Para Pencari Tuhan Jilid 3, 9 Ramadhan 1430 H

Episode 9

Rencana kepergian Bang Jack untuk menetap di tanah suci terus saja memancing pertanyaan dari murid-muridnya. Sama seperti orang-orang lainnya kalau Bang Jack itu ingin masuk surga sendirian. Tapi Bang Jack langsung menyangkal. Keinginannya menetap di Mekah ini bukan semata-mata nafsu, tapi lebih pada panggilan Allah pada hamba-Nya.

Bang Jack juga mewanti-wanti pada Juki, Barong, dan Chelsea, bahwa saat dia pergi nanti mereka harus tetap kompak, saling menjaga satu sama lain. Dan utuk perkerjaan jangan khawatir. Bang Jack sudah mewariskan tata cara penyembelihan hewan ternak dan pemandian mayat. Kedua ilmu itu diharapkan bisa diberdayakan untuk kepentingan umat. Selain itu bila Baha jadi membuka Baitul Mal maka bisa ipastikan ketiga sahabat itu bakal semakin sibuk.

Belum lama Bang Jack memberikan petuah bijak, kekompakan Juki, Barong, dan Chelsea sudah diuji. Bermula dari tumben-tumbennya Juki ingin makan sendiri dengan alasan kalau dia butuh sendirian karena teringat maknya. Tapi saat mereka mulai makan tiba-tiba saja Bang Jack bilang kalau dia mencium aroma sebuah pohon. Chelsea dan Barong pun akhirnya curiga pada Juki yang dengan khusuknya menyantap nasi bungkusnya sendirian. Setelah dilihat ternyata menu yang ada pada nasi bungkus Juki berbeda dengan milik Bang Jack, Chelsea, dan Barong yang isinya tuma tahu dan tempe. Ada tambahan jengkol dan ayam pada nasi bungkus Juki. Tak pelak hal ini membuat geram. Juki jadi didiamkan oleh Bang Jack dan yang lain. Karena merasa bersalah Juki pun mengaku salah dan mina maaf. Tapi masih tetap tidak dihiraukan, dia berencana membuang saja nasi bungkusnya. Bang Jack buru-buru mencegah. Lalu Bang Jack puny aide agar makan mereka bisa adil. Yaitu dengan cara menggabungkan semua nasi bungkus dan memakannya sama-sama.

*****

Udin dan Ashrul terpaksa mencari tempat baru untuk menyimpan uang mereka. Hal ini dikarenakan tempo hari mereka merasa kalau ada yang melihat saat kedua sahabat miskin itu meletakkan uangnya pada tempat itu. Khawatir akan hilang, merekapun memutuskan untuk memindahkan di tempat lain saja.

Setelah mencari beberapa lama akhirnya Udin dan Ashrul menemukan tempat yang bagus. Tempat ini juga adalah tempat dimana mereka pernah memotong ayam liar saat Mira ngidam. Udin mengatakan kalau ini adalah tempat dimana mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan tempat ini juga menjadi tempat dimana mereka berjuang untuk menyempurnakan agama. Ashrul sangat senang dengan ungkapan sahabatnya itu. Tak menunggu waktu lama mereka segera menggali tanah di dekat salah satu pohon kemudian dengan dimulai membaca basmalah mereka lalu menguburkan kotak tabungan haji tersebut.

Namun tiba-tiba saja Ashrul dan Udin dikejutkan oleh kehadiran Pak RW dan stafnya. Pada mulanya Pak Idrus, Pak Kim, dan Pak Yos mengira Udin dan Ashrul baru memenggal orang (dan indikasinya adalah Pak Jalal) yang kemudian untuk menghilangkan bukti mereka mengubur kepala itu. Namun dukaan para pengurus RW keliru. Udin dan AShrul hanya berusaha menabung karena modal mereka tidak cukup untuk membuka rekening di Bank.

Kelakuan Udin dan Ashrul ini mulai memancing jiwa matrealistik Pak RW dan konco-konconya. Mereka, dengan alasan Udin dan Ashrul telah memanfaatan fasilitas Negara, harus membayar pajak sebesar Rp 5000,-. Bagi Udin dan Ashrul itu bukanlah jumlah yang sedikit. Mereka tidak terima dan akhirnya memutuskan untuk mengadu ke Bang Jack.

Bang Jack yang mendapat laporan dari duo sahabat miskin itu langsung marah dan geram atas kelakuan Pak Udrus dan staffnya. Belum lama mereka terpilih lagi tapi sudah berbuat macam-macam. Bang Jack kemudian meminta Udin dan Ashrul untuk memanggil Pak Idrus. Udin dan Ashrul sempat heran, apakah tidak sebaiknya Bang Jack yang mengunjungi mereka. Bang Jack lalau memberikan dalih kalau dia adalah pejabat mushollah yang sekaligus rakyat. Pejabat RW adalah pelayan rakyat, untuk itulah sudah ssharusnya kalau pejabat yang mendatangi rakyatnya, bukan sebaliknya.

Di sisi lain, tingkah Pak Idrus ini ternyata juga dirasakan Pak Afifi, bapak mertua Udin Hansip. Afifi diminta membayar pajak, namun karena tidak punya uang, Pak Afifi terpaksa memberikan beberapa buah kelapanya. Padahal kelapa itu hanya cukup untuk dirinya dan keluarganya saja.

Berbeda dengan menantunya, Pak Afifi memutuskan untuk mengadu ke Ust Ferry. Dengan gemetaran Afifi menceritakan tentang apa yang baru saja dialaminya. Ust Ferry meminta agar Pak Afifi tidak perlu gemetaran seperti itu. Pak Afifi menjelaskan kalau dia itu gemetaran karena lapar.

Ust Ferry lalu mempersilahkan Pak Afifi untuk makan dulu bersamanya. Padahal makanan Ust Ferry ini sejatinya hanya cukup untuk dia dan istrinya saja. Tapi karena memuliakan tamu, Bu Haifa merelakan jatahnya untuk Pak Afifi dan beralasan bahwa dia berpuasa. Kemudian Ust Ferry mempersilahkan Pak Afifi untuk makan sambil menceritakan kejadian detailnya.

Setelah makan Ust Ferry berjanji pada Pak Afifi akan menegur Pak Idrus. Memang sudah saatnya Ust Ferry turun tangan sekaligus memberikan penataran pada Pak RW dan staffnya agar mereka menjadi pemimpin yang amanah. Bukan menjadi pemimpin yang justru menjadi beban bagi rakyatnya.

*****

Ahirnya, Aya dan Azzam memutuskan untuk memberanikan diri berkata yang sebenarnya pada Kalila kalau mereka akan menikah. Pada mulanya Azzam sempat ragu dengan ajakan Aya itu. Namun karena memang masalah ini tak akan selesai kalau tidak ada ketegasan, maka Azzam terpaksa menyetujuinnya. Mula-mula mereka menghubungi Kalila dan mengajaknya untuk makan bertiga di luar. Dan rencananya saat makan bertiga itulah Azzam dan Aya akan menyampaikan rencana mereka.

Kalila agak kalut dengan permintaan Aya itu. Namun Bang Jack menyuruhnya untuk tenang. Toh tinggal makan bees khan? Tiba-tiba saja Pak Idrus dan konco-konconya datang. Bang Jack tampak sumringah. Karena yang ditunggu-tunggu telah datang. Pak Idrus dan Staaffnya langsung kaget bercampur cemas. Ternyata tidak hanya Ust Ferry yang memburu mereka, bang Jack juga. Untuk itu mereka minta sholat dulu di mushollah. Pikir Pak Yos sekalian minta petunjuk dulu.

Begitu sampai di mushollah untuk menjemput Kalila, tiba-tiba saja Azzam mencium sesuatu yang sedap. Aroma itu sangat disukai oleh Azzam karena seperti kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Azzam kemudian mengatakan pada Aya kalau aroma parfum mobil seperti inilah yang dia suka. Bukan aroma parfum mobil yang tadi sempat diberikan oleh Aya.

Bang Jack yang ada disitu kemudian mengatakan kalau yang tengah dicium Azzam bukanlah parfum mobil. Melainkan parfum Kalila. Melihat tingkah Azzam itu, Aya jadi naik pitam. Dia lalu dengan blak-blakan mengatakan pada Kalila kalau Azzam dan dirinya akan segera menikah. Kalila hanya tersenyum, lalu mengucapkan selamat. Tapi entah mengapa tiba-tiba saja dia pingsan.

*****

Chelsea berusaha agar dia dapat menagih janji Marni untuk rujuk lagi dengannya. Kebetulan saat itu, Marni sedang ziarah ke makam mantan suaminya, Marno. Tiba-tiba Barong nyeletuk kalau Marni itu masih ziarah ke makam Marno karena dia masih setia dengan suaminya yang sudah meninggal itu. Apalagi Marni juga memakai kerudung merah. Merah itu warna cinta. Perkataan Barong itu memancing emosi Chelsea. Hampir saja mereka berantem. Beruntung Juki segera memisahkannya.

Setelah keadaan kembali tenang, Chelsea meminta teman-temannya untuk mendekati arni. Tak sengaja mereka mendengarkan perkataan Marni kalau dia mau pamit dengan Marno. Dia mau melanjutkan hidupnya dengan lembaran baru. Marni rencananya akan dilamar haji.

Mendengar perkataan Marni barusan, Chelsea langsung semangat dan segera menemui marni. Marni pun tanpa basa-basi mengingatkan Chelsea agar tidak lupa datang minggu depan. Awalnya Chelsea kaget juga karena secepat itu. Tapi atas dorongan teman-temannya Chelsea menyanggupinya, masa’ yang nglamar tidak datang. Marni langsung bingung. Dia menyangkal perkataan Chelsea. Dia bukan akan dilamar oleh Chelsea tapi oleh orang lain. Seketika itu juga Chelsea langsung lunglai dan shock.

Barong dan Juki mencoba mengambil tindakan cepat. Mereka mencoba mengajak bicara Marni baik-baik demi teman mereka, Chelsea. Sekuat tenaga Juki dan barong meyakinkan kalau Chelsea itu lelaki terbaik bagi Marni. Selain setia, dia juga sudah haji. Namun bagi Marni sudah terlambat. Keluarganya sendiri yang mengajukan nama orang lain. Lagi pula calon suaminya itu adalah ustadz, tampan, dan sudah naik haji. Juki dan Barong langsung tak bisa berkata banyak.

Namun tiba-tiba saja Juki puny aide. Dia coba membuat panas Marni. Caranya dengan bilang kalau memang Marni tak bisa lagi bersama Chelsea mungkin, sebaiknya Chelsea dengan Sheila saja, keponakannya Barong. Barong tentu saja kaget, tapi Juki buru-buru memberinya kode kalau itu hanya trik agar Marni cemburu dan berfikir ulang. Tapi dugaan mereka keliru. Marni malah membiarkan saja Chelsea bersama Sheila. Soalnya mereka berdua punya nama yang agak kebarat-baratan.

Di sisi lain, Chelsea masih saja meratap ditemani oleh juru kunci. Dia tidak habis pikir kenapa semuanya jadi seperti ini. Tiba-tiba sang juru kunci bertanya apa memang benar Chelsea mencintai Marni. Chelsea tentu saja dengan tegas bilang “ya”. Juru Kunci itu lalu berkata kalau memang benar Chelsea mencintai Marni, maka tentu Chelsea tak akan menolak kalau dia membayar air yang tadi dipakai Marni………

Para Pencari Tuhan Jilid 3, 8 Ramadhan 1430 H

Episode 8

Hiruk pikuk pesta demokrasi di kampung Bang Jack akhirnya menuju puncaknya. Malam ini juga warga RW 01 akan melangsungkan pemilihan kepala RW. Tiga calon pemimpin tampak sudah menduduki kursi masing-masing. Sementara itu semakin lama, warga juga semakin berdatangan menuju Balai Rw.

Hingga akhirnya setelah sebagian besar warga sudah datang, rangkaian acara pemilihan pun dimulai. Untuk acara pembuka adalah pemaparan visi misi dari masing-masing calon. Dan seperti yang sudah diduga sebelumnya, dua kontestan penantang incumbent memberikan statement yang sifatnya menyerang. Kalau Pak Jukeng menyerang kebijakan ekonomi, sedang Maulana mengkritisi tentang kebijakan kesehatan. Dukungan dari warga pun seolah semakin deras mengalir ada kedua calon itu.

Sampai pada akhirnya tibalah giliran Pak Idrus sebagai incumbent untuk memaparkan visi misinya. Meski sempat grogi di awal, perlahan tapi pasti Pak Idrus berhasil menguasai forum. Dia menjelaskan kalau dia tidak perlu memaparkan tentang dirinya, karena dua calon tadi sudah berkata banyak. Dan dia mengaku kalau pada mulanya mengikuti pemilihan ketua RW ini karena ambisi pribadi. Tapi Pak Idrus lalu teringat perkataan Khalifah Utsman, bahwa dia tidak akan menanggalkan apa-apa yang Allah kenakan padanya. Dan jabatan ini adalah amanah dari Allah SWT yang tidak mungkin ia lepaskan begitu saja.

Sebelum menutup pidatonya, Pak Idrus meminta Ashrul untuk maju ke depan. Pak Yos dan Pak Kim mulai merasa bahwa Pak Idrus akan melancarkan strategi pertahanan Sisilia miliknya. Namun yang menggelitik benak Pak Yos apa memang benar Khalifah Utsman juga menerapkan strategi yang sama dimana akan ada orang yang dikorbankan? Bu Haifah sebagai istri Ust Ferry segera menjelasakan pada Pak Yos kalau bagian terakhir itu bisa-bisanya Pak Idrus saja.

Pak Idrus kemudian melanjutkan pidatonya. Dia menekankan kalau rakyat fakir miskin seperti Ashrul akan jadi masalah besar di akhirat bagi pemimpin seperti dirinya, Ust Ferry, Bang Jack, dan tetangga-tetangganya. Karena setiap tetangga bertanggung jawab pada tetangga yang lainnya.

Mira sempat protes pada Pak Idrus karena suaminya dijadikan contoh kemiskinan. Karena Mira dan Ashrul miskin bukan karena dia tidak berdoa dan berikhtiar. Untuk itulah Pak Idrus mengatakan kalau ini bukan salah dan benar. Tapi repot tidaknya mereka di akhirat nanti.

Pak Idrus lalu berjanji kalau dia menjabat jadi ketua RW lagi, maka Ashrul akan diusir kalau dia tetap miskin. Karena itulah dia meminta Ashrul untuk kompak dengan yang lainnya. Jangan lagi dengan sombong menolak zakat dan sedekah yang bisa jadi menolongnya untuk keluar dari permasalahan. Akhir kata Pak Idrus berjanji kalau dirinya terpilih lagi dia tidak akan membiarkan kemiskinan rakyatnya menjadi batu sandungannya di akhirat nanti.

Seketika itu juga, gemuruh tepuk tangan para warga dan dukungan segera mengalir pada Pak Idrus. Pidatonya itu seoalh memberi harapan baru pada mereka yang rindu akan kepemimpinan yang adil. Dan karena itu pulalah Pak Idrus melenggang dengan nyaman ke kursi kepemimpinan untuk kedua kalinya.

Setelah pemilihan selesai, Bang Jack, ketiga muridnya, Udin, Ashrul, Mira, dan Azzam yang terpaksa menggembosi ban mobilnya untuk menghindari perang dingin Aya dan Kalila, tengah membahas tentang pidato Pak Idrus tadi. Dalam hal ini Ashrul dan Mira-lah yang paling tampak tertekan. Mira menanggapi pernyataan Pak RW balik menuntut kalau misalnya nanti Pak RW yang tidak amanah maka dia yang harus meninggalkan RW ini.

Bang Jack lalu menasehati Ashrul agar tidak kecil hati dan menerima semua ini dengan jiwa besar. Tidak hanya patriot seperti yang disampaikan Chelsea, namun patriot yang berjiwa besar. Negeri ini sudah banyak patriot, tapi kurang yang berjiwa besar.

Tiba-tiba saja Azzam bertepuk tangan. Dia menganggap bahwa kampung ini adalah kampung paling luar biasa yang pernah dia kenal. Kemiskinan hampir saja menjadi sebuah kejahatan, yang harus diberantas. Dan sesama tetangga saling bertanggung jawab antara satu sama lain.

Barong kemudian meminta Ashrul untuk tidak sedih terus. Ashrul kemudian dan menghela nafas panjang. Dan dia pun berkata “lapar awak”. Ucapan Ashrul ini langsung memancing gelak tawa semua orang disitu. Bang Jack sambil tertawa terus menyenggol-nyenggol Azzam dengan sikunya, seolah ingin sesuatu. Dan Azzam pun tahu apa maksud dari Bang Jack itu. Dia segera mengeluarkan tiga lembar Rp50ribu-an yang semakin membuat semuanya tertawa kencang.

Esoknya, ada kejadian heboh di kampung. Maulana kalap sambil membuang sampah di selokan-selokan. Dia kecewa karena gagal jadi ketua RW dan menyalahkan warga atas itu semua. Bahkan saat melihat ada Om Winky, Maulana segera mengacungkan tongkat pada Om Winky sambil berusaha mengejarnya.

Tak beda dengan Maulana, Pak Jukeng juga tengah kesetanan. Tanpa malu dia menagih lagi sembako pemberiannya yang tempo hari diberikannya pada warga. Tapi justru itu jadi boomerang, karena di salah satu rumah Pak Jukeng malah disambut dengan acungan golok.

Gagal menagih akhirnya ak Jukeng melampiaskannya pada Bonte. Bonte dan Om Winky dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan mereka. Karena mereka berdua lah yang saat masa kampanye jadi agen ganda timsukses kampanye dari masing-masing calon. Tak pelak Om Winky dan Bonte jadi kocar-kacir dikejar Maulana dan Pak Jukeng yang sedang kalap.

Sementara itu Pak Ustadz dan istrinya masih tertarik untuk membahas tentang hasil pemilihan RW kemaren. Ternyata dari apa yang terjadi, bisa disimpulkan kalau Allah memang tempat bergantung segala sesuatu. Maulana dan Pak Jkeng bisa jadi memang banyak pendukung dan dana untuk berkampanye. Tapi mereka mencukupkan segala sesuatu itu pada sebatas materi dan pertolongan manusia saja. Hal ini sangat berbeda dengan Pak Idrus. Pak Idrus begitu berharap banyak dengan doa dari orang-orang yang masih percaya kepadanya. Dan inilah yang Allah suka, lepas dari sifat Pak Idrus. Karena untuk selanjutnya bisa jadi Allah berencana lain saat Pak Idrus melalaikan amanahnya.

*****

Seperti biasa Ashrul dan Udin berniat membagi jatah setelah kerja di rumah Ust. Ferry. Sebelumnya mereka juga mendapat nasehat Ust Ferry terkait dengan posisi mereka sebagai mukmin. Selama ini mereka terlalu cepat berpuas diri ketika menjadi mukmin saja. Padahal Allah lebih menyukai Mukmin yang kuat dan tangguh. Karena Mukmin yang lemah dalam hal ini fakir akan mendekatkan mereka mereka pada kekufuran.

Dalih menjadi mukmin yang kuat ini lah yang dijadikan Udin untuk meminjam uang pada Ashrul. Ashrul walau dengan berat hati, Ahrul akhirnya memberikan jatahnya pada Udin. Karena itu juga, Ashrul terpaksa mencari bayam liar di hutan. Namun lagi-lagi di hutan dia harus berbagi lahan dengan Pak Jukeng. Pak Jukeng ikut mencari bayam liar di hutan karena dia tidak mempu membeli bayam untuk berjualan. Maklum modalnya habis untuk kampanye.

Sepulangnya Ashrul menyatakan keherannanya pada Mira. Dia sebagai orang miskin tapi masih saja harus menolong orang lain. Pertama dia memberi hutangan pada Udin, kedua dia berbagi lahan dengan Pak Jukeng, dan terakhir dia secara tidak langsung berjasa pada diangkatnya kembali Pak Idrus sebagai ketua RW. Namun Mira meminta agar Ashrul bersyukur karena masih bisa bermanfaat bagi orang lain. Boleh jadi pengorbanan ini tidak disukai Ashrul tapi justru itu bisa jadi sangat disukai Allah.

Tak di sangka tiba-tiba Pak Idrus menyapa mereka. Dia ingin menanyakan keberadaan Baha itu sebagai tamu atau menetap. Tapi karena Baha tidak ada, maka Pak Idrus hanya menyampaikan kalau Baha diharap segera menemuinya. Ada rumah lain yang akan di tawarkan Pak Idrus pada Baha. Ashrul lalu mengingatkan agar Pak RW tidak memanipulasi harga lagi. Pak RW pun menyanggah. Dia tidak mau begitu saja dipojokkan oleh Ashrul. Makanya Pak Idrus mengingatkan bahwa sesuai perjanjian, mereka harus masuk surga bareng. Tidak boleh ada yang saling menjegal. Tapi dengan sigap Mira membalikkan perkataan Pak Rw. Mira juga menuntut agar Pak Idrus juga amanah. Karena kalau sampai dia melalikan amanah, maka Pak Idruslah yang harus meningalkan RW itu.

*****

Malamnya Ashrul dan Udin tampak sibuk membaca ayat-ayat Quran dengan menggunakan baju Ihram. Tiba-tiba saja, ada seseorang yang menegur mereka. Orang itu menganggap bacaan Udin dan Ashrul tidak sesuai kaidah. Dikhawatirkan kalau bacaannya ngaco maka itu adalah nafsu. Padahal membaca Quran pun harus dengan ilmu.

Tahu kalau bacaannya banyak yang keliru, Ashrul jadi merasakalau mereka masih jauh dengan agama. Orang itu kemudian menyangga pernyataan Ashrul. Ashrul dan Udin itu bukan jauh dari agama, tapi bisa jadi mereka sengaja jaga jarak dengan membiarkan kesalahan mereka dalam beragama. Namun Orang itu kembali menyemangati Udin dan Ashrul. Apalagi dengan cita-cita mereka yang ingin naik haji. Mumpung bulan haji masih jauh lebih baik mereka sekarang focus untuk memperbaiki kesalahannya.

Tak lama kemudian, seorang warga memanggil-manggil Udin dan mengatakan kalau dia baru saja kemalingan. Udin kaget dan segera bersiap-siap mengejar sang maling. Namun Udin juga heran karena tiba-tiba saja orang yang mengajarinya tadi sudah menghilang dan meninggalkan sebuah tas. Ashrul kemudian ingat kalau orang tadi itu adalah orang yang sama saat mereka nonton bola tempo hari. Berarti memang benar kalau orang itu adalah maling. Udin benar-benar heran kenapa orang sepandai itu justru meilih menjadi maling. Ashrul kemudian balik mengungkapkan keheranannya, kenapa dia dan Udin yang bukan maling malah bodoh dalam agama.

Para Pencari Tuhan Jilid 3, 7 Ramadhan 1430

Episode 7

Pak Idrus terus saja bingung dengan posisinya yang semakin terdesak. Dana kampanye tak punya, pendukung pun juga tak ada. Untuk itulah dia memilih meminta pada pertolongan Allah saja. Caranya tentu saja dengan berdoa. Tempo hari Pak Idrus sudah coba minta tolong didoakan Pak jalal di tanah suci. Tapi karena satu dan lain hal, Pak Jalal terpaksa mendoakannya di dean toilet. Alhasil Pak Idrus mencak-mencak. Merasa bahwa doa yang dilakukan oleh Pak Jalal tidak bakalan sampai.

Atas saran Ustadz Ferry, daripada mengandalkan orang lain, Pak Idrus diminta berdoa sendiri saja. Pak Idrus tidak bisa menyanggupi usulan Ust. Ferry ini. Namun karena tidak ada cara lain lagi dia terpaksa menempuh usulan Ust. Ferry. Pertama-tama dia menyusun doa itu dalam secarik kertas. Dan saat malam tiba dia meminta istrinya untuk menemaninya berdoa. Karena dia malu berhadapan dengan Allah yang Maha Besar itu seorang diri. Namun apa nyana Bu Idrus tidak mau memenuhi permintaan suaminya itu. Bu Idrus ogah kalau sampai suaminya terpilih lagi. Alasannya dia tidak tahan dengan perkataan minir orang lain tentang Pak Idrus.

