Archive

Archive for Mei, 2010

KEBIASAAN PEJABAT BUSUK YANG SERING KITA LAKUKAN

Mei 31, 2010 3 komentar

“Anggota dewan kerjanya Cuma tidur dan ngehabisin duit rakyat”

“Pejabat bisanya foya-foya, gak punya empati sama orang kecil tah?”

“Pejabat itu maling…. Mereka suka mencuri duit rakyat. Tapi enaknya gak pernah dihukum”

“Enak bener jadi anggota d(h)ewan… bisa main perempuan seenaknya”

Itulah kata-kata yang bisa jadi sering kita dengar, ketika kebanyakan orang ditanya apa yang mereka pikirkan soal pejabat. Bahkan kalau mau ditulis, makian-makian pada para pejabat itu bisa setebal buku kamus. Namun suka atau tidak, itulah faktanya. Sebagian besar (tidak semuanya) pejabat memang belum bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tak jarang jabatan itu dipergunakan untuk menjadi raja atau bahkan Tuhan baru bagi manusia yang lebih lemah darinya. Demokrasi pun jadi alat efektif bagi mereka untuk meloloskan apa yang disebut hukum rimba.

Nah… suatu saat di warung STMJ langganan, saya sedang asik berbincang dengan teman baik. Temanyapun bermacam-macam. Namun entah kenapa saat itu saya sedang semangat-semangatnya membicarakan soal tingkah laku pejabat negara kita tercinta ini. Maklum, momennya pas dengan Century yang kebetulan sama angetnya dengan STMJ Coklat pesanan saya.

Panjang lebar saya caci maki mulai dari anggota dewan, menteri, pengacara, jaksa, bahkan paling nekat PRESIDEN cing. Dan dengan bahasa yang rada tinggi bin njlimet, saya sepertinya layak juga diundang TV ONE dan Metro TV jadi nara sumber he he he he. Sampai kadang-kadang saya sendiri bingung ngomong apa?

Sementara saya ngomong panjang lebar dan berbusa, teman saya hanya mendengar dengan seksama sembari sesekali menyantap potongan roti bakar telur dihadapannya. Awalnya saya sih lanjut dengan ocehan. Namun lama-lama ngomong rahang pun jadi kram. Berhenti deh celotehannya.

Melihat saya kecapekan, teman saya lalu ganti bicara. “Sudah tah…? BTW dari tutur katamu yang sudah mirip Imam Prasojo (Sosiolog) tadi, secara sederhana apa saja dosa pejabat kita?”

Sambil garuk-garuk saya mikir bentar. Memang sih, terkadang kalau kita pakai bahasa langitan lalu ditanya pertanyaan simpel suka gak mudeng sendiri. Tapi bagaimana lagi, sudah kepalang basah sok-sokan pinter. Gengsi donk (ala warkop).

“Tidak jujur, suka korupsi, tidak amanah, suka berkhianat (obral janji doank), empati terhadap masyarakat kurang, gila popularitas, umbar nafsu birahi….. sementara itu deh,” ujar saya.

“Weleh kalau dipikir berarti jadi pejabat jaminan neraka dong???” teman saya balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Ya kalo jaminan gak juga sih. Tapi 90% mungkin iya….”

“Hmmm….. ok-lah kalau kamu berpendapat begitu. Tapi sebenernya yang jadi ganjalanku, apakah ‘dosa turunan ‘ pejabat itu juga berlaku pada kita?”

“Maksudmu..???”

“Ya apakah harus jadi pejabat dulu baru mendapat bisa melakukan hal-hal terkutuk yang kau katakan plus bonus dosanya sekalian?”. Pertanyaannya mulai kritis

“Bukannya begitu sih, tapi khan ya mereka itu pejabat. Mbok ya sadar. Lagian kalau pejabat kan merugikan banyak orang. Contoh uang yang diambil bisa sampai tirliunan. Beda sama tukang copet cing… paling maksimal kalo nyopet kita-kita dapetnya cuman 50ribu”, sanggah saya.

“Berarti, mencuri atau berbuat dosa itu boleh asalkan sedikit dan merugikan, ya minimal satu orang saja?”

“Nggg…” saya pun mulai tidak bisa berkata-kata.

Teman saya pun melanjutkan perkataanya, “Aku terkadang sangat heran dengan apa yang terjadi pada kita yang mengaku manusia. Sebuah tindak kejahatan kita lakukan dengan landasan bahwa orang lain juga melakukan tindakan yang sama. Kejahatan-kejahatan kecil kita anggap lumrah. Hanya yang jadi masalah, terkadang sebagai manusia kita lupa. Bahwa manusia diciptakan untuk memiliki kecenderungan. Kecenderungan itulah yang membuat kita tak mampu menilai berapa nilai koefisien besar kecil itu”.

Mulai lah sohib dekat saya itu mengeluarkan pemikiran-pemikiran religius, sosial, sekaligus dibumbuhi pedoman teknik (maklum jebolan teknik).

1. Yang pertama, pejabat tidak jujur pada rakyat. Persoalannya apakah kita selalu jujur dengan teman, ortu, dosen, bos di temat kerja, atau pasangan. Lihat aja kalau telat kerja ngomong ke bosnya pasi antara macet, ban meletus, atau kehabisan bensin. Padahal kesiangan karena nonton bola tengah malem. Itu belum lagi kalau ditambah soal mencotek dan njiplak skripsi

2. Kasus kedua, Saat kita menganggap korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi apakah beda dengan kita yang dulu juga pernah jadi mahasiswa lalu memakai uang dari orang tua yang sebenernya untuk kuliah, tapi dipake PS-an lah, nge-mall lah, CS-an lah (kalo sekarang PB), pacaran lah. Bahkan untuk yang terakhir ini ironi banget. Anak cewek orang, punya kiriman dari orang tuanya sendiri, bahkan tak jarang kiriman ortu si cewek lebih gedhe dari punya kita. Eh mau-maunya kita pake uang kiriman kita untuk memodali tuh cewek yang belum 100% jadi istri ntar. Trus yang kita lakukan apa bedanya dengan seorang koruptor yang lihai dalam berpolitik untuk mendapatkan modal demi keuntungan individu?

3. Kasus ketiga, soal anggota dewan yang gak amanah karena tidur pas sidang. Gak usah jauh-jauh anggota dewan, brur. Di kelas kita aja banyak tidur pas jam kuliah. Kalo pun melek paling sms-an ato facebook-an. Padahal itu bilangnya ke orang tua kuliah loh ya (Untuk yang ketiga ini bikin telinga saya panas. Pasalnya saya sering banget begitu… :D).

4. Soal berikutnya ini saya ane demen… Perkara obral janji. Ini khusus laki-laki, brapa banyak dulu kaum kita yang mendapatkan ceweknya dengan berjanji setia selamanya sesaat sebelum janjian? Ajaibnya setelah janji setia, pada mupeng kalau liat cewek bahenol lewat. Selingkuh mungkin bentuk penghianatan tertinggi saat berhubungan. Namun ngomongin cewek lain saat nongkrong bersama teman, apalagi dengan kecenderungan mengikutsertakan birahi juga bisa dimasukkan dalam kaegori selingkuh. Pertanyaannya apa beda kita dengan ereka yang duduk empuk di gedung parlemen?”

5. Dan masalah empati terhadap masyarakat sekitar, saya malah miris kalau kita menyalahkan para pejabat saja. Bukankah hilangnya empati sering muncul justru di tempat yang banyak kaum intelektualnya. Atau dengan kata lain kampus menjadikan perilaku ini tumbuh subur. Contoh paling serderhana lihat saja di sekertariat bersama. Satu sekertariat dengan sekertariat lainnya sudah mirip kaya pedagang VCD bajakan di pasar besar. Satu sama lainnya berlomba untuk besar-besaran volume speaker. Yang jadi korban mahasiswa atau orang yang kebetulan ada di sekitar situ. Sumpeg denger suara gedebuk-gedebuk gedumbrang gak jelas model begitu. Kalau diingetin susahnya minta ampun. Padahal kalau demo soal SKPP Soeharo, Century, ato Lapindo kayaknya kerasnya bukan main tuh. Tapi hal simpel justru belum bisa melakukan dengan baik”

6. Untuk gila popularitas, ak usah nunggu jadi pejabat kaleee…. Di facebook kau akan menjumpai bahwa betapa hausnya kita akan popularitas. Gak usah ngomong soal ALAY. Yang merasa gak ALAY pun kadang malah lebih ALAY.”

7. Terakhir soal umbar nafsu birahi. Kalau hanya pejabat yang melakukan, mungkin negara kita tidak akan masuk menjadi salah satu negara dengan pengakses situs porno dunia. Di sisi lain kebebasan dalam pergaulan remaja tak lagi bisa dibendung. Free Sex telah menjadi gaya hidup yang menurut mereka boleh dilakukan lagi-lagi atas dasar kebebasan berekspresi.

Kawan…. Bukan berarti aku tak setuju kalau pejabat dengan perilaku busuk itu ditindak. Malah bagiku itu adalah sebuah tindakan mendesak yang harus segera diambil. Namun kita juga tidak boleh menutup mata, bahwa perilaku pejabat tadi hanyalah akibat dari kondisi sosial masyarakat kita. Kenapa aku sebut akibat, tak lain karena mereka juga berasal dari masyarakat biasa. Bukankah beberapa petinggi partai, pejabat, dan anggota dewan itu dulu aktivis di masanya. Ngomong soal idealisme dan perjuangan turun ke jalan, boleh jadi mereka jauh lebih hebat dari masa kita sekarang. Namun apakah dengan idealisme dan kemampuan mereka di masa itu akan terus menjaga mereka dari perilaku menyimpang.

Ada sebuah kekhawatiran dariku bahwa sesungguhnya kitalah yang membentuk pejabat busuk itu. Demokrasi yang kita adopsi mentah-mentah sayangnya tak kita selaraskan dengan apa yang menjadi ciri khas budaya bangsa ini. Dalam sistem itu kita menganut siapa yang banyak itulah yang menang. Hasilnya… bukankah banyak dari kita yang lebih memilih jalan yang kita anggap buruk. Bahkan kita sedniri menganggapnya sebagai kebiasaan yang lumrah.

Ibarat sebuah sistem yang membentuk sebuah pohon, maka bisa di analogikan bahwa apabila akar pohon itu menyerap saripati yang baik, maka akan tumbuh buah yang baik. Namun saat akar itu menyerap saripati yang buruk, maka pohon itu tak berbuah tapi busuk. Dan lebih parah lagi tak berbuah sama sekali. Ini menjadi renungan untukku, untukmu, dan bagi siapapun.”

Uraian dari sahabat terbaikku itu membuatku enggan untuk mengoceh lagi. Yah itu adalah uraian yang suit disanggah. Sebuah lingkaran setan yang tak berujung kecuali ada yang mau memutusnya. Di satu sisi kita muak dengan perilaku (sebagian besar) pemimpin negara ini yang busuk. Tapi di satu sisi kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata kita berperilaku sama busuknya dengan mereka.

Israel Serang Kapal Pembawa Misi Kemanusiaan

Mei 31, 2010 1 komentar

Kapal Mavi Marmara ditembaki militer Israel. Kapal ini mengangkut ratusan relawan dari 50 negara, di antaranya asal Indonesia. Ada 12 WNI yang ikut dalam pelayaran misi kemanusiaan, Flotilla to Gaza (Kebebasan untuk Gaza).

Untuk asal Indonesia sendiri bernaung di bawah MER-C, Komite Indonesia Solidaritas untuk Palestina (Kispa) dan Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah. Relawan dari MER-C ada lima orang termasuk jurnalis tvOne, Kispa sebanyak empat orang, dan Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah sebanyak tiga orang.

Berikut ini nama-nama WNI di kapal Mavi Marmara:

MER-C:
1. Nur Fitri (koordinator)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan
5. M Yasin (tvOne)

Kispa:
1. H Ferry Nur (ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (wakil ketua Kispa)
3. Hardjito Warno
4. Okvianto Baharudin

Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah:

1. Surya Fahrizal (jurnalis Hidayatullah)
2. Santi Soekanto
3. Dzikrullah Ramudya

Bendahara Kispa, Nurdin QQ kepada VIVAnews, Senin 31 Mei 2010, mengatakan, sejak keberangkatan kapal ke perairan Gaza, pihaknya tidak lagi kontak dengan para relawan.

“Tapi kami online terus dengan viva pelastina hingga kabar terakhir kapal ditembaki. Selama ini komunikasi kami memang dibatasi,” kata Nurdin.

Sedangkan Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al Aqsha saat dihubungi terpisah mengaku terakhir kali berhubungan dengan Dzikrullah subuh tadi.

Informasi terakhir, menurut dia, ada 10 orang yang meninggal akibat serangan Israel dan 50 orang lainnya luka-luka. Namun, belum diketahui identitas relawan yang tewas akibat serangan Israel tersebut.

Sumber : vivanews

Arema Masuk List Trending Topics di Twitter

Akhir yang sempurna ditorehkan oleh Arema Indonesia di senayang dengan mengalahkan Persija 5-1. Tim besutan Robert Albert ini sekaligus mengukuhkan dominasinya sebagai juara Indonesia yang telah dikunci saat menghadapi PSPS.

Tak pelak prestasi luar biasa yang ditorehkan Singo Edan membuat euforia para suporternya. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kalau di dunia nyata, Aremania dan Aremanita merayakannya dengan berkonvoy dan syukuran kecil-kecilan. Lalu bagaimana dengan Aremania di dunia maya.

Seolah tak mau kalah dengan konvoy besar-besaran di jalanan kota Malang, Aremania pemilik akun twitter pun juga melakukan pawai dan konvoy di twitter. Hasilnya cukup sukses, Arema menjadi salah satu trend paling populer (Trending Topics) di situs micro blogging ini.

Semoga dengan pencapaian yang dilakukan oleh Arema tiak melenakan tim kebanggan kota Malang ini. Karena sesungguhnya banyak tantangan yang perlu ditaklukkan di depan sana. Viva Arema, Viva Aremania/nita, Viva Sepak Bola Indonesia.

Arema Taklukkan Persija di Senayan

Mei 30, 2010 1 komentar

VIVAnews – Arema Indonesia akhirnya menutup Liga Super Indonesia 2009/2010 dengan pesta sempurna. Tak tanggung-tanggung juara ISL ini berhasil melumat Persija Jakarta 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 30 Mei 2010.

Arema yang telah memastikan diri sebagai juara rupanya tak ingin mengalah. Dan itu dibuktikan tim besutan Robert Albert Rene dengan tampil agresif sejak peluit babak pertama dibunyikan.

Pertandingan baru berjalan delapan menit, Aremania berhasil membuat pendukung Persija, The Jakmania terdiam. Berawal dari pergerakan Noh Alam Shah, kiper Persija M Yasir harus menjatuhkan Along tipis di luar kotak penalti.

Esteban Guillen maju sebagai eksekutor. Dengan tenang Esteban mengarahkan bola ke sisi kanan gawang Persija yang gagal dijangkau M Yasir. Skor 1-0 untuk keunggulan Arema.

Persija mencoba merespon lewat tandukan Abanda Herman di menit 11. Namun Esteban kembali menjadi pahlawan dengan menyapu bola hasil tandukan Abanda.

Bahkan Arema berhasil memperbesar keunggulan di menit 43. Abanda Herman yang mencoba menghalau bola dengan dada di kotak penalti dianggap melakukan handsball oleh wasit Oki Dwi Putra. Penalti diberikan buat Arema.

Pierre Njanka yang tampil sebagai eksekutor berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-0. Tak hanya itu, Persija juga harus kehilangan Abanda setelah mengoleksi dua kartu kuning karena protes kerasnya pada wasit. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, harapan Persija sempat kembali timbul saat Bamang Pamungkas berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1. Pada menit 60, Firman Utina berhasil memberikan umpan pada Bepe yang lolos dari jebakan offside.

Namun trio pemain asing Roman Chemelo, M Ridhuan dan Noh Alam Shah benar-benar menjadi mimpi buruk. Roman berhasil mencetak gol pada menit ke-66 memanfaatkan umpan dari M Ridhuan. Dengan sekali sentuhan, pemain asal Slowakia itu mampu mengecoh M Yasir. Skor pun kini berubah menjadi 3-1.

Berselang 5 menit, giliran Noh Alam Shah yang mencetak gol ke gawang Macan Kemayoran. Alam Shah yang lepas dari pengawalan tanpa kesulitan berhasil mengecoh M Yasir. Skor 4-1 untuk keunggulan Arema.

Dan pesta kemenangan Arema ditutup dengan gol kelima di menit 74. Lagi-lagi Roman Chemelo kembali membobol gawang Persija setelah memanfaatkan serangan balik. Hingga pertandingan berakhir skor 5-1 ini tak berubah.

Dengan kemenangan ini, Arema berhasil menutup musim ini sebagai kampiun dengan torehan 73 gol dari 23 kemenangan, empat seri dan tujuh kekalahan.

Sedangkan bagi Persija hasil ini memupus harapan mereka finish di posisi tiga. Macan Kemayoran harus puas di posisi empat dan terancam tergusur Persib Bandung jika berhasil menaklukkan PSM Makassar. Persija kini mengoleksi 52 poin dari 34 laga dan Persib dengan 50 dari 33 laga.

Susunan Pemain

Persija: M Yasir , Leo Saputra, Abanda Herman-KM, Pepe Toure, Baihaki Khaizan/Erick Setiawan (66′), Fahrudin Mutafic, Serge Emelue, Firman Utina, Agus Indra/Leonard Tupamahu (45′)-KK, TA Mushafry-kk, Bambang Pamungkas

Arema: Iswan Karim, Zulkifli, Pierre Njanka/Juan Revi (85′), Purwaka Yudi/Irfan, Benny Wahyudi, Esteban , Ahmad Bustomi, M Ridhuan, Roman Chmelo, M Fahrudin-kk/Dendi Santoso (50′), Noh Alam Shah

Lupa-Lupa Ingat Versi Harmoni SCTV

Pada mulanya saya kurang suka dengan lagu ini. Gara-garanya nih lagu intronya mirip senam SKJ 88. Snam yang paling males saya ikuti pas SD dulu. Namun lagi-lagi aransemen Andy Rianto membuat pandangan saya berubah total. Lagu yang dasarnya dibuat “konyol” tiba-tiba berubah jadi sangat megah. Bagaimana tidak….??? endenga lagu kuburan versi ini saya ibarat berada di Theater Broadway (halah kaya pernah kesana aja).

Bagian menarik dari lagu ini selain aransemennya adalah saat Priya Kuburan berlomba untuk tinggi tinggian nada di lirik “C A minor D minor ke G ke C lagi”. Sang backing vokal ternyata tak mau kalah. Mereka menaikkan nada-nya. Dibalas lagi oleh Priya, hingga dia menyerah dan bilang “Stoooop”. (bagi yg paham notasi tolong di share ya!!!!)

Untuk jelasnya mari kita simak dan dapatkan lagunya di bawah ini. Cekibrot :

http://www.indowebster.com/Lupalupa_Ingat_Priya_Kuburan_ft_Magentha_Orchestra_versi_Harmony_SCTV.html

Goal Indah Kapten AREMA INDONESIA di Piala Dunia 1998

Mei 30, 2010 4 komentar

Bagi Aremania dan Aremanita pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Pierre Njanka. Hal ini dikarenakan Njanka perupakan kapten tim kebanggan warga Malang itu. Apalagi pada musim pertamanya bergabung dengan Arema Indonesia, pemain kelahiran Kamerun 1975, turut mengantarkan tim Singo Edan meraih juara Indonesian Super League.

Njanka sendiri merupakan jebolan tim nasional Kamerun yang bermain di piala dunia Prancis 1998 dan Korea-Jeang 2002. Keikutsertaannya di tim Kamerun bukanlah sebagai penggembira atau pelengkap. Dia merupakan andalan negara asal Afrika itu di lini belakang.

Nah… tahukah anda, kalau Njanka pernah mencetak salah satu gol terindah di Piala Dunia Prancis 1998.? Goal itu dia cetak saat negaranya menghadapi Austria. Ketika babak pertama kedua tim masih bermain imbang 0-0. Baru dibabak kedua Njanka berhasil memecah kebuntuan. Bola dia bawa dari garis tengah lapangan. Melihat pemain Austria lengah, Njanka pun melakukan over lap dengan sangat cepaat. Beberapa pemain Austria tak mampu menghalangi laju Njanka yang menyisir sisi kanan pertahanan Austria. Setelah berhasil mengecoh dua pemain Austria, tanpa ampun Njanka melesakkan bola dengan keras. Kedudukan pun 1-0 untuk keunggulan Kamerun.

Walaupun pada akhirnya Kamerun tak bisa mempertahankan keunggulan, tapi goal kapten Arema Indoneisa ini dinobatkan sebagai salah satu gol terindah di perhelatan Piala Dunia saat itu. Dan bagi anda yang penasaran dengan goal Njanka, kebetulan ada di youtube :

%d blogger menyukai ini: