Episode 9
Rencana kepergian Bang Jack untuk menetap di tanah suci terus saja memancing pertanyaan dari murid-muridnya. Sama seperti orang-orang lainnya kalau Bang Jack itu ingin masuk surga sendirian. Tapi Bang Jack langsung menyangkal. Keinginannya menetap di Mekah ini bukan semata-mata nafsu, tapi lebih pada panggilan Allah pada hamba-Nya.
Bang Jack juga mewanti-wanti pada Juki, Barong, dan Chelsea, bahwa saat dia pergi nanti mereka harus tetap kompak, saling menjaga satu sama lain. Dan utuk perkerjaan jangan khawatir. Bang Jack sudah mewariskan tata cara penyembelihan hewan ternak dan pemandian mayat. Kedua ilmu itu diharapkan bisa diberdayakan untuk kepentingan umat. Selain itu bila Baha jadi membuka Baitul Mal maka bisa ipastikan ketiga sahabat itu bakal semakin sibuk.
Belum lama Bang Jack memberikan petuah bijak, kekompakan Juki, Barong, dan Chelsea sudah diuji. Bermula dari tumben-tumbennya Juki ingin makan sendiri dengan alasan kalau dia butuh sendirian karena teringat maknya. Tapi saat mereka mulai makan tiba-tiba saja Bang Jack bilang kalau dia mencium aroma sebuah pohon. Chelsea dan Barong pun akhirnya curiga pada Juki yang dengan khusuknya menyantap nasi bungkusnya sendirian. Setelah dilihat ternyata menu yang ada pada nasi bungkus Juki berbeda dengan milik Bang Jack, Chelsea, dan Barong yang isinya tuma tahu dan tempe. Ada tambahan jengkol dan ayam pada nasi bungkus Juki. Tak pelak hal ini membuat geram. Juki jadi didiamkan oleh Bang Jack dan yang lain. Karena merasa bersalah Juki pun mengaku salah dan mina maaf. Tapi masih tetap tidak dihiraukan, dia berencana membuang saja nasi bungkusnya. Bang Jack buru-buru mencegah. Lalu Bang Jack puny aide agar makan mereka bisa adil. Yaitu dengan cara menggabungkan semua nasi bungkus dan memakannya sama-sama.
*****
Udin dan Ashrul terpaksa mencari tempat baru untuk menyimpan uang mereka. Hal ini dikarenakan tempo hari mereka merasa kalau ada yang melihat saat kedua sahabat miskin itu meletakkan uangnya pada tempat itu. Khawatir akan hilang, merekapun memutuskan untuk memindahkan di tempat lain saja.
Setelah mencari beberapa lama akhirnya Udin dan Ashrul menemukan tempat yang bagus. Tempat ini juga adalah tempat dimana mereka pernah memotong ayam liar saat Mira ngidam. Udin mengatakan kalau ini adalah tempat dimana mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan tempat ini juga menjadi tempat dimana mereka berjuang untuk menyempurnakan agama. Ashrul sangat senang dengan ungkapan sahabatnya itu. Tak menunggu waktu lama mereka segera menggali tanah di dekat salah satu pohon kemudian dengan dimulai membaca basmalah mereka lalu menguburkan kotak tabungan haji tersebut.
Namun tiba-tiba saja Ashrul dan Udin dikejutkan oleh kehadiran Pak RW dan stafnya. Pada mulanya Pak Idrus, Pak Kim, dan Pak Yos mengira Udin dan Ashrul baru memenggal orang (dan indikasinya adalah Pak Jalal) yang kemudian untuk menghilangkan bukti mereka mengubur kepala itu. Namun dukaan para pengurus RW keliru. Udin dan AShrul hanya berusaha menabung karena modal mereka tidak cukup untuk membuka rekening di Bank.
Kelakuan Udin dan Ashrul ini mulai memancing jiwa matrealistik Pak RW dan konco-konconya. Mereka, dengan alasan Udin dan Ashrul telah memanfaatan fasilitas Negara, harus membayar pajak sebesar Rp 5000,-. Bagi Udin dan Ashrul itu bukanlah jumlah yang sedikit. Mereka tidak terima dan akhirnya memutuskan untuk mengadu ke Bang Jack.
Bang Jack yang mendapat laporan dari duo sahabat miskin itu langsung marah dan geram atas kelakuan Pak Udrus dan staffnya. Belum lama mereka terpilih lagi tapi sudah berbuat macam-macam. Bang Jack kemudian meminta Udin dan Ashrul untuk memanggil Pak Idrus. Udin dan Ashrul sempat heran, apakah tidak sebaiknya Bang Jack yang mengunjungi mereka. Bang Jack lalau memberikan dalih kalau dia adalah pejabat mushollah yang sekaligus rakyat. Pejabat RW adalah pelayan rakyat, untuk itulah sudah ssharusnya kalau pejabat yang mendatangi rakyatnya, bukan sebaliknya.
Di sisi lain, tingkah Pak Idrus ini ternyata juga dirasakan Pak Afifi, bapak mertua Udin Hansip. Afifi diminta membayar pajak, namun karena tidak punya uang, Pak Afifi terpaksa memberikan beberapa buah kelapanya. Padahal kelapa itu hanya cukup untuk dirinya dan keluarganya saja.
Berbeda dengan menantunya, Pak Afifi memutuskan untuk mengadu ke Ust Ferry. Dengan gemetaran Afifi menceritakan tentang apa yang baru saja dialaminya. Ust Ferry meminta agar Pak Afifi tidak perlu gemetaran seperti itu. Pak Afifi menjelaskan kalau dia itu gemetaran karena lapar.
Ust Ferry lalu mempersilahkan Pak Afifi untuk makan dulu bersamanya. Padahal makanan Ust Ferry ini sejatinya hanya cukup untuk dia dan istrinya saja. Tapi karena memuliakan tamu, Bu Haifa merelakan jatahnya untuk Pak Afifi dan beralasan bahwa dia berpuasa. Kemudian Ust Ferry mempersilahkan Pak Afifi untuk makan sambil menceritakan kejadian detailnya.
Setelah makan Ust Ferry berjanji pada Pak Afifi akan menegur Pak Idrus. Memang sudah saatnya Ust Ferry turun tangan sekaligus memberikan penataran pada Pak RW dan staffnya agar mereka menjadi pemimpin yang amanah. Bukan menjadi pemimpin yang justru menjadi beban bagi rakyatnya.
*****
Ahirnya, Aya dan Azzam memutuskan untuk memberanikan diri berkata yang sebenarnya pada Kalila kalau mereka akan menikah. Pada mulanya Azzam sempat ragu dengan ajakan Aya itu. Namun karena memang masalah ini tak akan selesai kalau tidak ada ketegasan, maka Azzam terpaksa menyetujuinnya. Mula-mula mereka menghubungi Kalila dan mengajaknya untuk makan bertiga di luar. Dan rencananya saat makan bertiga itulah Azzam dan Aya akan menyampaikan rencana mereka.
Kalila agak kalut dengan permintaan Aya itu. Namun Bang Jack menyuruhnya untuk tenang. Toh tinggal makan bees khan? Tiba-tiba saja Pak Idrus dan konco-konconya datang. Bang Jack tampak sumringah. Karena yang ditunggu-tunggu telah datang. Pak Idrus dan Staaffnya langsung kaget bercampur cemas. Ternyata tidak hanya Ust Ferry yang memburu mereka, bang Jack juga. Untuk itu mereka minta sholat dulu di mushollah. Pikir Pak Yos sekalian minta petunjuk dulu.
Begitu sampai di mushollah untuk menjemput Kalila, tiba-tiba saja Azzam mencium sesuatu yang sedap. Aroma itu sangat disukai oleh Azzam karena seperti kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Azzam kemudian mengatakan pada Aya kalau aroma parfum mobil seperti inilah yang dia suka. Bukan aroma parfum mobil yang tadi sempat diberikan oleh Aya.
Bang Jack yang ada disitu kemudian mengatakan kalau yang tengah dicium Azzam bukanlah parfum mobil. Melainkan parfum Kalila. Melihat tingkah Azzam itu, Aya jadi naik pitam. Dia lalu dengan blak-blakan mengatakan pada Kalila kalau Azzam dan dirinya akan segera menikah. Kalila hanya tersenyum, lalu mengucapkan selamat. Tapi entah mengapa tiba-tiba saja dia pingsan.
*****
Chelsea berusaha agar dia dapat menagih janji Marni untuk rujuk lagi dengannya. Kebetulan saat itu, Marni sedang ziarah ke makam mantan suaminya, Marno. Tiba-tiba Barong nyeletuk kalau Marni itu masih ziarah ke makam Marno karena dia masih setia dengan suaminya yang sudah meninggal itu. Apalagi Marni juga memakai kerudung merah. Merah itu warna cinta. Perkataan Barong itu memancing emosi Chelsea. Hampir saja mereka berantem. Beruntung Juki segera memisahkannya.
Setelah keadaan kembali tenang, Chelsea meminta teman-temannya untuk mendekati arni. Tak sengaja mereka mendengarkan perkataan Marni kalau dia mau pamit dengan Marno. Dia mau melanjutkan hidupnya dengan lembaran baru. Marni rencananya akan dilamar haji.
Mendengar perkataan Marni barusan, Chelsea langsung semangat dan segera menemui marni. Marni pun tanpa basa-basi mengingatkan Chelsea agar tidak lupa datang minggu depan. Awalnya Chelsea kaget juga karena secepat itu. Tapi atas dorongan teman-temannya Chelsea menyanggupinya, masa’ yang nglamar tidak datang. Marni langsung bingung. Dia menyangkal perkataan Chelsea. Dia bukan akan dilamar oleh Chelsea tapi oleh orang lain. Seketika itu juga Chelsea langsung lunglai dan shock.
Barong dan Juki mencoba mengambil tindakan cepat. Mereka mencoba mengajak bicara Marni baik-baik demi teman mereka, Chelsea. Sekuat tenaga Juki dan barong meyakinkan kalau Chelsea itu lelaki terbaik bagi Marni. Selain setia, dia juga sudah haji. Namun bagi Marni sudah terlambat. Keluarganya sendiri yang mengajukan nama orang lain. Lagi pula calon suaminya itu adalah ustadz, tampan, dan sudah naik haji. Juki dan Barong langsung tak bisa berkata banyak.
Namun tiba-tiba saja Juki puny aide. Dia coba membuat panas Marni. Caranya dengan bilang kalau memang Marni tak bisa lagi bersama Chelsea mungkin, sebaiknya Chelsea dengan Sheila saja, keponakannya Barong. Barong tentu saja kaget, tapi Juki buru-buru memberinya kode kalau itu hanya trik agar Marni cemburu dan berfikir ulang. Tapi dugaan mereka keliru. Marni malah membiarkan saja Chelsea bersama Sheila. Soalnya mereka berdua punya nama yang agak kebarat-baratan.
Di sisi lain, Chelsea masih saja meratap ditemani oleh juru kunci. Dia tidak habis pikir kenapa semuanya jadi seperti ini. Tiba-tiba sang juru kunci bertanya apa memang benar Chelsea mencintai Marni. Chelsea tentu saja dengan tegas bilang “ya”. Juru Kunci itu lalu berkata kalau memang benar Chelsea mencintai Marni, maka tentu Chelsea tak akan menolak kalau dia membayar air yang tadi dipakai Marni………





















