Karena Istrinya tak mau mengamini doanya, Pak Idrus mencari orang lain yang bisa membantunya. Awalnya dia meminta tolong Udin dan Baha. Namun sayang kedua orang itu menolak. Udin berdalih kalau dirinya golput, dan Baha sudah terlanjur ilfil karena hampir saja Pak Idrus mengerjai dirinya saat akan memberli rumah.

Akhirnya Pak Idrus teringat orang yang mungkin akan bersedia membantunya berdoa. Orang itu adalah Aya. Tempo hari Aya telah menyatakan dukungannya pada Pak Idrus. Jadi mungkin saja dia mau membantu Pak Idrus kali ini.

Dan dugaan Pak Idrus itu ternyata tidak salah. Aya bersedia menemaninya berdoa. Namun dalam berdoa Aya juga mengingatkan agar Pak Idrus senantiasa berharap dengan merendahkan diri dan hati kepada Allah. Jangan terkesan memaksa, karena bisa jadi itu sama saja kita seolah-olah memerintah bukan berdoa untuk mengharap.

Walau sudah ada yang bersedia membantunya berdoa, Pak RW masih merasa masih ngambang. Akhirnya dia memilih untuk pasrah saja. Padahal kompetitornya sudah jor-joran dalam berkampanye.

Hingga suatu saat, ditengah kebingungan pada nasib yang tak menentu. Pak Idrus melihat sebuah titik terang saat melihat kedua anak buahnya yang setia, Pak Kim dan Pak Yos bermain catur. Dalam permainan itu langkah-langkah yang ditunjukkan oleh Pak Kim serasa sangat agressif. Pak Idrus pun teringat pada strategi pembukaan pertahanan Sisillia. Ini adalah startegi yang digemari oleh Grand Master dunia seperti Karpov dan Kasparov. Strategi merupakan strategi agresif dan banyak makan korban. Namun sangat potensial merebut posisi. Dan strategi inilah yang akan dipakai oleh Pak Idrus pemilihan RW nanti malam.

*****

Sementara itu, Baha tengah mengintip Ashrul dan Udin yang tengah sibuk dengan tabungan haji mereka. Baha sendiri penasaran dengan apa yang dilakukan oleh kedua sahabat itu gara-gara dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Ashrul dan Udin. Dalam pembicaraan itu mereka menynggung-nginggung soal “urusan penting”. Dan ternyata urusan penting ini adalah soal tekad mereka menabung dalam kaleng krupuk berbentuk ka’bah yang mereka tanam dalam hutan.

Karena tidak sampai pikir dengan tindakan Ashrul dan udin, akhirnya Baha menanyakan hal itu pada Mira, istri Ashrul. Mira membenarkan pertanyaan Baha kalau suaminya itu tengah menabung sedikit-demi sedikit agar kelak bisa berangkat ke tanah suci. Namun Baha meragukan usaha Ashrul. Tapi Mira mengingatkan kalau manusia itu hanya berhak berencana dan berikhtiar. Untuk hasilnya Allah-lah yang menentukan. Allah sendiri juga yang memberikan undangan bagi hambanya untuk pergi memenuhi panggilannya. Jadi tidak mustahil kalau suatu saat nanti Ashrul dan Udin bisa ke tanah suci.

Setelah mendengarkan uraian Mira, Baha sedikit berfikir. Dia merasa perkataan Mira itu memang ada benarnya. Namun tiba-tiba Baha merasakan sakit di ulu hatinya. Dia segera minta paa Mira untuk ke kamar Mandi.

*****

Di Wartel Juki, Chelsea, dan Barong tengah berusaha untuk melacak keberadakan Mak Juki. Mereka mencoba menelpon nomor yang tercatat di tembok rumah emak. Namun sayang nomor itu selalu sibuk. Akhirnya Barong menyarankan untuk membalik nomor-nomor itu. Karena bisa jadi Juki salah tulis. Juki setuju saja dengan usulan sahabatnya itu. Namun ketika mereka mencoba menelpon hasilnya nihil. Kebanyakan nomor yang telah diacak itu tidak bertuan.

Sampai akhirnya, Juki telepon nyambung pada salah satu kombinasi. Namun sayang mereka lagi-lagi harus menelan pil kekecewaan. No itu salah sambung. Dan lebih parahnya, Juki lupa mana nomor yang asli dalam kertas itu.

*****

Bang Jack hari ini tengah menghakimi Azzam atas keterbelahan hatinya pada Aya dan Kalila. Saat Bang Jack menanyai bagaimana posisi kedua wanita itu pada Azzam. Azzam tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Aya selalu jadi actor utama dalam mimpinya. Sedang Kalila adalah pengisi sudut dalam hatinya.

Bang Jack tidak suka dengan tindakan Azzam yang bertele-tele itu. Sekali lagi Bang Jack menanyakan siapa yang lebih dicintai Azzam. Azzam pun tak kalah lihai. Dia berujar kalau Rasulullah sekalipun sulit untuk menjawab pertanyaan serupa.

Akhirnya Bang Jack tidak mau ambil punsing lagi. Dia menyerahkan semua permasalahan ini pada Azzam, Aya , dan Kalila. Bang Jack memilih untuk tidak ikut campur. Bang Jack lalu meminta Azam dan yang lainnya memikirkan saja bagaimana caranya agar dirinya bisa kembali ke tanah suci.

Kepompong 28 Agustus 2009

Susahnya Buat Jujur

Memang jujur itu tidak mudah, apalagi jika kita harus jujur tentang kesalahan kita. Pasti kita takut orang akan menganggap kita tidak baik. Hal ini yang sedang dialami oleh Arman.

Ketika Arman sedang menyapu di halaman, tiba-tiba ada dua orang polisi datang. Mereka langsung menangkap Arman. Arman yang masih kaget langsung meminta ampun pada polisi dan memohon-mohon agar jangan ditangkap. Ups, ternyata Arman hanya bermimpi. Dia lalu dibangunkan oleh Mandala yang heran mendengarnya berteriak-teriak. Mandala bertanya mengapa dia berteriak-teriak begitu. Apakah Arman mimpi buruk. Kemudian Arman berbohong dengan menjawab bahwa dia mimpi sedang dikejar hantu delman.

Di samping semuanya itu para warga desa tidak mengetahui bahwa Arman adalah buronan polisi, sangat berterima kasih pada Mandala karena telah berhasil membongkar kejahatan pak Sumanto dengan hantu delmannya. Lalu para warga juga berkata bahwa Mandala beruntung punya sahabat yang hebat seperti Arman.

Ketika itu d’rainbowRaYonGki sedang bercakap-cakap. Mereka senang karena hantu delman sudah tidak ada lagi, tetapi mereka juga kuatir karena Pak Sumanto belum dapat ditangkap. Saat mereka sedang bercakap-cakap, mereka bertemu dengan Shinta. Shinta berkata bahwa dia punya kejutan untuk mereka. Kejutan itu adalah Shinta membebas tugaskan d’rainbowrayongki. Mereka tidak perlu bersih-bersih lagi dan sekarang mereka bebas mau jalan-jalan kemana saja. D’rainbowrayongki senang karena mendapatkan kebebasan itu, mereka langsung menuju ke pasar.

Pak Sumanto yang masih belum ditangkap itu kini bersembunyi di suatu rumah bersama anak buahnya. Pak Sumanto saat itu sedang berpikir bagaimana cara membalas dendam pada Mandala. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan kedatangan anak buahnya. Anak buahnya itu memberi kabar baik untuk Pak Sumanto. Ternyata hasil cetak uang palsu mereka sudah memberi hasil yang memuaskan. Uang palsu cetakan mereka sudah sangat mirip dengan aslinya. Mereka merasa senang dan langsung ingin membelanjakan uang itu.

Kembali ke d’rainbowrayongki. Mereka kini sedang berbelanja makanan untuk berbuka nanti. Mereka memutuskan untuk membeli nanas. Bebi lalu membayar nanas itu dengan uang bilangan yang besar, yaitu 100rban. Untung saja pedagang itu memiliki kembaliannya. Bebi langsung memasukan saja uang kembalian itu ke dompetnnya. Menurutnya orang desa itu pasti jujur-jujur dan tidak mungkin menipu. Setelah selesai berbelanja mereka berjalan pulang. Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba bebi teringat sesuatu. Dia lupa membeli mouthwash dan ingin kembali lagi ke pasar itu. Akhirnya d’rainbowrayongki pun kembali ke pasar itu. Bebi membeli mouthwash dengan uang kembalian yang didapatnya waktu membeli nanas tadi. Pedagang yang menerima uang itu heran. Dia memeriksa uang itu ternyata palsu. D’rainbowrayongki yang tidak percaya, meminta pedagan itu memeriksanya kembali. Ternyata benar palsu. Diraba terasa halus dan diterawang tidak ada segel pengamannya. Pedagang itu menuduh mereka adalah pengedar uang palsu dan ingin membawa mereka ke kantor polisi. Tetapi untunglah Rama segera menelepon Shinta dan Shinta segera datang dengan Mandala. Ketika mendapat penjelasan dari Mandala, pedagang itu pun percaya bahwa mereka bukan pengedar uang palsu melainkan korbannya dan tidak jadi melaporkannya ke polisi. Akhirnya mereka pun kembali pulang.

D’rainbowrayongki berdiskusi tentang uang palsu yang mereka dapat tadi. Mereka merasa heran mengapa ada uang palsu di desa. Walaupun didapat dari kota, seharusnya uang palsu itu sudah lecek. Tapi uang palsu itu masih terasa baru, bahkan Bebi yang memegang uang itu berkata bahwa dia tidak bisa membedakannya dengan yang asli.

Di luar Mandala, Shinta, dan Arman pun sedang berdiskusi tentang uang palsu itu. Arman berkata bahwa mungkin saja ini ada hubungannya dengan Pak Sumanto. Mandala kemudian berpikir sebaiknya mereka melaporkannya kepada polisi. Dia meminta Arman menemaninya ke kantor polisi besok. Arman yang takut ke sana beralasan kalau besok dia sudah ada janji dengan anak-anak yang lain untuk berdiskusi dan merasa tidak enak jika ingkar janji. Mandala berkata bahwa mereka akan sebentar saja di kantor polisi. Arman kembali berbohong dengan mengatakan bahwa dia takut ke kantor polisi karena teringat pengalaman waktu kecilnya. Mandala dan Shinta heran mendengar jawaban Arman tersebut.

Ternyata susahnya untuk jujur ini juga dialami oleh Mandala. Mandala yang sedang berjalan-jalan sendiri bertemu dengan d’rainbowrayongki. Mereka terus menggoda Mandala dengan Shinta. Mandala akhirnya berkata bahwa sebenarnya dia suka sama Shinta, tapi tidak berani mengungkapkannya karena takut ditolak. D’rainbowrayongki berkata bahwa mereka mau membantu Mandala untuk mengungkapkan perasannya itu.

Cara pertama – coba ungkapkan dengan bunga.
Mandala membawa setangkai bunga matahari untuk Shinta. Shinta sangat senang dan tersipu-sipu malu sambil menerima  bunga itu. Mandala bertanya apakah Shinta suka bunganya. Shinta menjawab bahwa dia suka. Mandala lalu berkata bahwa jika Shinta suka maka dia akan membawa lagi bunga itu untuk Shinta, karena bunga itu adalah bunga khas Cikoneng. Shinta bingung mendengar perkataan Mandala yang tidak nyambung. Mandala pun akhirnya gagal mengungkapkan perasaannya.

Cara kedua – ajak makan malam di luar
Mandala dan Shinta telah berdandan rapi untuk acara dinner kali ini. Mandala memakai kemeja sedangkan Shinta memakai dress. Shinta berkata bahwa dia sangat senang bisa makan malam dengan Mandala. Mandala berkata bahwa mudah-mudahan Shinta juga suka dengan makanan kesukaannya, yaitu jagung bakar! Ternyata dia mengajak makan di pinggir jalan yaitu di Jagung Bakar Mang Ujang. Shinta terlihat sedikit kecewa dan binggung ternyata dia diajak makan di pinggir jalan. Akhirnya Mandala gagal lagi mengungkapkan perasaannya.

Cara terakhir – to the point
menurut d’rainbowrayongki ini adalah cara terakhir. Mereka tidak tahu lagi bagaimana kalau gagal. Mandala mendatangi Shinta. Dia dengan tergagap-gagap berkata bahwa dia ingin bilang kepada Shinta bahwa dia……ada rapat di kelurahaan. Dia langsung kabur dari Shinta. Mandala lagi-lagi gagal. D’rainbowrayongki pun tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Kembali lagi ke uang palsu. Ternyata ada lagi warga yang mendapati adanya uang palsu. Mereka melaporkannya pada Mandala. Mandala pun berpikir jangan-jangan teori Arman itu ada benarnya.

Arman memutuskan untuk pergi ke pasar menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Di sana dia melihat anak buah Pak Sumanto. Arman mengikuti orang itu berbelanja, sampai akhirnya melihat orang itu keluar dari pasar dan ingin berjalan pulang. Arman terus mengikutinya sampai tiba di suatu rumah. Arman mengintip ke dalam rumah itu dan akhirnya dia mengetahui tempat persembunyian pak Sumanto dan bahwa Pak Sumantolah yang mengedarkan uang palsu tersebut. Arman cepat-cepat kembali dan memberitahu Mandala, Shinta, dan d’rainbowrayongki. Mandala memutuskan untuk menggrebek rumah itu.

Sebelum penggrebekan itu Arman ingin berbicara dengan Mandala. Arman saat itu ingin jujur pada Mandala bahwa dia adalah buronan polisi. Tapi belum sempat Arman berbicara, sudah dipotong oleh Mandala. Mandala berkata bahwa nanti saja mereka bicara, karena nanti mereka masih punya banyak waktu. Arman pun tidak jadi menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka akhirnya menggrebek rumah Pak Sumanto. Pak Sumanto saat itu bersama anak buahnya sedang membereskan uang palsu. Mereka tertangkap basah. Tiba-tiba polisi-polisi masuk dan menangkap Pak Sumanto dan anak buahnya. Arman kaget melihat banyak polisi di sana. Ternyata Mandala lah yang memanggil polisi-polisi itu. Polisi-polisi itu melihat Arman dan mengenalinya sebagai buronan. Arman pun ditangkap. Mandala, Shinta. d’rainbowrayongki bingung melihat hal tersebut. Arman pun minta waktu pada polisi untuk menjelaskan semuanya.

Arman minta maaf pada Mandala karena tidak jujur. Dia menjelaskan bahwa dia adalah buronan karena kasus penggelapan dana perusahaan. Mandala merasa sangat kecewa, dia merasa permintaan maaf Arman sudah terlambat. Dia adalah sahabat Arman dan seharusnya Arman jujur saja dari awal. Arman menjawab dia sudah berusaha jujur, tapi Mandala waktu itu berkata bahwa mereka masih punya banyak waktu. Mendengar penjelasan Arman, Mandala tidak bisa berkata-kata lagi. Arman akhirnya dibawa pergi oleh polisi.

Ditangkapnya Arman membawa dampak buruk bagi Mandala. Dia terlihat stress. Para warga yang tadinya memuji-muji Arman pun akhirnya menjelek-jelekannya. Shinta mencoba untuk menenangkan Mandala. Dia berkata bahwa melihat sifat-sifat dan kejadian yang kemarin, Arman pasti sudah berubah. Arman terlihat memikirkan orang lain dan tidak memikirkan diri sendiri. Shinta berhasil meyakinkan Mandala. Mandala pun berkata seandainya dia punya pendamping seperti Shinta pasti segalanya beres. Shinta terkejut mendengar perkataan itu lalu menjawab bahwa Shinta juga akan merasakan hal yang sama. Akhirnya.. Mandala berhasil mengungkapkan perasaannya dan diterima dengan baik oleh Shinta.

Kembali ke d’rainbowrayngki. Mereka berencana mengunjungi Arman. Tadinya terjadi perdebatan antara d’rainbowRama dan YonGki. Oyon dan Mongki tidak mau mengunjungi Arman karena tidak terima sudah dibohongi olehnya. d’rainbow berkata bahwa Arman selama ini sudah baik dan sering membantu mereka. Selain itu Arman sudah duhukum dan seharusnya sudah cukup dan lebih baik memaafkannya saja. Akhirnya mereka pun setuju ikut ke tempat Arman. Mandala dan Shinta kemudian menyusul dan ingin ikut mereka. Akhirnya mereka bersama-sama pergi ke kantor polisi.

Di kantor polisi Arman terharu. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia benar-benar minta maaf karena telah membohongi mereka semua. d’rainbow berkata bahwa tali silahturahmi mereka tidak akan putus hanya karena masuk sel. Dan mereka percaya bahwa kebaikan itu akan kembali pada diri Arman. Mandala juga berkata bahwa desa Cikoneng ini selalu terbuka untuk Arman. Ini merupakan berita gembira untuk Arman.

Tapi kejutan untuk Arman belum berakhir. Bebi dan Shinta datang sesudah berbicara dengan para polisi. Mereka berkata bahwa hukuman Arman dapat diperingan karena dulu sudah membantu para polisi menangkap Hantu delaman. Arman sangat senang dan yang lainnya pun ikut bersorak untuk Arman. Selamat Arman…

CREATED BY : LAMONATE

Para Pencari Tuhan Jilid 3, 6 Ramadhan 1430 H

Episode 6

Pak RW benar-benar dongkol dengan Pak Jalal. Bagaimana tidak, permintaannya pada Pak Jalal untuk mendoakan di masjidil Harom ternyata tidak sepenuhnya dilaksanakan. Ternyata Pak Jalal mendoakannya di depan toilet hotel. Untuk itulah Pak Idrus berencana mengadukan hal ini pada Ust Ferry.

Pak Idrus begitu berkepentingan dengan yang namanya doa ini. Maklum diantara ketiga calon dia yang basis pendukung tidak jelas. Selain itu dana kampanyenya juga tidak ada. Dan dalam perjalanan lagi-lagi Pak idrus harus menahan emosi. Dia melihat Pak Jukeng sedang melakukan serangan fajar dengan membagikan sembako ke beberapa rumah warga. Tekadnya untuk menuntut Pak Jalal pun jadi semakin bulat.

Di rumah Ust Ferry, Pak Idrus segera mengadukan tindakan Pak Jalal. Ust Ferry sendiri seenarnya tidak mempersalahkan hal itu. Karena doa yang dilakukan tidaklah di dalam toilet, melainkan di luar. Jadi masih diperbolehkan. Namun Pak Idrus tetap tidak terima dengan penjelasan Ust Ferry. Dia terus saja merengek agar Ust Ferry menemui Pak Jalal scara langsung.

Setelah Ust. Ferry setuju untuk memenuhi permintaannya, Pak Idrus pun undur diri. Dan kebetulan di saat yang sama Aya ingin pergi ke mushollah. Sekalian Pak Idrus mengajak bareng.

Dalam perjalanan Aya menanyakan kenapa Pak Idrus kenapa dia mau mencalonkan diri lagi. Pak Idrus kemudian menerangkan kalau alasan utamanya karena dia mencintai kampung ini dan inginmemberikan pengabdiannya. Mendengar alasan Pak Idrus yang sederhana itu, Aya bilang kalau dia akan mendukung Pak Idrus. Dukungan Aya membuat Pak Idrus kaget. Karena inilah kali ertama ada orang yang mendukung dirinya untuk maju dalam pemilihan ketua RW. Terlebih lagi setelah itu Aya juga meminta doa pada Pak RW agar hubungannya dengan Azzam lancar. Pak RW jadi semakin bersemangat. Dia berjanji pada Aya bakal mendoakan bagi Aya dan Azzam

Setelah itu Pak Idrus dan Aya berpisah dipersimpangan. Pak Idrus mengambil jalan lain karena harus pulang ke rumahnya, sementara Aya pergi ke mushollah. Namun di tengah perjalanan Aya bertemu dengan Baha yang tengah dalam kondisi mabuk akibat minuman keras. Aya sempat kaget dan cemas. Lalu Baha mengenalkan dirinya. Aya tidak meu terlalu menggubris si Baha, dan dia hanya berkata “Oo”.

Sayangnya kecuekan Aya itu malah dijadikan bahan bagi Baha untuk semakin menggoda Aya. Baha jadi memanggil Aya dengan sebutan “O”. Baha kemudian bertanya kenapa selama ini dia tidak pernah bertemu dengan Aya. Padahal Baha sempat meneap I kampung ini. Dia juga menjelaskan kalau dirinya kenal dengan Ashrul, Bang Jack dan ketiga muridnya, serta Udin yang memiliki nama panjang yang sama.

Aya tidak mau menggubris Baha terlalu banyak karena bisa-bisa si Baha ngelunjak. Dia pun meminta agar Baha menyingkir dari jalannya. Baha sambil cengengesan memberikan jalan untuk Aya. Namun sebelumnya dia sempat menggoda Aya dengan bilang kalau ada tikus. Aya pun kaget, dan hal itu langsung ditertawakan oleh Baha. Tidak lupa sebelum Aya jauh pergi, dia mengatakan bahwa mulai sekarang akan ada orang yang memanggilnya dengan sebutan “O”.

Akhirnya Aya sampai juga di Mushollah. Dia segera bercerita panjang lebar pada Bang Jack sembari menyantap kue yang sejatinya adalah sarapan Bang Jack. Walau keki karena Aya tidak sadar sedang menyantap kue sarapannya, Bang Jack tetap menyimak keluhan Aya dengan seksama. Sampai pada akhirnya Aya bererus terang kalau kehadirannya untuk meminta Bang Jack bilang ke Kalila kalau dia dan Azzam akan menikah. Permintaan Aya ini dirasa Bang Jack terlalu berat. Dia tidak sampai hati bicara seperti itu ke Kalila. Apalagi ini adalah urusan cinta segitiga. Kalau Bang Jack ikut berarti jadi cinta segi empat.

Tiba-tiba saja Bang Jack terdiam. Kata segiempat telah mengingatkannya pada Ka’bah. Bang Jack menjelaskan kalau dia setelah balik ke Indonesia, bawaannya kangen terus sama Ka’bah. Aya bilang kalau itu adalah panggilan Allah. Lalu Aya bertanya lagi pada Bang Jack, apakah Bang Jack bersedia mengatakan pada Kalila. Seketika lamunan Bang Jack langsung buyar. Dia jadi heran kenapa kalau ada persoalan cinta, selalu dia yang repot.

*****

Sementara itu, Pak RT diminta segera ke pos Ronda oleh Ust Ferry. Padahal sebelumnya, dia, Pak Kim, dan Pak Yoes baru mengejar-ngejar Bonte untuk dihajar. Hal itu terjadi karena Bonte mengacaukan jasa makelaran mereka pada Baha. Pak Idrus menawarkan rumah yang diinginkan Baha seharga 150juta. Bonte yang juga ada di sana langsung menyela dan bilang kalau informasi Pak RW itu salah. Harga rumah itu hanya 80 juta. Tak pelak Baha jadi mengurungkan niatnya. Hal inilah yang membuat Pak Idrus, pak Kim, dan Pak Yoes kalap.

Akibat gagal makelaran tanah maka dana kampanye yang mereka idam-idamkan pun jadi nihil. Untuk itulah mereka kini berharap banyak pada maaf Pak Jalal. Pak Kim dan Pak Yoes sebelumnya mengingatkan pada Pak RW untuk menghargai maafnya sebesar 500ribu jangan lebih. Tapi rupanya Pak Rw memang tidak misa menahan diri. Saat Ust Ferry mempertemukan dia dengan Pak Jalal, dan Pak Jalal bersedia minta maaf dan memberikan ganti rugi, Pak Idrus malah memintanya lebih. Pak Jalal semula berniat memberikan 500ribu, namun Pak Idrus mau 1juta.

Merasa Pak Idrus berusaha mengakali dia, Pak Jalal langsung ambil tindakan tegas. Dia kemudian juga main itung-itungan. Pak Jalal menganggap permintaan Pak Idrusa untuk mendoakannya itu membutuhkan tenaga, mental, dan biaya. Maka setelah dihitung-hitung dana untuk itu semua adalah 1juta rupiah. Dengan kata lain Pak Jalal menganggap impas.

Ust Ferry sebagai penengah mengatakan kalau alasan Pak Jalal bisa dibenarkan. Dan masalah soal tuntutan minta maaf berdoa di depan toilet dia anggap selesai. Untuk itu Ust Ferry meminta masing-masing pihak legowo. Pak RW tidak bisa berbuat apa-apa dengan ini semua. Pak Kim dan Pak Yos pun menyalahkan keserakahannya yang justru malah membuat mereka tidak mendapat apa-apa.

*****

Kembali lagi pada Bang Jack yang mau-tidak mau harus membicarakan tentang Aya dan Azzam pada Kalila. Sebenarnya hal itu berat untuk Bang Jack lakukan. Namun karena desakan ketiga muridnya yang mengingatkan akan pentingnya menjalankan amanah maka Bang Jack pun memberanikan diri.

Sementara itu Kalila tengah menangis tersedu-sedu tentang posisinya di antara hubungan Azzam dan Aya. Bang Jack pun datang sambil menyodorkan tisu pada Kalila. Setelah itu Kalila bertanya pada Bang Jack apakah boleh wanita tidak menikah seumur hidupnya. Bang Jack lalu mengatakan kalau dalam sejarah memang ada wanita yang tidak menikah. Sebagi contoh adalah Siti Maryam ibunda nabi Isa. Dia bahkan melahirkan putranya Nabi Isa tanpa bapak, atas kehendak Allah. NAmun Bang Jack menekankan kalau Rasulullah itu menyunahkan laki-laki dan perempuan untuk menikah.

Tapi Kalila bingung. Dia hanya mencintai Azzam Sementara Azzam adalah milik sahabatnya, Aya. Dia bagaikan seorang penonton dalam pertandingan sepakbola yang acapkali hanya bisa berteriak, bersorak, dan menagis melihat kemesraan Azzam dan Aya.

Melihat permasalahn yang semakin rumit ini, Bang Jack ambil tindakan tegas. Dia meminjam handphone Kalila untuk menghubungi Azzam. Azzam pun langsung mengangkat dan bilang “Hai Sayang”. Seketika itu juga Bang Jack bicara kalau dia bukan Kalila. Tentu saja Azzam kelabakan. Bang Jack kemudian meminta Azzam dan Aya untuk datang ke mushollah esok hari. Dia ingin agar Azzam, Aya, dan Kalila bertemu untuk menyelesaikan masalahnya.

Azzam menyanggupi hal itu. Namun sebelumnya dia ingin bicara dulu pada Kalila. Dan setelah handphone sudah ada di Kalila, Azzam segera bilang kalau walaupun dia tidak tahu ini akan berakhir, tapi Azzam tetap yakin kalau apa yang terjadi pada dirinya dan kalila tidak akan berakhir begitu saja.

Setelah bicara dengan Kalila, Azzam segera menutup teleponnya. Namun saat dia memabalikkan badannya, alangkah terkejutnya dia saat tahu Aya mendengar apa yang dikatakannya pada Kalila. Aya sambil berkaca-kaca bilang kalau Azzam telah membuat semua orang sakit hati.

*****

Malamnya Bang Jack tak henti-hentinya memanjatkan doa. Dia ingin Allah segera mengijinkannya untuk kembali ke Mekkah, dan meningalkan orang-orang di sini yang selalu sibuk dengan duniawi mereka. Bang Jack ingin sisa hidupnya dia pakai untuk mendekatkan diri pada ALLAH.

Para Pencari uhan Jilid 3, 5 Ramadhan 1430 H

Episode 5

Keinginan terbesar Juki saat ini sangatlah sederhana. Dia hanya ingin bertemu emak. Juki ingin emaknya bangga bahwa anak satu-satunya itu telah menyandang gelar haji. Namun Juki agaknya harus lebih bersabar. Emaknya ternyata belum pulang. Hati juki pun serasa diiris sembilu.

Sambil menangis Juki hanya bisa melepas kerinduan pada tembok yang bertuliskan pesan terakhir emak sebelum ia pergi. Bang Uyan, Chelsea, dan Barong bingung harus bagaimana lagi. Sulit rasanya membuat Juki kembali gembira kalau emak belum ketemu. Namun tiba-tiba saja juki mengehentikan tangisannya. Dia mmandang tajam pesan di tembok itu. Setelah sekian lama Juki baru sadar kalau di akhir pesan, emak menuliskan nomor handphone. Walau belum tentu itu nomor hp emak karena emak sendiri tak punya hp, tapi bisa jadi inilah jalan awal untuk menemukan emak.

*****

Di pos komando RW alias pos Ronda, Pak Jukeng melakukan mauver yang cukup berani. Dia melakukan orasi dan pemaparan visi misi di pos ronda. Padahal dalam perjanjian awal, fasilitas umum tidak bisa dipakai untuk kampanye. Namun aturan tinggalah aturan. Demi mengeruk suara masa, Pak Jukeng mengabaikan peraturan itu.

Dalam orasinya Pak Jukeng menawarkan program paket cicilan sembako murah dengan bunga 0 %. Pada mulanya warga mengejek program itu. Akhirnya Bonte pun turun tangan. Dia memang sudah dikondisikan oleh Pak Jukeng untuk menggiring opini publick.

Bonte akhirnya memperngaruhi Om Winky. Dan lobi Bonte berhasil. Om Winky jadi  menganggap tawaran Pak Jukeng cukup menarik dan perlu didukung. Pendapat Om Winky ini langsung diikuti oleh arga lainnya. Hal ini tak lepas dari kedudukan Om Winky sebagai orang paling senior di kampung.

Tiba-tiba saja Udin datang dan berusaha membubarkan kerumunan masa itu. Uding menganggap kalau kegiatan ini telah melanggar aturan. Walau pos Ronda itu milik bersama dia tidak ingin tempat itu dipolitisasi untuk kepentingan golongan tertentu.

Melihat sikap tegas Udin, Pak Jukeng langsung mengambil tidakan taktis. Dia memberikan cindera mata tahu pada Udin. Keyakinan Udin jadi goyah. Dan dia akhirnya memilih menerima pemberian Pak Jukeng dan mempersilahkan sang calon RW untuk melanjutkan.

Saat Pak Jukeng seolah di atas angin, Maulana pun hadir. Dia tidak ingin kalah dengan Pak Jukeng yang sudah berorasi di depan umum. Atas dasar prinsip keadilan, Maulana juga minta diberi kesempatan untuk menyampaikan visi misi.

Pada pemaparan visi misi, maulana menyindir program paket sembako murah Pak Jukeng dan juga program kemanan yang selama ini dipegang oleh Udin. Hal itu hanyalah sebagian kecil dari factor kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu Maulana menawarkan program kebersihan miliknya.

Lagi-lagi warga telat merespon. Maulana pun memberikan kode kepada Bonte. Rupanya Bonte ini menjadi agen ganda dari semua calon. Bonte lalu mengompor-ngompori lagi Om Winky. Om Winky pun berfikir lagi tentang perkataan Maulana. Ternyata dia memang memiliki pengalaman dramatis soal kesehatan. Anak bungsunya meninggal karena demam berdarah. Oleh karena itu Om Winky berbalik mendukung program Maulana. Warga yang melihat sang senior kampung itu pindah haluan juga ikut berbalik mendukung Maulana.

Tak lama kemudian, Pak Idrus selaku pejabat ketua RW datang sambil marah-marah. Dia menganggap kalau apa yang dilakukan warga di situ adalah sebuah bentuk pelanggaran peraturan. Udin yang tahu kalau atasannya bilang kerumunan masa ini adalah pelanggaran peraturan, segera membubarkannya. Tapi bukannya senang, Pak Idrus dan tim suksesnya marah-marah ke Udin. Rupanya tadi itu bagi Idrus hanyalah pembukaan, belum masuk inti. Kalau masa sudah bubar seperti ini, Pak Idrus jadi bingung harus orasi sama siapa.

Kesialan Pak Idrus tak hanya berhenti disitu saja. Setelah kecolongan start kampanye oleh kompetitornya, malamnya dia harus kecolongan lagi. Kali ini dia kecolongan televisi. Tentu saja Pak RW kalang kabut tv-nya hilang. Padahal baru dia tinggal sebentar untuk membuat kopi. Tapi dalam waktu yang sekejab itu juga, sang maling berhasil menggasak tv Pak Idrus.

Pak Idrus segera menuju ke pos Ronda untuk melaporkan kehilangannya pada Udin. Tapi alangkah terkejutnya Pak Idrus kalau televisinya berada di pos ronda. Tidak mau dituduh macam-macam, Udin yang saat itu bersama Ashrul dan Baha bilang kalau tv itu dibawa oleh seseorang yang katanya baru ambi dari tukang servis. Namun di saat Udin ingin menunjukkan, orang itu sudah raib entah kemana. Bisa jadi ini adalah indikasi dan sinyal bagi para warga kampung kalau maling sudah mulai berani masuk wilayah mereka.

*****

Esoknya, di saat Juki masih bingung apakah nomer kemaren apakah milik emaknya, dan di saat Bang Jack tengah merenung tentang ka’bah, Baha, Barong, dan Chelsea malah asik membahas soal cinta segitiga Aya, Azzam, dan Kalila. Baha  mereka punya pendapat tentang siapa yang sebenarnya patut dipersalahkan. Dan entah mengapa dari sekedar membahas mereka jadi bertengkar. Rupanya pertengkaran ini terdengar oleh Kalila yang tengah sibuk menghitung penghasilan kembang. Dia pun menegur dua sahabat itu. Kemudian Baha mendinginkan mereka agar tidak terlalu larut dalam hal sepele.

Tak lama kemudian Azzam datang bersama Aya. Namun kali ini hanya Azzam yang turun, Aya terus pergi dengan mengendarai mobil Azzam. Kemudian Kalila meminta Baha untuk menghampiri Azzam dan berbicara soal keinginannya membuka usaha. Namun sebelum mereka berdua bicara serius, Aya mendadak menelpon Azzam. Aya seakan ingin menggoda Azzam yang saat itu memang ada di depan Kalila. Azzam makin bingung dengan tingkah kekasihnya itu. Aya seakan malah menantang Azzam untuk terang-terangan di depan Kalila. Karena stress dengan Aya, akhirnya Azzam menutup telponnya.

Di dalam mushollah sebelumnya Azzam meminta izin pada Baha untuk sholat dahulu. Setelah itulah baru mereka membahas rencana Baha. Baha berujar kalau dia akan membuka rental video game. Rencana Baha ini sebenarnya sudah pernah ditentang oleh Ashrul. Dan rupanya perndapat Ashrul tak berbeda dengan pendapat Azzam. Usaha itu memang menguntungkan, tapi sangat merusak mental anak-anak.

Baha pun sedikit kecewa dengan reaksi Azzam. Dia juga tidak mau kalau seandainya menuruti usulan Bang Jack untuk membuka jasa pemotongan hewan dan memandikan mayat. Azzam pun mengusulkan agar Baha membuka Baitul Mal wa Tamsil saja. Karena hasilnya lebih barkah dan manfaatnya sangat besar untuk masyarakat sekitar. Baha sbenarnya tidak tertarik dengan usul Azzam itu. Namun dia berjanji akan memikirkannya.

Setelah pembicaraan soal bisnis usai, Baha menanyakan pada Azzam tentang hubungannya dengan Kalia. Azzam pada Baha, kalau dia sangat mencintai Kalila. Baha pun bingung, dia lalu bertanya lagi bagaimana dengan Aya kalau Azzam mencintai Kalila. Azzam pun bilang kalau dia juga mencintai Aya. Mendengar jawaban Azzam ini Baha hanya bisa terheran-heran. Dia pikir tak ada orang yang lebih gila darinya. Entah bagaimana jadinya nanti Azzam.

Kepompong 27 Agustus 2009

Hantu Delman

DeRainbowYonRam say goodbye ke Indra karena Indra harus pulang lebih dulu karena maminya sedang dirawat di RS. Oyonpun langsung nyelethuk “hancur hatiku..” Jadilah Tasya  jadi sasaran ceng2an teman2nya. Oyon kemudian bilang, “Tenang aja Sya, cuma ditinggal ke Jakarta aja kok bukan di Arab..”
Tasya yang geram dicengin terus, lalu mengejar teman2nya.

Tapi akhirnya kejar2an mereka menjadi terhenti setelah mereka melihat mang Baim sedang naburin bunga2. Kata mang Baim, dia sedang baca ayat kursi sambil naburin bunga agar aman dari hantu delman yang sedang marak diperbincangkan oleh warga. Hantu delman bukanlah gosip belaka, pasalnya, pada malam tertentu, hantu delman yang dinaiki oleh putih2 berambut panjang akan muncul dan keliling kampung. Oleh karena itu, warga langsung takut  begitu mendengar suara kelentengan delman.

Di lain tempat, Shinta sedang didatangi Sumanto untuk membicarakan penjualan tanah. Sumanto mendesak Shinta untuk menjual tanah Youth Camp padanya. Tapi sayangnya Shinta tidak mau, dan walhasil  dia pulang dengan tangan kosong. Begitu sampai di rumah, dia langsung memarahi anak buahnya.

Sekarang, Arman sedang mengajak anak2 ikut bakti sosial. Di sana terlihat Oyon, Rama, Beby, dan Helen sedang bercanda2, lain halnya dengan Tasya yang kelihatan tidak semangat sekali. Chacha kemudian bertanya pada Tasya,  kenapa dari kemarin cuma diam saja, lagi mikirin Indra ya? Chacha pun segera menenangkan Tasya karena Chacha juga merasakan hal yang sama waktu Monki tidak ikut, sudah gitu SMS gak dibales, telfon gak diangkat. Namun perbincangan mereka terhenti setelah mereka mendengar suara Monki. Chacha yang kaget pun segera ncemek2 muka Monki. Monki bilang, dia kesini karena dia sudah kelar nyelesaiin persiapan semester baru dan juga dia sudah mendengar masalah Shinta.

Mandala sedang didatangi oleh warganya. Warga mendesak mau menjual tanahnya karena warga sudah resah dengan adanya hantu delman. Sumanto menambahi kalau Mandala belum siap menjadi lurah, buktinya dia belum bisa menyelesaikan masalah warganya. Kalau seandainya dia yang jadi lurah, dia akan memanggil ahli jurik dan membayarnya dengan menggunakan uang pribadinya.

Mandala segera pulang ke rumah dan istirahat. Di rumah Mandala, Arman sedang siap2 mau pergi. Arman melihat  temannya sepertinya sedang ada masalah.Arman bertanya ada masalah apa. Mandala kemudian menceritakan kejadian tadi. Kata Arman, kalau dia ikhlas bantu warganya, Allah pasti akan menunjukkan jalannya. Begitu diceramahi seperti itu, Mandala merasa beruntung karena punya teman Ustad kaya Arman.

Arman sedang mengumpulkan anak2 untuk membantu Mandala menyelesaikan masalahnya. Sementara itu, Sumanto sedang mengumpulkan warga untuk melihat ahli jurik mengusir hantu delman. Kata Sumanto, ahli jurik yang diketahui bernama Pak Jaiman itu adalah ahli jurik yang hebat, bahkan order-an nya sampai Malaysia. Pak Jaiman segera melakukan tugasnya untuk mengusir hantu.

Rainbow girls,Monki, Rama dan Oyon sedang  balik dari taraweh. Tapi di tengah jalan, Beby pengen buang air. Tasya, Chacha pun segera mengantar Beby ke sungai, sementara Helen, Monki,  Oyon, dan Rama menuju warga yang sedang berkumpul melihat aksi Pak Jaiman mengusir hantu. Kata Pak Jaiman, hantunya kuat sekali sehingga membuat dia pengen buang air. Pak Jaiman segera buang  air, tapi dari kejauhan dia melihat putih2 mendekat. Pak Jaiman segera lari menuju asalnya. Begitu sampai, Pak Jaiman langsung menceritakan kejadian yang baru dialaminya itu dan langsung pingsan. Putih2 itu ternyata Chacha dan Beby yang sedang pakai mukena. Setelah selesai mengantar Beby, Chacha, Tasya dan Beby segera menyusul teman2nya.

Di kamarnya, Tasya sedang menerima telepon dari Indra. Karena tidak enak dengan teman2nya, Tasya segera pindah ke luar. Tasya tanya bagaimana keadaan mami Indra. Setelah selesai menerima telepon, tak disengaja Tasya melihat hantu delman lewat. Tasya segera berteriak2 memanggil teman2nya dan langsung pingsan. Teman2nya yang mendengar suara Tasya segera menghampirinya. Teman2nya pun langsung membawa Tasya ke kamar. Kata Shinta, Tasya gak papa cuma kecapekanng. Shinta kemudian menyuruh anak2 untuk kembali istirahat.

Besok paginya, Sumanto bersama warga  mendatangi Mandala di Balai Desa. Warga ingin segera keluar dari desa Cikoneng. Mandala minta warganya untuk tetap tenang dan sabar. Arman yakin hantu delman itu tidak ada, karena tadi pagi dia melihat bekas roda, kalau delman itu hantu tidak mungkin meninggalkan bekas. Pokoknya Arman akan membuktikan teorinya itu, tapi untuk membuktikannya dia butuh bantuan dari teman2 semua.

Arman punya ide bagaimana membuktikan hantu delman itu. Untuk membuktikannya, dibutuhkan pancingan. Shinta segera mengundi siapa yang akan menjadi pancingan. Dan ternyata hasil yang kel;uar adalah Beby dan Oyon. Beby dan Oyon menolak. Karena semuanya tidak mau, akhirnya Helen mengajukan diri untuk menjadi  umpan. Begitu tahu Helen mengajukan diri, Oyon pun langsung ikut mengajukan diri.

Malamnya, Oyon dan Helen sudah siap menjadi umpan. Tidak selang berapa lama, hantu delman segera muncul. Helen dan Oyon langsung melempari hantu delman dengan batu. Ternyata hantu itu bukanlah hantu, buktinya saat dilempari batu dia merasa kesakitan. Begitu tahu itu bukan hantu, Helen dan Oyon langsung menghampiri nya dan memancingnya untuk mengejar mereka. Di tempat lain, Shinta, Mandala, Arman dan lainnya sedang menunggu Helen dan Oyon. Akhirnya Helen dan Oyon muncul juga, dan hantunya juga bisa berhasil ditangkap.

Shinta, Mandala dan yang lain segera membawa hantu jadi2an itu ke Balai Desa untuk ditunjukkan pada warga. Setelah dibuka, ternyata yang jadi hantu adalah salah satu anak buah Sumanto. Warga lalu memburu Sumanto dan anak buahnya. Esoknya, Mandala melaporkan Sumanto ke kantor polisi. Disana juga terlihat 2 orang melaporkan buronan yang diyakini sedang berada di desa Cikoneng. Dan ternyata…foto buronan itu adalah,,,Rama???

created by: lilosobel

Kepompong 26 Agustus 2009

Tautan Hati Nuni

Chacha bingung, dia yang menghilang apa teman2nya yang hilang. Tapi di saat dia mencari signal untuk menelepon, tanpa sengaja dia melihat sesuatu di balik pohon. Chacha kemudian mendekat, dan ternyata sesuatu itu adalah anak cewek, tapi sebelum Chacha sempat berkenalan, anak itu sudah pergi. Sesaat kemudian, teman2nya pun menemukan Chacha.

Setelah sampai di rumahnya, anak cewek yang bernama Nuni itu bertemu dengan Emaknya. Sedangkan, di asrama Beby sedang dandan habis2an. Kelakuan Beby itu menarik perhatian teman2nya. Tasya memberi tau Beby kalau dandan berlebihan itu dosa, apalagi cuma buat buka.. Mandala bertemu dengan Arman dan memintanya untuk menjadi imam. Arman awalnya sedikit ragu, tapi akhirnya dia mau juga. DeRainbow girls bertemu dengan Arman dan Mandala, disusul Oyon,Rama dan Indra. Waktu bertemu Arman dan Mandala, deRainbow deket2 Arman dan Mandala terus, hal itu membuat Indra dan Oyon jealous dan mengajak pergi Rainbow girls.

Paginya, Shinta mengajak anak2 untuk senam. Beby kelihatan males, katanya dia gak suka keringatan. Teman2nya hanya bisa geleng2 kepala. Setelah senam, Shinta mengumumkan bahwa Chacha, Beby dan Rama mendapat giliran belanja hari ini. Oyon minta ikut. Tapi kata Shinta, giliran belanja Oyon itu besok.

Chacha, Beby dan Rama segera pergi belanja. Tapi dasar Beby manja, baru sebentar saja sudah mengeluh, belanjaan beratlah, bau ayamlah, bau ikanlah, bau keringetlah. Chacha kemudian menasehati Beby untuk tidak manja. Setelah belanja, mereka segera pulang. Sementara itu, Helen sedang bersama Oyon. Helen mau bertanya, sebenarnya Oyon masih suka Beby gak?. Kata Oyon, ini lagi puasa,gak enak ah kalau tanya begitu. Lalu Oyon dan Helen mengintip Mandala dan Shinta yang sedang mengobrol.

Di tempat lain, Arman sedang berpikir bagaimana keluar dari sini. Di kejauhan, terlihat Mandala sedang berteriak-teriak memanggil Sumanto. Arman yang mendengar suara Mandala tadi lalu menghampiri temannya itu. Arman bertanya ada apa dengan Sumanto. Mandala bercerita, sejak kalah dalam pemilihan lurah kemarin, sifat Sumanto jadi berubah padanya, bahkan Sumanto juga ngomporin warga untuk menentang kebijakan2 yang diusulkan Mandala, dan juga sekarang di masyarakat sedang heboh2nya isu hantu delman.

Di kamar, Beby melihat jamnya mulu. Tasya tanya Beby sedang ngapain. Beby cuma heran kok enggak buka2. Tasya kemudian menasehati Beby untuk ikhlas menjalankan puasa karena puasa adalah sebuah kewajiban bukan beban. Beby menyanggah, kalau puasa itu juga harus jujur, jujur haus, jujur laper, dll. Iya deh, tapi Beby jangan manyun mulu, nanti kalau lebaran bisa2 Beby memecahkan rekor Muri sebagai mulut termonyong di Indonesia..haha Oh iya, Chacha mau ke pasar dulu buat beli makanan berbuka.Setelah selesai membeli makanan, ternyata Chacha lupa jalannya. Untunglah ada Nuni yang mau mengantarkan Chacha ke Youth Camp. Di meja makan, Indra sedang menghitung teman2nya, ternyata Chacha tidak ada di tempat. Sesaat kemudian, Chacha datang bersama Nuni dan mengajaknya berbika bersama.

Malam ini, Bang Japra, bos ngamen Nuni, datang ke rumah Nuni. Disana dia bertemu emaknya Nuni, dia hanya mau memberi tahu kalau dia mempunyai pekerjaan bagus buat Nuni, makanya harus cepat2 dikasih tau ke Nuni. Nuni kemudian pulang diantar oleh deRainbowYonRam, disana dia bertemu bang Japra yang pamit pulang. Nuni lalu memperkenalkan DeRainbowYonRam pada Emaknya.

Di kamar cewek, Chacha sedang mondar-mandir. Tasya lalu bertanya ada apa. Chaca merasa bang Japra bukan orang baik2, jadi kita harus waspada. Beby memberi tahu Chacha untuk tidak curigaan. Chacha bilang Chacha cuma mau mereka waspada, bukan curiga, karena waspada dan curiga itu beda. Waspada artinya kita harus hati2 tapi kalau curiga samadengan su’udhon. Ya udah, be positive thinking aja yaah..

Esoknya, Rama mau pergi ke pasar tak lupa dia bertanya pada Beby mau nitip apa. *duuhh..Rama baik deh..* Kemudian Helen datang dan meminta Beby untuk membantunya membersihkan dapur. Beby tidak mau, jadinya bertengkar deh. DeRainbow lalu memisahkan mereka tapi Beby malah jadi nganbek.

Beby lagi2 pergi. Di belakangnya, terdengar suara Nuni memanggil-manggil Beby untuk minta tolong. Ternyata Nuni sedang dikejar2 bang Japra dkk karena mau dijadikan PSK. Tapi akhirnya Nuni dan Beby ditangkap oleh preman2 itu. Di saat bersamaan, Indra, Tasya, Helen, Oyon, Chacha dan Rama sedang mencari Beby. Tanpa sengaja, Oyon melihat Beby dan Nuni dimasukkan ke mobil. Lalu mereka pun menyusulnya.

Di tempat penyekapan, Beby minta dibelikan es sirop, spagetti n hotdog, kan mau buka.. Premannya malah gak mau n meninggalkan Beby dan Nuni. Di luar tempat penyekapan sudah ada deRainbow. Rama punya usul bagaimana kalau memakai taktik. Indra punya ide. Rainbow girls dan Rama masuk lewat pintu belakang sedangkan Oyon dan Indra memancing keluar penyekapnya.

Akhirnya teman2 Beby berhasil menyelamatkannya. Tapi mereka harus segera lari dari situ karena penyekapnya mengetahui keberadan mereka.

Oyon dan Indra segera melancarkan aksinya. Mereka langsung menuju pintu depan dan melumpuhkan satu orang. Namun kegaduhan yang mereka ciptakan didengar oleh preman yang lain. Alhasil semuanya berdatangan and langsung mengejar Indra dan Oyon.

Tapi kondisi ini malah menguntungkan untuk Chacha, Helen, dan Tasya. Mereka jadi leluasa membebaskan Nuni dan Beby. Dan tanpa buang waktu mereka segera mengajak beby dan Nuni untuk menyusul Indra, Oyon, Rama, dan tentu saja mencari tempat yang aman.

Walau sudah cukup lama berlari sepertinya mereka belum merasa aman. Para penyekap seakan tidak kenal lelah untuk mengejar mereka. SAmpai-sampai Beby hampir menyerah dibuatnya. Dan keadaan pun makin genting saat gerombolan penyekap itu mulai berhasil mengejar mereka. Beruntung di saat yang sama warga yang dipimpin oleh Mandala datang menyelamatkan. Para penyekap pun mati kutu.

Setelah kembali ke camp, Ibu Nuni mengucapkan banyak terima kasih pada Mandala dan yang lainnya. Karena kalau tidak ada mereka Ibu Nuni tidak tahu harus bagaimana lagi.

Sementara itu Indra tengah kebingungan, dia mendapat kabar kalau maminya masuk rumah sakit karena terserang thypus. Terpaksa dia harus pulang lebih awal. Kabarini cukupmembuat semua orang kecewa. Apalagi di saat yang sama ada salah seorang warga yang melapor kalau hantu delman kembali beraksi.

created by : lilosobel

Para Pencari Tuhan Jilid 3, 4 Ramadhan 1430 H

Episode 4

Balada Udin dan Ashrul yang sedang mendengarkan cerita Chelsea, Barong dan Juki saat mereka naik haji. Tidak seperti orang lainnya yang selalu mendengarkan saat orang lain bercerita, Udin dan Ashrul malah terkesan menggurui ketiga murid Bang Jack itu. Nampaknya Udin dan Ashrul masih belum terima karena bukan mereka yang diberangkatkan haji. Setiap kali Chelsea, Barong, ataupun Juki menjelaskan tahapan-tahapan mereka berhaji, selalu saja Duo sahabat miskin itu memotong. Lama-lama ketiga orang itu jengkel, karena seolah-olah yang cerita baru pulang haji adalah Udin dan Ashrul.

Tak lama kemudian Bang Jack memanggil Udin dan Ashrul. Lagi-lagi mereka berdua diminta menunggu sambil mendengarkan pengalaman Bang Jack berhaji. Bedanya kali ini mereka tak berani menyela perkataan Bang Jack. Sementara itu Bang Jack sambil bercerita terus saja mencari sesuatu dalam tasnya. Karena tak tahan dengan tingkah Bang Jack akhirnya Udin bertanya pada Bang Jack, sedang apa ia. Bang Jack pun menjelaskan kalau dia sedang mencari oleh-oleh untuk mereka berdua.

Peroalannya Bang Jack itu lupa dimana menaruh oleh-oleh untuk Udin dan Ashrul. Ashrul lalu meminta Bang Jack untuk mengingat lebih keras lagi apa benar dia sudah membelikan oleh-oleh untuk mereka berdua. Seingat Bang Jack sih sudah. Dia diberi uang 100 real yang kemudian dia belikan oleh-olehnya. Kemudian Bang Jack mengangkat dompetnya sambil meunjukkan kalau uangnya sudah habis untuk membeli oleh-oleh. Tapi begitu Bang Jack mengangkat dompet bututnya, jatuhlah selembar uang 100 real. Rupanya Bang Jack benar-bnar lupa membelikan oleh-oleh unuk duo sahabat miskin itu.

Daripada nanti ribut dikemudian hari, Bang Jack memberikan uang real itu pada Ashrul dan Udin. Keduanya langsung membawa uang itu ke empat rahasia mereka. Niatnya sih untuk ditabung untuk haji. Tapi sesaat sebelum memasukkan uang itu ke dalam kaleng, muncullah keragu-raguan dari Ashrul. Dia berfikir apa tidak sebaiknya menukarkan uang itu ke rupiah dulu saja. Lalu ditabung sebagian dan sebagian lainnya digunakan untuk anak istri. Udin kali ini tidak sependapat dengan sahabatnya itu. Karena kalau niat mereka selalu goyah maka mereka tidak akan pernah pergi ke tanah suci. Akhirnya dengan tekad yang sekuat baja, Udin dan Ashrul memasukkan uang itu dalam kotak uang dan segera menguburnya sebelum mereka berubah pikiran.

Mereka lega karena dapat melalui cobaan dalam menabung ini. Tiba-tiba mereka bertemu dengan tukang kebun yang memakai gamis. Tentu saja Ashrul dan Udin heran dengan tingkah tukang kebun ini. Saat ditanya, tukang kebun ini menjelaskan kalau gamis yang dia pakai adalah hadiah dari Pak Jalal yang baru saja diantarkan ke masing-masing rumah warga.

Udin dan Ashrul segera tancap gas ke rumah masing-masing. Mereka tak mau melewatkan begiu saja rejeki yang datangnya iba-tiba ini. Namun alangkah keceanya mereka begitu tahu kalau oleh-oleh Pak Jalal sama sekali tidak mampir di rumah mereka. Dalam hati keduanya merasa dongkol sekali dengan tingkah Pak Jalal itu.

*****

Beralih ke suhu politik RW yang makin memanas. Seiring dengan makin dakatnya hari pemilihan, para kandidat makin rajin bermanuver. Dan kali ini Maulana sebagai calon yang mengusung generasi muda dan kebersihan mengambil inisiatif untuk sowan pada Al Ustadz Ferry.

Dari awal Ustadz Ferry kurang suka bila ada orang datang hanya untuk masalah jabatan. Makanya Maulana langsung kena semprot. Lebih-lebih dari awal Maulana sudah salah ngomong mau minta Fatwa. Ust Ferry pun menolak, sambil menjelasakan kalau dia itu kapasitasnya sebagi ustadz bukan ulama ata professor yang keilmuannya sudah diakui.

Maulana pun berusaha meuruskan perkataannya. Dia akhirnya jujur kalau disitu dia minta agar didoakan menang pemilihan RW. Ustd Ferry bukannya tambah adem malah makin panas. Sambil berkata dengan nada tinggi, Ust Ferry menanyakan pada Maulana apa dia tahu kalau jadi pemimpin tanggung jawabnya pada siapa? Maulana menjawab pada lurah. Ust Ferry menyalahkan ucapan Maulana itu. Beliau lalu melanjutkan penjelasannya bahwa seorang pemimpin bertanggung jawab pada Allah. Dan seorang pemimin juga harus siap menanggung kesalahan yang dipimpinnya.

Akhirnya, Maulana pulang tanpa mendapat restu dari ust Ferry. Dalam perjalanan pulang dia berpapasan dengan saingannya yang juga incumbent, Pak Idrus. Walau merupakan saingannya tapi Maulana tak sampai hati juga kalau Pak Idrus yang sudah berumur itu menjadi sasaran kemarahan Pak Ustadz. Maulana pun berniat untuk memberitahu agar Pak Idrus jangan sampai ke rumah Ustd Ferry.

Tapi sebelum sempat Maulana menjelasakn pengalamannya barusan, Pak Idrus dan para pengikutnya langsung belok arah. Tampa sekali mereka tak sudi bertegur sapa dengan Maulana. Kecewalah Maulana dengan tindakan Pak idrus. Dalam hati dia semula mau berbuat baik jadi malah mendoakan agar Pak Idrus dapat marah yang lebih besar dari Ustd. Ferry.

Di sisi lain Pak Idrus cs yang memilih untuk memotong jalan karena menghindari Maulana malah endapat marah dari pemilik kebun. Padahal, pemilik kebun mulanya pendukung Pak Idrus, namun melihat tingka Pak Idrus yang kelewat batas dia jadi mengurungkan niatnya.

Setelah berhasil keluar dari kebun, Pak Idrus segera tancap gas ke rumah Ustadz Ferry. Begitu sampai Pak Idrus segera menyampaikan maksud dan kedatangannya. Dan sama dengan sikap Ust Ferry terhadap Maulana, Pak Idrus juga kena semprot olehnya. Apalagi Pak RW sempat tidak jujur di depan Ust Ferry. Dan jadilah Pak Idrus sebagai orang kedua yang pulang dengan tangan hampa.

Saat alam perjalanan pulang Pak Idrus terus saja menggerutu dan memaki-maki Pak Yos sebagai tim suksesnya. Pak Yos balik mengancam bakalan berhenti kalau Pak Idrus terus saja menyalahkan dia. Pak Idrus kemudian buru-buru minta maaf.

Tiba-tiba dalam perjalanan pulang ini Pak Idrus lagi-lagi harus bertemu dengan saingannya. Kali ini adalah pengusaha ternama kampung, Pak Jukeng. Dan terjadilah saling menyindir diantara keduanya.

Suasana makin panas saat Pak Jukeng mengklaim bilang bahwa istri Pak Idrus dan Pak Yos telah jadi simpatisannya. Tentu saja dua orang itu tak terima dengan klaim Pak Jukeng itu. Mulailah terjadi perdebatan yang menyindir masing-masing prfesi mereka. Pak Idrus bilang kalau dia sebagai pensiunan tukang jahit lebih tinggi derajatnya daripada tukang sayur apalagi tukang cangkul.

Perkataan Pak Idrus barusan didengar oleh para tukang cangkul. Mereka protes dengan statement Pak Rw yang menyakitkan itu. Padahal awalnya mereka sepakat untuk mendukung Pak Idrus. Kalau seperti it mereka bakalan mengalihkan suaranya ke calon lain.

Pak Jukeng mengambil situasi ini penuai simpati baginya. Dia berpura-pura mendinginkan para tukang cangkul dengan mengatakan kalau baik buruknya Pak Idrus dia itu adalah pemimpin kampung yang jasanya juga tak sedikit. Lalu Pak Jukeng bertanya kalau sudah begitu siapa yang bakal mereka dukung. Para tukang cangkul dengan kompak dan lantang berkata “Maulana”. Pak Jukeng langsung mrengut karena tukang cangkul tak mengarahkan suaranya padanya. Keadaan ini membuat Pak Idrus dan Pak Yos tertawa terbahak-bahak.

*****

Di kantor yang masih direnovasi, Aya dan Azzam tampak masih saling kaku. Suasana akhir-akhir ini telah membuat hubungan mereka jadi sedikit rumit. Azzam memang mengajaknya meniah, tapi di sisi lain Azzam tampak setengah hati meminang Aya. Inilah yang membuat Aya semakin gemas.

Apalagi Aya barusan memergoki Azzam tengah menelpon Kalila di kamar mandi. Rayuan-rayuan maut yang diapakai Azzam untuk meluluhka hati Aya, kini dipakai untuk meluluhkan sahabat Aya dari kecil itu. Aya pun marah besar hingga membanting lukisan yang dipegangnya.

Sementara itu Kalila yang baru mendapat telepon dari Azzam merasa begitu tersiksa. Dia melampiaskan penderitaanya itu dengan menangis. Tiba-tiba seseorang menyapanya, dan orang itu adalah Baha. Baha bertanya siapa yang membuat Kalila menagis?

Kalila lalu menjelasakn seluk beluk cinta segitiga yang melibatkan dia, Azzam, dan Aya. Kalila lalu meminta saran pada Baha. Baha lalu menyarankan pada Kalila untuk menjauhi secara toal Azzam. Tidak boleh bertemu, terima telepon, memikirkan, dan mulai pikirkan diri sendiri.

Kalila malah protes dengan nasehat Baha. Dia berujar kalau apa yang dia minta itu bukan berarti apa yang dia inginkan. Masalahnya Azzam itu adalah cinta pertama Kalila, makanya dia tidak bisa melupakan Azzam begitu saja. Baha pun semakin bingung dengan Kalila.

Kalila kemudian pergi menuju musolah untuk solat Ashar. Lalu dia memanggil Baha agar mengumandangkan Adzan. Baha yang datang ke Jakarta untuk berobat sedikit protes bila diminta Adzan. Tapi karena kegalakan Kalila dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

*****

Sementara itu, Udin dan Ashrul meminta bantuan Ust Ferry untuk minta penjelasan ke Pak Jalal terkait oleh-oleh yang tidak diberikan pada mereka. Pak Jalal berkelit bahwa dia bukan tidak membelikan udin dan Ashrul oleh-oleh. Dia hanya ingin duo sahabat miskin itu minta dan merengek sendiri di depannya.

Ustadz Ferry tentu saja marah besar dengan tindakan Pak Jalal ini. Dia menganggap Pak Jalal telah menimbulkan fitnah dan mempersulit kebaikan di jalan Allah. Pak Jalal pun keder dengan kemarahan Al Ustadz. Dia lalu minta maaf pada semua. Setelah itu dia menunjukkan oleh-oleh untuk Udin dan Ashrul. Ust Ferry kemudian meminta Udin dan Ashrul untuk memintanya. Udin dan Ashrul langsung menolak. Dia sudah capek dengan sikap Pak Jalal yang terus meremehkan mereka.

Sikap Udin dan Ashrul lagi-lagi memancing amarah Ustd Ferry. Dia segera mengambil oleh-oleh untuk mereka, dan minta tukang ojek tancap gas. Sebelumnya dia berkata pada Uin dan Ashrul kalau tidak mau oleh-oleh biar dia saja yang dapat. Udin dan Ashrul saling berpandangan. Dan tanpa ba bi bu mereka segera mengejar Ustadz Ferry.

Kejadian ini malah membuat Pak Jalal tersenyum puas. Karena pada akhirnya selalu saja Udin dan Ashrul yang mengejar-ngejar duitnya.

Kepompong 25 Agustus 2009

BABY GIRL, BEBY

Indra, Tasya, Oyon, Chacha, Rama, dan Beby OTW menuju desa Cikoneng untuk mengikuti Ramadhan Youth Camp. Perjalanan kali ini cukup jauh dari Jakarta. Harus melewati perbukitan yang di sekelilingnya membentang perkebunan. Untuk membunuh waktu, mereka membicarakan banyak hal. Termasuk membicarakan Helen yang tidak ikut. Oyon merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Helen, seperti sayur lodeh tanpa santan. Tentu saja bisa ditebak siapa yang paling sewot saat Oyon berkata seperti itu. Karena tidak mau kalah, Beby pun menggoda Rama yang tengah cemas dengan kondisi kakaknya. Kemarin Rama ditelpon oleh kakanya kalau keadaan di Cikoneng sedang genting. Hanya saja Kak Shinta tak menjelasakan apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Di tengah perjalanan Indra dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba menghentikan mobilnya. Orang itu kemudian minta tolong pada Indra untuk menumpang mobilnya. Dia baru saja dikejar-kejar penjahat. Karena ini urusan nyawa, Indra pun mengijinkan orang itu untuk ikut dengan rombongannya.

Dalam mobil orang tadi megenalkan dirinya. Dia bernama Arman. Arman sendiri tengah dalam perjalanan untuk mencari kawan lamanya di desa Cikoneng. Tempat yang sama yang akan didatangi Indra dan kawan-kawannya.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Tampak Shinta dan Mandala yang juga lurah di tempat itu, sudah menanti kedatangan mereka. Rama segera mengenalkan kakanya itu pada Indra dan yang lainnya. Tiba-tiba, Arman menyebut nama Mandala. Mandala sendiri pangling pada mulanya. Lalu setelah dia mencoba mengingat-ingat, akhirnya Mandala ingat pada Arman. Mereka dulu satu pesantren. Arman merasa bersyukur sekali karena secara kebetulan dia juga bisa langsung bertemu dengan kawan lamanya. Karena waktu sudah smakin sore, Shinta kemudian mengajak Rama dan teman-temannya dari Jakarta itu untuk segera masuk ke dalam. Dia membagi kamar untuk peserta  laki-laki dan peserta perempuan dipisah.

Sementara deRainbow dan Oyon beristirahat di kamar, Rama berbicara dengan Shinta tentang apa sebenarnya masalah gawat yang tengah terjadi. Mbak Shinta lalu bercerita tentang Pak Sumanto yang memaksa mau membeli tanah tempat bangunan ini berdiri. Tetapi dia memberi harga yang murah. Rama bertanya apakah Mbak Shinta sudah memberi tahu ayah mereka. Mbak Sinta menjawab belum bisa memutuskan. Lalu Shinta meminta agar adiknya juga ikut istirahat dengan lainnya.

Sebelum berbuka puasa, acara akan diisi dengan kultum terlebih dahulu. Tapi sayangnya Ustad Nurdin yang mengisi kultum tidak kunjung tiba. Setelah dicari tahu, ternyata Ustad Nurdin mengalami kecelakaan. Mau tidak mau Shinta harus mencari orang yang dapat menggantikan Ustadz Nurdin. Untunglah Mandala punya solusi. Dia ingat kalau Arman pernah menjadi Ustad di pesantren dulu, sehingga Mandala meminta Arman untuk mengisi kultum hari ini.

Awalnya Arman tidak berkenan menggantikan Ustadz Nurdin untuk mengisi kultum. Tapi karena desakan mandala dan Shinta akhirnya dia mengiyakan permintaan sahabanyat itu. Tanpa membuang waktu Araman diminta untuk segera ke temapat pertemuan. Dia menyampaikan terima kasih atas kesempatan yangg telah diberikan. Saat berpuasa, kita menahan rasa lapar dan haus. Puasa tanpa adanya godaan menandakan puasanya kurang teruji. Arman menyampaikan ceramah dengan banyak jeda. Oyon mengomentari bahwa Arman sudah bilang ‘euuh’ sebanyak 35 kali.

Setelah kultum selesai diberikan adzan maghrib pun berkumandang. Mereka segera menyanap menu buka buasa yang telah disediakan. Di sisi lain Shinta mengucapkan terima kasih pada Arman. Namun Arman tidak mau menerima ucapan terima kasih itu karena seharusnya Shinta berterima kasih pada Mandala. Shinta pun mengucapkan terima kasih pada Mandala atas saran Arman. Di tengah keasikan berbicara, Beby yang lewat bersama teman-temannya, nyletuk bahwa jangan sampai ada cinta segitiga diantara mereka. Arman langsung tahu maksud Beby dan kemudian dia bergabung dengan beby dan yang lainnya. Sementara Mandala dan Shinta tampak tersipu malu dengan cletukan Beby barusan.

Besoknya, Shinta mengajak anak-anak pergi outbond. Acara ini bertujuan agar anak-anak menjadi soleh, percaya diri, dan mampu bekerja sama dengan tim. Namun di tengah-tengah acara terjadi sedikit insiden dimana Chacha dengan tidak sengaja menendang Beby sehingga Beby jatuh dan terluka. Semuanya pun langsung membawa Beby ke kamar. Di kamar,  Beby meminta Oyon untuk mencarikannya obat Cina. Tentu saja semua heran, mana ada obat seperti itu di desa terpencil seperti ini. Tapi dasar Beby manja, terpaksalah Oyon mencarikannya obat Cina dengan ditemani Rama

Di sisi lain Chacha semakin sebal dengan kelakuan beby yang manjanya minta ampun. Padahal dia tadi mengaku sakit tapi Beby malah asik-asikan telpon. Namun saat diegur, beby berdalih kalau dia sedang telpon dengan Helen karena kesepian. Lagi pula Helen bakalan menyusul ke Cikoneng. Rupanya kali ini Chacha sudah dibatas kesabaran memnghadapi Beby. Dan entah mengapa tiba-tiba terjadi adu mulut diantara mereka yang cukup sengit. Alhasil beby ngambek dan memilih kabur.

Setelah berhasil mencari obat China pesanan Beby, Oyon dan Rama pun segera kembali ke asrama. Tapi di tengah jalan mereka liat Indra dan Tasya sedang berduaan. Oyon langsung memberikan ceramahnya, “Janganlah kau berdua-duaan ketika puasa”.

Setelah itu, mereka balik ke asrama bersama-sama. Di asrama, Oyon menanyakan Beby pada Chacha. Chacha yang masih emosi dengan kejadian tadi menjawab dengan cuek kalau dia tidak tahu. Oyonpun segera mencari Beby. Setelah dicari2 ternyata Beby tidak ketemu. Chacha yang semula cuek akhirnya jadi khawatir juga. Mereka memutuskan untuk memberi ahu Shinta. Namun sebelumnya mereka menjemput Helen terlebih dahulu.

Setelah menjemput Helen di depan jalan, indra dan kawan-kawan segera memberi tahu Shinta dan Mandala kalau Beby hilang. Shinta meminta mereka untuk tenang. Karena mungkin saja beby belum pergi terlalu jauh. Kemudian Mandala membagi mereka menjadi 2 kelompok untuk mencari Beby.

Setelah sekian lama mencari, tak sengaja Mandala dan Shinta mendengar teriakan beby. Tanpa pikir panjang mereka segera menuju ke sumber suara. Dan ternyata benar, itu suara Beby yang tengah bersama tiga orang laki-laki yang salh satunya Sumanto.

Sumanto kemudian meminta Mandala tenang. Karena dia hanya ingin mengantarkan Beby ke Youth Camp. Tapi Mandala dalam hati tak begitu saja percaya. Sumanto ini terkenal licik. Dia pernah kalah oleh Mandala saat pemilihan lurah tempo hari. Dan beberapa hari ini dia juga tengah membuat isu tentang hantu delman pada masyarakat dan peserta Youth Camp.

Mandala terus menatap tajam Sumanto ia masih belum percaya dengan dalih Sumanto barusan. Apalagi beby sempat bilang kalau dia mau diapa-apakan sama Sumanto dan anak buahnya. Melihat Mandala dengan tatapannya yang membuat ciut, Sumanto memilih untuk segera angkat kaki dari tempat itu.

Beby merasa menyesal sekali karena sudah berindak kekanak-kanakan. Akibat perbuatannya itu, semua orang jadi khawatir dan panik. Untuk itulah beby benar-benar minta maaf. Namun di saat yang sama Indra sadar kalau ada seseorang yang belum berkumpul. Chacha…… Chacha tidak ada…..

Created By : Missme + Lilosobel

Editor & picture : alformer259