakyat. Persoalannya apakah kita selalu jujur dengan teman, ortu, dosen, bos di temat kerja, atau pasangan. Lihat aja kalau telat kerja ngomong ke bosnya pasi antara macet, ban meletus, atau kehabisan bensin. Padahal kesiangan karena nonton bola tengah malem. Itu belum lagi kalau ditambah soal mencotek dan njiplak skripsi

2. Kasus kedua, Saat kita menganggap korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi apakah beda dengan kita yang dulu juga pernah jadi mahasiswa lalu memakai uang dari orang tua yang sebenernya untuk kuliah, tapi dipake PS-an lah, nge-mall lah, CS-an lah (kalo sekarang PB), pacaran lah. Bahkan untuk yang terakhir ini ironi banget. Anak cewek orang, punya kiriman dari orang tuanya sendiri, bahkan tak jarang kiriman ortu si cewek lebih gedhe dari punya kita. Eh mau-maunya kita pake uang kiriman kita untuk memodali tuh cewek yang belum 100% jadi istri ntar. Trus yang kita lakukan apa bedanya dengan seorang koruptor yang lihai dalam berpolitik untuk mendapatkan modal demi keuntungan individu?

3. Kasus ketiga, soal anggota dewan yang gak amanah karena tidur pas sidang. Gak usah jauh-jauh anggota dewan, brur. Di kelas kita aja banyak tidur pas jam kuliah. Kalo pun melek paling sms-an ato facebook-an. Padahal itu bilangnya ke orang tua kuliah loh ya (Untuk yang ketiga ini bikin telinga saya panas. Pasalnya saya sering banget begitu… :D).

4. Soal berikutnya ini saya ane demen… Perkara obral janji. Ini khusus laki-laki, brapa banyak dulu kaum kita yang mendapatkan ceweknya dengan berjanji setia selamanya sesaat sebelum janjian? Ajaibnya setelah janji setia, pada mupeng kalau liat cewek bahenol lewat. Selingkuh mungkin bentuk penghianatan tertinggi saat berhubungan. Namun ngomongin cewek lain saat nongkrong bersama teman, apalagi dengan kecenderungan mengikutsertakan birahi juga bisa dimasukkan dalam kaegori selingkuh. Pertanyaannya apa beda kita dengan ereka yang duduk empuk di gedung parlemen?”

5. Dan masalah empati terhadap masyarakat sekitar, saya malah miris kalau kita menyalahkan para pejabat saja. Bukankah hilangnya empati sering muncul justru di tempat yang banyak kaum intelektualnya. Atau dengan kata lain kampus menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Contoh paling serderhana lihat saja di sekertariat bersama. Satu sekertariat dengan sekertariat lainnya sudah mirip kaya pedagang VCD bajakan di pasar besar. Satu sama lainnya berlomba untuk besar-besaran volume speaker. Yang jadi korban mahasiswa atau orang yang kebetulan ada di sekitar situ. Sumpeg denger suara gedebuk-gedebuk gedumbrang gak jelas model begitu. Kalau diingetin susahnya minta ampun. Padahal kalau demo soal SKPP Soeharo, Century, ato Lapindo kayaknya kerasnya bukan main tuh. Tapi hal simpel justru belum bisa melakukan dengan baik”

6. Untuk gila popularitas, ak usah nunggu jadi pejabat kaleee…. Di facebook kau akan menjumpai bahwa betapa hausnya kita akan popularitas. Gak usah ngomong soal ALAY. Yang merasa gak ALAY pun kadang malah lebih ALAY.”

7. Terakhir soal umbar nafsu birahi. Kalau hanya pejabat yang melakukan, mungkin negara kita tidak akan masuk menjadi salah satu negara dengan pengakses situs porno dunia. Di sisi lain kebebasan dalam pergaulan remaja tak lagi bisa dibendung. Free Sex telah menjadi gaya hidup yang menurut mereka boleh dilakukan lagi-lagi atas dasar kebebasan berekspresi.

Kawan…. Bukan berarti aku tak setuju kalau pejabat dengan perilaku busuk itu ditindak. Malah bagiku itu adalah sebuah tindakan mendesak yang harus segera diambil. Namun kita juga tidak boleh menutup mata, bahwa perilaku pejabat tadi hanyalah akibat dari kondisi sosial masyarakat kita. Kenapa aku sebut akibat, tak lain karena mereka juga berasal dari masyarakat biasa. Bukankah beberapa petinggi partai, pejabat, dan anggota dewan itu dulu aktivis di masanya. Ngomong soal idealisme dan perjuangan turun ke jalan, boleh jadi mereka jauh lebih hebat dari masa kita sekarang. Namun apakah dengan idealisme dan kemampuan mereka di masa itu akan terus menjaga mereka dari perilaku menyimpang.

Ada sebuah kekhawatiran dariku bahwa sesungguhnya kitalah yang membentuk pejabat busuk itu. Demokrasi yang kita adopsi mentah-mentah sayangnya tak kita selaraskan dengan apa yang menjadi ciri khas budaya bangsa ini. Dalam sistem itu kita menganut siapa yang banyak itulah yang menang. Hasilnya… bukankah banyak dari kita yang lebih memilih jalan yang kita anggap buruk. Bahkan kita sedniri menganggapnya sebagai kebiasaan yang lumrah.

Ibarat sebuah sistem yang membentuk sebuah pohon, maka bisa di analogikan bahwa apabila akar pohon itu menyerap saripati yang baik, maka akan tumbuh buah yang baik. Namun saat akar itu menyerap saripati yang buruk, maka pohon itu tak berbuah tapi busuk. Dan lebih parah lagi tak berbuah sama sekali. Ini menjadi renungan untukku, untukmu, dan bagi siapapun.”

Uraian dari sahabat terbaikku itu membuatku enggan untuk mengoceh lagi. Yah itu adalah uraian yang suit disanggah. Sebuah lingkaran setan yang tak berujung kecuali ada yang mau memutusnya. Di satu sisi kita muak dengan perilaku (sebagian besar) pemimpin negara ini yang busuk. Tapi di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata kita berperilaku sama busuknya dengan mereka.

Anak SD Era 90-an

Juni 5, 2009 39 komentar

b2Barusan saya dicurhati oleh seorang teman yang masih SD, tentang masalahnyanya (he he he he he masih temenan ma anak SD ya?). Dan tau nggak masalahnya apa? Masalah percintaan cing. Ih Waw… anak sd jaman sekarang ya…. Yang disebut masalah itu pasti hubungannya dengan lawan jenis. Coba bandingkan dulu dengan masa saya, yang namanya masalah adalah ketika tidak sempat nonton Kstaria Baja Hitam atau Siluman Ular Putih. Karena kalo sampe ga nonton, pasti besoknya bakalan minder soalnya ga bisa nimbrung untuk cerita. Walhasil terkucilkan deh…. Hu hu hu hu…

Berikut ini sedikit daftar kebiasaan dan problematika anak SD era saya. Mungkin terkesan konyol kalau anak sekarang yang membaca. Tapi sumpah… semua problematika itu saya anggap seru dan asik banget.

  1. Nonton Ksatria Baja Hitam wajib hukumnya. Karena kalau tidak, bisa dianggap tidak gaul. Jadi walaupun nontonnya numpang tetangga di kampong sebelah (karena stasiun TV swasta belum masuk di Malang), ga jadi masalah. Yang peting eksis di dunia Gorgom.
  2. Saat adegan Ksatria Baja Hitam mengeluarkan pukulan+tendangan maut atau pedang matahari dan menghancurkan lawannya, semua yang nonton di situ pada bersorak… horeeeeeee (busyet udik amat….ndeso-ndeso)
  3. Biar dianggap sebagai master cerita Ksatria Baja Hitam, saya bela-belain minjem tabloid Fantasi di kios depan rumah. Soalnya tabloid Fantasi satu2nya majalah yang kasih bocoran ceritanya. Besoknya teman-teman langsung pada nanya saya gimana cerita-nya hari selasa ntar.
  4. Kalau disuruh sama guru kesenian untuk menggambar bebas, 80% persen menggambar Ksatria Baja Hitam. Sampai guru kami jadi kesal. Akhirnya waktu itu sempat diharamkan gambar Ksatria Baja Hitam oleh beliau. Tapi namanya anak-anak tetep aja selalu ada yang nggambar lagi.
  5. Paling suka berburu umbul (kartu remi bergambar) yang ada Ksatria Baja Hitam dan Google V-nya.
  6. Artis cewek favorit adalah yang jadi Pai Shu Chen dan Shiau Ching di serial Legenda Ular putih di SCTV. Hampir sama dengan Ksatria Baja Hitam, nontonnya harus pergi ke kampong sebelah.
  7. Gara-gara keseringan nonton Legenda Ular Putih, semua jadi suka becanda dan bilang “suamiku…… istriku……..”
  8. Jajanan paling gaul saat itu adalah Chiki, Cheetos, Jet-Z, dan Chitato. Apalagi kalau ada hadiahnya keeping Tazos.
  9. Anak-anak berlomba untuk mengumpulkan Tazos dan ketika istirahat diadu. Yang kalah harus merelakan Tazosnya diambil. Gara-gara itu pihak sekolah melarang kami bermain Tazos karena mengajari berjudi.
  10. Saat Power Rangers muncul anak-anak pada bikin Gasper sabuk yang mirip punya anggota Power Ranggers. Hanya saat itu bikinnya dari kertas lalu digambari sendiri.
  11. Untungnya saat booming Power Rangers Stasiun TV Swasta udah masuk ke Malang. Jadi ga perlu numpang lihat di kampung sebelah lagi.
  12. Semua pada hafal lagu theme song film anak-anak, terutama yang sudah dibuat versi Indonya. Diantaranya theme song, Ksatria Baja Hitam RX, Pasukan Turbo, Saint Saiya, Sailor Moon, Remi, Pendekar Pemanah Rajawali Yoko, dll.
  13. Hafal nama-nama menteri kabinet pembangunannya Pak Harto
  14. Pas tanggal 30 september harus nonton Film Dokumenter G/30/S/PKI… haduh ngeri deh litanya, sampai ga bisa tidur 3 hari.
  15. Pak Harto adalah negarawan yang jadi idola…. He he he he he (belum reformasi choy)
  16. Seneng main game Mortal Kombat di Super Ninendo atau Sega. Dan gara-gara itu ranking jadi anjlok 14 peringkat.
  17. Lagu yang paling disukai adalah lagunya Bondan Prakoso yang Lumba-lumba, Eno Lerian yang nyamuk-nyamuk nakal, Susan dan Ria Enes yang Ada Kodok, Jhosua yang ci ci cit cuit dan Diobok-obok, dan lagu anak-anak lainnya…. Trio Kwek-Kwek juga.
  18. Kalo nirukan film kung-fu selalu kapur kelas yang jadi korban. Kapur dipakai untuk menimbulkan efek asap di setiap gerakan. Jadi saat itu kami ngambil kapur dari kotak depan papan, kemudian dihancurkan sampai lembut, dan setelah itu dioleskan ke tangan supaya ntar pura-puranya keluar asap dari tangan saat memukul.
  19. SCTV dan TPI paling rajin menayangkan film India. Bintang eksyen paling ngetop saat itu adalah Mithun Chakrabawthi.
  20. Herannya film eksyen India bintang utamanya kebanyakan bernama Vijay atau Ajay.
  21. Musuh dalam film India kebanyakan bernama Tuan Takur.
  22. Langsung ngiler bila ada yang pakai jam tangan G-Shock atau Baby-G bikinan Casio
  23. Baik cowok maupun cewek sangat suka dengan permainan lompat tali, gobaksodor,  “bentengan”, Jumprit Singit (petak umet), dll.
  24. Sering menjodoh-jodohkan teman-teman. Dan biar yang dijodoh-jodohkan makin malu biasanya ada yang iseng nulis “Si-A dan Si-B” kemudian di sekelilingnya digambari hati di atas papan tulis.
  25. Heboh saat film TITANIC keluar. Dan tololnya yang diceritain selalu pas si Leonardo nglukis Kate Winslete. Dan juga adegan jijay saat di mobil.
  26. Suka main sepeda kayuh sampai kulit jadi hitam legam.
  27. Biasanya anak SD iu punya sohib baik. Dan kalo pengen menandakan persahabatan selalu kemana-mana dengan berangkulan.
  28. Iseng-iseng mencari ulat bulu untuk dibuat sarana menakut-nakuti anak cewek. Sangat puas bila ynag ditakuti itu teriak-teriak histeris
  29. Pas bulan puasa paling seneng main petasan, dan meriam bamboo
  30. Kalo malam takbiran selalu keliling kampung sambil bawa obor.
  31. Malam lebaran sibuk ke pusat kota untuk beli baju baru
  32. Sewaktu hari lebarannya sudah siap-siap dengan teman sekampung untuk silaturahim ke tetangga-tetangga dengan harapan dapat “Galak Gampil” (uang saku).
  33. Suka ikut Pramuka dengan Persami-nya (perkemahan Sabtu-Minggu).
  34. Kalau Pramuka yang paling berkesan adalah pas Jerit Malam. Soalnya biasanya semua pada nangis.
  35. Saat booming film Wiro Sableng “Kapak Naga Geni 212”, anak-anak cowok pada menulis angka 212 di dadanya dengan menggunakan spidol, biar mirip Wiro Sableng katanya.
  36. Pas liburan selalu menunggu kehadiaran film Warkop DKI
  37. Tetris menjadi permainan game paling laris.
  38. Komik yang wajib baca sebagai symbol anak gaul adalah Dragon Ball, Doraemon, dan Saint Seiya.
  39. Pas hari kartini siap-siap minjem baju daerah. Karena pihak sekolah mewajibkan siswanya untuk pakai baju adat.
  40. Saat Isra’ Mi’Raj atau Maulud nabi para siswa diminta bawa nasi kuning. Kemudian di sekolah salig tukar dan dimakan sama-sama.
  41. Doyan jajan es lilin yang harganya cuman 100 perak.
  42. Ulangan wajib dibawa pulang ke rumah dan ditanda-tangani oleh orang tua. Kalo dapat jelek terpaksa harus menandatangani sendiri. Wekekekekekek
  43. Film barat paling digemari adalah Knight Rider, McGayver, Air Wolf, The Six million Dollar Man, Xena The Warrior Princess, Hercules, dan Star Trek.
  44. Rajin nyolong mangga muda sama jambu biji
  45. Kalo ada orang gila selalu diikuti sambil disoraki….
  46. LAgu Band paling digemari saatitu adalah Mungkinkah dari Stinky, Kamulah satu-satunya dari Dewa, Tong Kosong dari Slank, Mencari Alasan dari Exist
  47. Kalau group band barat tentu saja Hanson dengan Mmmm….Bop-nya
  48. dll

Itu tadi beberapa contoh problematika anak SD di era saya… Mungkin belum semuanya tercover. Tapi nanti kalo ingat bakalan saya tambah deh he he he he he…

Gimana anak-anak SD jaman sekarang, pendahulu kalian keren abis khan????

UPDATE PIC GAN

Barusan nemu di KASKUS

Spoiler for gundhu/kelereng:
Spoiler for ular naga panjang:
Spoiler for gimbot, gimbot air n tetris:

Spoiler for layangan gan:
Spoiler for bekelan/bola bekel:
Spoiler for ular tangga:
Spoiler for gambaran/umbul n kartu dragonball:

Spoiler for gatril/patil lele/benthik:
Spoiler for adu cupang:
Spoiler for tazos:
Spoiler for keong2an:
Spoiler for ketapel/slepetan n yoyo:
Spoiler for galasin:
Spoiler for balon sabun n balon air:
Spoiler for congklak:
Spoiler for karet gelang:
Spoiler for tamiya:

Spoiler for taplak gunung:
Spoiler for kertas lipat :
Spoiler for tamagochi:
Spoiler for bentengan:
]
Spoiler for petak umpet:
Spoiler for enggrang:
Spoiler for nintendo:

Bangga Pakai Nama Asli atau Nama Palsu?

Mei 29, 2009 1 komentar

whats-my-nameNama adalah doa. Itu yang sering disampaikan orang tua pada saya. Sehingga sebisa mungkin saya selalu mengenalkan diri saya dengan nama asli. Namun ada sebuah fenomena menarik terkait dengan nama itu sendiri. Akhir-akhir ini seiring dengan berkembangnya zaman, orang-orang jadi lebih suka memakai nama samaran sebagai sarana mengekspresikan dirinya. Sebenarnya sih tidak masalah juga kalau mereka pakai nama palsu. Toh itu juga haknya. Tapi kejadian ini justru menunjukkan banyak dari kita yang tidak pe-de dengan diri kita.

Ada beberapa factor yang menyebabkan mereka tidak mau mengenalkan nama asli pada khalayak. Salah satunya terkait dengan semakin masifnya perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi ini menyebabkan arus pertukaran budaya menjadi hal yang tak mungkin dibendung. Sehingga orang akan mudah silau dengan budaya luar yang lebih gemerlap dan under estimate dengan budaya dalam negeri.

Kembali lagi ke nama. Apalah arti sebuah nama kata William Shakesphere. Namun saya adalah rang yang berpendapat bahwa ungkapan kang William itu adalah sesuatu yang tolol. Bagi saya nama adalah doa, nama adalah jati diri, nama adalah cermin budaya, nama adalah harga diri. Namun sayang banyak dari kita tidak bangga dengan nama sendiri. Coba saja anda surfing di Friendster. Hampir semua orang selalu pakai nama palsu. Dan lucunya biasanya diimbuhi dengan kata-kata cutes, cantique, keyen, manies, atau ungkapan narsis lainnya.

Tidak hanya di dunia maya, fenomena memakai nama palsu ini juga merambah dunia nyata. Saya sering mengetahui banyak teman saya yang merubah namanya demi sebuah pengakuan status di komunitas tertentu. Hanya saja perubahan nama itu terkadang terlalu ekstrim sehingga jadinya malah aneh dan bikin geli. Berikut ini ada beberapa contoh nama yangmengalami transformasi secara mencengangkan:

  • Slamet Riyadi yang seharusnya dipanggil Slamet, tapi minta dipanggil SLAM atau bunyinya SLEM.
  • Bambang. Pacarnya orang Jakarta. Dan secara tidak sengaja saya mendengar panggilan sayangnya itu pada bambang. Tebak apa hayo? Bambang dipanggil BAMBY (bembi) oleh pacarnya.
  • Sunarto. Dia adalah serang siswa smp tetangga saya. Dari cerita ibunya, Sunarto paling marah kalo dipanggil Sun atau Narto. Dia minta dipanggil NARUTO (tokoh anime). Dapat berapa perkara tuh?
  • Sholichan (baca solikan). Ini lebih gila lagi. Solikan kalau kenalan dengan cewek di via chating, friendster, atu facebook dia selalu mengaku bernama NICHO alias NICHOLAS. Saya pun bertanya, emang dapat tuh nama dari mana? Dia dengan enteng menjawab, huruf penyusun dari SOLICHAN itu kalau dibolak-balik bisa ketemu NICHOLAS. Terserah deh…
  • Joko dipanggil Joey….. tahu deh
  • Siti Khadijah minta dipanggil FIRA (???????)
  • Siti Jamilah minta dipanggil Mulan (terinspirasi dari Mulan Jameela mungkin)
  • Dll

Itu sedikit contoh dari krisis kepercayaan diri kebanyakan generasi sekarang. Tapi tidak semua orang kok berbuat demikian. Karena saya masih menjumpai banyak orang yang tetap bangga dengan nama pemberian orang tuanya walau dianggap ndeso oleh teman-temannya. Sebagai contoh Sudirman. Dia suka dipanggil Sudirman karena menurut dia nama itu sama dengan nama Pahlawan Nasional. Juga ada yang bernama Teguh. Dia cinta mati dengan nama Teguh karena njawani (jawa banget) dan bikin dia selalu ingat nasehat orang tuanya agar jadi orang yang teguh.

Bagaimana dengan Anda? Bangga denga nama sendiri atau lebih suka memalsukan jati diri?

%d blogger menyukai ini: