Archive

Posts Tagged ‘televisi’

Dagangan TV: Jualan Capres

indepedensi media

Golkar TV vs Hary Tanoe TV vs Nasdem TV

Gak apa-apa donk TV ngumbar iklan politik, kan bosnya juga yang punya. Trus kalau kita eneg liatnya tinggal ganti channel, gampang toh?

Pernah gak, denger pendapat serupa dengan kalimat diatas? Biasanya kalimat itu diungkapkan untuk menyikapi televisi-televisi swasta yang lagi keranjingan ikutan politik praktis. Sebut saja TV One (Aburizal Bakrie/Golkar) , Metro TV (Surya Paloh/Nasdem), atau semua tv dibawah MNC (Hary Tanoe).

AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) Jakarta melalui ketuanya sampai angkat bicara bahwa adanya kolaborasi antara pasangan capres-cawapres dan pimpinan parpol yang juga pemilik media telah menyebabkan adanya pemanfaatan frekuensi publik dalam kampanye mereka. Sebagai contohnya Metro TV menyiarkan segala hal tentang Jokowi-JK baik melalui program pemberitaan maupun non berita. Pun sama dengan TV One, yang menayangkan Prabowo-Hatta juga melalui pemberitaan dan non berita.

Kampanye yang dibalut dalam pemberitaan akan lebih mudah mengarahkan opini publik. Orang yang belum pernah mempelajari bagaimana bobroknya media kita, tentu akan mengiyakan isi berita tadi. Padahal berita tadi bukan berita yang datang dari kaidah jurnalistik, tapi hasil pesenan.

Selain itu seringkali capres juga muncul-muncul di acara yang gak nyambung. Indonesian Idol misalnya. Kapan hari, Prabowo ikut nonton langsung. Ya ampun, ini kaya balik lagi ke jaman AFI dulu. Pas itu AFI juga ngundang capres-capres di 2004. Disuruh nyanyi pula mereka -_-.

KPI sebenernya sudah negur stasiun televisi yang telah melakukan pelanggaran terhadap frekuensi public tadi. Tapi apa daya, apalah artinya KPI disbanding bos-bos media tadi.

Soal independensi dan netralitas lembaga penyiaran sudah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standard Program Siaran (SPS) yang dikeluarkan KPI. Pedoman tersebut tertera di P3 Pasal 11 Ayat 2 yang berbunyi :

Lembaga penyiaran wajib menjaga independensi dan netralitas isi siaran dalam setiap program siaran.

Dalam SPS juga diatur lebih detail dan tegas, bahwa independensi dan netralitas lembaga penyiaran harus dijaga. Aturan tersebut dalam pasal 11 yang memerintahkan seluruh lembaga penyiaran, bahwa program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik, tidak hanya untuk kelompok tertentu, dan dilarang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Hal itu dikuatkan dalam pasal 40 yang mengatur tentang program jurnalistik, bahwa program jurnalistik harus akurat, adil, berimbang, dan tidak berpihak.

Dilihat dari P3 dan SPS sudah jelas bahwa posisi media disini harusnya adalah sebagai wasit. Penengah yang mengedukasi masyarakat dengan berita yang informatif dan tidak berat sebelah. Tak selayaknya media jadi pelacur politik.

Jadi kalau ada yang mengeluh dengan ketidak berimbangan televisi, itu adalah hak mereka. Karena segelintir orang sedang memakai sarana bersama untuk kepentingan kelompoknya. Ibarat jalan raya tiba-tiba ditutup untuk dipakai acara pribadi. Jengkel gak? Ya kudu jengkel karena yang makai jalan tadi ngawur. Gak mikir apa efeknya buat orang lain. Trus kita bilang gini: ya udah tinggal ambil jalan lain saja. Sambil muter jauh.

Iklan Terbaru Axis Oktober : Bayi Ajaib (Makanya Pake Axis)

Oktober 22, 2010 Tinggalkan komentar

Setelah sukses dengan konsep “Axis Man”-nya saat bulan puasa lalu, Axis kembali meluncurkan iklan terbarunya. Kali ini berceritakan soal seorang Bapak yang bingung memilih dukun beranak mana yang bakal dipilih untuk membantu kelahiran anaknya. Masalahnya si Bapak pertimbangannya bukan karena keahlian si dukun, tapi nomor operator si dukun yang kebanyakan beda operator dengan si Bapak.

Karena lamanya memilih, si bayi keburu nongol di dunia fana ini. Tentu saja bayi (yang ternyata adalah bayi ajaib) dan ibunya uring-uringan pada bapak yang kurang cekatan ini.

Bagi saya, iklan ini cukup lucu. Tapi sayang saya tidak bisa mengatakan bahwa iklan ini adalah iklan cerdas sebagaimana pernah ditampilkan Axis di “Axis Man”. Dalam arti, pesan yang ingin disampaikan pihak Axis terkesan “kasar” di sini. Saya bilang seperti itu karena sebetulnya saya kurang suka dengan adegan dimana sang anak begitu kurang ajarnya ke bapak. Apalagi adegan terakhirnya si Bapak ngajari anaknya main Gaplek.

Yah… semoga untuk iklan selanjutnya Axis tidak hanya mengejar kelucuannya saja. Tapi juga memperhatikan aspek moral yang jadi cirinya di iklan-iklan yang mereka buat dahulu.

Harmoni SCTV Juni : Vina Panduwinata Membuat Kejutan dengan Lagu C.I.N.T.A

Juni 21, 2010 1 komentar

Walaupun secara pribadi saya menilai harmoni bulan lalu (mei) lebih baik, namun bukan berarti harmoni edisi Juni tidak layak tonton. Kali ini sang maestro Andi Riyanto menghadirkan musisi dari berbagai generasi dan dari berbagai genre. Mulai 3 Diva sampai Saikoji.

Kejutan paling bagus disuguhkan oleh Vina Panduwinata. Dia membawakan sebuah lagu yang pada awal dibawakan banyak penonton yang bingung lagu apa ini. Begitu masuk Reff para audience pun langsung bersorak sembari memberikan standing applause pada Vina. Itulah Lagu C.I..N.T.A dari d’Bagindaz yang di pencinta musik banyak menjadi perdebatan. Namun lagi-lagi Andi Riyanto menunjukkan kejeniusannya sehingga lagu ini jadi nyaman didengar oleh yang pro maupun yang kontra.

3 Diva :

Mengertilah Kasih (Ruth Sahanaya Only)

Adilkah Ini

Gita Cinta

 

Vina Panduwinata :

Maaf

C.I.N.T.A (Penampilan Favorit pasti)

 

Joeniar:

Rapuh :

Cinta Terlarang (feat Angga) :

 

IWA K. feat Lela

Malam Ini Indah :

 

Adrian feat Zanetha

Ajari Aku :

 

Inna Kamarie (ex Dewi-Dewi)

Satu Yang Tak Bisa Lepas :

 

Dewi Sandra :

Tak Ingin Lagi :

Kapan Lagi Kau Bilang I Love You

 

Ipank & David :

Pelangi :

 

Wawan Teamlo

Medley :

 

Selamat Menikmati !!!!

Lagu Iklan Mentari Terbaru

Maret 25, 2010 Tinggalkan komentar

Bicara… denganmu…. tak cukup…. 1 menit, 2 menit, 3 menit….

Pasti banyak yang tidak asing dengan lagu itu. Yup betul itu adalah theme song iklan salah satu provider telepon seluler, Mentari (bukan maksud untuk mengiklankan Mentari loh). Namun saya di sini tertarik dengan lagu jinggle-nya itu. Pas banget dan sesuai konten. Pesan yang disampaikan pun jadi gampang masuk.

Cukup sulit mencari lagu ini. Namun lagi-lagi dengan bantuan mbah google, akhirnya nemu juga. Lagu ini dibawakan oleh Soul ID. Judulnya “Telfon Aku”. Ingat “Telfon Aku” bukan “Telepon Aku” milik Sandy Canester.

Penasaran dengan lagunya….? Cekidot :

Telfon Aku

bicara denganmu tak cukup satu menit dua menit 3 menit
bicara denganmu bisa bisa lupa makan lupa minum lupa tidur
becara denganmu ku bisa berlama lama membayangkan dirimu
bicara denganmu bisa redamkan kangen ku bila tak dapat bertemu

mondar mandir mondar mandir aku resah menunggu
bolak balik bolak balik wajahmu di hape ku
mondar mandir mondar mandir aku resah menunggu
bolak balik bolak balik

#reff:

mengapa tak bosannya ku bicara denganmu
tiap hari tiap menit tiap detik denganmu
mengapa tak bosannya ku bicara denganmu
dari pagi malam pagi malam pagi denganmu

Rap :
sayangku manis pulsa gak habis2
dari rembulan sampai ada mentari kita slalu romantis
ku telfon2 kamu kamu telfon2 aku sampai menit ke 60
hanya untuk hilangkan rasa kangenku

mondar mandir mondar mandir gelisahnnya hati ini
bolak balik bolak balik sms berkali kali
mondar mandir mondar mandir sayang ku ingin bicara
bolak balik bolak balik

*back to reff

Or download aje di Indowebster :

http://www.indowebster.com/Soul_ID_Telfon_Aku.html

Tapi sori to say ya..! Tuh lagu cuma versi prikitiew-nya (preview). Versi full-nya belum dapet.

%d blogger menyukai ini: