Arsip

Archive for Oktober, 2010

Ciem & Moel Episode 6 : Twitter Addict

Oktober 31, 2010 5 komentar

FB dan Twiter ibarat nafas bagi manusia modern. Sambil makan update status, sambil di kamar mandi update status, sambil kuliah update status, sambil kerja update status, mau apapun update status.

Bahkan kalau boleh dibandingkan, kita jauh lebih cinta pada FB dan Twitter ketimbang pacar atawa teman. Coba deh pas kumpul-kumpul, dan perhatikan. Lebih asik ngeliatin muka temen2/pacar apa muka handphone/BB? Ha ha ha ha…..

Ciem & Moel Episode 5 : Tribute to Niwatori (Ayam)

Oktober 31, 2010 2 komentar

http://chickenstrip.wordpress.com adalah website yang membuat saya kembali belajar menggambar. Episode kali ini merupakan tribute untuk Niwatori, si ayam dunia maya.

Ciem & Moel Episode 4 : Peduli Bencana

Oktober 31, 2010 Tinggalkan komentar

Saat bencana, banyak ucapan bela sungkawa mengalir deras. Tapi pada saat yang sama ada pula perdebatan sengit soal penyebab terjadinya bencana. Ada yang menyikapinya dengan landasan agama tertentu, mistik, rasionalitas, dll. Penyikapan ini yang menyebabkan masyarakat kita mulai dari pejabat, artis, dan rakyat biasa terlibat dalam adu argumen yang tak berujung. Sampai-sampai kita lupa bahwa di lapangan tindakan nyata jauh lebih dibutuhkan dari sekedar unjuk diri di dunia maya, media massa, demi “dianggap” pintar.

Saya salut pada para sukarelawan, PMI, BSMI, dan tentunya TNI yang justru selangkah lebih depan dengan bertindak tangkas dan tanggap dalam menangani korban bencana. Memang penanganannya sulit untuk mendekati kesempurnaan seperti yang kita bayangkan. Namun bagi saya mereka yang terjun langsung di lapangan jauh lebih beradab daripada kita yang cuma bisa “mengeluh” disini.

Anggap saja bencana ini sebagai cambuk kecil agar kita semua banyak berbenah (bukan hanya pihak tertentu). Tunjukkan solidaritas kita dengan perbuatan. Bagi yang mampu dan punya skill untuk menjadi sukarelawan bisa langsung membantu di lapangan. Yang punya harta lebih, paling tidak sumbangkan. Kalau masih kesulitan paling tidak mari kita doakan saudara-saudara kita disana.a

Penampakan Pertama Chris Evan sbg Captain America (2011)

Oktober 29, 2010 Tinggalkan komentar

Ya ya ya….. pakaiannya sangat mirip dengan versi originalnya (komik). Tapi kok terkesan kurang garang jadinya ya…?

The Dark Knight Rises, Tanpa Joker dan Riddler

Oktober 27, 2010 Tinggalkan komentar

Setelah film ketiga dari Manusia Kelelawar ini sempat terombang-ambing gara-gara Bung Nolan berkata tidak ada alasan baginya untuk membuat lanjutan dari dua reboot sebelumnya. Beruntung saudaranya, Jonathan Nolan berhasil meracik formulasi cerita yang menarik Christopher untuk kembali menangani Batman, sekaligus menutupnya menjadi trilogi.

Nolan tetap akan menjadi dalang di pembuatan film ini. Syutingnya kemungkinan akan dimulai april tahun depan. Jadi kemungkinan film ini akan nongol sekitar akhir 2011 sampai awal 2012. Jadi yang sabar saja ya.

Seperti yang diduga sebelumnya, Nolan tak akan menggunakan teknologi 3D. Dia dan Wally Pfister sang sinematografer tetap konsisten dengan idealisnya untuk menggunakan format IMAX.

Untukjudul, kemungkinan akan digunakan “The Dark Knight Rises”. Ya ya ya…. banyak yang mengatakan kalau judul ini agak-agak gimanaaaa gitu. Tapi kalau melihat dari kebiasaan Nolan yang tidak suka blak-blakan bisa saja judul ini berubah sebagaimana isu pada film keduanya.

Dan kemungkinan harapan kita untuk melihat The Riddler atau comeback-nya Joker, akan pupus. Dan desas-desus yang beredar Sautradara Inception ini lebih tertarik untuk memunculkan karakter antagonis cewek sekaligus love interest Batman, Cat Woman. Siapa pemerannya, lagi-lagi itu juga sulit ditebak.

Dari pada pusing berspekulasi tentang pikiran Nolan, lebih baik kita tunggu saja tanggal mainnya….

Ciem & Moel Episode 3 : Sumpah Pemuda

Oktober 24, 2010 2 komentar

Menjadi fans atau penggemar tim sepak bola luar tidak dilarang. Namun bila kecintaan yang berlebihan tim itu sampai menghilangkan karakter kita sebagai Bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, maka sikap itu patut dijauhi. Beberapa orang kemaren berdebat sengit di sebuah berita olahraga di salah satu situs terkenal.

Saya cukup prihatin dengan debat yang tidak sehat itu. Demi mendukung tim kesayangannya mereka rela membawa-bawa masalah SARA dan fisik seseorang, untuk dilecehkan habis-habisan.

 

Mungkin sekali lagi kita perlu merenungkan sejenak peristiwa Sumpah Pemuda, 82 tahun yang lalu. Saat itu begitu susah payahnya para pendahulu menyatukan tekad demi mewujudkan sebuah negara yang bersatu walaupun penuh dengan berbedaan.

Jangan biarkan persatuan ini retak hanya karena masalah sepele….

Selamat Hari Sumpah Pemuda.

(Maaf tulisannya agak serius kali ini he he he he he……)

The Origin Of Bakso Bakar

Oktober 22, 2010 4 komentar

Bakso adalah kuliner yang sangat identik dengan kota Malang. Berbagai jenis bakso enak seolah berkumpul di kota terbesar kedua Jawa Timur ini. Salah satu varian bakso paling masyur di kota Malang adalah Bakso Bakar. Kita akan dengan mudah menemui Bakso Bakar di berbagai sudut kota Malang.

Bakso bakar sendiri “lahir” dari tangan dingin seorang penjual Bakso senior di kota Malang. Dia adalah Pak Man. Konon Pak Man ini juga salah satu orang yang pertama kali berjualan Bakso di Bumi Arema. Kalau tidak salah dia mulai berjualan sekitar tahun 1965 di daerah pasar comboran.

Tipe Bakso yang dijual Pak Man, merupakan tipe Bakso original. Dimana isinya hanya su’un (mie putih), penthol (bakso), dan tahu. Pada suatu saat, Pak Man tidak sengaja menumpahkan beberapa bakso saat melayani pembeli. Ketika warung sudah mulai tutup, beliau membersihkan bakso-bakso yang jatuh tadi kemudian membakarnya bersama sampah-sampah yang lain. Rupanya nyala api yang membakar bakso tadi menimbulkan aroma yang unik dan khas. Dari situlah sang Maestro ini punya ide untuk mengkreasi salah satu jenis Bakso baru, Bakso Bakar. Dimana beberapa bakso ditusuk di bambu kemudian dibakar layaknya sate. Untuk bumbu olesnya dibuat dari campuran kecap, saus tomat, dan bawang putih.

Menu baru ini tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi primadona pecinta kuliner di Kota Malang. Rasa dan aroma yang khas serta dikombinasikan dengan racikan sambal yang pedas luar biasa selalu membuat orang yang pernah mencobanya untuk datang lagi di lain kesempatan. Selain itu bakso kuahnya juga menunjang sebagai menu pemanasan sebelum kita menyantap bakso bakar Pak Man.

Dari sekian banyak Penjual Bakso di Kota Malang, hanya ada tiga yang rasanya original. Yang pertama di depan SMP 9 Malang (dekat Pasar Comboran Malang), karena disiinilah tempat awal Pak Man berjualan. Yang kedua adalah di Jl. Dr Cipto depan SMAi, disini merupakan cabangnya. Sedang Bakso Bakar original terakhir adalah di Jalan Trowulan dekat kampus ABM. Untuk tempat yang terakhir konon peraciknya adalah ex Pegawai Pak Man yang memutuskan bersolo karier.

Kenapa tiga tempat itu saya sebut original? Karena di ketiga tempat itulah rasa semua menu Baksonya hampir serupa. Hal ini tidak mengherankan mengingat peracik-peracik di tempat itu bersumber dari Guru yang sama, Pak Man. Rasa Kuah, pemilihan bawang goreng, daun bawang, serta racikan sambalnya begitu identik.

Namun bagi anda yang ingin merasakan variasi lainnya (selain yang original), anda bisa mencobanya di tempat lain. Diantaranya Bakso Bakar Dieng Plaza, Bakso Bakar Pahlawan Trip, dll. Kalau anda cermat maka anda akan menemukan perbedaan dan kekayaan rasa dari Bakso Bakar di kota Malang. Selamat Mencoba.

%d blogger menyukai ini: