Arsip

Archive for Agustus, 2009

Yang Terlupa Dari Negaraku

Agustus 19, 2009 1 komentar

Seperti biasa, perayaan HUT RI selalu saja dilewati dengan berbagai lomba di sana-sini. Tapi entah kenapa saya merasa lomba-lomba yang diadakan semakin ngaco dan malah menjauhkan kita dari kemegahan sebuah bangsa. Lomba sepak bola pakai daster lah, dandan ala bencong lah, balap karung lah, dll. Lagu-lagu yang dipakai untuk mengiringi lomba pun bukan lagi lagu perjuangan seperti “Hari Merdeka”, “Maju Tak Gentar”, “Halo-Halo Bandung” atau “Garuda Pancasila”. Lagu-lagu fenomenal itu telah tergantikan dengan lagu band2 cengeng yang tak bermutu.

Saya semakin tak respek dengan cara kita merayakan 17an saat melihat pentas di dekat rumah di isi dengan pentas-pentas dangdut erotis. Penontonnya pun tak kalah brengsek. Melihat pertunjukan sambil menenggak minuman laknat dan ketika sudah mabuk mereka bikin rusuh.

Ketika mencoba mengkritik dan menawarkan pemikiran selalu saja mereka menolak dan berujar, ini hanya untuk senang-senang lah, pemerintah ga ngelarang lah, hak berekspresi lah.

Alhasil daripada emosi melihat kelakuan bejat, saya hanya mengurung diri sambil erenungi puisi Chairil Anwar :

Kerawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Kerawang-Bekasi

tidak bisa berteriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal hanyalah tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan,

kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskanlah jiwa kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garis batas kenyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Kerawang-Bekasi

Andai mereka yang telah mati demi negara ini bisa hidup lagi, mungkin kita hanya bisa tertunduk malu karena membiarkan apa yang mereka perjuangkan…. perlahan jadi sesuatu yang tak berarti.

Tapi bagaimanapun inilah bangsaku…. apapun itu inilah negaraku. Hitam atau putih, Indonesia tetap didadaku.

Selamat Hari Keerdekaan!

WS Rendra Meninggal Dunia

Agustus 6, 2009 Tinggalkan komentar

Moksa Hutasoit – detikNews


Jakarta – Setelah sempat sakit-sakitan akibat serangan jantung koroner, akhirnya penyair WS Rendra meninggal dunia. Budayawan yang dijuluki Si Burung Merak tersebut meninggal setelah sempat keluar dari RS yang merawatnya. Rendra meninggal pada Kamis (6/8/2009) sekitar pukul 22.00 WIB di RS Kelapa Mitra, Depok.

“Betul (meninggal dunia), tapi saya nggak bisa jawab apa-apa yah, mohon maaf, tanya ke yang lain saja” jawab salah satu putri Rendra, Mariam, kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).

Gara-gara sakit, Rendra tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman sahabat karibnya, Mbah Surip di komplek pemakaman Bengkel Teater, Citayam, Depok, Selasa (4/8/2009) lalu.

Penyair bersuara serak ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading. Rendra masuk rumah sakit akibat jantung koroner yang dia alami.

Sebelumnya pria kelahiran Solo tahun 1935 itu sempat dirawat di RS Cinere sejak Kamis, 25 Juni. Namun karena kondisinya tidak membaik, Rendra lantas dirujuk ke RS Harapan Kita, lalu dirujuk lagi ke RS Mitra Keluarga. (mok/mok)

dikutip dari http://detik.com

Kategori:tokoh Tag:,

Kado Manis Kemerdekaan dari Sandhy Sondoro (Sang Pahlawan Baru Indonesia)

Agustus 6, 2009 6 komentar

LATVIA/Berawal dari baca-baca di kaskus, sampai akhirnya saya menemukan sebuah video yang amat luar biasa. Dan entah mengapa saat saya melihat video ini perasaan untuk bangga menjadi orang Indonesia muncul. Dan hal itu terjadi gara-gara suara emas Sandy Sondoro.

Siapa Sandhy Sondoro? Dia adalah salah satu juara festival New Wave 2009 di latvia. Acara ini sendiri disiarkan di banyak negara eropa seperti Rusia, Georgia, Ukraina, Khazakstan, Belanda, Prancis, dll.

Untuk berita selengkapnya berikut ini saya kutip dari TV ONE :

Penyanyi Indonesia Juarai Festival New Wave 2009 di Latvia
Rabu, 05 August 2009 22:43 WIB

Jakarta (tvOne)

Penyanyi Indonesia Shandy Sondoro dan penyanyi Ukraina, Jamala (Susana Jamaladinova) akhirnya ditetapkan sebagai juara bersama pada festival penyanyi muda internasional New Wave 2009 yang diadakan di pantai Yurmala, Latvia. Keduanya berhak atas hadiah masing-masing 50.000 euro.

siaran pers Kedubes Indonesia untuk Ukraina yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan, persaingan Shandy dan Jamala sudah nampak sejak hari pertama lomba yang disiarkan langsung TV Ukraina dari Latvia. Hari pertama Shandy menyanyikan lagu “When a Man Loves a Woman” memperoleh nilai 119 sedangkan pada hari kedua Shandy membawakan lagu ciptaannya sendiri “Kasihku” dengan perolehan nilai 238.

Jamala yang difavoritkan karena lengking suaranya yang khas, juga memperoleh nilai 238 hingga hari kedua. Pada hari ketiga, lagu “End of Rainbow” yang diciptakan Shandy memperoleh standing ovation penonton dan keseluruhan 12 juri memberi nilai sempurna, 10, sehingga nilainya menjadi 358. Hal sama juga diperoleh Jamala.

Terdapatnya dua pemenang pertama merupakan sejarah baru festival New Wave sejak diselenggarakan tahun 2002. Sebagaimana dilansir koran Segodnya di Kyiv, sejam sebelum acara pemberian hadiah pihak panitia akhirnya sepakat menambah hadiah 50.000 euro yang sebagian di antaranya dikeluarkan dari kocek pribadi Igor Krutoi, ketua juri yang pro Shandy.

Tempat kedua lomba diraih penyanyi Italia, Antonello Karozza dengan hadiah 30.000 euro dan tempat ketiga, Mark Yusim dari Rusia, memperoleh 15.000 euro.

Legenda musik Rusia, Alla Pugacheva juga menyerahkan hadiah khusus Golden Star Alla dan uang USD 50.000 kepada penyanyi Ukraina, Mila Nitic.

“Bagi saya kemenangan bukanlah hal utama; yang terpenting adalah sambutan publik (Latvia) yang luar biasa, yang benar-benar diluar dugaan saya,” ujar Shandy sebagaimana dikutip dari koran Segodnya.

Festival penyanyi muda internasional New Wave 2009 diikuti peserta dari Latvia, Kazakhstan, Cina, Italia, Indonesia, Polandia, Finlandia, Perancis, Ukraina dan Rusia. Festival ini yang diadakan setahun sekali di pantai Yurmala, Latvia sangat popular di belahan Eropa Timur khususnya negara eks Uni Soviet.

Juri lomba terdiri dari selebritis terkemuka Rusia, seperti Valery meladze, Nikolay Baskov, Igor Krutiy, Alla Pugachova, dan Filip Kirkorov.

Penyelenggaraan festival sempat diwarnai protes delegasi Cina yang tidak puas atas nilai terendah yang diberikan juri kepada penyanyi Cina, Gu Liya, 190, pada hari kedua lomba. Pada acara pemberian hadiah, Gu Liya memperoleh piagam penghargaan dari pemda Yurmala.

Pengen tahu bagaimana dahsyatnya suara si Sandhy? Monggo disimak Youtube-nya!

Sandhy dalam lagu When a Man Loves a Women (Siap-siap dibuatmelongo dengan suaranya)

Sandhy dalam lagu ciptaannya “Kasihku”

Sandhy dalam lagu “End Of Rainbow”

Sandhy saat perform di Bukan 4 Mata

Dan pada Akhirnya :

Aku-Cinta-Indonesia-MI

%d blogger menyukai ini: